Ruang Kegelapan,

Ruang Kegelapan,
Kejadian aneh


__ADS_3

setelah istirahat dan mandi nilam menuruni anak tangga memenuhi panggilan clon mertua untuk makan malam.


"silahkan makan sayang. ";


stelah menerima piring berisi nasi dan lauk nilam mulai menyantap makanannya..


"sayang kamu harus sering² main kesini, kamu tak perlu sungkan. ";..


"ia nak papa senang sekali jika kamu sering² mengunjungi kami. ";


"nilam nanti ahir pekan kita jalan² yuk, mamah udah lama sekali gak main² ke mall. ";.


nilam melirik kearah fallix yang tersenyum menganggukinya,.


"insya alloh mah."; nilam tersenyum bahagia.


"oh ia sayang gimana kabar ayah ibu. ";


tanya restu.


"ayah ibu baik mah. "; nilam menjawab disertai senyum yang memenuhi bibirnya.


"sayang bagai mana tempat tinggal barunya,.".


nilam tiba² melepaskan sendok dan garpuh yang tengah dipegangnnya, seketika raut wajahnya berubah muram.,


"sudah² lain kali kita sambung pembicaraannya sekarang kita nikmati dahulu hidangan ini., "; ucap abimanyu menutup pembicaraan, mengisayaratkan kpd restu untuk tidak melanjutkan pertanyaannya pada nilam,


abimanyu mencium hal yang tidak beres mengenai kediaman nilam yang baru.

__ADS_1


dikediaman Bachtiar, zubaidah(nenek) mendadak merasakan sakit kepala setelah memasuki kamar nilam,


zubaidah memasuki kamar nilam bukan tanpa alasan pasalnya saat adzan magrib di kumandangkan zubaidah mendengar rintihan layaknya seorang perempuan menangis menahan rasa sakit yang sangat


suara itu berasal dari kamar nilam.


zubaidah tidak tau kalau nilam hari ini tidak pulang,


kecemasan kepada cucu sulung kesayangannya membuat zubaidah ingin tau kenapa nilam sesedih itu zubaidah masih berdiri diambang pintu saat Bachtiar menerima telpon dari fallix,.


"nilam tidak pulang.,?? " tanya zubaidah kpd bachtiar yang baru saja menutup panggilan fallix.


"ia bu kata fallix nilam mau nginep.,"


menaruh ponselnya diatas meja.


"ibu kenapa.,??"


tanya Bachtiar ketika melihat tubuh zubaidah hampir roboh,


kemudian Bachtiar memboyong tubuh nenek itu kedalam kamarnya.


Ratih tidak menunaikan ibadahnya seperti yang lain saat ini Ratih sedang halangan,


sementara yang lain solat ratih sibuk menyiapkan makan malam untuk keluarga, seperti malam sebelumnya saat ratih melakukan pekerjaannya dia mendengar suara² aneh tak jauh dari tempatnya memasak, suara itu seakan mengikuti tiap ketukan sebagai mana suara yang dihasilkan saat ia memotong sayuran menaruh piring dan menyalakan kompor juga terdengar suara seperti saat dirinya memutar keran dan menyalakan air, Ratih melangkah mencari sumber suara memastikan dirinya tidak sedang menghayal tiba² ratih melihat bayangan hitam samar² diatara temaramnya waktu yang hampir malam.


“bu.,?? "


suara, Bachtiar mengejutkan ratih yang sedari tadi merasa banyak hal² aneh dalam rumah yang baru saja ia tempati.

__ADS_1


"ayah., "


ratih terkejut setengah mati.


"ada apa? apa yang ibu lihat.,?"


Bahctiar mengikuti apa yang dilakukan ratih(membuka gordeng) dan melihat sekeliling.


"nggak yah., " dia duduk dikursi masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"ayah ngapain kesini, mau ibu bikinin kopi.,?"


"nggak cuma mau bilang ibu sakit., "


Bachtiar menuangkan air hangat untuk dia berikan kpd ibunya.


"ibu sakit,? bukannya tadi baik² saja.,?".


"aku juga nggak tau., "


Bachtiar kembali kekamar zubaidah dengan segelas air hangat ditangannya yang di ikuti ratih.


"kepala ibu sakit., "


ucap zubaidah menjawab pertanyaan ratih saat mendapati dirinya terbaring diatas tempat tidur.


tiba²dari arah dapur Bachtiar mendengar lemtuman keras yang diikuti teriakan, bantinya langsung teringat kepada putra bungsu dan tanpa berfikir panjang Bachtiar berlari kearah dapur, namun dia tak mendapati hal apapun baik itu farid(putra bungsunya) atau pun benda jatuh seperti yang ia dengar tadi.


tiba² bulu kuduk Bachtiar merinding saat mendapati putra bungsunya tertidur lelap dikamar, sedangkan sebelumnya ia melihat sosok yang sama menaiki tangga.

__ADS_1


__ADS_2