Ruang Kegelapan,

Ruang Kegelapan,
pesan aneh misterius.


__ADS_3

Pukul 00:23, Fallix kembali kerumah sakit untuk menjenguk Nilam, diruang tunggu Hany terduduk dengan lingkaran mata yang kian gelap pertanda akhir-akhir ini Hany kurang tidur, pendapat itu memang tepat. bagai mana tidak, setelah Nilam dirawat, selain keluarga Fallix dan Bachtiar, sebagai sahabat Hany selalu setia mendampingi dan menunggu Nilam kembali sadar.


dari kejauhan tampak beberapa kali Hany menguap, sepertinya dia begitu mengantuk namun tetap berusaha terjaga.


"Hany,??" Fallix duduk menyebelahinya.


"Eh lix." jawab Hany sambil mengucek-ngucek matanya.


"Apa ada kemajuan.??".


pertanyaan Fallix mendapat gelengan kepala dari Hany.


"Aku fikir situasi ini cukup sulit, bagai mana dengan dirga (mantan kekasih Sinta) apa sudah ada kabar??"


"Ya, dia di dalam penjara."


"di penjara ?? dari mana kamu bisa tau??"


tiba-tiba saja Hany menjadi segar saat mendengar kata-kata Fallix.


"Aku bertemu dengan seorang ibu yang memenjarakan nya."


"ibu-ibu..?? siapa dia.??" Hany semakin bingung karena masalah ini kian rumit terlalu banyak orang yang bersangkutan dalam kasus ini.


"sebelumnya kamu pernah bilang hantu perempuan dengan tali dilehernya.??";

__ADS_1


"Ya .." Hany mengingat-ingat kembali.


"Ibu-ibu yang aku temui tadi, dia sedang menabur bunga dipekarangan Nilam, dia mengatakan bahwa putrinya gantung diri dirumah itu." saat menceritakan hal itu tiba-tiba tubuh Fallix menggigil.


"apa..??" expresi Hany hampir tak mempercayai Fallix.


"Jadi bener dong yang gue lihat itu."


Fallix hanya sedikit menanggapi Hany dengan menganggukinya.


"Lix loe kenapa??" Hany melihat ketakutan pada raut wajah Fallix.


"tadi...


Fallix kemudian menceritakan kejadian menyeramkan yang di alaminya dikediaman Bachtiar, Fallix menambahkan "jika kamu tidak percaya itu hak kamu, tapi itu benar-benar aku alami, bahkan aku sendiri pun masih tak percaya";


"Apa.??" Fallix kembali menyadari sesuatu."lalu yang memanggil aku tadi siapa, jelas jelas itu suara Farid Han."


Hany merasakan berat pada pundaknya saat mendengar cerita Fallix, bukan karena Fallix meneritakannya ditengah malam dan diruangan sepi, tapi memang segala hal yang bersangkutan dengan rumah itu selalu menakutkan.


"Emangnya kamu ngapain kesana.??"


tanya Hany penasaran.


bukankah Fallix sendiri tau rumah itu kosong karena pemiliknya ada dirumah sakit.??";

__ADS_1


"Tadi aku mendapat pesan singkat dari Om Bachtiar." Fallix membuka handphonenya untuk menunjukan pesan yang dimaksud. "Pesannya," Fallix masih memilih dan melihat satu persatu pesan yang terakhir masuk. lalu Fallix menatap tak percaya kearah Hany dan menunjukan Handphonenya.


"Aku bersumpah tadi Om Bachtiar mengirim aku pesan singkat, dia meminta aku mengambilkan beberapa barang keperluannya.!!"


Hany hanya tersenyum ngeri menanggapi ketidak percayaan Fallix atas hal yang ia alami.


"Lix gue kedepan dulu yah gue mau beli kopi."


Fallix masih fokus pada layar handphonenya saat mengangguki perkataan Hany.


"Brruukgh." ekor mata Fallix dengan jelas melihat tong sampah yang bergerak menyamping, tiba-tiba lampu meredup dan berkedip, sesosok manusia berbaju putih nampak memasuki salah satu ruangan yang nampak remang-remang.


Fallix kemudian tergerak untuk menyelidikinya.


"Sus, Han, Suster." panggil Fallix namun tak mendapat jawaban, Ruangan itu sendiri masih sangat senyap dan sepi, saking sepinya, sampai suara ketukan sepatu Fallix terdengar begitu nyaring, Fallix sendiri masih mencoba mengikuti bayangan yang terakhir dilihatnya, berkali-kali mata fallix berputar mengawasi sekeliling mencari letak keberadaan bayangan putih itu. Mata Fallix menatap lurus kedepan hanya sesekali dia memutar manik berwarna hitam mikiknya,walau dia menyadari ada suara lain yang mengikutinya,tapi dia enggan untuk berbalik.


Dan anehnya suara itu seperti sedang mengikutinya, dimana hanya akan terdengar jika Fallix melangkahkan kaki dan akan kembali menghilang saat Fallix menghentikan langkahnya.


setelah beradu dengan fikiran buruknya pelan-pelan Fallix mencoba mebalikan badannya dan..


"Aaaaaakkh." perempuan dengan wajah setengah hancur mencekik dan menghempaskan tubuh Fallix ke lantai.


"Siapa kau, siapa kau." tanya Fallix pada sosok yang menyerangnya.


"Aku, aku ." tanpa menyebutkan namanya sosok perempuan itu tertawa lantang, lalu kembali menyerang Fallix yang telah terkapar diatas lantai.

__ADS_1


"Tolong !! tolong !!." suara Fallix tertahan oleh cengkraman dilehernya.


__ADS_2