
Seperti yang kita ketahui bahwa KNI beserta KNC mewakili Kerajaan Nusantara berhasil memenangkan peperangan yang membutuhkan waktu yang sangat panjang, apalagi harus benar benar mengorbankan jutaan nyawa prajurit KNC, sebagai penghargaan terhadap prajurit, Nusantara akan membangun sebuah tugu untuk mengenang mereka.
Kini saatnya meluruskan apa yang harus diluruskan. Sada Putra mendiang raja Sada generasi pertama dan Putra mendiang ratu Sisada telah dinobatkan menjadi Raja tunggal yang menguasai 8 Kerajaan sekaligus, yakni Nusantara sebagai Kerajaan Pusat, KNI, KNC, KNK, KNM, KNI-D, KNA, KNT.
Mereka meliputi Negara negara besar terdahulu yang mereka dapati namanya dan lokasinya dari Kitab yang mereka anggap Suci.
Ketika terjadi kemenangan peperangan semua berjalan dengan baik, kepemimpinan yang dipimpin raja Sada generasi ke delapan memiliki keadilan yang merata terhadap rakyatnya.
Tetapi seiring berjalannya waktu terjadi perpecahan antara Kerajaan Nusantara beserta Kerajaan kerajaan lainnya. Mereka meminta untuk berpisah dari Kekuasaan tunggal Kerajaan Nusantara, hal inilah yang dikhawatirkan oleh raja Sada generasi ke delapan.
Hal ini disebabkan oleh sebuah perkumpulan Suci antara Tetua generasi ke generasi menyampaikan sebuah perintah atau pesan yang harus diketahui oleh orang orang yang terkait. Yakni para raja Kerajaan Nusantara.
Hampir 10 tahun lamanya raja Sada generasi ke 8 memerintah Kerajaan Bolon atau Kerajaan Nusantara yang meliputi seluruh Kerajaan kerajaann lainnya. Kini tiba saatnya Kerajaan tersebut berpisah dari tubuh Nusantara.
“Ada sebuah rahasia yang belum kalian ketahui dan kini saatnya kalian mengetahui kebenaran ini” Ujar Tetua dihadapan para Raja Nusantara termasuk raja Sada generasi ke delapan
“Sebelum itu Bapaku, ijinkan aku berbicara sebentar” Ujar raja Sada
“Apapun kebenaran yang akan kita dengar, kiranya membuat kita semakin kuat dalam menjalankan sebuah perintah yang sudah diwariskan oleh mendiang raja Sada generasi pertama” Ujar raja Sada
__ADS_1
“Pergilah, jadikanlah semua bangsa menjadi keturunan Sada dan bawalah perdamaian diatas tahta Kerajaan Nusantara” Ujar para raja secara bersamaan sembari memegang dadanya dan berdiri. Setelahnya merekapun kembali duduk
“Perintah dan pesan ini telah disampaikan oleh para tetua hingga generasi kami. Dan pesan ini sampai saat ini masih keadaan utuh dan selalu kami perbincangkan, agar tidak ada satu kalimat atau satu katapun yang menyimpang” Ujar Tetua terbata bata karena usia
“Pada zaman terdahulu… Pada kepemimpinan kerajaan Nusantara pertama yaitu mendiang raja Sada generasi pertama bersama mendiang ratu Sisada, rakyat sangat terjaga, banyak rakyat yang sangat mencintai beliau…” Ujarnya pelan
“Mendiang ratu Sitolu juga merasakan hal yang serupa, tetapi mendiang dan keturunannya tidak puas dengan apa yang sudah ditetapkan oleh mendiang raja Sada. Sehingga terjadi sebuah bentrok antara keluarga Kerajaan yakni antara keluarga kerajaan dari keturunan raja Sada dengan ratu Sisada dengan keturunan raja Sada dengan ratu Sitolu. Yang dimana tidak ada satu rakyat pun mengetahui bentrok tersebut…” Ujar Tetua
“Akibat dari pertikaian tersebut, terjadi peperangan di dalam kerajaan, hingga Rajaku, yang Muliaku… Terbunuh” Ujar Tetua meneteskan air matanya
“Semua keturunan dari mendiang raja Sada dengan mendiang ratu Sisada habis dibunuh, maksudku menyisahkan satu anak bayi yang mungil” Ujar Tetua
“Kepemimpinan tersebut berlangsung hingga 7 generasi” Ujar Tetua kemudian sedikit berhenti
“Kerajaan Nusantara dipimpin oleh Raja yang merupakan bukan dari keturunan raja Sada dengan ratu Sisada sesuai perjanjian Kekal yang dikatakan mendiang raja Sada generasi pertama” Ujarnya
Ketika Tetua menjelaskan tiba tiba Putri masuk untuk ikut mendengar sebuah kebenaran bersama seorang Tetua juga.
“Silahkan duduk anakku, kau juga berhak mendengar kebenaran ini” Ujar Tetua
__ADS_1
“Karena rasa bersalah raja Sada generasi kedua terhadap keturunan raja yang seharusnya memimpin kerajaan Nusantara, beliau membuat sebuah perjanjian kekal. Bahwa keturunan dari raja Sada dengan ratu Sisada memiliki hak dan jabatan sebagai Panglima di dalam Kerajaan Nusantara” Perjelas Tetua pelan
Mendengar hal itu semua para Raja berdiri
“Didalam Kitab suci ada tertulis begini …” Ujar Tetua
“Bahwa semua yang telah dimulai akan berakhir kembali ke tatanan awalnya” Ujar Tetua
“Tentu raja Sada generasi ke 7 mengetahui kebenaran yang selama ini ditutup tutupi bahwa semua Panglima yang ada di dalam Kerajaan Nusantara sebenarnya adalah keturunan dari raja Sada generasi pertama dengan ratu Sisada. Mungkin kebenaran ini terungkap dengan sebuah kesalahan yang dilakukan oleh Ibu ratu Putri bersama Panglima Felix. Ya tulisan yang ada di kitab itu telah terpenuhi. Bahwa semua yang telah dimulai berakhir kembali ke tatanan awalnya” Ujar Tetua
Putri yang mendengar kebenaran tersebut meneteskan air matanya karena dia mengetahui bahwa mendiang Panglima Felix adalah keturunan mendiang raja Sada dengan ratu Sisada, dan raja Sada adalah keturunan asli pewaris tahta Kerajaan Nusantara.
Ketika para Raja mengetahui kebenaran tersebut merekapun sedikit terkejut dengan kebohongan yang sudah ditutup tutupi ribuan tahun belakangn ini.
Kini mereka juga mengetahui bahwa mereka juga merupakan keturunan asli dari mendiang raja Sada dengan mendiang ratu Sisada. Dan mereka memiliki hak juga atas kepemimpinan penuh dalam Kerajaannya karena sebuah perjanjian kekal yang sudah tertulis di dalam Kitab suci.
Bahwa yang berhak memimpin Kerajaan Nusantara adalah keturunan raja Sisada dengan ratu Sisada.
Dari kebenaran itu akhirnya mereka memisahkan diri dari Kerajaan Nusantara. Seiring berjalannya waktu hingga hampir 10 tahun lamanya, seluruh Kerajaan Nusantara tidak menyandingkan nama Nusantara lagi.
__ADS_1
Seluruh Kerajaan Nusantara berdiri sendiri bahkan ada diantara mereka yang saling membenci satu sama lain, karena kecurigaan terhadap keaslian keturunan dari raja Generasi pertama.