
Ratusan tahun telah berlalu keturunan dari manusia pertama telah berkembang biak menjadi banyak.
Sada berhasil membangun kerajaan yang besar. Bahkan mereka juga melebarkan kekuasaan di berbagai penjuru Asia.
"Kekuasaan Nusantara telah sampai ke Asia Selatan" Ujar raja Sada terhadap panglima perangnya
"Buku peninggalan moyang kita akan segera kita hadapi" Ujar raja Sada
"Perkuat prajurit" Ujar raja Sada
"Siap!" Teriak panglima panglima perang sembari berdiri
***
"Bang kau udah baca belum kitab peninggalan nenek moyang kita raja Sada pertama" Ujar Putra
"Udah dek. Kalau abg baca seram sekali" Ujar Sada menatap Putra
"Gimana bg. Coba ceritakan" Ujar Putra penasaran
"Ntar kalau ramalan itu terjadi tinggal aku sabit aja mereka menggunakan pedangku set set set" Ujar Putri tersenyum menghampiri mereka yang sedang duduk berbincang di depan api unggun
"Nggak bisa dek. Pedang kau gak berfungsi dengan badan mereka" Ujar Sada
"Yang abg baca. Tubuh mereka terbuat dari baja" Ujarnya sehingga membuat adiknya sedikit kaget
__ADS_1
Buku peninggalan Raja pertama tidak boleh dibaca orang, selain dari pada anak pertama atau pewaris tahta kerajaan. Buku tersebut dikenal sebagai jati diri kerajaan dan peradaban manusia dimulai.
"Dari baja? Dari pedang aku?" TanyaPutri
"Iya, mereka terbuat dari pedang kau" Jawabnya
"Tetapi mereka memiliki kelemahan. Terletak di bagian leher. Pedang kau, cobak kau lihat tepinya" Ujar Sada
Kemudian Sada memperlihatkan ujung dari tepi tepi pedang Putri.
"Kasar kan? Pedang ini diciptakan untuk membunuh mereka. Di buku tersebut dikatakan ketika ingin menebas lehernya harus digorok" Ujarnya
"Apa semua pedang begini bg?" Tanya Putra
"Mungkin mereka sekarang telah menyiapkan pasukan hebat. Untuk membasmi kita" Ujar Sada
"Tapi kenapa" Tanya Putri
"Ntahlah tidak dijelaskan di dalam buku tersebut" Ujar Sada meninggalkan mereka
"Apa yang tertulis di dalam kitab tersebut ketika sesudah peperangan" Tanya Putri sebelum Sada naik ke kasur
"Tidurlah, sudah larut malam. Nanti kalian dihukum Raja" Jawabnya
***
__ADS_1
"Bagaimana apakah sudah ada kabar dari panglima Felix" Tanya Raja
"Sampai sejauh ini belum ada Baginda" Ujar seorang penasihat raja
"Apa aku harus mengirim pasukan untuk mencarinya" Tanya Raja pelan
"Aku rasa itu bukan pilihan yang tepat Baginda" Ujar penasihat
"Apa yang harus kita lakukan! Apakah kita berdiam diri disini!" Teriak Raja
"Kita harus membentengi kerajaan dan memperbaiki senjata kita Baginda. Jika beberapa pasukan kita kirim untuk mencari mereka. Dan apa yang tertulis di buku tersebut benar. Maka tidak ada ruang bagi kita untuk bertahan hidup" Ujar penasihat
"Itu yang aku khawatirkan. Aku khawatir menjadi Raja yang gagal untuk melindungi rakyatku" Ujar Raja berlinang
"Buku tersebut adalah petunjuk akan adanya peperangan. Yang menentukkan kekhawatiran Baginda adalah prajurit dan Baginda sendiri bukan buku itu" Ujar penasihat
"Untuk saat ini pasukkan dan peralatan perangnya akan kami rancang sesuai yang tertulis di dalam buku" Ujar penasihat
"Bagus. Lakukan latihan formasi yang baik. Besok aku akan melihat formasi prajurit" Ujar raja
"Baik Baginda" Ujar panglima perang kerajaan
Kemudian raja Sada memberikkan kode kepada panglima dan penasihat kerajaan untuk pergi meninggalkan ruangan.
Istri Sada menghampiri raja Sada yang sedang gundah. Dia memeluknya dari belakang dan merekapun bercinta di ruang rapat dengan posisi duduk.
__ADS_1