
Setelah beberapa hari di KNC, Putripun pergi berangkat seorang diri menuju KNI atau Kerajaan Nusantara Israel. Melihat hal tersebut Raja Zalong secara diam diam mengirim pengawal dari kejauhan, mengingat apa yang terjadi pada Kerajaan Nusantara.
"Aku harus pergi ke KNI sesuai permintaan mendiang Baginda" Ujar Putri sembari memberi hormat dan pergi meninggalkan singgasana KNI
"Aku akan mengirim beberapa Pengawal untukmu Putriku" Ujar Zalong
Putri berhenti melangkah dan berkata
"Jika kau menganggap aku sebagai Putrimu bertarunglah denganku di kemudian hari" Ujar Putri
Zalong berdiri dan mengangkat pedangnya kemudian berkata.
"Hasratku adalah memenuhi keinginanmu Putriku" Jawab Zalong
Kemudian Putripun meninggalkan ruangan singgasana KNC. Bersamaan Zilong memasukkan pedangnya kedalam sarungnya dan memanggil seorang Panglima.
"Kirim 7 Pengawal untuknya, tetapi jangan sampai dia mengetahuinya. Aku khawatir, dia akan diserang pasukan robot" Ujar Zalong
"Baik Baginda" Jawab Panglima
Setelah beberapa hari dalam perjalanan Putripun sampai ke KNI. Dan disambut hangat pula oleh Raja yang memimpin KNI.
"Hari yang kutunggu tunggu telah tiba" Ujar Raja Mark tertawa bahagia
__ADS_1
"Aku datang kemari berdasarkan permintaan mendiang Raja Sada" Ujar Putri sembari menundukkan kepalanya
Sesampainya di dalam Kerajaan.
"Kerajaan ini begitu besar dan megah. Kau merawatnya dengan sangat baik" Ujar Putri
"Semua berdasarkan keinginan mendiang Raja Sada" Ujar Mark
"Mengapa engkau tidak mengirim pasukan KNI untuk bertarung?" Tanya Putri
"Lihatlah dari atas sini, bukankah tempat ini begitu indah. KNI memiliki prioritas yang tinggi dalam menaati perintah Rajaku Sada" Jawab Mark
Mendengar pernyataan Mark, air mata Putri tak dapat dibendung.
"Pasukan KNI saat ini sebanyak 200.000 Pasukan, bahkan lebih banyak daripada pasukan Nusantara, KNI dengan mudah mengirim Pasukan ke Nusantara. Tetapi jika untuk memberikkan nyawa, untuk apa? Ujar Mendiang Rajaku terhadapku. Lantas aku harus bagaimana? Lawan Manusia tidaklah mudah. Butuh waktu yang sangat lama untuk memikirkan strategi perang melawan para robot. Bahkan perang yang berlangsung sangatlah mendadak. Itu juga merupakan salah satu penyebab kekalahan Nusantara" Tangkas Mark
Putri berusaha tegar dan menghusap air matanya.
"Apakah mereka tidak memiliki kelemahan?" Tanya Putri
"Kelemahannya ada pada Kitab Suci Nusantara. Dan kitab itu berada di dalam Kerajaan Nusantara" Jawab Mark
"Bagaimana aku bisa masuk ke sana" Ujar Putri menangis lagi
__ADS_1
Putri dan Mark belum mengetahui bahwa robot akan menguliti Manusia dan mengenakan kulitnya. Yang mengetahui hal tersebut saat ini adalah Tetua yang berada di KNC.
"Kau tidak perlu masuk kedalam Kerajaan Anakku. Kau hanya perlu menannyakan hal itu kepada seorang Tetua yang selamat dari peperangan. Dan aku bisa memintanya untuk kemari jika kau inginkan" Ujar Mark sembari pergi meninggalkan Putri dari tepi singgasana tertinggi KNI
"Bapaku, berapa Panglima yang KNI miliki" Tanya Putri hingga Mark berhenti melangkah
" 17 Panglima, aku akan membawamu kepada mereka" Jawab Mark lalu pergi meninggalkan Putri
Putripun dikenalkan dengan ke 17 Panglima KNI, semua Panglima memberikan hormat kepada Putri sesuai perintah Raja Mark.
Setelah beberapa hari menunggu Tetua Nusantara sampai ke KNI dan disambut hangat oleh Tetua KNI.
Rahasia yang dia ketahui tidak boleh ada yang tau, selain Raja, Pewaris Kerajaan, beserta keturunannya.
Putri tidak layak mengetahui kebenaran yang dia ketahui. Tetapi dengan memohon kepada Tetua Nusantara sembari meneteskan air mata di ruang rapat tertutup akhirnya Tetua tersebut memberitahukan kebenaran tersebut. Tetapi sebelum itu Tetua tersebut membuat sebuah perjanjian kekal terhadap dirinya.
"Aku akan mengadakan sebuah perjanjian kekal dengan engkau" Ujar Tetua sembari memegang pundak Putri yang menunduk meneteskan air mata dengan keadaan berdiri
"Aku akan mengatakan sebuah kebenaran yang selama ini tertutupi tetapi hanya kepada keturunanmu yang kau kandung" Ujar Tetua
"Tetapi aku akan memberitahukan sebuah kebenaran yang tertulis di dalam Kitab Suci mengenai Makhluk baja itu hanya kepada engkau Putri Kerajaan Nusantara" Lanjutnya
"Terkutuklah aku jika melanggar Perjanjian kekal ini" Tangkasnya
__ADS_1
Kemudian dia pergi menuju kursi rapat hingga diikuti oleh Putri untuk mendengarkan perkataan Tetua tersebut.