ROYALTY : Penguasa Elemen Air Yang Mulia

ROYALTY : Penguasa Elemen Air Yang Mulia
BAB DUA PULUH SATU : MASA LALU ROYALTY


__ADS_3

Setelah mengunjungi rumah Rosmala, keempat prajurit kembali ke Kerajaan Eldoria tanpa mendapatkan informasi yang jelas. Rosmala terus berbicara tanpa arah dan beralih ke berbagai hal saat keempat prajurit berusaha mendapatkan keterangan. Wanita itu mengalami gangguan kejiwaan akibat kehilangan anak laki-laki satu-satunya.


"Bagaimana informasi yang kalian dapat dari Rosmala? Apa jawaban wanita itu?" tanya Raja Aric segera saat keempat prajuritnya memasuki ruangannya.


Pemimpin prajurit menjawab tegas, "Mohon maaf, Yang Mulia. Rosmala mengalami gangguan kejiwaan, sehingga kami tidak mendapatkan informasi apa pun tentang anak bernama Royalty."


Raja Aric mendecih seraya memalingkan wajahnya ke arah lain. Kemudian, ia kembali menatap wajah keempat prajurit dengan ekspresi tajam. "Bagaimana mungkin Rosmala bisa kehilangan akal sehat!?"


"Sesuai informasi dari warga sekitar, Rosmala mengalami gangguan kejiwaan karena anaknya, Roni, menghilang beberapa hari yang lalu, Yang Mulia," ucap prajurit kedua yang berdiri di samping pemimpinnya.


"Siapa Roni!? Jangan mencoba membohongi saya!" bentak Raja Aric.


Seketika, keempat prajurit merasa ketakutan. Pemimpin mereka cepat berkata, "Ampun, Yang Mulia. Kami tidak mengetahui siapa Roni, namun, sesuai informasi dari warga sekitar, Roni adalah anak laki-laki Rosmala."


Raja Aric semakin bingung dan marah. "Rosmala tidak memiliki anak bernama Roni! Lalu siapa Roni!?"


Tiba-tiba Elan menyahut ucapan Raja Aric, "Yang Mulia, Roni adalah anak Ibu Rosmala dan teman kami. Dia menghilang beberapa hari yang lalu."


Raja Aric beralih menatap wajah Elan. "Teman kalian?" beonya.


"Benar, Yang Mulia," jawab Elan dengan yakin.


"Lalu kalian mengetahui apa penyebab Roni menghilang?" tanya Raja Aric dengan nada tenang.


"Kami mengetahuinya, Yang Mulia," jawab Evelyn.


"Ceritakan bagaimana awal kejadiannya," titah Raja Aric Shadowcaster.


Evelyn pun mulai menceritakan awal kejadian sebelum Roni dinyatakan menghilang karena terbawa arus sungai. Raja Aric mendengarkan setiap perkataan Evelyn dengan seksama. Hingga Raja Aric menghentikan Evelyn saat berkata, "Lalu keempat prajurit mengatakan bahwa Roni memiliki ciri-ciri rambut biru muda dan kulit putih."


"Tunggu!" Raja Aric menghentikan Evelyn. Seketika membuat Evelyn terdiam. "Apa yang baru saja kau katakan?" Lanjut Raja Aric.


Evelyn mengulangi perkataannya dengan sedikit gemetar. "Saat melakukan pencarian terhadap Roni, keempat prajurit mengatakan kepada kami bahwa Roni memiliki rambut biru dan berkulit putih. Padahal yang selama ini kami ketahui, Roni tidak memiliki ciri-ciri seperti itu. Roni sama seperti kami, kulitnya sawo matang dan rambutnya hitam."


Ucapan Evelyn mengingatkan Raja Aric tentang pernyataan dari keempat prajuritnya yang sudah tewas di tangannya, karena saat itu Raja Aric marah besar. Keempat prajuritnya tersebut tak bisa menangkap anak remaja berambut biru dan berkulit putih yang diduga anak dari keluarga Kerajaan Andora untuk dibawa ke Kerajaan Eldoria.


Mengenai Royalty dan Roni, Raja Aric menghubungkan dua kemungkinan yang saling berkaitan. Kemungkinan Roni dan Royalty adalah satu anak yang sama, pikirnya. Terutama saat mengingat empat prajuritnya yang sudah tewas dan Evelyn melihat Roni tetapi berbeda ciri-cirinya. Kemudian Raja Aric samar-samar mengingat peristiwa lima belas tahun yang lalu, di mana kala itu anak laki-laki bernama Royalty tersebut lahir ke dunia.


