Ruang Kegelapan,

Ruang Kegelapan,
nilam pergi


__ADS_3

"pak nilam juga pernah hampir membunuh saya";


"aden harus hati-hati itu bukanlah nak nilam yang sesungguhnya saya yakin dia arwah perempuan yang tinggal dirumah ini";


"arwah perempuan ??";


"ia den satu tahun yang lalu kami mencium aroma bau busuk yang sangat menyengat dari rumah ini, awalnya kami kira itu berasal dari hewan yang mati dipekarangan, tapi ternyata bukan, seorang perempuan mati dalam keadaan menggantung dirumah ini, kami semua tak ada yang mengenali perempuan itu, sempat ada seorang ibu yang mengatakan putrinya hilang tapi bukan dia yang ibu itu cari, setelah mengeluarkan pengumuman akhirnya keluarga dari mayat itu ditemukan, dan ternyata dia bukan orang sini dia berasal dari luar kota,";


"lalu dia di sini,??"


"dia mendatangi kekasihnya.,;"


"lalu siapa yang membunuhnya??


"tak ada yang tau pasti namun mereka menyangkutkan kematian itu dengan seorang lelaki yang dia kenali lewat media sosial ..";


"sipa dia,??";

__ADS_1


sebelum menjawab pertanyaan itu dia (bapak) keluar.


"pak saya mohon beri tahu itu.pak saya harus menemukan dia, nyawa nilam dalam bahaya,Nilam sampai saat ini masih belum sadarkan diri sukmanya dibawa Sinta, saya harus menemukan dia, karena dialah Yang tau dimana jasad Sinta (hantu Yang sering merasuki Nilam).


"Seorang Ibu Yang bernama Naya, dia Yang memenjarakan laki-laki itu." setelah mengucapkan kata terakhir lantas bapak itu pergi terbenam digelapnya alam.


"Naya..??," Tanya fallix, setelah mengingat-ngingat siapa orang pemilik nama itu, akhirnya ia ingat KTP yang tercecer itu, dia adalah perempuan yang tadi menyalakan lilin didepan rumah Bachtiar.


Fallix segera melajukan mobilya, tak ada yang fallix tuju saat ini kecuali bandara.


setelah cukup Lama mencari informasi, data Naya akhirnya ditemukan, Naya memesan tiket dengan rute penerbangan Jakarta- Balikpapan menunggu dipintu A12 Dan pesawat akan lepas landas 15menit lagi.


saat sampai Dan melihat ruang tunggu dipintu A12 sudah kosong saat itulah tiba-tiba fallix merasa lemas, fallix hampir frustasi Dan menangis, dia tak tau lagi harus mencari kemana, harapannya untuk kesembuhan nilam hanya sebuah ketidak mungkinan, dengan sisa waktu Yang tinggal dua hari rasanya sangat tidak mungkin dapat menemukan Naya secepat itu.


Naya sendiri tengah memasuk_kan barangnya pada kabin pesawat, disaat itu ia menyadari handphone_nya tertinggal diruang tunggu, Naya melirik arlojinya waktu yang ia miliki hanya tinggal 10menit Naya mendesah kesal, untung saja ada perempuan yang membawakan handphone_nya jadi dia tak perlu kembali keruang tunggu sepenuhnya ,Naya kini sudah berbalik kembali ke pesawat namun sebelum itu Naya melihat sosok laki-laki terduduk dengan kepala menunduk,Naya mengingat-ingat siapa laki-laki tersebut,Dan dimana kali pertama bertemu? Naya merasa wajah itu tidak asing, tapi Naya tak ingin ambil pusing dengal hal itu.


"tanteu..??" teriak fallix pada sosok ibu dibelakang kaca.

__ADS_1


Fallix mencoba mengejarnya namun dihadang oleh petugas bandara, meskipun berusaha mengejar fallix tetap tidak bisa,


"Fallix ??"


suara itu memaksa fallix melepaskan tangan dari kepalanya yang hampir frustasi dan menoleh kesumber suara.


"tanteu.??" seketika raut wajah itu berubah bahagia.


selepas pertemuan singkatnya dengan Naya, serta raut bahagianya fallix berlari kerumah sakit untuk memberi tahukan semua orang bahwa ia telah menemukan orang Yang selama ini mereka cari, fallix berlari penuh keyakinan ia tau semua orang juga akan bahagia seperti dirinya.,


Namun, kenyataannya hidup kadang tidak berjalan dengan Yang kita harapkan, langkah cepat mulai melambat, kaki yang tegap perlahan melemah, hati tak bisa kuat menerima kenyataan kehidupan berakhir sebelum menginginkan_nya, Nilam kain putih mulai menutupi kilauan wajahmu yang selalau bersinar tersenyum cerah, lembaian tangan Yang menghangatkan jiwa-jiwa kesepian kini dingin tak bernyawa, rintihan dan tangisan tak bisa menghentikan mereka melucuti alat bantu pernafasan untuknya, Nilam pergi meninggalkan kisah yang tak akan bertepi, apapun upaya saat ini tak akan bisa mengambil kembali sukma Nilam yang pergi, penyesalan demi penyesalan menghinggapi fallix, mengapa harus terlambat, mengapa harus terlambat kata itu masih saja keluar menyesali semua yang terjadi.


"Nilam, Nilam,Nilam" teriak fallix memanggil nilam yang terus saja pergi.


"Nilam.." panggilan itu terbawa sampai Fallix terbangun dari mimpinya.


"astraghfirulloh. " fallix terbangun dari mimpinya, kemudian menghapus keringat Yang membasahi wajahnya.

__ADS_1


saking lelahnya fallix sampai ketiduran didalam mobil Yang masih terparkir diarea bandara.


__ADS_2