
Pesta ulang tahun Ratu Andora belum berakhir. Masih ada beberapa sesi acara yang akan berlangsung. Puncak acara adalah pemotongan kue ulang tahun dan pertunjukan seni musik biola dari grup biolais profesional dan berpengalaman yang berasal dari Kota Alexis. Sebuah kota di bawah kekuasaan wilayah Kerajaan Alexis. Ratu Andora mengundang grup biolais itu untuk memeriahkan pesta ulang tahunnya.
Pertunjukan seni sesi pertama sudah selesai, sekarang adalah momen penting di mana Ratu Andora akan mengumumkan tentang calon anak angkatnya. Semua para hadirin tidak ada yang duduk, mereka dengan antusias berdiri menantikan pengumuman penting dari Ratu Andora. Panggung utama dihiasi dengan bunga-bunga segar dan lampu-lampu yang memancarkan cahaya lembut, sehingga menciptakan suasana yang penuh keanggunan.
Ratu Andora berdiri di atas panggung dengan sorot lampu yang menyorot wajahnya yang bijaksana.
"Hormatilah Ratu Andora!" seru seorang pembawa acara.
Tepuk tangan meriah memenuhi ruangan ketika Ratu Andora memulai pengumuman pentingnya. "Terima kasih, semua yang hadir, atas kehadiran dan dukungan kalian pada malam yang istimewa ini. Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ini, saya ingin mengumumkan calon anak angkat Kerajaan Andora."
Suasana ruangan menjadi hening, dan mata semua hadirin terfokus pada Ratu Andora. Ratu Andora melanjutkan dengan penuh kemuliaan. "Setelah pertimbangan yang mendalam, saya telah memilih seseorang yang memiliki hati yang tulus, keberanian yang luar biasa, dan tekad untuk melayani Kerajaan Andora dengan penuh dedikasi."
Ia menjeda sejenak, membuat ketegangan di udara, lalu dengan suara yang lantang dan penuh kepastian, Ratu Andora mengumumkan, "Calon anak angkat Kerajaan Andora adalah... Royalty!!"
Tepuk tangan dan sorak sorai meriah memenuhi ruangan. Ratu Andora memanggil Roni untuk naik ke panggung utama, di mana seorang pria, pelayan kerajaan membawakan mahkota biru muda dengan aksen warna emas dan surat resmi yang menandakan status baru Roni sebagai calon anak angkat.
Mendengar ucapan Ratu Andora, membuat Roni sangat terkejut dan tidak menyangka. Ia masih tidak mempercayai hal tersebut dan ia menganggap ini hanyalah sebuah mimpi. Mimpi yang mungkin tidak akan terwujud. Tetapi kenyataannya, hal ini benar-benar nyata. Roni tak bisa menutupi ekspresi keterkejutan dan kebahagiaannya.
Pangeran Henry yang berdiri di sebelah Roni, mencoba untuk memberikan dukungan. "Roni, kau memang pantas. Ayo naiklah ke atas panggung dan menerima kehormatan ini dengan penuh bangga. Ini adalah momen yang luar biasa untukmu."
Dengan langkah gemetar dan perasaan campur aduk, Roni naik ke atas punggung diikuti oleh tepuk tangan meriah para hadirin. Sorot lampu panggung memancar dan menyorotnya. Ratu Andora tersenyum hangat, memberikan Roni kepercayaan dan dukungan.
Sesampainya di atas panggung, Ratu Andora dengan lembut meletakkan mahkota biru muda dengan warna emas itu di kepala Roni. Pangeran Henry yang melihatnya di bawah panggung, memberikan senyuman penuh kebanggaan dan dukungan. Meskipun masih terkejut, Roni tetap merasakan kehangatan dan dukungan dari semua yang hadir. Kemudian pelayan kerajaan memberikan surat resmi kepada Roni sebagai anak angkat Kerajaan Andora. Sorotan lampu panggung menyinari mahkota Roni, menciptakan kilauan indah yang menggambarkan kebahagiaannya.
"Saudara-saudara, inilah Royalty, anak angkat Kerajaan Andora yang terpilih!" seru Ratu Andora dengan penuh semangat.
Tepuk tangan dan sorak sorai meriah kembali memenuhi ruangan. Pangeran William, Pangeran Henry, Putri Victoria, dan sebagian keluarga kerajaan tersenyum bangga, melihat kebahagiaan Roni yang tidak terbendung. Roni pun berlutut di hadapan Ratu Andora sebagai tanda penghormatan.
