
Pangeran Henry melangkah masuk ke kamar sambil menggendong Roni, kemudian menurunkan Roni di sebelah kasur.
"Bagaimana, apa kau puas aku gendong?" tanya Pangeran Henry begitu Roni turun dari punggungnya yang kekar.
Roni tertawa, "Hahaha, tentu saja. Terima kasih, Pangeran Henry."
Pangeran Henry tersenyum lembut, "Sungguh, aku senang bisa membuatmu tertawa."
"Iya, kita sama-sama senang," jawab Roni lalu tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu, aku harus kembali ke kamarku dan beristirahat," ucap Pangeran Henry sambil mengangguk kecil.
"Tentu, Pangeran. Aku juga ingin beristirahat. Sampai jumpa besok pagi," jawab Roni.
"Tentu saja, selamat malam." Setelah itu Pangeran Henry melangkah keluar dari kamar. Sebelumnya ia sejenak memastikan keadaan Roni. Setelah yakin Roni aman, ia kembali melangkah menuju kamarnya.
"Huh, aku sudah tak sabar untuk hadir di pesta ulang tahun Ratu Andora dua hari lagi, pasti menyenangkan," ucap Roni lalu tersenyum tipis. Ia kemudian melangkah menuju kamar mandi.
Sesuai kebiasaannya selama tinggal di istana, sebelum tidur ia selalu mencuci muka, mencuci tangan dan kaki untuk menjaga kebersihan. Setelah membersihkan diri, Roni keluar kamar mandi dan kemudian bersiap-siap untuk tidur.
Seperti hari sebelumnya, di depan kamar Roni tetap diawasi oleh satu orang prajurit sampai memastikan keadaannya benar-benar aman, meskipun malam sebelumnya tidak ada tanda-tanda orang misterius itu kembali ke istana. Tapi bisa saja orang misterius itu kembali berusaha mencuri cincin milik Roni? Mungkin. Edward yang bermain peran sebagai orang misterius itu sepertinya tidak lagi berpikir ingin mencuri cincin Roni, karena menurutnya akan membuang-buang tenaga dan waktu.
Malam ini, Roni tidur dengan nyenyak dan sama sekali tidak ada gangguan sampai menjelang pagi hari. Matahari menyembulkan kepalanya yang bersinar terang di ufuk timur. Kicauan burung terdengar saling bersahutan di taman istana seolah menciptakan orkestra alam yang menyenangkan. Desiran angin lembut menambah kesejukan di pagi hari yang cerah.
Roni mengucek matanya sejenak sebelum membukanya, melindungi mata dari sinar matahari yang menyilaukan dengan lengan kanannya. Setelah itu, ia bangkit dari ranjang dengan langkah yang sedikit sempoyongan menuju kamar mandi. Sesampainya di sana, Roni mencuci muka, menggosok gigi, dan kemudian mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket oleh keringat.
Selesai mandi, Roni keluar dari kamar mandi dengan keadaan wajah dan tubuh yang sudah segar. Kemudian Roni melangkah keluar kamar dan akan menikmati suasana pagi di taman istana.
Namun, sebelum menginjakkan kakinya di koridor, Roni dikejutkan oleh kedatangan Pangeran William yang kemudian menyapanya. "Selamat pagi, Royalty."
"Ah, selamat pagi, Pangeran William," jawab Roni sambil sedikit mengangguk dan tersenyum.
"Sepertinya kau akan melakukan aktivitas pagi?" tanya Pangeran William.
"Benar, Pangeran. Aku ingin sedikit berjalan-jalan di taman istana sebelum sarapan pagi," jawab Roni.
"Oh bagus sekali, Royalty. Jalan-jalan pagi dapat menyehatkan tubuh."
"Jika boleh tahu, Pangeran William akan kemana?" tanya Roni dengan penasaran.
"Aku dan beberapa keluarga istana yang lain akan menyiapkan ruangan khusus untuk pesta ulang tahun Ratu Andora yang akan dilaksanakan dua hari lagi," jawab Pangeran Henry sambil tersenyum.
__ADS_1
"Woah, tampaknya menarik, Pangeran. Bolehkah aku ikut melihat ruangan itu?" Roni bertanya dengan wajah ceria.
