Ruang Kegelapan,

Ruang Kegelapan,
hampir celaka


__ADS_3

Setelah menjemput Hany dari rumah sakit. Fallix dan Hany sama menuju rumah Fallix, dimana Nilam kini dirawat.


Fallix tertegun sesaat saat melihat jalan penghubung kediamannya yang berupa lorong kecil terhalang acara pesta pernikahan.


Fallix membanting stirnya memutar arah, "Padahal tinggal beberapa meter," ucapnya diselang memutar arah.


"Ya, kadang-kadang kebahagiaan mereka diatas penderitaan orang lain" Hany menggeleng sambil tersenyum heran.


Fallix menghentikan laju mobilnya diujung jalan sepi dan gelap. Fallix diam menatap arah gelap didepannya. "Mm" Fallix berdecak resah.


Tak ada tanda-tanda kehidupan dijalan itu selain gemersik suara hewan dan serangga liar. Jalan ini bak jalan mati, rimbunan rerumputan hampir menutupi jalan, dari rerumputan yang hidup berjalar diatas jalan kita dapat melihat berapa lama jalanan itu tidak dilewati pengendara.


"Kenapa Lix ??" dilihatnya Fallix nampak cemas.


Fallix menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Mm gimana ya,?? gue agak takut Han"


Hany sama melihat jalan didepannya yang begitu gelap.


"Kenapa loe takut ??"


"Ngeri Han, soalnya jarang banget pengenda lewat jalan ini kalau malam, mungkin karena mereka juga ketakutan, dari rumor yang beredar katanya disini pernah terjadi pembunuhan, mayatnya ditemukan hampir membusuk oleh seorang lelaki pencari rumput. Dan katanya, mereka yang pernah melewati jalan ini sering melihat penampakan, mgeri akh gue" Fallix menyandarkan kepalanya pada stir.


Hany memangut. " Iya sih Lix. Gimana kalau kita tunggu pengendara lain ??"


"Kita nunggu disini gak apa-apa kan??" Fallix melihat Hany sedikit gelisah.


"Kenapa han,??"


Hany menatap kosong arah didepannya. "Apa tak ada jalan lain Lix ??" Hany memegangi pundaknya yang terasa berat.


Sebenarnnya Hany bisa merasakan aura negatif yang begitu kuat.


"Gak ada Han" Fallix mengecek handphonenya. "Apa kita perlu tetap disini menunggu pengendara lain, ??" Fallix menoleh depan dan belakang namun tak ada apa-apa kecuali gelap.


Fallix menatap lama jam dilengannya.


"Lix apa kita akan tetap disini, ini udah malam Lix ??"


Hany menatap wajah Fallix yang begitu resah dan ketakutan.


Fallix kemudian melajukan mobilnya ragu-ragu dengan perlahan dan sangat pelan menunggu pengendara lain yang mungkin melewati jalan yang sama.


Tak lama kemudian dari kaca spion Fallix melihat sorot lampu dibelakangnya, Fallix merasa sedikit lega, dan ketakutannya sedikit hilang.


"Lix ada orang lain." Hany melihat sekilas kaca pada kaca spion.


"Ia Han," jawab Fallix bahagia. Tetapi, tidak dengan Hany dia tetap terdiam dengan wajah pucat, hanya sesekali dia berbicara sekedar menyahuti Fallix.

__ADS_1


Fallix mempercepat laju kendaraannya mengikuti sebuah mobil yang melaju cukup kencang didepannya. Fallix berkali-kali menekan tombol klakson ditangnnya berharap pengendara itu memelankan laju kendaranya.


Pengendara itu, kemudian telah memelankan laju mobilnya namun Fallix tetap ketinggalan cukup jauh dibelakangnya.


"Lix ??" mata Hany menatap heran pada plat mobil didepannya.


"Apa han. ??" sahutnya tetap fokus dengan kemudi.


"Loe ngerasa ada yang janggal gak sih ??" Hany.


"Janggal ?? maksud kamu ??"


"Loe gak liat plat nomor dimobil itu. ??"


Fallix kemudian ikut menyelidik. Dilihtnya plat nomor itu sangat aneh dan sepertinya bukan seperti plat nomor pada umumnya.


Fallix akhirnya tak lagi fokus dengan kemudinya, plat nomr itu hampir membuatnya celaka menabrak tiang listrik.