****


Flashback On

__ADS_1


Dua puluh tahun yang lalu sebelum Rosmala menikah dan masih berumur delapan belas tahun. Tepatnya di sebuah rumah bangsawan yang terletak di tengah Kota Eldoria, terdengar suara tangis bayi yang menggema dari dalam kamar. Seorang bayi laki-laki baru saja lahir dari rahim seorang wanita yang terlihat lemah di atas ranjang itu masih berlumuran darah.


Tabib perempuan yang membantu persalinan itu terkesima setelah memandikan bayi tersebut. Ia mengetahui bahwa bayi itu memiliki fisik yang berbeda dari kebanyakan bayi di Kota Eldoria: rambut halus berwarna biru muda, mata yang memancarkan biru muda, dan kulit seputih salju. Ciri-ciri unik ini menjadi sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya di Kota Eldoria.


"Ya Tuhan, anugerah apa yang Engkau berikan kepada bayi ini. Bayi ini sangat tampan, kulitnya sangat putih seperti salju," ucap tabib perempuan tersebut sembari mengelus kulit bayi itu yang sudah selesai ia mandikan.


"Bagaimana anak saya?" tanya wanita yang sedang berbaring di atas ranjang mewah. Ia masih lemas setelah melahirkan seorang anak.


Tabib itu menghampiri wanita itu sambil menggendong bayinya. "Anak Nyonya sangat tampan, kulitnya putih sekali. Rambutnya juga berwarna biru. Anak ini sepertinya anugerah dari Tuhan, Nyonya."


Wanita bernama Rosiana itu tersenyum, seraya berusaha bangkit dan duduk, menyenderkan punggungnya ke bantalan ranjang, lalu ia berkata, "Saya ingin menimangnya."


"Baik, Nyonya." Kemudian tabib itu memindahkan bayi tersebut ke pelukan Rosiana.


Rosiana sangat bahagia. Senyumannya selalu terkembang menatap ketampanan bayi di pelukannya. Bayi itu anaknya. Suaminya yang telah memberikan keturunan yang sempurna itu. Anak itu persis seperti ayahnya yang juga berkulit putih dan berambut biru. Tetapi dari rupa wajahnya, bayi itu menurun ibunya.


Suami Rosiana datang ke kamar dengan ekspresi bahagia yang kentara. Senyumannya lebar saat melihat anaknya yang sudah lahir kini berada di pelukan istrinya.


"Bagaimana anak kita, istriku?" tanya pria tampan berambut biru dan berkulit putih itu yang bernama Roland.


Roland menatap wajah bayinya sambil terus tersenyum. Rosiana menjawab dengan suara lembut, "Anak kita sehat, suamiku. Dia begitu tampan sepertimu. Rambut dan kulitnya juga sama sepertimu. Putih sekali."


"Tentu boleh," jawab Rosiana seraya tersenyum. Kemudian Rosiana memindahkan bayinya ke tangan kekar suaminya. Roland kini beralih duduk di pinggiran ranjang, di sebelah istrinya. Lalu laki-laki itu menimang-nimang anaknya.


"Apa nama yang cocok untuk bayi kita, suamiku?" tanya Rosiana sambil menatap wajah anaknya.


"Aku beri nama Royalty. Iya, nama Royalty sangat cocok untuk bayi kita." Roland dengan gemas mencubit pelan hidung mungil anaknya.


"Nama itu sangat unik, suamiku. Apakah memiliki makna yang bagus?" tanya Rosiana.


"Tentu saja. Nama Royalty mengandung makna keagungan atau kebangsawanan. Aku berharap anak kita kelak akan menjadi pribadi yang istimewa dan kuat," ujar Roland sembari menatap wajah istrinya penuh perhatian. Lalu ia tersenyum simpul. Begitu tampan.


Arti nama "Royalty" mengandung makna keagungan, kedaulatan, dan kebangsawanan. Penggunaan nama ini untuk bayi laki-laki bisa diartikan sebagai harapan akan menjadi kepribadian yang istimewa atau kuat.


"Itu makna yang sangat bagus, suamiku," puji Rosiana. Binar di matanya menunjukkan kebahagiaan.


"Tentu, aku tidak ingin memberikan nama anak sembarangan. Nama yang bagus tentu akan berdampak baik untuk masa depannya, bukan?" Roland berpikir cerdas.


"Benar sekali, suamiku." Lagi-lagi Rosiana tersenyum lebar. Ia begitu bahagia.