"Maaf, Royalty. Yang boleh melihat persiapan pesta hanyalah keluarga istana dan staf kerajaan. Tapi, kau tetap bisa menikmati taman istana yang indah. Semoga sarapan pagimu menyenangkan," kata Pangeran William dengan ramah.
Roni mengangguk paham, "Terima kasih, Pangeran. Saya akan menikmati pagi ini di taman istana."
Pangeran William tersenyum sambil memberi hormat kecil, "Selamat menikmati, Royalty." Kemudian laki-laki itu berjalan menuju ruangan yang akan digunakan untuk acara pesta ulang tahun Ratu Andora.
Bersamaan dengan Pangeran William yang sudah pergi menjauh, datang Pangeran Henry dari arah timur, berjalan menuju kamar Roni. Seperti biasa, Pangeran Henry selalu mendatangi Roni, seolah-olah mereka tidak akan terpisahkan.
"Selamat pagi, Roni. Bagaimana keadaanmu pagi ini?" tanya Pangeran Henry seraya tersenyum.
"Selamat pagi, Pangeran. Seperti biasa, aku selalu baik-baik saja," jawab Roni dengan mengangguk kecil.
"Baguslah jika begitu. Setelah sarapan nanti, aku akan mengajakmu ke sudut istana yang jarang dikunjungi. Aku punya kejutan kecil untukmu," ungkap Pangeran Henry sambil menyimpan senyum misterius.
Roni memandangnya dengan rasa penasaran, "Kejutan apa itu, Pangeran?"
"Haha, itu rahasia. Kau akan tahu nanti. Tapi, aku yakin kau akan menyukainya," ucap Pangeran Henry penuh semangat.
Mereka melanjutkan sarapan bersama, sambil Roni tak henti-hentinya bertanya-tanya tentang kejutan misterius yang akan diungkapkan oleh Pangeran Henry.
"Ruangan apa itu?" tanya Roni dengan penasaran saat melihat pintu kuno di depannya.
"Ini adalah ruangan bersejarah yang jarang diketahui orang. Namun, karena kau adalah sahabatku yang istimewa, aku akan memperlihatkannya padamu," jawab Pangeran Henry sambil membuka pintu dengan hati-hati.
Mereka memasuki ruangan yang dipenuhi dengan artefak-artefak bersejarah, lukisan-lukisan langka, dan benda-benda kerajaan yang tak ternilai. Roni terpana melihat kekayaan sejarah yang tersimpan di ruangan ini.
Di dalam ruangan itu, dinding-dindingnya dihiasi oleh lukisan para leluhur kerajaan yang memancarkan keagungan. Setiap lukisan menceritakan kisah kehidupan mereka dan peristiwa bersejarah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kerajaan.
Rak-rak di sekeliling ruangan dipenuhi dengan artefak bersejarah, mulai dari perhiasan kerajaan yang berkilau hingga pedang-pedang yang digunakan dalam peperangan zaman dahulu. Benda-benda ini menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang keluarga kerajaan.
Pangeran Henry dengan penuh semangat menjelaskan setiap artefak dan lukisan, memberikan konteks sejarah yang mendalam. Roni, dengan mata yang berbinar-binar, menyerap informasi sejarah ini dengan antusiasme yang tak terkira.
Di tengah ruangan terdapat meja mewah yang dihiasi dengan ukiran halus, tempat benda-benda berharga lainnya ditempatkan dengan hati-hati. Segala sesuatu di ruangan ini menciptakan aura keajaiban sejarah yang membuatnya begitu memukau.
"Pangeran Henry, ini luar biasa! Apa semua ini milik keluarga kerajaan?" tanya Roni dengan penuh kagum.
Seolah-olah menyelinap dari dalam bayang-bayang, Pangeran Henry menjawab, "Ya, ini adalah warisan berharga dari generasi ke generasi. Sekarang, anggap saja ini sebagai bagian dari duniamu juga, Roni."
Roni merasa terhormat bisa melihat sisi istimewa dari kehidupan istana ini, dan mereka melanjutkan untuk menjelajahi ruangan itu bersama sambil terus berbincang.
