
"Wow, apakah ini halaman utama Kerajaan Andora?" Roni benar-benar takjub ketika melihat ke sekelilingnya yang sangat indah.
Jack, kuda itu berjalan santai, sehingga Roni dapat menikmati pemandangan di sekelilingnya. Sementara Henry yang sudah terbiasa melihat keindahan Kerajaan Andora hanya menampilkan ekspresi wajah datar.
"Iya, kita telah memasuki halaman utama Kerajaan Andora yang sesungguhnya," jawab Henry.
Halaman utama Kerajaan Andora sangatlah luas dan ditumbuhi rumput hijau yang membentang hingga ke ujung perbatasan wilayah kerajaan. Bukan sekadar rumput liar, melainkan rumput yang dirawat dengan penuh keahlian oleh tangan-tangan terampil ahli kebun kerajaan. Sementara itu, sebuah jalur jalan bebatuan halus yang memukau menghubungkan halaman ini ke bangunan kerajaan yang megah. Saat ini, jalan itu sedang dilewati oleh Henry dan Roni.
Kemudian Henry menunjuk patung air mancur yang megah dan besar, yang terletak di tengah-tengah halaman kerajaan. "Kau lihat patung itu?" tanyanya.
Roni mengikuti arah tunjuk tangan Henry. "Iya aku melihatnya."
"Air mancur itu adalah sebagai tanda bahwa ini adalah halaman utama kerajaan." Henry menjelaskan.
"Wow, sangat indah," ungkap Roni menatap kagum pada air mancur di sana. Rasanya ia ingin sekali mandi di bawah air mancur yang sepertinya sangat segar.
"Sebentar lagi kita akan sampai di depan Istana Kerajaan. Bersiaplah," ucap Henry seraya mengetatkan genggamannya pada tali kekang kudanya.
"Aku sudah tak sabar." Roni tampak senang. Ia selalu tersenyum.
"Jack berlarilah!" Perintah dari Henry membuat Jack berlari kencang menuju ke gerbang utama kerajaan yang begitu megah dan besar.
Gerbang itu dijaga ketat oleh beberapa prajurit kerajaan. Salah satu prajurit tampak curiga saat melihat Roni. Henry sangat mengerti arti tatapan dari prajurit itu kepada Roni. Lantas Henry menghentikan kudanya tepat setelah gerbang besar itu dibuka lebar oleh empat orang prajurit.
Henry berbicara keras kepada prajurit penjaga gerbang. "Kalian semua jangan panik dan jangan khawatir. Sosok di belakangku adalah seorang anak laki-laki dari negeri seberang yang ingin melatih ilmu sihir di Kerajaan Andora. Aku yang sengaja membawanya ke kerajaan!"
Roni sepertinya bingung karena Henry mengatakan dirinya sosok. Sesaat kebingungan itu teralihkan saat Roni mengingat jika ia memang mempunyai sosok pendamping. Mungkin itulah kenapa Henry mengatakan dirinya sosok. Di mata anggota kerajaan, bukan Roni yang terlihat melainkan sosok Royalty yang selalu mendampingi Roni.
"Kami mengerti Pangeran Henry." Semua prajurit serempak menjawab dan mengangguk. Kemudian mereka mempersilakan Pangeran Henry masuk ke wilayah kerajaan yang sesungguhnya.
Amazing! Seketika Roni terkagum-kagum melihat keindahan yang sesungguhnya ada di depan matanya. Di balik tembok tinggi dan gerbang besar tadi ternyata menyimpan sebuah bangunan yang begitu megah, luas, tinggi, memukau, menakjubkan, dan ajaib. Iya, itu adalah Istana Kerajaan Andora yang ajaib. Istana megah tersebut terbuat dari batu emas dan dinding kokoh yang berwarna biru muda. Memiliki banyak menara indah dengan warna emas di bagian kubah. Lalu bagian yang paling mengesankan adalah menara yang terletak di tengah-tengah menara lainnya. Menara itu sangat tinggi dan hampir menyentuh langit dengan kubah emas yang begitu besar dan tampak berkilauan, seolah menghiasi langit senja yang berwarna jingga. Tidak hanya keindahan menaranya saja, tepat di bawah bukit istana juga terdapat danau biru yang sangat indah dan memanjakan mata.
Hari semakin sore, matahari semakin tenggelam ke dasar bumi, dan gemerlap lampu di sekitar istana membuat suasana semakin menakjubkan.
"Wow! Ini sungguh indah dari yang aku kira!" ungkap Roni tak terkira-kira. Matanya berbinar-binar menunjukkan kekaguman.