Terkecuali Edward yang masih tidak mempercayai bahwa Roni menjadi anak angkat Ratu Andora. Ia memandang Roni dengan penuh kebencian. "Ah, sial. Kenapa harus anak itu? Ini akan mempersulit rencanaku untuk mengusirnya dari kerajaan," ucapnya dengan suara sangat pelan di tengah-tengah riuh rendah tepuk tangan para hadirin.
"Saya berjanji untuk melaksanakan tanggung jawab ini dengan sepenuh hati dan kebijaksanaan," ucap Roni dengan suara yang penuh rasa syukur.
Ratu Andora menjawab, "Kau adalah pilihan yang bijak, Royalty. Aku merasa sangat beruntung memilikimu sebagai anak angkat. Semoga kebersamaan kita menjadi berkah bagi Kerajaan Andora."
__ADS_1
Pangeran Alexander, suami Ratu Andora memberikan ucapan selamat kepada Roni. "Selamat, Royalty. Anda adalah pilihan yang tepat untuk mewarisi kehormatan dan tanggung jawab sebagai anak angkat Kerajaan Andora."
Roni merasa terhormat lalu menjawab, "Terima kasih Yang Mulia."
Kemudian para tamu bersorak dan bertepuk tangan untuk memberikan selamat kepada Roni yang kini telah menjadi bagian resmi dari keluarga kerajaan. Pesta ulang tahun Ratu Andora menjadi momen bersejarah yang tidak hanya merayakan kelahirannya, tetapi juga memperluas keluarga kerajaan dengan kehadiran Roni yang penuh makna.
Di tengah-tengah acara, tiba-tiba Putri Victoria berjalan sedikit tergesa naik ke atas panggung, ia membawa sebuah kotak kayu yang kemarin sempat dilihat oleh Roni dan Pangeran Henry.
"Maafkan aku, aku melupakan ini, seharusnya aku memberikan hadiah ini sebelum pesta dimulai," ucap Putri Victoria dengan ekspresi bersalah yang kentara.
Roni berkata, "Tidak apa-apa, Putri Victoria. Apa itu?"
Putri Victoria dengan senyum ramah membuka kotak kayu itu dan mengeluarkan sebuah kalung berlian berwarna biru yang berkilau indah. Di dalam kotak kayu itu juga terdapat pakaian mewah. "Ini adalah hadiah istimewa untukmu, Royalty. Kalung ini adalah warisan keluarga, dan sekarang, menjadi milikmu sebagai tanda selamat datang di keluarga kerajaan kami."
Roni terpana melihat keindahan kalung tersebut. Pangeran Henry dan Pangeran William yang berdiri di bawah panggung, tersenyum melihat reaksi Roni yang bahagia. Putri Victoria membantu Roni memakai kalung itu dengan lembut.
"Terima kasih banyak, Putri Victoria. Ini sangat indah," ucap Roni dengan suara yang penuh rasa terima kasih.
"Kau pantas mendapatkannya, Royalty. Semoga kalung ini selalu mengingatkanmu akan momen istimewa ini," kata Putri Victoria dengan tulus.
Kemudian Putri Victoria mengeluarkan pakaian mewah dari dalam kotak kayu itu. "Ah, dan satu lagi. Ini adalah pakaian mewah yang kemarin sempat aku beritahukan kepadamu saat kita di koridor. Ini adalah pakaian yang aku maksud."
Lagi-lagi Roni merasa tercengang melihat keelokan pakaian yang diperlihatkan oleh Putri Victoria. Pakaian itu seakan dibuat khusus untuknya, dengan detail yang begitu memesona. Berwarna biru muda berkilauan dengan aksen warna putih di bagian dalam, sangat menunjukkan bahwa pakaian itu adalah ciri khas Royalty.
"Putri Victoria, ini sungguh luar biasa. Aku tidak tahu bagaimana mengungkapkan rasa terima kasihku," ucap Roni, masih terpesona dengan hadiah yang diberikan.
Pangeran Henry dan Pangeran William naik ke atas punggung, kemudian berjalan mendekati Putri Victoria dan Roni.
Pangeran William tertawa ringan, "Kau memang beruntung, Royalty. Putri Victoria sangat pandai memilih hadiah."
Pangeran Henry menambahkan, "Dan sekarang kau telah resmi menjadi keluarga Kerajaan Andora. Kau sekarang adalah adik kami, Royalty. Kami akan selalu mendukungmu dan menjadikanmu bagian yang tak terpisahkan dari keluarga ini."
