ROYALTY : Penguasa Elemen Air Yang Mulia

ROYALTY : Penguasa Elemen Air Yang Mulia
BAB TIGA PULUH EMPAT : KEINDAHAN TAMAN KEHIDUPAN


__ADS_3

Sekarang Roni dan Pangeran Henry sedang duduk di bawah pohon mangga, letaknya di dekat tepi sungai. Roni masih memikirkan kejadian beberapa waktu yang lalu, sampai sekarang ia masih bertanya-tanya.


"Apakah kemungkinan ada seseorang yang tidak menyukai Pangeran Henry dan berusaha mencelakai pangeran menggunakan air keras? Mungkin anak kecil tadi sebagai perantara," pikir Roni sambil mengingat-ingat anak laki-laki tadi.


Pangeran Henry menghela napas panjang, lalu menjawab, "Aku tidak tahu. Selama ini aku tidak mempunyai musuh. Tapi kemungkinan benar, seperti yang kau pikirkan, ada seseorang yang mungkin tidak menyukaiku."


"Untung saja aku segera bertindak cepat sebelum air keras itu mengenai wajahmu, Pangeran, jika tidak, air keras itu akan sangat membahayakan," ucap Roni merasa lega saat mengingat tadi ia segera menyelamatkan hidup Pangeran Henry.


"Ya, kau benar, air keras itu bisa membuat kulit mengelupas dan melepuh," jawab Pangeran Henry yang menatap Roni dengan ekspresi syukur. "Kau benar-benar menyelamatkan hidupku, Roni. Terima kasih."


Roni tersenyum. "Sama-sama, Pangeran. Kita memang harus saling melindungi satu sama lain."


Pangeran Henry menatap air sungai yang tenang. Punggungnya ia sandarkan pada batang pohon di belakangnya. Angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya yang tampan dan ia merasakan kesejukan yang menenangkan jiwanya. Lalu ia berbicara, "Kita harus selalu waspada di mana pun kita berada, Roni. Bahaya yang datang tidak bisa kita prediksi."


Roni mengangguk setuju. "Benar, Pangeran. Tidak ada yang bisa diprediksi, dan keamanan kita harus menjadi prioritas."


"Sekalipun kita memiliki kekuatan untuk melawan kejahatan, jika sudah takdir, hidup kita mungkin tidak akan selamat. Namun, kita tetap harus menjaga keselamatan dan tidak sepenuhnya bergantung pada takdir," kata Pangeran Henry sambil tersenyum. Lalu tangan kanannya terangkat, mengarah ke sungai, kemudian mengangkat air sungai itu ke udara, air sungai bereaksi lalu membentuk gelombang rendah. Pangeran Henry mengulangi tindakannya itu berulang-ulang kali, setelah bosan ia menghentikan gerakan tangannya.


Roni membalas ucapan Pangeran Henry, "Sangat benar, Pangeran. Kita mungkin tidak dapat mengontrol takdir, tapi kita memiliki kekuatan untuk membuat pilihan bijak dalam menghadapi bahaya."


Mereka berdua melanjutkan berbincang. Hingga beberapa saat kemudian, tiba-tiba Pangeran Henry teringat dengan Jack, kudanya yang dititipkan pada penjaga pasar.


"Hei, aku hampir melupakan Jack. Sebaiknya kita segera pergi ke tempat selanjutnya, sebelum hari semakin siang," ucap Pangeran Henry lalu bangkit dari duduknya. Kemudian membersihkan pantatnya yang kotor karena debu tanah.


Roni tak menjawab ucapan Pangeran Henry. Kemudian kedua laki-laki itu berjalan beriringan menuju area pasar dan akan kembali menemui Jack yang mungkin sekarang sedang menunggu mereka.


Melewati jalan yang dilalui sebelumnya, sekarang Pangeran Henry dan Roni sudah tiba di area luar pasar, tepatnya di tempat penitipan kuda. Mereka menemui seorang penjaga pasar yang sedang duduk di sebuah kursi pendek.


Lalu Pangeran Henry berkata kepada penjaga pasar. "Hai, saya Pangeran Henry. Saya datang untuk mengambil kudaku, Jack. Di mana dia berada?"


Penjaga pasar, seorang pria tua dengan kumis lebat, tersenyum mengangguk. "Oh, Pangeran Henry! Jack berada di sana," katanya sambil menunjuk ke suatu tempat di seberang penitipan kuda.


Roni dan Pangeran Henry berjalan menuju Jack yang terlihat tenang di antara kuda-kuda lainnya. Pangeran Henry memeluk leher Jack dengan penuh kasih. "Hei, kau rindu padaku, ya, Jack?" ucapnya sambil tersenyum.