"Yeah, kau seperti tak pernah melihat istana saja. Reaksimu berlebihan." Henry menyindir Roni yang menurutnya berlebihan saat melihat keindahan istana.
Roni sepertinya tak terima, lalu ia membela diri. "Aku tak pernah melihat bangunan istana sejak kecil. Wajar saja kalau aku sangat senang."
__ADS_1
"Yeah, tapi setidaknya kau bisa sedikit bersikap dewasa." Henry kemudian menginsterupsi Jack untuk berbelok ke kanan, di mana ada sebuah jalan setapak yang menjadi jalur utama menuju ke kandang kuda. Sudah waktunya bagi Jack untuk beristirahat setelah seharian penuh berpetualang.
"Kau ingin membawaku ke mana?" tanya Roni kepada Henry.
"Aku membawa Jack ke kandang. Kau lihat sendiri, hari semakin sore, dan Jack butuh istirahat," jelas Henry.
"Oh baiklah." Roni mengangguk.
Sesampainya di kandang, Henry dengan tegas meminta Roni untuk segera turun dari punggung kudanya. Begitu Roni turun dan menginjakkan kaki di atas rumput, matanya langsung terpesona oleh pemandangan sekitar kandang yang sungguh memukau. Di sana, beberapa pohon rindang menjulang tinggi, tumbuh dengan gemilang di sekitar kandang. Tak hanya itu, terlihat juga sebuah sumber air jernih yang disediakan untuk kebutuhan air minum kuda-kuda yang berada di sana. Yang membuatnya semakin takjub adalah kandang itu sendiri, yang terdiri dari dinding-dinding dan atap yang kokoh, semuanya terbuat dari kayu jati yang begitu megah dan luas.
"Ada berapa kuda peliharaan di sini?" tanya Roni seraya memerhatikan kuda-kuda di kandang yang berjejer sangat panjang dari ujung barat sampai ke ujung timur. Entah berapa jumlahnya.
"Ada seribu kuda. Itu baru kuda peliharaan, belum lagi kuda yang khusus untuk berperang," jawab Henry seraya berjalan mendekati Roni. Henry baru saja menempatkan Jack di kandang khusus dan dipisahkan dari kuda yang lain. Jack adalah kuda kesayangan Henry. Bahkan saat Henry masih kecil, Jack pun juga masih kecil. Pertemanan mereka seakan tidak terpisahkan.
Kerajaan Andora memiliki seribu ekor kuda peliharaan, tidak termasuk dalam jumlah kuda yang digunakan untuk berperang. Kuda yang layak untuk di medan perang adalah kuda yang sudah dewasa dan kuat secara fisik, serta dipilih khusus oleh peternak kuda yang sudah profesional di bidang peternakan selama bertahun-tahun. Di sisi lain, kuda peliharaan merupakan kuda yang disediakan khusus untuk keperluan transportasi anggota kerajaan.
"Wah banyak sekali! Lalu ada berapa banyak orang yang merawat semua kuda di kerajaan?" tanya Roni yang sangat ingin tahu.
"Kau jangan banyak bertanya. Pertanyaanmu membuang-buang waktu saja. Ayo ikuti aku!" Henry kemudian berjalan mendahului Roni yang masih terdiam di tempatnya. Lalu tak lama kemudian, Roni setengah berlari mendekati Henry yang sudah menjauh.
"Hei tunggu!" Roni berlari. Ia berhenti tepat di samping Henry.
"Baiklah, aku akan mandi."
Henry mengajak Roni menuju ke kamar mandi yang terletak di luar istana, tidak jauh dari letak kandang kuda. Sebenarnya itu adalah kamar mandi khusus untuk prajurit kerajaan.
"Kau mandi di sini. Nanti jika sudah selesai mandi, panggil namaku tiga kali. Aku akan datang di hadapanmu dan membawa pakaian, mengerti?" ucap Henry seraya menunjuk kamar mandi di hadapannya. Kamar mandi itu tidak mewah dan terkesan biasa saja.
"Hei bagaimana kau--." Sebelum Roni melanjutkan perkataannya, tiba-tiba Henry sudah menghilang entah kemana perginya.
"Hei! Kau pergi ke mana!?" Roni berteriak bertepatan dengan Henry yang sudah hilang di tempatnya. "Dia bisa menghilang, ajaib sekali," ungkap Roni takjub.
Sekarang keheningan menyelimuti atmosfer di sekitar Roni. Benar-benar sepi, tidak ada satu pun orang yang berseliweran di tempat itu. Bahkan prajurit kerajaan pun tak menampakkan diri di sekitar tempat tersebut. Hanya suara-suara binatang malam yang terdengar saling bersahutan dari kejauhan.