Putri Victoria tersenyum lembut, "Kami yakin, Royalty akan memberikan warna baru dan kehangatan di dalam Kerajaan Andora."
__ADS_1
Roni tersenyum bahagia, "Terima kasih semuanya. Aku sangat beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga ini."
Tepuk tangan dan sorak sorai meriah terdengar lagi, kali ini untuk menyambut hadiah istimewa yang diberikan kepada Roni, melengkapi momen di pesta ulang tahun Ratu Andora.
Kemudian Putri Victoria berpikir untuk mengganti pakaian yang dikenakan Roni dengan pakaiannya yang baru. "Sebaiknya kita akan mengganti pakaianmu dengan pakaian baru ini. Aku akan menggantinya dengan cepat."
Dengan percaya diri, Putri Victoria mengarahkan telunjuk tangannya pada pakaian Roni. Dengan gemerlap cahaya dan sentuhan ajaib, pakaian Roni berubah menjadi pakaian baru yang diberikan oleh Putri Victoria bersamaan dengan efek sihir yang perlahan memudar di udara. Pakaian biru muda berkilauan itu sangat cocok seperti layaknya dibuat khusus untuk Roni, menonjolkan elemen air yang dimiliki Roni, serta keanggunan dan keistimewaan sebagai anggota keluarga kerajaan yang baru.
Tanpa diketahui, jiwa Royalty ikut tersenyum merasakan kebahagiaan Roni. Perlahan-lahan jiwa Royalty lebih menonjolkan dirinya di dalam raga Roni, tetapi tidak sampai mengambil alih raga dan pikiran Roni.
Roni merasa kagum dengan sihir Putri Victoria yang ajaib. "Ini sungguh luar biasa! Terima kasih, Putri Victoria."
Putri Victoria tersenyum bangga. "Ketahuilah, Royalty, sebagai anggota keluarga kerajaan yang baru, kau berhak mendapatkan perlakuan istimewa."
Sementara itu, Pangeran Henry tersenyum pada Roni. Tidak menyangka, Roni sahabatnya, sekarang telah resmi menjadi adik angkatnya. "Kau benar-benar berkilau, adikku. Selamat datang di keluarga ini."
Roni menjawab dengan tulus, "Terima kasih, Pangeran Henry. Aku sangat bersyukur menjadi bagian dari keluarga Andora."
Sementara para tamu undangan menikmati semarak pesta, acara pemotongan kue ulang tahun menjadi sorotan utama. Ratu Andora dengan penuh kegembiraan memegang pisau emas yang mewah, dan bersiap untuk memotong kue raksasa yang berdiri di panggung utama.
"Saudara-saudara, terima kasih atas kehadiran kalian di pesta ulang tahun saya yang ke 42 tahun ini," ujar Ratu Andora dengan suara yang hangat. "Mari kita mulai memotong kue ini dengan rasa syukur."
Tepuk tangan meriah menyambut momen tersebut, dan Ratu Andora mulai memotong kue dengan hati-hati. Kue tersebut seperti mahakarya kuliner yang menakjubkan, dengan lapisan-lapisan lembut dan dekorasi kue yang indah dan menggambarkan keanggunan Ratu Andora.
Roni yang berdiri di samping Pangeran Henry, tidak bisa menahan rasa kagumnya. Pangeran Henry tersenyum melihat ekspresi Roni. "Kue ini memang selalu menjadi pusat perhatian setiap tahun," ujarnya.
"Sangat memukau," sahut Roni, mengamati dengan penuh kekaguman.
Ratu Andora menyelesaikan pemotongan kue, dan sekelompok pelayan segera membawa potongan-potongan kue tersebut ke seluruh ruangan, lalu membagikannya kepada para hadirin.
"Mari nikmati kue ini bersama-sama. Semoga setiap gigitan membawa kebahagiaan dan keberuntungan bagi kita semua!" ucap Ratu Andora, mengangkat sepotong kue untuk diberikan kepada suaminya yang berdiri di dekatnya.
Acara pemotongan kue membuat suasana semakin meriah. Para tamu undangan pun berbagi tawa dan cerita saat memakan potongan-potongan kue yang lezat.
__ADS_1
Kemudian puncak acara berikutnya dilanjutkan dengan pertunjukan musik grup biolais profesional dan berpengalaman yang berasal dari Kota Alexis. Salah satu pemain biola yang menjadi sorotan banyak orang, sekaligus biolais utama dari grup itu adalah seorang wanita yang sangat cantik dengan tubuh semampai dan rambut yang berkilau. Dia adalah Lindsey Stirling.