
"krrrrrteeetttttt!" bunyi yang cukup nyaring dari suara bangku yang bergerak dihadapannya.
"Gg -g uee me-me-nd-engar se-sesesuatu" petugas itu menjadi gagap saking ketakutannya.
"Kita gak boleh takut, gue yakin suaranya bukan dari ranjang didepan kita" petugas yang satunya kian menggigil. berkali-kali dia mencoba menahan kakinya agar tidak bergetar.
"Ggu-gue mau pipis" petugas yang lain tampak menghimpit burung dibalik celana berwarna putih itu.
"Loe penakut banget" petugas itu mendapat pukulan kecil dari teman kerjanya.
*D**ok Hany*.
"kenapa ini orang malah diskusi disini sih, mana gue udah gak nahan pengen bersin" Hany berusha sekuat tenaga menahan nafasnya agar tidak beresin.
"Lan, lan" panggil petugas pada teman kerjanya yang bernama Alan.
"Loe, apalagi sih ??" Alan menyernyitkan dahinya.
"Loe, loe lihat kainnya bergerak-gera-a-k !!"
Alan kembali menghentiakan tangannya untuk meraih saklar lampu diatas kepala mayat tersebut.
"Bukan kainnya yang bergerak, bola mata loe yang gelagapan" ucap Alan kesal karena teman kerjanya itu, terus saja menghentikannya saat mencoba memetik saklar lampu diatas kepala mayat tersebut membuat pekerjaannya berjalan melambat.
"Gue bener-bener takut lan" ucapnya gemetar.
"Lan, Lan, kainnya lan "
"tenang gue sudah menemukan saklarnya"
__ADS_1
"Haaacchhumm" Hany tak mampu lagi menahan dirinya. Membuat mata kedua petugas tersebut melebar.
"Suara apa itu ??" Alan menghentiakn aktivitasnya.
"Gue udah bilang, loe sih gak percaya"
"haaachhuumm" Hany kembali bersin.
Sedangkan kedua petugas kian gemetaran saling menatap ketakutan.
"Gu-ee, pa-panas lan, cel-a -na g-u-e panas L-aan" saking ketakutannya lelaki tersebut kencing didalam celananya.
"Laaahh jorok lu,." ucap Alan. Ditatapnya bagian basah pada teman disampingnya.
"G-g-ue, gak tahan lagi"
Karena terus saja bersin Hany memutuskan untuk bangun dari pembaringannya.
Tatapan Alan kembali pada maksudnya semula,dan tiba-tiba mayat didepannya terbangun dan duduk mentapnya "Uaaaaaaaaaaa"
"Aaaaaaaaaaaakhhh" teriak Alan dan teman disampungnya. Mereka berdua melihat sosok perempuan berambut panjang acak-acakan yang menutupi sebagian wajahnya.
"Se-se-setaaaaaannnn !!" teriak keduanya sambil lari kocar kacir.
Hany yang melihat hal tersebut tersenyum jahil "hihihi, jangan jadi petugas kamar mayat kalo nyalinya tipis, gitu aja takut dasar payah !!" teriak Hany pada lelaki yang tiba-tiba berlari cepat secepat kilat.
Hany duduk dibibir ranjang. Tanpa Hany sadari dibelakangnya duduk seorang perempuan dengan wajah setengah hancur duduk membelakanginya.
__ADS_1
Hany masih menertawai kedua lelaki tersebut, tetapi tiba-tiba pangkal lehernya terasa berat.
"Ko' pegal gini sih" Hany menggerakkan lehernya ke kiri dan kanan.
Hany mengedu-ngendus, sepepertinya dia mencium aroma kurang sedap diruangan itu. "Ini bau apa ??" Hany beranjak mengikuti sumber aroma yang kurang sedap itu.
Hany turun dari ranjangnya mencari sumber bau, tak lupa Hany mengecek pada kolong ranjang namun tampak bersih tanpa sepotong sampah pun. Hany bergerak bermaksud kembali duduk, namun mata dan fikirannya terkacaukan dengan kain putih usang yang terjulur dari tepi tanjang dan hampir menapaki lantai.
Hany terus menyelidiki kain tersebut, fikiran yang mulai dihinggapi rasa takut itu tak mengurungkan niatnya untuk mengetahuinya lebih jauh. Sampai-sampai hany mesuk kekolong ranjang demi memenuhi rasa penasarannya.
"Hany" suara itu mengagetkan. Hingga membuat Hany terperanjat dan kepalanya membentur besi penyangga ranjang.
"A**ww" ringis Hany sambil mengeluarkan tubuhnya dari bawah ranjang.
"Lagi ngapain Han ??" tanya Fallix heran akan tingakah aneh Hany.
Hany mengusap-usap kepalanya, "Oohh nggak, tadi cincin gue jatuh" bohong Hany.
"Ooo" Fallix menyodorkan tas berisi pakaian kepada Hany. "Ini maaf menunggu lama" ucap Fallix.
Sebelumnya Hany telah menukar pakaiannya dengan pakaian Nilam, selain itu Hany juga menggantikan posisi Nilam sementara waktu demi melancarkan rencana yang telah direncanakan sebelumnya [Diam-diam membawa Nilam pulang]…
"Han gue tunggu diluar" terial Fallix pada perempuan dibalik pintu kamar mandi.
"iya" sahut Hany.
Lalu Fallix keluar sambil memegangi batang leher yang tiba-tiba terasa berat.
Setelah selesai mengganti pakain Hany kembali pada ranjang untuk merapihkan barang-barangnya, dilihatnya kain menggulung diatas kasur membuat Hany berkerut dahi, sedikit heran. "kainnya menggulung seperti ini ??" fikir Hany. Hany kemudian mengikuti hatinya melihat kembali pada tepi ranjang yang sebelumnya terjulur kain putih. "Kok ilang ??" gumam Hany tak percaya. "Apa tadi gue salah lihat ??" fikirnya kembali. Tapi Hany tidak terlalu memikirkannya segera ia keluar mengingat Fallix mungkin telah menunggunya lama
__ADS_1
Gambar transparan yang terekam dibekas ruang rawat Nilam.