Setelah kelahiran Royalty, kehidupan Rosiana dan Roland semakin bahagia. Mereka menjalani hari-hari dengan penuh suka cita dan rasa kasih sayang. Royalty seringkali diperlakukan istimewa oleh kedua orang tuanya. Dibelikan baju bayi, mainan bayi, dan berbagai perlengkapan bayi, hingga hampir memenuhi ruangan kamarnya.

__ADS_1


Rosmala yang saat itu masih berusia delapan belas tahun, bekerja di rumah Roland sebagai asisten rumah tangga, kemudian beralih tugas menjadi pengasuh untuk Royalty. Tugasnya melibatkan persiapan makanan, penggantian popok, dan kadang-kadang memandikan Royalty. Rosmala menjalankan pekerjaannya dengan ikhlas dan tulus, menganggap Royalty sebagai adiknya sendiri. Ia juga merasa Roland dan Rosiana seperti orang tua, meskipun mereka adalah majikannya.


Hingga suatu hari, kabar kelahiran Royalty terdengar sampai ke telinga Raja George, ayah dari Pangeran Aric. Kala itu Pangeran Aric belum menjadi seorang Raja dan masih berumur dua puluh lima tahun.


Setelah mendengar kabar kelahiran Royalty, Raja George menjadi sangat murka dan tidak menyukai kehadiran bayi tersebut. Terutama setelah mengetahui bahwa Royalty memiliki ciri-ciri rambut biru, kemarahannya semakin melonjak, dan berpikir akan mengakhiri hidup bayi itu. Sejak kepemimpinannya di Kerajaan Eldoria, wanita di Eldoria dilarang keras melahirkan anak dengan ciri-ciri rambut biru karena dianggap berkaitan dengan keturunan Keluarga Kerajaan Andora, yang pada saat itu tengah terlibat dalam konflik sosial dengan Kerajaan Eldoria.


Raja George kemudian mengerahkan lima prajurit untuk mendatangi rumah Roland dan mengusir keluarga tersebut dari Kota Eldoria. Keluarga yang telah melanggar aturan di Kota Eldoria maka akan dianggap sebagai sampah dan tidak pantas hidup di Eldoria yang penuh dengan hukum dan aturan.


Roland melakukan perlawanan ketika kelima prajurit mendatangi rumahnya dan mengusir keluarganya secara paksa. Sayangnya Roland berhasil dilumpuhkan oleh kelima prajurit tersebut, kemudian salah satu prajurit mengejar Rosiana yang berusaha menyelamatkan bayinya. Rosmala mengikuti jejak Rosiana yang tidak tentu arah. Saat situasi semakin genting, Rosiana menitipkan Royalty kepada Rosmala dengan harapan agar bayi itu terhindar dari prajurit yang berkeinginan mengambilnya.


Namun sayangnya, saat Rosmala menyelamatkan Royalty dan akan membawanya ke tempat yang aman, tiba-tiba Rosmala dihadang oleh dua orang prajurit. Rosmala yang saat itu masih berumur belasan tahun tak bisa berbuat apa-apa ketika dua prajurit itu mengambil bayi di dalam pelukannya. Rosmala hanya bisa memohon dan menangis supaya prajurit itu memberi belas kasihan kepada bayi yang tidak berdosa tersebut. Bayi itu menangis kencang menyayat hati. Namun tangisannya tidak dihiraukan oleh kedua prajurit tersebut. Mereka kemudian membawa bayi itu ke Kerajaan Eldoria dan menyerahkannya kepada Raja George yang kejam. Setelah itu, tak ada yang mengetahui bagaimana nasib bayi tersebut di tangan Raja George. Masih hidup ataukah sudah tiada?


Nasib Roland dan Rosiana berakhir di tangan kelima prajurit yang mengakhiri kehidupan keduanya. Rosmala saat itu berjalan tak tentu arah dan sudah tak ada harapan hidup baginya setelah mengetahui kedua majikannya tidak bernyawa. Pada akhirnya, Rosmala pingsan di suatu tempat dan diselamatkan oleh seorang pemuda bangsawan dari Kota Eldoria. Hubungan mereka berkembang setelah pemuda itu membawa Rosmala pulang dan mereka saling mengenal.


Lima tahun kemudian setelah peristiwa mengerikan yang menimpa majikanya, sekarang Rosmala yang sudah berumur dua puluh tiga tahun, hidup tenang dan bahagia bersama suaminya di Kota Eldoria, yang sekarang dipimpin oleh Raja Aric setelah kematian Raja George. Suaminya bernama Eldrian itu adalah seorang prajurit Kerajaan Eldoria. Awalnya Rosmala tidak menyetujui pekerjaan suaminya yang beresiko tersebut, tetapi Eldrian tetap kukuh dan rela berkerja mengambil resiko demi kehidupan keluarganya terjamin.