"Liixx. Awaasss !!" teriak Hany.


Skkkkkkkkkk..


Sekuat tenaga Fallix menginjak rem untuk menghentikan mobilnya yang jika telat sedikit saja beberapa Cm lagi menabrak tiang listrik.


Fallix masih mengatur nafasnya, ketegangan itu tekah berakhir, namun Fallix masih merasa lemas "Astagfirulloh, Alhamdulillah ya Alloh" Fallix melemparkan keras kepalanya pada kursi dibelakangnya.


Hany memegangi dadanya merasakan detak jantung yang luar biasa berpacu. "Gue baik-baik aja"


Hany mencari pengendara tadi yang sempat ia ikuti.


"Lix pengendara itu ??"


"Kita ketinggalan??" tanya Fallix tak mengerti maksud Hany.


"Bukan, tapi menghilang !!"


Hany tidak lagi melihat keberadaan pengendara yang tadi sempat mereka ikuti, Hany dibuat heran pada pengendara yang tiba-tiba menghilang.


Setelah merasa sedikit tenang Fallix kembali melajukan mobilnya.


"Han. jadi bagai mana rencana kita selanjutnya ??"


"Gue gak tau Lix semoga aja ada jalan terbaik untuk kita semua "


"Apa Nilam bisa selamat" Fallix nampak cemas.


"Semoga saja Lix, tapi sebelum itu kita harus nemuin orang yang bisa nyembuhin Nilam, minimal untuk menyadarkan Nilam dari komanya."

__ADS_1


"Apa kita bisa dengan mudah menemukannya, dan dimana kita bisa nemui orang itu ??"


"Nanti gue usahin cari" Hany melihat jam dihandphonenya. "Tapi sekarang sudah sangat larut," dilihatnya jam 00:43.


"Loekan belum istirahat baik kita istirahat dulu besok kita lanjut"


Fallix fokus dengan kemudinya matanya kosong menatap lurus. "ckkkiittt" fallix tiba-tiba mendadak ngerem.


Hany terlontar kedepan "Kenapa Lix ??" Hany menatapnya penuh tanya.


"Sepertinya gue nabrak kucing" kemudian Fallix turun untuk melihat kucing yang ia maksud.


Hany mengikuti Fallix turun dari mobil "Mana..?"


Fallix melihat dan mengecek sekitar. Namun kucing yang dimaksudnya tidak ada.


"Lix. !!" Hany menunjuk bercak darah pada mobil Fallix.


Fallix berjongkok sementara Hany masih berdiri dibelakang Fallix yang tengak mengecek bercak darah pada mobilnya. "Apa ini darah hewan yang aku tabrak tadi ??" Fallix mennciumi darah dijarinya berulang kali.


"Tapi dimana hewannya ??"


Hany berdiri menghadap kaca spion.


Fallix mengecek pada kolong mobilnya.


Hany termenung sebentar saat melihat bayangan dibelakangnya yang terpantul lewat kaca spion.


Mata Hany bergantian melihat kaca spion kemudian menoleh kebelakang.


Hany menyelidiki bayangan itu, bayangan putih yang terlihat berjalan mendekatinya, namun saat Hany menoleh dibelakangnya tidak ada apa-apa(kosong) hanya ada gelap.


"Lix, ?? gimana ketemu??" Hany memegang pundaknya yang terasa berat.


"Gak ada apa-apa han" Fallix masih mengecek kolong mobilnya.


Hany sendiri masih fokus pada hal yang tengah ia amati (bayangan).


"Bayangan itu, mendekat " Hany kembali menoleh.


Hany mengucek-ngucek matanya, kemudian kembali melihat kaca spion, bayangan putih itu tampak lebih besar bayangannya pun namapak lebih jelas, baju putih rambut panjang.


"Siapa itu ??" selidik Hany.. "Siapa yang berjalan malam-malam begini ditempat sepi seperti ini ??" Perasaannya gemetar tak karuan. Hany kembali menoleh kebelakang yang hanya terdapat gelap.


"Lix, ??" Hany melihat bayangan itu kian dekat.


Tapi beberapa saat kemudian bayangan itu hilang dari kaca spion.

__ADS_1


Tapiii.......


__ADS_2