Roni tersenyum melihat kedekatan mereka. "Kau memiliki hubungan yang istimewa dengan Jack, Pangeran."


Pangeran Henry mengangguk setuju. "Jack, kuda ini setia dan bisa merasakan kebaikan hatiku."

__ADS_1


Setelah memberi beberapa buah apel pada Jack, Pangeran Henry dan Roni bersiap-siap melanjutkan perjalanan mereka.


"Ke mana kita akan pergi selanjutnya?" tanya Roni, penuh antusias.


Pangeran Henry memandang sekitar, "Sesuai rencanaku. Bagaimana jika kita pergi Ke Taman Kehidupan? Di sana adalah tempat yang menarik untuk pecinta alam."


Roni setuju. "Sepertinya menarik. Ayo kita jelajahi taman itu bersama, Pangeran. Siapa tahu kita menemukan sesuatu hal baru yang menarik."


"Baiklah, kita akan segera pergi ke sana. Naiklah dulu di punggung Jack," ucap Pangeran Henry. Kemudian ia membantu Roni naik ke atas punggung kuda perkasa itu. Selesai Roni, berganti Pangeran Henry yang naik dengan lincah, sudah terbiasa.


Setelah siap, Pangeran Henry menarik tali kekang kudanya, lalu memerintahkan Jack untuk segera berlari. "Jack, berlarilah. Bawa aku ke Taman Kehidupan!"


Saat Jack menghela napas, hidungnya bergetar dan menghasilkan suara serak yang merdu, 'ihhihii.' Kuda itu mengangkat kedua kaki depannya rendah, kemudian berlari dan berlari semakin kencang, menembus kabut tipis yang menyelubungi atmosfer di sekitarnya.


Saat Jack sudah menjauh dari area pasar, diam-diam Edward menaiki kudanya dan mengikuti pangeran Henry serta Roni dari belakang dan sesekali menjaga jarak aman.


"Aku harus mengikuti kemanapun Pangeran Henry dan kekasihnya itu pergi, dan aku akan terus berusaha untuk mencelakai kekasihnya itu, ahahah," monolog Edward diakhiri tawa jahat.


****


Setelah beberapa waktu menempuh perjalanan, akhirnya Pangeran Henry dan Roni sudah tiba di Taman Kehidupan yang berada di sebelah ujung selatan wilayah Andora. Taman itu bukan taman kota, melainkan taman alam bebas yang menggabungkan keindahan alam dan keberagaman hayati. Pohon-pohon besar membentuk kanopi yang teduh, rerumputan hijau yang lembut menyambut kedatangan mereka, sementara aroma bunga-bunga liar yang bermekaran menyelimuti udara.


"Ini luar biasa," kata Roni, matanya berbinar melihat panorama sekitar.


Pangeran Henry tersenyum, "Taman ini memang tempat istimewa. Ayo kita jelajahi bersama dan nikmati keajaibannya."


Mereka berdua berjalan melewati lorong-lorong kecil yang dilapisi oleh rerumputan dan bunga-bunga liar yang tumbuh dengan bebas. Suara gemericik air dari sungai kecil menambah suasana tenang di taman.


Mereka kemudian sampai di area inti dari Taman Kehidupan itu. Menghadirkan keindahan alam yang memukau dan keberagaman hayati yang memanjakan mata. Rerumputan hijau yang lembut membentang luas, dihiasi dengan warna-warni bunga yang bermekaran, seolah seperti karpet alam yang menawan. Pohon-pohon besar dengan cabang-cabang yang menjulang tinggi memberikan naungan yang sejuk di bawahnya.


Mata air yang jernih mengalir melalui area ini, membentuk sungai kecil yang melingkupi sebagian taman. Suara gemericik air menghadirkan harmoni alam, menyatu dengan kicauan burung dan desiran daun yang ditiup angin. Udara segar dan harum dari dedaunan memberikan sensasi kesegaran dan ketenangan.


Hewan-hewan liar berkeliaran bebas di habitat alaminya, menambah kehidupan yang bersemangat dalam taman ini. Rusa, kelinci, dan burung-burung eksotis melengkapi panorama yang memukau. Beberapa koloni kupu-kupu berwarna-warni beterbangan di sekitar bunga dan sentuhan keindahan yang tak terlupakan.


Di tengah-tengah area inti, terdapat danau kecil yang menjadi tempat beristirahat bagi berbagai jenis burung air. Suasana damai dan tenang di sekitar danau menciptakan tempat yang sempurna untuk bermeditasi atau sekadar menikmati ketenangan alam.


