ROYALTY : Penguasa Elemen Air Yang Mulia

ROYALTY : Penguasa Elemen Air Yang Mulia
BAB DUA PULUH DUA : TUJUAN ROYALTY


__ADS_3

Seperti hari-hari sebelumnya, sekarang Roni sedang berlatih mengasah kemampuan sihirnya yang semakin berkembang. Hanya saja sekarang ia berlatih tanpa bantuan Henry. Roni memang menginginkan untuk berlatih secara mandiri. Tetapi Henry tetap mengawasi Roni dari kejauhan.


Kini Roni berada di danau yang terletak di sebelah barat Kerajaan Andora. Danau itu begitu indah dan memesona, dengan air jernih yang mengkilap di bawah sinar matahari. Sedangkan pepohonan rindang di sekitar danau memberikan bayangan yang menenangkan, sementara bunga-bunga mewah tampak mekar di tepiannya. Suara susurrus air yang lembut menghasilkan harmoni alam yang menenangkan, sehingga menciptakan tempat yang ideal untuk refleksi dan ketenangan.


Dengan bimbingan dari Henry yang telah diajarkan sebelumnya, Roni mencoba mengendalikan air sembari mengawang di atas permukaan danau yang sunyi. Setiap gerakan tangan Roni menghasilkan respons yang memukau dari air, menari dalam harmoni yang membentuk lingkaran elegan dari kanan ke kiri. Keindahan yang sungguh memukau ini mengejutkan Roni, menumbuhkan kekagumannya terhadap keterampilannya.


"Wow ini benar-benar indah. Aku akan mencoba gerakan selanjutnya!" ungkapnya dengan semangat.


Kemudian Roni berlari di atas permukaan air, seraya merentangkan kedua tangannya di udara dan menutup kedua matanya. Angin lembut menyentuh wajahnya dan menerbangkan rambutnya. Sesaat kemudian, terjadi perubahan pada dirinya. Rambutnya perlahan berubah menjadi biru muda, panjang melambai; kulitnya seputih salju, dan pesonanya semakin memikat.



Gambar : Original Character Royalty. Hak cipta gambar sepenuhnya milik penulis.


Saat Henry berdiri di tepi danau, ia menyaksikan perubahan pada tubuh Roni dan terkejut. Matanya terbelalak, tak percaya akan perubahan yang terjadi di hadapannya. Terpesona oleh keajaiban yang disaksikannya, Henry merenung sejenak sebelum tersenyum bangga melihat kemampuan sihir yang semakin meningkat di dalam diri Roni.


Royalty yang bersemayam di dalam tubuh Roni sepertinya telah benar-benar menunjukkan wujudnya.


"Anak itu sangat hebat. Kemampuan sihirnya semakin meningkat," gumam Henry sambil terus mengamati setiap pergerakan Roni.


Terlintas dalam benaknya, Henry ingin menguji kemampuan sihir Roni tanpa sepengetahuan remaja itu. Diam-diam, Henry mengarahkan sihir elemen tanahnya ke dasar danau. Dengan gerakan lembut, tangan kanannya terangkat ke atas, seketika membentuk tebing tanah yang menjulang, muncul dengan anggun tepat di depan Roni. Membuat Roni terkejut dan refleks menghentikan gerakannya. "Oh tidak!" ujarnya.


Pangeran Henry tersenyum tipis, kemudian kembali menciptakan tebing tinggi di sebelah sisi kiri Roni. Lalu muncul kembali tebing tanah di sebelah kanan tubuh Roni. Dan terakhir muncul di belakang tubuh Roni.


Roni melihat ke kanan, kiri, dan belakang dengan ekspresi bingung. "Apa yang terjadi?"


Saat ekor matanya tak sengaja menangkap bayangan tubuh Pangeran Henry yang berdiri di tepi danau, Roni tersenyum penuh arti. Ia mengerti bahwa tebing tanah yang sekarang mengelilingi dirinya adalah ciptaan sihir dari Pangeran Henry. Kemudian Roni berpikir ingin menghancurkan tebing tanah itu menggunakan kekuatan airnya.

__ADS_1


"Khhaaa!!" Roni berteriak seraya mengarahkan kedua tangannya ke atas, air danau bereaksi dengan cepat, membentuk tembakan air yang menghantam tebing-tebing tanah itu dari dasar, hingga tebing itu hancur dan roboh dengan sekali libas.


Pangeran Henry menyaksikan hal tersebut sampai tercengang. Tak menyangka, tebing tanah yang dibuatnya sangat kokoh bisa hancur oleh terjangan air dari sihir Roni. Ralat, sihir dari Royalty. Yang sekarang dilihat Pangeran Henry bukan hanya Roni, melainkan manifestasi sosok Royalty.


"Kemampuan Royalty benar-benar hebat. Tapi apakah dia bisa menghindari seranganku ini." Tanpa ragu, Pangeran Henry menciptakan bola tanah kemudian dengan cepat menembakkan bola tanah itu ke arah Royalty yang masih mengawang di atas danau.


Memicingkan mata, Royalty menoleh ke arah samping. Dengan lihai ia menciptakan perisai air yang kemudian mengelilingi tubuhnya, membuat bola tanah itu terpelanting jauh lalu jatuh ke dalam danau dan menimbulkan riak air yang besar.


"Hah!?" Pangeran Henry terkejut menyaksikan kemampuan Royalty yang lebih hebat dibandingkan kemampuannya. "Sebenarnya siapa Royalty? Kemampuannya seperti tak tertandingi." Lanjutnya.


