Ruang Kegelapan,

Ruang Kegelapan,
Mimpi yang sama


__ADS_3

sejak nilam merebahkan tubuhnya diatas kursi matanya mulai lelap, seperti malam sebelum nya ketika tidur nilam akan kembali memasuki masalalu seseorang yang tak pernah ia kenali sebelum nya,


"sayang, ngapain kita kesini";


ucap seorang perempuan pada laki² yang menuntunnya.


"ini akan menjadi rumah kita sayang.,"


lelaki itu membawa perempuan tersebut masuk kedalam rumah.


"wah besar sekali rumah mu.,"


wanita yang tampak kurang jelas bagai mana bentuk asli wajahnya berkeliling melihat² rumah yang suatu saat akan ia tempati.


"ini tak seberapa sayang, rasa cintaku padamu lebih besar dari ini.,"


laki² tersebut memeluk perempuan itu yang kemudian mulai nakal menjamahi setiap lekuk tubuh perempuan dipelukannya, setelah itu dia diseret pasangannya kedalam ruang kamar yang tampak masih gelap tanpa cahaya lampu, setelah itu nilam tidak tau apa yang terjadi, tiba-tiba nilam sudah ada dipekarangan rumah bersamanya berdiri seorang gadis berkulit putih langsat, kebaya putih dengan ekor menyapu jalan dihiasi renda dibagian atas menambah kecantikan dia yang sejak beberapa menit yang lalu berdiri mengamati tempat tersebut, perempuan berkulit langsat tersebut melangkah menuju bangunan didepan nya, saat dia membuka pintu tiba² wajah cantik itu berubah muram dan menakutkan, dan seperti biasanya dalam mimpi itu dia berjalan diantara darah yang berceceran bau khas yang tercium dari darah segar mulai menyeruak memenuhi ruang gelap tersebut, perempuan (pengantin) tersebut keluar dari dalam ruangan diselimuti kabut berwarna abu² pekat .


sementara dari dalam ruangan gelap terdengar jeritan dan pekikan seseorang.


nilam masih berdiri diantara mereka menyaksikan hal ngeri.


nilam berteriak ketika ia memasuki ruangan gelap itu darah segar telah mewarnai seluruh permukaan lantai berwarna putih tersebut lalu karena terkejut nilam berteriak.


"aaa. . a. a. a., "

__ADS_1


suara itu membuat fallix semakin cemas, fallix mencoba membangunkan nilam dari mimpi buruknya, setelah beberapa kali berusaha akhirnya fallix berhasil menyadarkan nilam.


nilam masih belum sepenuhnya sadar matanya memberikan reaksi menakutkan seolah dia tengah melihat sesuatu.


"nilam, nilam.,"


panggil fallix begitu cemas..


tiba² nilam menangis tersedu-sedu,


fallix memeluk nilam erat untuk menguatkan_nya..


"sayang kamu kenapa.,"


tanya fallix lembut, nilam tetap diam tanpa menjawab pertanyaan fallix..


fallix kembali bertanya.


nilam hanya menganggukan kepalanya,


"ceritakan semua masalahmu kpdku sayang.,"


fallix mencium pucuk ubun_ubun nilam penuh kasih.


tepat jam 1:30 nilam terbangun dengan tatapan kosong, fallix yang menyadari hal itu mengikuti langkah nilam, fallix sendiri tak tau kemana tujuan nilam sebenarnya, satu jam lebih fallix mengikuti nilam, nilam akhirnya berhenti di sebuah rumah mewah yang tidak fallix kenali, fallix bertanya² kediaman siapa yang nilam datangi malam² begini.

__ADS_1


setelah beberapa saat mengamati tempat tersebut nilam melangkah masuk membuka pintu gerbang namun fallix segera mencegah nilam dengan memanggilnya, tiba-tiba saja nilam terjatuh pingsan..


fallix yang sedari tadi mengikuti nilam dengan mobil, segera menggendong nilam dan membawanya pergi..


"pangii... ";


ucap nilam ketika membuka matanya dan menggeliat,


fallix yang sedari tadi menunggu nilam bangun merasa lega namun fallix tetap penasaran dengan seseorang yang akan nilam temui dirumah itu malam tadi.


"sayang,??"


nilam menatap fallix seolah tak terjadi apapun.


"jangan menatap aku seperti ini.,"


nilam menutup mata fallix yang sedari tadi menuntut jawaban..


"sayang., ".


memegang erat jari jemari nilam.


"boleh aku bertanya.,??"


"ya.. boleh, apa itu.,??"

__ADS_1


"tadi malam kamu mau nemuin siapa.??"..


fallix mengatakan tersebut dengan lembut takut menyinggung perasaan nilam.


__ADS_2