Pohon-pohon tua dengan batang yang kokoh memberikan karakter khusus pada area ini dan menciptakan suasana ajaib. Cahaya matahari yang tembus di antara dedaunan memberikan sentuhan emas pada lingkungan yang hijau.

__ADS_1


Semua elemen ini, bersatu dalam harmoni alam, menjadikan area inti Taman Kehidupan sebagai tempat yang menakjubkan dan mendalam, di mana kehidupan alam berpadu dalam keindahan yang memukau.


Roni melihat ke sekitarnya sampai tak bisa berkata-kata. Tempat ini lebih dari sekedar indah. "Woaah, tempat ini sangat indah, Pangeran."


"Yeah, ini adalah area inti Taman Kehidupan," jawab Pangeran Henry.


Keduanya sekarang berjalan di jalan setapak yang tersusun dari bebatuan kasar dan menghubungkan ke arah danau. Danau itu airnya sangat jernih dan berwarna kebiru-biruan. Hal itu menimbulkan reaksi pada jiwa Royalty yang sangat menyukai air berwarna biru. Mendadak Roni merasakan tubuhnya sangat ringan dan seakan ingin terbawa ke arah danau.


"Hei tubuhku terasa ringan sekali," ucap Roni sambil menunduk dan melihat tubuhnya.


Pangeran Henry tampaknya sudah mengerti jika itu adalah reaksi dari jiwa Royalty. "Jiwa Royalty yang bersemayam di tubuhmu menyukai air berwarna biru. Itu sebabnya saat ia melihat danau itu, tubuhmu terasa sangat ringan."


"Apa maksudnya?" tanya Roni yang kebingungan.


Pangeran Henry menjelaskan kembali dengan lembut, "Jiwa Royalty memiliki ikatan khusus dengan elemen air. Ia sangat tertarik dengan air biru, dan itulah sebabnya tubuhmu menjadi ringan. Mungkin Royalty ingin mengajakmu mendekati danau itu."


Roni tersenyum, terpesona oleh keajaiban yang terjadi di dalam tubuhnya. "Ini sungguh luar biasa. Aku tidak pernah merasakan sesuatu seperti ini sebelumnya."


Lalu keduanya berjalan bersisian menuju tepi danau yang tenang. Ranting-ranting pohon di sekitarnya membentuk payung alami, menciptakan suasana teduh dan damai.


Pangeran Henry mendekati air dan menjulurkan tangannya ke dalam danau. Air yang mengalir di antara jarinya memberikan sensasi dingin yang menyegarkan. "Air ini membawa energi kehidupan, Roni. Sentuhlah dan rasakan keajaiban alam ini."


Roni mengikuti langkah Pangeran Henry, dan saat tangannya menyentuh air, dia merasakan getaran lembut yang mengalir ke seluruh tubuhnya. Air biru dan keindahan sekitarnya membuatnya merasa terhubung dengan alam, seperti sebuah pengalaman yang mengubah perspektifnya.


Sementara itu, Edward yang masih mengikuti mereka dari kejauhan, merasakan ketidaknyamanan saat melihat kebahagiaan Pangeran Henry dan Roni. Dengan rasa iri dan dendam, ia bersiap untuk merancang rencana jahatnya yang baru.


"Ah, tidak akan aku biarkan Royalty selalu bahagia bersama Pangeran Henry. Aku harus mengusik ketenangan mereka kali ini, hahah."


Sementara itu, Roni dan Pangeran Henry tetap berbincang di tepi danau.


"Bagaimana jika aku berenang di danau ini? Apakah tidak masalah?" tanya Roni kepada Henry.


Pangeran Henry berpikir sejenak kemudian menjawab, "Tentu saja, Roni. Danau ini adalah tempat yang damai. Berenanglah sepuas hatimu. Jiwa Royalty pasti akan merasakan kedamaian dan kesenangan saat kau berenang di danau."


"Yeaa, aku sudah tak sabar!" Roni merasa senang mendengarnya. Ia segera melepas alas kakinya serta jubahnya, sehingga menyisakan pakaian dalamnya. Dengan cepat, ia memasuki air biru dan menyelam ke dalam danau yang segar. Airnya yang jernih memungkinkan Roni melihat ikan-ikan kecil yang berenang di sekitarnya.


Pangeran Henry kemudian duduk di tepi danau, menyaksikan Roni yang bermain-main dengan air. "Rasanya seperti kembali ke sisi alam dan keindahan yang mungkin terlupakan oleh kesibukan sehari-hari."

__ADS_1


****


Seru sekali lah bab ini. Tetap dukung author, oke? Thank you...


__ADS_2