
Pangeran Henry dan Roni tidak lagi memikirkan kata-kata Edward tadi yang mengejek mereka. Bagi mereka itu sangat tidak penting dan tidak perlu dimasukkan ke hati. Sekarang Pangeran Henry dan Roni kembali berbincang.
"Bagaimana jika kita keluar dari istana? Aku ingin mengajakmu menjelajahi Kota Andora dan menikmati keindahan yang ada di sana. Bagaimana menurutmu?" ucap Pangeran Henry. Ia sejujurnya merasa bosan selalu berada di dalam lingkungan kerajaan. Sebelum kedatangan Roni di Istana Andora, Pangeran Henry sering berpetualang di luar kerajaan untuk mempelajari hal-hal baru.
Roni memikirkan jawabannya sejenak sebelum berkata, "Tentu, aku juga merasa bosan di dalam istana."
"Baiklah, setelah kita sarapan, bersiaplah. Kita akan berkeliling Kota Andora, dan Jack akan ikut serta," jawab Pangeran Henry sambil berdiri.
Bagi yang lupa, Jack adalah kuda kesayangan Pangeran Henry.
"Aku sudah tidak sabar!" ujar Roni dengan semangat, lalu ia pun berdiri.
Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke ruang makan istana untuk sarapan. Tidak lama kemudian, setelah selesai sarapan, Pangeran Henry dan Roni bersiap-siap untuk petualangan di Kota Andora.
Kedua laki-laki itu berjalan beriringan melewati koridor istana menuju ke halaman, kemudian melanjutkan langkah mereka menuju ke kandang kuda yang berada cukup jauh dari istana. Mereka melewati jalan setapak yang menghubungkan ke arah kandang kuda. Beberapa prajurit yang sedang berlatih memberikan hormat saat Pangeran Henry dan Roni melewati mereka.
Setelah sampai di kandang, Pangeran Henry dan Roni disambut oleh Jack yang berdiri gagah. Pangeran Henry dengan lembut menyisir bulu halus Jack dengan tangan kanannya.
Roni yang melihat kuda-kuda lain di kandang itu pun merasa terkesima. "Kuda-kuda di sini sungguh indah," katanya.
Pangeran Henry tertawa, "Ya, mereka setia menemaniku dalam banyak petualangan. Dan Jack adalah teman setiaku."
"Kita akan berpetualang ke mana saja di Kota Andora?" tanya Roni saat Pangeran Henry menggiring Jack keluar dari kandangnya. Kuda itu meringkik senang ketika angin semilir dari arah selatan menerpa bulu-bulu halusnya. Sudah beberapa hari ini kuda itu tidak keluar kandang, membuatnya merindukan alam bebas.
Pangeran Henry sedang mengikat tali kekang kudanya yang sedikit longgar sambil berkata, "Kita akan menjelajahi berbagai tempat menarik di Kota Andora. Pertama, kita akan pergi ke pasar tradisional di pusat kota. Di sana, kita bisa merasakan kehidupan sehari-hari penduduk dan mencicipi makanan lokal yang lezat."
Roni mengangguk antusias, "Itu terdengar seru!"
Pangeran Henry melanjutkan, "Setelah itu, kita akan menuju ke Taman Kehidupan, tempat yang dipenuhi dengan kebun bunga yang cantik dan air terjun yang menyejukkan. Tempat ini menjadi surga bagi para pecinta alam."
Roni tersenyum, "Aku suka air terjun."
"Aku juga akan memperlihatkan padamu bangunan bersejarah dan tempat-tempat unik yang belum pernah kau lihat," jelas Pangeran Henry.
Roni tersenyum antusias, lalu mengangkat tangannya tinggi-tinggi penuh semangat. "Itu terdengar luar biasa! Aku tidak sabar untuk melihat semuanya! Ayo, kita segera berpetualang!"
Pangeran Henry sedikit tertawa melihat Roni yang begitu bersemangat. "Hahah, tampaknya kau sudah tidak sabar ingin berkeliling di Kota Andora."
"Ya tentu saja," jawab Roni.
"Baiklah, naiklah dulu di punggung Jack. Mari aku bantu," kemudian Pangeran Henry membantu Roni naik ke punggung Jack. Sementara ia sendiri naik dengan lincahnya.
Sekarang Pangeran Henry dan Roni sudah duduk di atas punggung Jack dan bersiap untuk memulai petualangan mereka di Kota Andora yang menyimpan keindahan.
