Robot Vs Manusia

Robot Vs Manusia
Bab 29


__ADS_3

Setahun lamanya telah berlalu, kabar baik telah tiba, pewaris tahta kerajaan Nusantara telah lahir. Seluruh warga KNC dan KNI bersukacita mendengar kabar baik tersebut.


Malangnya kabar baik tersebut tidak dirasakan warga Nusantara, mereka masih berada dibawah kekuasaan Mula. Bahkan dalam 30 tahun kedepan kehidupan satu generasi dari Nusantara terancam untuk dikuliti.


***


“Tuanku Mula, aku baru saja mendapatkan informasi kalau para Manusia memberikan mereka nama bukan dari abjad dan nomor, melainkan nama itu berasal dari orang tua mereka” Ujar A1 pada saat rapat RSoM


“Apa rencana kamu A1” Tanya Mula


“Saya mengusulkan, pemberian nama pada robot akan kita berikan kepada orang tuanya, dan nama tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar robot RSoM” Ujar A1


“Pikirkan dengan matang dan aku memberikkan wewenang penuh kepadamu” Ujar Mula kemudian pergi meninggalkan ruangan rapat.


“Baik Tuan” Ujar A1 sembari berdiri dan memberikan hormat yang kemudian diikuti oleh A2 sampai A1


“Lakukan pengecekkan ulang, keturunan robot yang menggunakan nama akan di adakan setelah beberapa tahun kedepan” Ujar A1


“Bukankah itu membahayakan para robot Tuan” Tanya A2


“Hal apa yang membahayaman para robot” Ujar A1


“Kita tidak akan mudah membedakan Manusia dan para robot, kita tidak tau apakah di luar sana masih ada Manusia yang hidup atau tidak” Ujar A2

__ADS_1


“Mungkin itu bisa menjadi sebuah topik pembicaraan untuk beberapa tahun kedepan. Ok rapat selesai, lakukan sesuai rencana.” Ujar A1 kemudian A2 sampai A12 berdiri sembari memberikan hormat lalu pergi meninggalkan ruangan. A1 masih berada di dalam ruangan tersebut sembari memikirkan perkataan A2.


***


"Bapaku, aku akan pergi ke Nusantara, semua sudah aku persiapkan dengan matang" Ujar Putri sembari memberi hormat kepada Mark


Markpun menghampiri Putri sembari memegang pundaknya untuk berdiri.


"Anakku, jika memang itu keputusanmu, aku tidak dapat berbuat apa apa. Aku akan memberikan satu pengawal untukmu" Ujar Mark


"Tidak perlu. Aku harus mencari tau kebenaran yang dikatakan Tetua kepadaku. Jika benar mereka telah menguliti kulit Kaum kita..." Ujar Putri penuh amarah hingga membuat dia berhenti berkata


"Anakku jika itu benar, apa yang ingin kau lakukan" Ujar Mark


"Aku akan menyelamatkan Kaumku" Ujar Putri dengan tegas lalu meninggalkan Mark


"Anakku" Panggil Mark dan menghampiri Putri


"Aku meminta kau menjaga diri" Ujar Mark sehingga membuat Putri berhenti berjalan


"Bapaku, aku tidak akan gegabah, aku akan memanfaatkan kondisi yang ada saat ini" Ujar Putri


"Bagaimana jika mereka yang ada di Nusantara belum memiliki kulit seperti kita?" Ujar Mark

__ADS_1


"Maka itu sudah menjadi resiko" Jawab Putri


"Bersabarlah anakku" Ujar Mark memegang pundak Putri


Tak tahan menahan tangis Putri langsung menangis dan memeluk Mark. Putri selalu membayangkan Kaumnya akan mati dikuliti dan dagingnya akan diberikan kepada generasi selanjutnya untuk dijadikan makanan mereka. Hatinya sangat hancur mengingat perkataan tersebut dari Tetua.


"Menangislah anakku" Ujar Mark sehingga membuat Putri semakin histeris


Putri melepaskan pelukannya dan mencoba untuk menegarkan dirinya.


"Aku nggak sendirian" Ujarnya menangis


"Aku punya Bapa. Punya KNI. Punya KNC" Ujar Putri berusaha untuk menenangkan dirinya


"Aku tidak akan gentar" Ujar Putri lagi sembari menggoyangkan jarinya.


"Aku akan mencari tau apa yang terjadi di Nusantara" Ujar Putri menahan tangis


"Dan tolong..." Ujar Putri menangis


"Jangan halangi aku Bapaku" Ujarnya lagi


"Aku akan menyertaimu anakku. Aku merestuimu untuk tujuanmu. Dan percayalah aku akan selalu ada untukmu. Aku akan melatih Sada untuk menjadi Raja yang kuat dan bijaksana" Ujar Mark sembari memegang kepala Putri.

__ADS_1


Putripun memeluk Mark dan berkata


"Terimakasih Bapaku" Kemudian melepaskan pelukan dan pergi meninggalkan Mark


__ADS_2