
"tadi malam.? dimana.,?? ".
nilam benar² tak sadar kemana ia pergi.
"kamu tidak ingat.?;"
"aku,?? emangnya tadimalam aku kemana.??..
nilam meringgis menggaruk dahinya berfikir dan mengingat-ngingat,
"aduuhh apa aku ngigo atau berjalan sambil tidur.,?? yaaahhh jangan natap aku gitu, aku juga gax tau tadi malam aku kemana.,"
nilam memukuli selimut yang masih menutupi sebagian tubuhnya..
"ya sudah jangn terlalu difikirkan, aku bercanda ko'."
fallix memeluk nilam untuk meredakan kecemasan.
"kalo kamu ada masalah janji ya untuk selalu terbuka.,"
"amm, ia." angguk nilam antusias..
fallix berulang kali mencium pucuk ubun-ubun nilam..
selepas sarapan mereka berdua pamit untuk berangkat kekampus,
hari ini fallix tak ada jadwal kampus untuk itu ia memutuskan menemui Bachtiar dirumahnya.
"ada apa nak, ada yang perlu saya sampaikan kpd nilam., "
"nggak ko' saya datang kesini meminta izin bapak untuk segera menikahi nilam., "
"oh, tentang hal itu apa nak fallix sudah memikirkannya secara matang.,?? ".
"tentu., lagi pula kami_kan sudah bertunangan, walaupun hubungan kami terbilang baru dan belum cukup untuk saling kenal, saya memutuskan untuk
menikahi nilam dan lebih mengenalnya secara halal.,"
ketika fallix mengatakan ingin menikah tiba² terdengar suara hentakan keras suara itu terdengar oleh semua orang yang ada dirumah itu.
mereka kemudian berlarian keluar melihat apa yang terjadi, aneh nya diluar nampak sangat tenang tidak ada pohon tumbang menimpa rumah sebagai mana yang mereka kira.
__ADS_1
bahkan tetangga yang melihat merasa heran karena tiba² mereka berhamburan keluar.
"ada apa pak,??";
tanya salah satu tetangga .
"ini tadi kami mendengar seperti benda keras yang terlempar diatap kami, saya kira ada pohon tumbang menimpa atap tapi saya lihat tidak ada apa²".
"oh, mungkin bapak salah dengar kali., "; ucap salahsatu tetangga.
"tapi saya juga mendengarnya pak."
kali ini zubaidah memberikan kesaksian.
"tapi ya sudahlah,." Bachriar menambahkan.
mereka semua kembali kedalam rumah kecuali fallix,
"mereka bukan orang sini ya,."
suara itu terdengar oleh fallix
"ia ya apalagi semenjak kejadian itu"
"hal apa yang pernah terjadi di sini, kenapa rumah ini sangat ditakuti". bathin fallix saat dia mendengar percakapan tetangga nilam..
"aku harus menyelidikinya, aku yakin perubahan sikap nilam saat ini pasti ada kaitan_nya dengan rumah ini"..
"bu, fallix boleh bertanya.,"
langkah ratih terhenti mendengar ucapan fallix.
"ya kenapa nak.,??"
"Ibu tau siapa pemilik rumah ini sebelum_nya.??., "
ratih tertegun seraya berfikir.
"ibu tidak tau, hari itu hanya ayah yang menemui pemilik rumah ini, sang pemilik menawarkan harga murah pada rumah sebesar ini dan hal itulah yang membuat ayah segera membelinya., "
"apa penyebab pemilik menjual rumah ini dengan harga yang sangat rendah.,?? "
__ADS_1
"katanya anak nya sedang sakit dan harus ditawat diluar negri untuk itu mereka menjualnya dengan harga sangat rendah.,"
"aku tak yakin dengan alasan itu, aku akan menyelidikinya". batin fallix
"apa nilam pernah meminta untuk pindah.,??".
"tidak, tapi dia pernah menanyakan apa rumah ini benar-benar akan ditempati.,?? "
"oh, terimaksih bu.,"
setelah itu ratih melanjutkan pekerjaannya.
begitu pun dengan fallix, ia pergi kembali ke universitas untuk menjemput nilam..
setelah beberapa saat menunggu nilam akhirnya terdengar teriakan dari belakang
"fallix.,"
teriak nilam sambil melambaikan tangan nya.
"heyy..,"
sahut fallix
"sekarang mau kemana., ??"
tanya fallix
"aku laparr, boleh ya aku minta diteraktir makan.,"
dengan manja nilam mengalungkan tangan_nya dileher fallix.
"boleh dong sayang, yu sekalian kita ngobrol aku punya sesutu yang harus kita bicarakan."
fallix membukakan pintu untuk nilam.
"apa itu.,? serius amat aku jadi takut.,??
"nanti juga kamu tau., "
falik menutup pintu mobil kemudian ia memutar dan duduk disamping nilam, menghidupkan mobil lalu menancap gas.
__ADS_1