__ADS_1
Lalu Pangeran Henry menarik tali kekang kuda, membuat Jack meringkik, kemudian kuda itu berjalan dengan santai melewati jalan setapak dan menuju ke depan gerbang kerajaan.
Tanpa diketahui oleh mereka bahwa sekarang Edward tengah membuntuti mereka dari kejauhan. "Aku akan mengikuti Pangeran Henry dan Royalty. Hahah, ternyata memang benar, Royalty adalah kekasih Pangeran Henry. Pantas saja mereka begitu dekat," ucap Edward dengan sengaja mengejek Roni.
Sebelum keluar dari gerbang, Pangeran Henry sempat berbincang dengan prajurit penjaga gerbang.
Salah satu prajurit berkata sambil memberikan hormat, "Selamat berpetualang, Pangeran Henry! Semoga hari Anda penuh kebahagiaan di Kota Andora."
Pangeran Henry tersenyum sambil mengangguk pada prajurit, "Terima kasih, saudara. Kita akan kembali sebelum senja."
Dengan langkah mantap, Jack melintasi gerbang kerajaan dan memasuki dunia luar yang menjanjikan. Seketika keindahan dunia luar Kerajaan Andora terpampang di depan mata. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah Pangeran Henry dan Roni membuat keduanya tersenyum senang, merasakan kesejukan udara di sekitarnya. Jack juga sama halnya seperti kedua manusia itu.
"Ah, segar sekali, aku merindukan udara segar seperti ini," ucap Pangeran Henry sambil menghirup udara kuat-kuat untuk mengisi paru-parunya. Lalu mengembuskan perlahan.
Meskipun di dalam lingkungan kerajaan juga memiliki udara yang segar namun terasa berbeda dengan udara segar di luar kerajaan. Jiwa petualangan Pangeran Henry seolah berkobar-kobar.
"Apa kau siap, Roni?" tanya Pangeran Henry yang bersiap-siap untuk meminta Jack agar berlari.
"Aku siap!" jawab Roni dengan semangat. Ekspresinya selalu tersenyum.
"Ayo Jack, berlarilah! Bawa aku ke Kota Andora!" teriak Pangeran Henry menginsterupsi Jack.
Sesaat kemudian, Jack meringkik sambil mengangkat kedua kaki depannya, lalu berlari menjauh dari gerbang kerajaan dan menembus angin kencang yang menerpa tubuh gagahnya.
Tanpa disadari, Edward mengikuti mereka dengan membawa seekor kuda betina. Edward melewati jalan lain agar tidak dicurigai oleh Pangeran Henry ataupun Roni.
****
Kini Henry dan Roni sudah sampai di perbatasan antara Kota Andora dan Kerajaan Andora. Henry menginsterupsi Jack supaya berjalan tenang. Sambil menikmati pemandangan sekitar, Roni dan Henry bercengkrama.
"Sudah beberapa hari ini aku tidak keluar istana. Rasanya aku sangat merindukan alam bebas," ucap Pangeran Henry sambil tersenyum. Rambut birunya yang panjang sebahu sesekali melambai-lambai tertiup angin.
Roni juga merasakan hal yang sama seperti Pangeran Henry. "Aku juga begitu."
Sementara Henry dan Roni bercakap-cakap, Jack, kuda itu terus berjalan santai melewati hamparan hijau yang terbentang dan jalan bebatuan yang mengarah ke Kota Andora.
Sementara itu, Edward diam-diam mengikuti mereka dari kejauhan, menyimpan maksud yang belum terungkap. Dalam bayang-bayang pohon, ia melihat Pangeran Henry dan Roni yang terlihat sangat akrab dan sesekali tertawa penuh kebahagiaan.
"Mungkin sekarang Roni masih menikmati kebahagiaannya bersama Pangeran Henry. Tapi tak lama lagi, aku akan membuatnya sengsara. Hahaha..." ucap Edward diakhiri tawa jahatnya.
Edward sesekali menghentikan kudanya untuk menjaga jarak jauh, supaya Pangeran Henry dan Roni tidak mengetahui keberadaannya.
Ketika Pangeran Henry dan Roni mencapai puncak bukit, mereka dapat melihat Kota Andora yang terbentang di bawah bukit seperti lukisan yang hidup. Pangeran Henry menarik tali kekang Jack, memberikan isyarat untuk melambat. Mereka berhenti sejenak, mengagumi panorama yang memukau.
__ADS_1
"Kota Andora, tempat di mana petualangan kita dimulai," ucap Pangeran Henry, sorot matanya penuh semangat.
