
fallix masih berdiri dihadapan nilam mengamati perilakunya yang tengah duduk menyendiri dengan tatapan kosong, tiba² nilam berlari ke arah mobil yang tengah melaju dengan kecepatan penuh dan menabrakan dirinya, tepat dihadapan fallix nilam hampir celaka tersambar mobil, untung saja fallix segera menarik nilam dan memeluknya erat semua orang yang menyaksikan itu berteriak histeris, nilam menangis sendu seketika ia menyadari hal yang baru saja terlewat, nilam hilang kesadaran dari apa yang dilakukannya saat itu benar² diluar kesadaran diri, nilam seakan didorong oleh aura gaib yang terus mengikutinya.
"sayang. kamu kenapa. ??"
memeluk nilam erat menguatkan.
namun nilam tidak menjawab pertanyaan fallix ia terus saja menangis.
"menangislah sayang, aku ada disini.. "
fallix tidak percaya dirinya hampir saja kehilangan seseorang yang benar² berarti untuknya.
fallix benar² mencintai nilam lebih dari apapun jika harus terjadi fallix rela menukar hidupnya demi nilam.
"sayang, aku mohon jangan lakukan ini.;" nilam mengangguk,fallix kemudian kembali memeluk nilam erat..
"aku tak ingin kehilangan kamu sayang.; "
tangisan nilam semakin kuat.
setelah beberapa menit duduk dan diam, akhirnya nilam mulai mau berbicara,
"fallix aku mau pulang kerumah mu. ;" ucap nilam lirih...
__ADS_1
"tentu sayang, mamah pasti senang dengan kedatangan mu..;"
berulang fallix memeluk nilam untuk menguatkannya, yang benar² dlm keadaan rapuh..
sebagai seorang sahabat kiki merasa sakit melihat sahabatnya dalam keadaan ini, namun ia juga tak bisa melakukan apa² selain diam, salah faham yang sempat menguasai kiki hilang dengan sendirinya, bahkan kini kiki memarahi dirinya sendiri karena sempat geram dan kesal atas sikap nilam yang bersikap dingin terhadapnya.
beberapa menit sudah perjalanan menuju kediaman fallix, seperti permintaan nilam saat ini fallix membawa nilam pulang bersamanya,
nilam dan fallix adalah pasangan kekasih yang baru mengikat hubungan dalam cincin pertunangan, meskipun baru beberapa bulan mereka bertemu tepatnya saat nilam memasuki universitas, fallix jatuh Cinta pada pandangan pertama, keduanya memutuskan bertunangan setelah saling mengenalkan keluarga masing².
kedatangan nilam disambut baik oleh kedua orang tua fallix,
abimanyu(ayah)
restu(ibu)
"sayang, mamah seneng sekali nilam main kesini. "; menuntun nillam duduk dikursi.
nilam hanya tersenyum simpu dihadapan calon mertuanya itu.
"mamah maaf nilam kesini tidak membawa apa²."; seketika murung diwajah nilam menghilang, wajah manis itu kembali ceria tidak seperti sebelumnya.
"tidak apa² sayang mamah tidak perlu oleh² apapun dari kamu, kamu berkunjung kesini saja mamah sudah sangat senang". tampak restu sangat menyayangi calon menantunya itu.
__ADS_1
"sayang, kamu istirahat lalu mandi dulu gih nanti temenin mama makan malam bersama fallix juga papa, mama akan masakin masakan khusus kesukaan calon menantu mama yang cantik ini, jadi inget waktu muda."; mereka tertawa kecil menanggapi ucapan mertua yang teramat bahagia itu,
fallix menganggukan kepalanya mengisyaratkan kpd nilam agar mengikutinya,
fallix sangat bahagia ketika nilam bisa kembali tersenyum.
"sayang ini kamar kamu ya, yang nantinya kamar kita.;" fallix tersenyum menoleh kearah nilam yang tersenyum ceria.
"sayang,"
fallix memeluk nilam prnuh cinta.
"mmm ..??"; nilam menoleh ke arah lelaki tampan yg tengah memeluknya..
"kamu ada masalah.??"; tanya fallix yang sedari tadi cemas dengan kekasihnya itu.
"Khmmm... ";
nilam melepaskan pelukan fallix dan melangakah menjauhinya.
"kemarin aku melihat, mantan mu mengunggah foto kalian berdua". nilam bernada kesal.
"Ooooohhh, jadi ceritanya perempuan ku yang cantik ini cemburu.??";
__ADS_1
fallix memeluk nilam dari belakang, dan mencium pipinya dengan lembut.
sesungguhnya nilam tidak terlalu mempermasalahkan itu, tetapi tentunya ada hal lain yang lebih mengganggu dirinya, namun saat ini enggan untuk bercerita kpd fallix, nilam tau betul sikap fallix yang sangat over kpdnya nilam tak ingin membuat fallix khawatir.