Ruang Kegelapan,

Ruang Kegelapan,
terkejut


__ADS_3

ayah dan ibu juga nenek menatap cemas kearah ku, tatapan mereka tajam panik..


"ada apa.??" tanya ayah kepadaku,


aku berhenti sebentar untuk menanggapi pertanyaan ayah namun aku tidak mau menjawabnya, aku memilih kembali berlari kedalam kamar, aku duduk disamping ranjang sesekali membuang nafasku seraya berfikit itu tidak mungkin..


ditempat itu aku menemukan beberapa potong tulang, yang awalnya aku mengira potongan tersebut berasal dari tulang hewan yang mati, namun saat aku mundur beberapa langkah kakiku menginjak potongan yang lain, dan kini yang aku temukan berupa tulang jari jemari lengkap dengan sebuah cincin utuh tersemat pada jari manis, rasa penasaran ku menggerakan tangan untuk menyelidiki hal apa yang baru saja kulihat, belum sempat ku sentuh tiba-tiba sukmaku terhempas masuk kedalam kejadian masalalu dimana seorang perempuan disiksa dan dim****asi ditempat tepat aku berdiri saat ini, terdengar teriakan, pekikan, jeritan tertahan karena saat kejadian mulut korban ditutupi seseorang, selain itu ada percakapan diantara mereka.


"kau mem****hnya.,??"..


"aku tidak sengaja,."


laki-laki yang berada dalam ruangan itu sempat menyesali perbuatannya, namun kembali menggila dia menyeret jasad perempuan dihadapan nya.


"bagai mana ini., " ucap perempuan yang bersamanya panik


"aku nggax tau., "


laki² tersebut sama paniknya.

__ADS_1


Nilam melihat panjang lebar kejadian itu namun tak bisa memastikan siapa mereka mengingat ruang sekelilingnya gelap.


setelah merasa lebih baik, aku kembali pada layar laptopku yang sempat aku tinggalkan tadi namun tak ada lagi mereka yang menulis dikolom komentar seperti sebelumnya, mereka semua sudah pergi meninggalkan apa yang sempat ku pertontonkan..


sore itu nampak perempuan cantik tersenyum kearahku, kebaya putih panjang menyapu jalanan ber renda bunga² dan bersanggul,sematan bunga Melati menambah ke anggunan sosok wanita yang lebih tepatnya seperti seorang pengantin, raut bahagia menghiasi wajah cantik nan Ayu, namun tidak setelah ia mulai memasuki area rumah ku, sempat berdiri lama di pekarangan ia lalu masuk kedalam rumah yang saat ini aku tempati, seketika wajah cantik itu berubah menyeramkan tapi aku masih mengikuti setiap langkah nya, perempuan itu berjalan kearah kamar ku yang gelap menyusuri lantai penuh darah, setelah perempuan cantik itu memasuki kamar aku mendengar jeritan dan pekikan keras,


langkahku tergopoh² menuju arah suara namun disana hanya ada gelap, dan kemudian tangan ini tergerak mengetuk saklar disampingku aku berteriak ngeri tatkala ruang mataku dipenuhi darah yang hampir mewarnai seluruh lantai kamarku.


dalam mimpi ini sukamaku seakan kembali masuk pada kenangan seseorang, dimana seseorang selalu mengawali dan mengakhiri hari²nya dengan ceria,


dalam mimpi itu tampak dia selalu tertawa bahagia.


 


"siapa kau..??? !!??";


 


"kau siapa.. ??;"

__ADS_1


"aku sudah lama tinggal disini..??;"


"aku yang lebih lama..!! ";


"kau pergi..!!; "


"kau yang harus pergi.. ";


"ini kamar ku,, ";


"ini kamarku, aku yang sudah lama tinggal disini, kau tak bisa mengusirku..";


"pergi atau kau akan mati disini..";


dalam pertengkaran itu aku berdiri diantara mereka yang sama² tak bisa mengendalikan amarah, dua orang itu yang salah satunya perempuan dengan kebaya putih, seolah tengah memperebutkan sesuatu,


dia(perempuan dengan kebaya putih) pergi dengan tatapan kosong diselimuti kabut abu² tua,


sementara didalam kamar terdengar jeritan dan pekikan, serta pukulan bertubi...

__ADS_1


__ADS_2