__ADS_1
"Aku sengaja mengajakmu ke ruangan ini karena tampaknya kau belum mengetahui sejarah Kerajaan Andora," kata Pangeran Henry sambil tersenyum hangat.
Roni mengangguk, "Betul, Pangeran. Ini luar biasa. Aku tidak pernah membayangkan jika aku akan dapat melihat banyak hal bersejarah dalam satu ruangan."
Kemudian Pangeran Henry menunjuk pada sebuah peta kuno yang menggantung di dinding. "Peta ini misalnya, berasal dari masa pemerintahan Raja Eleanor, leluhur dan pemimpin terdahulu Kerajaan Andora. Beliau menjelajahi wilayah-wilayah yang kini menjadi bagian integral dari Kerajaan Andora."
Roni memandangi peta dengan kagum, merenungkan petualangan dan eksplorasi yang pernah terjadi di masa lalu. Lalu ia berucap, "Benar-benar mengagumkan. Ratu Eleanor pasti wanita yang luar biasa."
Pangeran Henry tersenyum, "Dia memang luar biasa. Kisah-kisah perjalanannya selalu menginspirasi. Dan, inilah yang ingin aku bagikan padamu, Roni. Pengalaman dan kekayaan sejarah Kerajaan Andora adalah warisan yang kini juga menjadi bagian darimu."
Roni merasa bangga dan bersyukur. "Terima kasih, Pangeran, telah mengajakku ke ruangan yang penuh sejarah ini."
Pangeran Henry tersenyum lalu menjawab, "Sama-sama, Roni. Kau pantas untuk mengetahui sejarah Kerajaan Andora. Jika kau memiliki pertanyaan atau ingin tahu lebih banyak, selalu beri tahu aku ya."
Mereka melanjutkan eksplorasi mereka, berhenti di depan sebuah lukisan besar yang menggambarkan pertemuan para pemimpin kerajaan pada masa lampau. Roni tak bisa menahan rasa kagumnya.
"Pangeran, apa kisah di balik lukisan ini?" tanya Roni dengan penuh antusias.
Pangeran Henry tersenyum, "Ini adalah pertemuan para pemimpin pada era perdamaian besar. Ceritanya panjang, tapi sangat menarik."
Mereka berdua melanjutkan berbincang sambil melangkah menyusuri setiap ruangan. Sesekali Roni bertanya penasaran saat melihat barang-barang bersejarah yang terpajang rapi di ruangan tersebut. Pangeran Henry memberikan penjelasan mengenai barang bersejarah itu dengan sedikit detail dan jelas. Roni mendengarkan setiap penjelasan Pangeran Henry dengan seksama.
Setelah puas berkeliling ruangan itu, Pangeran Henry dan Roni memutuskan untuk segera pergi ke luar. Mereka melewati koridor sambil berbincang.
"Terima kasih, Pangeran Henry. Berkat dirimu, aku dapat mengetahui sejarah Kerajaan Andora yang mengesankan," ujar Roni dengan senyuman ceria.
"Tentu saja, Roni. Sudah saatnya kau mengetahui sejarah Kerajaan Andora," jawab Pangeran Henry.
Mereka tidak sengaja berpapasan dengan Putri Victoria yang melewati koridor. Wanita itu terlihat sedang membawa sebuah kotak kayu berwarna cokelat yang berisi sesuatu.
"Hai, Pangeran Henry, Royalty," sapa Putri Victoria dengan ramah.
"Hai, Putri Victoria." Roni menyapa balik dengan senyum lebar.
"Rupanya apa yang kau bawa, Putri Victoria?" tanya Pangeran Henry saat melihat kotak kayu yang dibawa Putri Victoria.
Putri Victoria tersenyum tipis sambil mengamati kotak kayu itu sebentar, kemudian menjawab seraya melirik Roni, "Hmm... pakaian yang mewah untuk calon anak angkat Ratu Andora."
****
Wah, penasaran dengan pesta ulang tahun Ratu Andora semeriah apa? Ikuti terus ceritanya, dan selalu dukung author dengan memberi like, komen, vote, atau kasih hadiah ya! Thank You...🤗
__ADS_1