"Sepi sekali, Ya Tuhan," ucap Roni.
****
Roni sudah selesai mandi dan berganti pakaian jubah warna biru muda. Henry yang tadi membawakannya pakaian lalu menyuruhnya untuk segera berganti pakaian sebelum makan malam keluarga kerajaan dimulai. Entah yang ke berapa kalinya Henry sangat berbaik hati kepadanya. Pertama, Henry menyelamatkannya dari monyet nakal yang mengganggunya saat ia di sungai. Kedua, Henry mengajaknya ke Kota Andora. Ketiga, Henry memberitahukan kepadanya tentang sosok yang mendampinginya dan berniat akan melatihnya belajar mengendalikan kekuatan. Ketiga, Henry membawanya ke Kerajaan Andora. Dan keempat, Henry memberinya pakaian secara cuma-cuma. Entah apalagi kebaikan yang Henry lakukan kepadanya nanti. Yang pasti Roni sangat bersyukur bisa bertemu dengan Pangeran Kerajaan Andora itu yang sangat baik dan tulus membantunya. Sangat jarang ada pangeran yang sebaik Henry.
__ADS_1
"Pakaian yang kau kenakan itu sejujurnya milikku. Tapi pakaian itu sekarang sudah tidak cukup di badanku, daripada tidak terpakai, lebih baik aku berikan saja kepadamu," jelas Henry yang sekarang berjalan di samping Roni.
"Pakaianmu terlihat masih bagus walau sudah lama. Terimakasih, aku tidak tahu lagi harus membalas kebaikanmu seperti apa. Aku sangat berterimakasih kepadamu." Roni tersenyum.
"Tidak apa-apa, tidak masalah. Aku memang suka membantu orang yang membutuhkan." Henry tersenyum. Wajahnya yang tampan terbias di bawah sinar rembulan yang temaram.
"Hatimu sangat mulia Pangeran Henry. Aku benar-benar beruntung bisa bertemu dengan Pangeran Henry."
"Terimakasih atas pujiannya. Saling membantu sesama manusia itu hal wajar, bukan?"
"Saling membantu memang wajar saja. Tapi sangat sulit menemukan manusia yang tulus membantu seperti dirimu, Pangeran."
"Yeah, itu tergantung dari hati masing-masing. Jika kau menanam kebaikan maka yang kau dapatkan adalah kebaikan juga. Begitupun sebaliknya. Jika yang kau tanam adalah keburukan, maka jangan menyesal saat kau mendapatkan keburukan juga."
"Wah, ternyata selain suka membantu, kau juga cerdas, Pangeran."
"Yeah, terimakasih. Pujianmu sangat berarti bagiku."
"Sekarang kita akan ke mana?" Roni bertanya karena bingung ia dan Henry akan pergi ke mana. Roni sejak tadi hanya menurut dan mengikuti langkah Henry.
"Apa kau lupa? Aku tadi sudah memberitahumu, jika sebentar lagi kita akan makan malam bersama keluarga kerajaan," jawab Henry lalu tersenyum.
Roni terkejut dan tidak mempercayai ucapan Henry. Bagaimana mungkin ia tiba-tiba bisa langsung makan malam bersama keluarga kerajaan yang sangat dihormati. Tidak mungkin keluarga kerajaan menerima kehadirannya begitu saja, pikirnya.
"Aku tidak mungkin makan malam dengan keluarga kerajaan. Aku hanya anak laki-laki rendahan." Roni mencoba untuk tetap sadar diri. Ia tidak ingin kehadirannya justru membuat keluarga kerajaan merasa risi atau mengganggu makan malam mereka.
Henry sedikit tertawa lalu menjawab, "Hei tenang saja, jangan berkecil hati. Kau justru akan sangat menarik perhatian keluarga kerajaan. Terutama Ratu Andora."
Roni seketika terkejut. "Hah, bagaimana mungkin aku menarik di mata keluarga kerajaan!? Kau jangan mengada-ada!"
Henry tak menjawab. Ia malah berjalan lebih cepat, meninggalkan Roni. Lalu berkata dengan keras, "Cepat berlarilah sebelum makan malam dimulai! Keluarga kerajaan sudah menunggu!"
****
Beginilah gambaran Kerajaan Andora yang sangat indah. Gambarnya sesuai deskripsi yang aku jelaskan, kan?
Picture : Official Image. Buatanku sendiri. Tidak diambil dari google atau aplikasi mana pun.
__ADS_1