Ruang Kegelapan,

Ruang Kegelapan,
Janji fallix


__ADS_3

Di dalam kampus fallix tengah berbicara dengan hany membahas kejanggalan tempat tinggal nilam yang baru beberapa hari ditempati.


"loe lihat kan apa yang kamu fikirkan sama., ??"


ucap fallix menunjukan beberapa bekas cakaran dan tamparan nilam, pipi sebelah kiri fallix juga namapak lebam.


"kalo berfikir nilam yang melakukan ini ya gak mungkin banget, gue tau nilam dan keluarganya, mereka bukan orang yang suka main tangan.,"


fikir hany


"ia gue juga tau.,"


fallix.


"oh ia lik, apa gue boleh nanya.,??"


"dirumah itu gak ada apa-apa kan.,??".


hany.


"maksud lo., ??"


fallix menyerengit ke arah hany.


"gimana ya jelasinnya.,??"


hany sedikit berfikir.


"tapi lo janji ya jangan kasih tau nilam dulu gue gak enak sama dia.,"


"ok gue janji deh,."


ucap fallix.


"waktu itu, pas nilam pindahan, diakan siaran langsung di dalam kamar nya dan gue ngeliat.....


tiba-tiba nilam datang menghentikan kata-kata hany.


"kalian lagi ngebahas apa sih serius amat.,??"


nilam tiba-tiba duduk disamping hany.


"oh nggax kita gak lagi ngebahas apa-apa ia kan fallix.,"


hany menyenggol fallix berharap membantunya menemukan alasan.


"oo oo h ia kita lagi ngebahas ee m em.,"

__ADS_1


fallix menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


"susah banget sih,gue gax bisa bohong.,"


rintih batin fallix


"kita lagi ngebahas, ngebahas.,"


hany mencoba mencari alasan yang tepat dan kembali menyenggol fallix.


"apaan sih.,"


fallix gak terima.


"volly ya, volly.,"


sebuah ide akhirnya muncul.


"oh ia ia sayang hany bilang dia naksir sama pemain volly dengan nomor punggung 10.,"


kata-kata fallix benar-benar sembarang.


Nilam sedikit berfikir seakan tak percaya,


"kamu yakin.,??".


Hany dan fallix saling menatap takut mengira Nilam tak percaya.


hany menatap ngeri kearah fallix sambil mengerejapakn matanya.


"i i iya., "


falik menguatkan.


"apa kamu yakin.,??"


bola mata Nilam memutar kearah lapangan volly menuju pemain dengan no punggung 10,.


hany mengikuti tatapan Nilam yang jatuh pada seorang lelaki dengan tampang diluar dugaan.


dan kebetulan laki-laki tersebut tengah menatap ke arah nilam dan hany dia juga mengedipkan salasatu mata nakalnya.


''iii iikh merinding gue.,"


bahu hany bergetar replek.


Nilam dan Fallix tertawa jahil melihat expresi hany.

__ADS_1


"sayang wajah kamu kenapa.,??"


nilam menyelidik wajah fallix yang terdapat banyak luka.


"enggak kenapa-napa ko' ini cuma dicakar kucing.,"


fallix hanya tersenyum menanggapi ke khawatira nilam.


"kenapa gak dikasih orang aja sih kucing kamu.,??.


"jangan lah sayang, aku tau dia gak sengaja, lagian apapun yang dilakukan kucing imut ku.,


(fallix memcubit pipi nilam gemas)


aku tetap mencintai dan menyayanginya, apapun yang terjadi aku akan tetap menjaganya aku berjanji., "


fallix menatap dan memegang erat jari nilam penuh keyakinan..


suasana berubah menjadi sangat serius .


"ii ikh mau dong jadi kucing kamu lix.,"


celetuk hany..


"ikh apaan sih.,"


sahut nilam lalu menghapus airmatanya yang tiba-tiba saja menitis hatinya merasa tersentuh oleh kata-kata fallix.


"udah akh kita kekelas yu,."


pinta hany.


"han jangan gitu dong kami masih mau disni.,".


fallix


"lam loe mau ditunggu dosen atau mau nunggu dosen.,?? "


hany


"ya lebih baik aku yang nunggu.,"


Nilam.


"kalau gitu yuk.,"


Hany menarik tangan Nilam mengajaknya masuk kedalam kelas,

__ADS_1


Hany tertegun sebentar saat tangan-nya bersentuhan dengan tangan nilam,


sepertinya Hany merasakan aura negatif pada diri nilam.,


__ADS_2