Hingga suatu hari kabar gembira datang dari Rosmala. Wanita itu mengandung seorang bayi. Eldrian yang mengetahui hal tersebut sangatlah senang dan merasa bangga. Eldrian sering meminta izin libur berkerja demi menemani istrinya yang sedang hamil muda. Terutama ketika Rosmala sedang mengidam.


Singkat cerita, sembilan bulan kemudian, Rosmala telah melahirkan seorang anak laki-laki. Lahirnya anak mereka membawa kebahagiaan yang lebih dalam bagi kehidupan Rosmala dan Eldrian. Mereka memberi nama putra mereka, Royalty. Nama itu adalah pemberian dari Rosmala saat ia mengingat Royalty, nama anak majikannya lima tahun yang lalu. Rosmala sengaja memberi nama anaknya dengan nama Royalty untuk mengenang kembali anak majikannya di masa lalu yang tidak sempat menikmati hidup di dunia.


Dengan kelahiran Royalty, keluarga Rosmala dan Eldrian menjadi lengkap. Anak kecil itu tumbuh dalam kasih sayang orangtuanya. Sementara Eldoria berubah di bawah kepemimpinan Raja Aric. Meskipun Eldrian masih menjalani tugasnya sebagai prajurit, ia selalu menyempatkan waktu untuk berada di sisi Rosmala dan Royalty.


Royalty, dengan mata yang penuh keingintahuan, menjadi saksi kebahagiaan di antara kedua orang tuanya. Setiap malam sebelum tidur, Rosmala dan Eldrian bercerita padanya tentang perjalanan mereka yang penuh perjuangan.


Kala itu Royalty kecil tak bisa menyebutkan namanya dengan jelas dan seperti berkata Roni setiap kali menyebut namanya Royalty. Akhirnya kedua orang tuanya pun memanggilnya Roni.


Namun, kebahagiaan Rosmala tak berlangsung lama. Saat Royalty berusia dua tahun, Eldrian yang turut berperang melawan prajurit Kerajaan Andora harus gugur di medan perang, meninggalkan luka mendalam di hati Rosmala. Wanita itu menangis setiap malam dan bahkan sering mengabaikan Royalty, meskipun bayi itu menangis dengan keras. Sangat sulit bagi Rosmala untuk mengikhlaskan kepergian suaminya, sehingga amarahnya sering dilampiaskan kepada anaknya yang masih bayi.


Semenjak sepeninggalan suaminya, hidup Rosmala di ambang kemiskinan. Ia mulai kehilangan hartanya, sering menjual barang-barangnya di rumah untuk memenuhi kebutuhannya dengan anaknya karena tak ada lagi orang yang dapat mencukupi kebutuhan hidupnya. Waktu itu Raja Aric mengetahui Rosmala mulai mengalami kemerosotan ekonomi. Kemudian Raja Aric bergerak cepat untuk segera mengungsikan Rosmala dan anaknya ke pinggiran Kota Eldoria. Yang di mana pinggiran Kota Eldoria adalah wilayah khusus untuk rakyat ekonomi rendah. Raja Aric tidak sudi menempatkan rakyat ekonomi rendah di pusat Kota karena hal itu akan mencoreng nama baik Kota Eldoria.


Kala itu Raja Aric sempat melihat anak Rosmala, Royalty. Samar-samar Raja Aric melihat Royalty seperti memiliki rambut biru, mata biru, dan kulitnya begitu putih.


'Anak ini akan menjadi sosok yang hebat saat dewasa nanti. Aku akan mengambilnya dan membawanya ke Kerajaan Eldoria jika ia sudah remaja dan akan menjadi aset berharga bagi kerajaanku,' batin Raja Aric sambil mengamati wajah Royalty dan tersenyum penuh arti saat mengetahui keistimewaan yang dimiliki bayi itu.


Namun, Raja Aric tidak terlalu peduli terhadap hal tersebut dan segera mengabaikannya. Kemudian segera mengungsikan Rosmala berserta dengan anaknya ke pinggiran Kota Eldoria. Sampai sekarang Rosmala tetap tinggal di pinggiran Kota Eldoria.


Flashback Off.


****


Terjawab sudah siapa itu Royalty yang sebenarnya. Tetapi ada kisah yang belum terungkap kebenarannya. Ikuti terus kisah Royalty yang semakin menarik ini.

__ADS_1


__ADS_2