Royalty kemudian menyerang balik. Ia membuat bola air besar lalu menembakkan bola air itu ke arah Pangeran Henry.


Terdengar suara gemuruh air ketika bola air besar meluncur dengan cepat menuju Pangeran Henry. Dengan sigap, Pangeran Henry menggunakan kekuatan tanahnya untuk menciptakan barikade tanah tinggi yang berhasil membelokkan serangan air tersebut.


Royalty tersenyum, "Kau cukup lincah, Pangeran. Tapi aku belum menunjukkan yang terbaik." Dengan gerakan anggun, ia menggabungkan elemen air dan udara, menciptakan pusaran air yang membelah danau. Air di sekitarnya terangkat dalam bentuk spiral yang memukau.


Seketika, pertarungan antara dua kekuatan sihir yang luar biasa menciptakan pemandangan spektakuler di tepi danau. Royalty dan Pangeran Henry saling beradu kemampuan, menciptakan gerakan dan efek sihir yang tak terduga.


Sambil berduel, Pangeran Henry bertanya dengan penasaran, "Royalty, sebenarnya siapakah dirimu?"


Royalty tersenyum misterius, "Itu rahasia yang belum saatnya terungkap, Pangeran. Aku sengaja bersemayam di tubuh anak ini agar aku bisa tumbuh seperti manusia, hahaha."


Pangeran Henry makin penasaran, tetapi fokusnya kembali ke pertarungan. Kedua laki-laki itu terus mengeluarkan sihir terbaik mereka, menciptakan sesuatu yang memukau dan mendebarkan.


"Kembalikan jiwa Roni!" teriak Pangeran Henry di tengah-tengah pertarungan.


Awalnya, Pangeran Henry hanya bermaksud menguji kemampuan Roni, namun tiba-tiba berubah menjadi pertarungan karena Royalty yang beralih menguasai tubuh Roni. Sebelumnya, meskipun Royalty bersemayam di dalam tubuh Roni, sosok itu tidak menguasai pikiran Roni. Sekarang, situasinya berubah; Royalty yang sepenuhnya menguasai tubuh dan pikiran Roni.

__ADS_1


"Roni adalah aku, dan aku adalah Roni! Jiwaku telah bersatu dengan jiwa Roni, hahaha." Royalty tertawa menggelegar di tengah danau, membuat burung-burung di sekitar danau melarikan diri, terbang tak tentu arah.


Henry menatap Royalty dengan kebingungan dan kekhawatiran. "Apa yang kau rencanakan, Royalty? Mengapa kau mengambil alih tubuh Roni?"


Royalty tersenyum penuh kebanggaan. Kemudian ia berbicara dengan tenang. "Pangeran, aku bersemayam di tubuh Roni dengan tujuan untuk melindungi Kerajaan Andora dari ancaman besar yang akan datang suatu hari nanti. Tubuh Roni memberiku kesempatan untuk hidup di dunia manusia, karena aku belum sempat menikmati hidupku di dunia. Jiwaku bersatu dengan jiwa Roni untuk mencapai tujuan itu."


Pangeran Henry mencoba memahami situasi yang semakin rumit ini. "Tapi apa yang kau lakukan terhadap Roni? Dia seorang anak yang tidak bersalah."


Royalty mengangguk lalu menjawab, "Roni tetap akan hidup di dalam tubuhnya. Aku menggunakan tubuh Roni untuk menyalurkan kekuatanku, melindungi dan memberikan keamanan pada Kerajaan Andora."


Namun, kekhawatiran masih terpampang di wajah Pangeran Henry. "Tapi apakah Roni setuju dengan ini? Apakah dia tahu tentang rencanamu?"


Royalty tersenyum misterius. "Roni mungkin akan mengerti suatu hari nanti. Kini, kami bersatu untuk kebaikan bersama."


Pertarungan mereka melambat, dan Royalty kembali mengendalikan keadaan. Dia menciptakan lingkaran cahaya di atas danau, memancarkan energi yang menakjubkan.


Pangeran Henry memahami bahwa pertarungan ini tidak hanya tentang sihir, tetapi juga mengenai keberanian dan kesetiaan pada tujuan yang lebih besar. Ia memutuskan untuk bekerja sama dengan Royalty demi keamanan Kerajaan Andora.


"Aku akan mendukungmu, Royalty, asalkan Roni tidak menderita. Kita harus bekerja sama untuk melindungi Kerajaan Andora," ucap Pangeran Henry dengan mantap.


Royalty mengangguk mengerti. "Kita akan menjaga kerajaan ini bersama-sama. Aku yakin, Roni juga akan menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Andora suatu saat nanti."


Tak berselang lama, jiwa Royalty perlahan memudar dan sepenuhnya tergantikan oleh jiwa Roni. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba tubuh Roni jatuh ke dalam danau. Pangeran Henry panik, secepat mungkin menyelamatkan Roni yang tenggelam, kemudian mengangkat tubuhnya ke atas permukaan air. Pangeran Henry berjalan di atas danau sembari menggendong tubuh Roni dan membawanya ke tepi danau. Sesampainya di tepi danau, Pangeran Henry meletakkan tubuh Roni di atas rumput, lalu mencoba membangunkan Roni dengan menepuk-nepuk pipinya.


Roni terbangun kemudian terbatuk-batuk. Mengedarkan pandangannya ke sekitarnya, ia bertanya, "Apa yang terjadi?"


****

__ADS_1


Ikuti terus kisahnya. Jangan lupa beri like dan vote kalau suka. Terimakasih...


__ADS_2