Roni tersenyum, merasakan keajaiban tempat tersebut. "Aku sudah tak sabar untuk menjelajahi setiap sudut Kota Andora.
Dengan semangat yang membara, mereka melanjutkan perjalanan, dan akan mengeksplorasi setiap sudut Kota Andora yang menarik. Kebersamaan mereka menjadi benang merah dalam petualangan ini. Sementara Edward terus mengikuti dari kejauhan, merencanakan sesuatu yang belum diketahui oleh Pangeran Henry dan Roni.
****
Tujuan pertama Pangeran Henry adalah mengajak Roni untuk berkeliling pasar tradisional di pusat Kota Andora yang sangat luas dan dikunjungi banyak orang. Kini keduanya sudah sampai di tengah-tengah keramaian pasar. Orang-orang yang berlalu lalang di sekitar pasar sempat berhenti sejenak dan memberi hormat saat Pangeran Henry melewati mereka.
"Apa kau ingin berkeliling pasar sambil berjalan kaki?" tawar Pangeran Henry kepada Roni.
Roni diam sejenak, saat mengingat Jack, ia berbicara, "Lalu bagaimana dengan Jack?"
Pangeran Henry tersenyum dan menjawab, "Kita dapat menitipkan Jack di dekat sini. Aku yakin dia akan baik-baik saja. Selain itu, kita bisa menemui penjaga di pasar untuk menjaganya."
Roni setuju. Dan dengan hati senang, mereka menemui tempat yang aman untuk Jack. Seorang penjaga pasar dengan senang hati menawarkan bantuan, dan Jack pun diberi istirahat sejenak.
Pangeran Henry mendekati penjaga pasar dengan senyum ramah. "Permisi, saudara. Apakah ada tempat yang aman di sini untuk menitipkan kudaku, Jack? Kami ingin berkeliling pasar sebentar."
Penjaga pasar, yang tampak ramah, menjawab, "Tentu saja, Yang Mulia. Kami memiliki tempat khusus di sini untuk hewan peliharaan. Saya akan menjaganya dengan baik."
Henry mengangguk, "Terima kasih. Jack adalah kuda yang baik, tapi lebih baik kita pastikan dia nyaman."
Penjaga pasar memberikan senyuman hangat, "Baiklah, saya akan menjaganya dengan baik. Nikmati berkeliling di pasar, Yang Mulia Pangeran Henry."
Setelah menitipkan Jack, Henry dan Roni melanjutkan perjalanan mereka melalui pasar yang ramai, meninggalkan Jack yang ditempatkan dengan aman di lokasi penjaga pasar yang baik hati.
Sementara itu, Edward yang sejak tadi mengikuti jejak Pangeran Henry dan Roni pun juga ikut ke pasar. Tetapi Edward tetap menaiki kudanya dan memastikan keberadaan Pangeran Henry serta Roni agar ia tidak kehilangan jejak kedua laki-laki itu.
"Mereka masuk ke pasar, aku akan mengikutinya sambil menyamar sebagai rakyat." Edward tampaknya berubah pikiran, ia kemudian menitipkan kuda betinanya kepada penjaga pasar dan kemudian segera masuk ke area pasar sebelum kehilangan jejak Henry dan Roni.
Tanpa tahu bahwa Edward mengikuti jejak mereka, Pangeran Henry dan Roni tetap berjalan santai di dalam pasar sambil bercengkrama.
"Roni, jika kau ingin membeli sesuatu, bilang padaku, aku akan menuruti apa yang ingin kau beli," ucap Pangeran Henry.
Lalu Roni menjawab, "Terima kasih, Pangeran Henry. Tapi lebih baik kita bersama-sama menjelajahi pasar ini."
Mereka melanjutkan langkah dengan penuh semangat. Warga sekitar merasa terhormat dengan kehadiran Pangeran Henry dan memberikan senyuman hangat saat Pangeran Henry berjalan melintasi mereka.
Pasar terus ramai dengan pedagang yang berteriak memasarkan barang dagangan mereka, warna-warni kain yang memikat mata, dan aroma makanan yang menggoda. Pangeran Henry dan Roni berhenti di setiap toko, bertanya-tanya tentang barang-barang yang dijual dan mendengarkan kisah dari pedagang yang bersemangat.
Sementara itu, Edward yang menyamar sebagai rakyat, mengamati mereka dari kejauhan, merencanakan langkah berikutnya untuk menjalankan rencananya yang misterius.
__ADS_1