
selepas mengobrol, mereka terpisah digerbang, masing-masing kembali ketujuannya.
sebelum menjenguk nilam ke rumah sakit fallix mendapat pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal menyuruhnya mengambil beberapa barang di kediaman Bachtiar, gelap pekat menyambut kedatangan fallix saat berusaha menginjakan kakinya dikediaman Bachtiar, fallix merasakan begitu berat dikakinya, urat-uratnya seolah kaku dan tak mau bergerak,
kreeettt suara dari pintu yang terbuka,tiba-tiba brukk pintu kembali tertutup, fallix masih mencoba berjalan mencari barang yang dimaksudkan.
walau setiap ruangan nampak begitu gelap tanpa cahaya semakin memacu degup jantung dan berlari cepat, ini bukan kali pertama fallix mendatangi rumah ini, namun entah kenapa saat ini terasa begitu menyeramkan, fallix masih menyusuri setiap sudut yang mengeluarkan suara-suara aneh tetapi rasa takut difikirannya tak bisa menghentikan langkahnya,
"haloo ada orang?? ";
fallix mencoba menetralkan fikirannya,";
"kakak,kakak aku disini";
"fariid..??";gumam fallix.
fallix yakin suara itu berasal dari lantai dua,
"farid..??, farid??"; fallix mencoba mencari sumber suara.
"Kreeeetttt," suara pintu dibelakangnya.
__ADS_1
"Farid.??" panggil fallix namun tidak ada suara menjawab panggilannya, fallix mematung mengawasi sekitar tak ada ciri-ciri kehadiran orang lain dirumah saat ini, jika ada orang lain mana mungkin membiarkan rumah gelap tanpa cahaya fikir fallix, karena tatapannya terbatas fallix kemudian menyalakan senter di handphonenya.
"sial kenapa lowbatt sih."; fallix mengutuki hpnya yang hampir mati, dengan cahaya seadanya fallix merabai bidang dinding mencari saklar lampu.
tiba-tiba fallix melihat dengan jelas seorang anak berlari ke salah satu kamar didepannya.
"farid. ??"; nama itu kembali dipanggilnya,keringat dingin mulai membasahi dahinya sebisa mungkin fallix mengatur nafas kemudian membuka pintu salah satu kamar, saat akan memasuki ruang gelap didepannya fallix mencium aroma busuk yang menyengat hingga membuatnya mual dan mau muntah, kamar didepannya amat pengap dan gelap tatapan matanya pun terbatas, labaian kain putih usang nampak samar-samar ia lihat didalam ruangan itu, fallix melangkah mendekati kain yang melamabai, sekuat tenaga fallix memberanikan dirinya mendatangi kain yang cukup menarik perhatiannya, selangkah, dua langkah, tiga langkah kini kain itu berada tepat dihadapan wajahnya, berbekal penerangan dari layar handphone yang hampir mati fallix menyelidiki kain yang menggantung dihadapannya, mulai dari bawah, ketengah dan tiba-tiba fallix menerima pesan singkat yang langsung menghabiskan baterai handphonenya, fallix berusaha menghidupkan kembali handphone itu dan saat menyala sontak menerangi benda yang menggantung didepannya fallix menjerit ketakutan ketika melihat benda yang tergantung tersebut adalah mayat seorang perempuan dengan tali dilehernya.
"setaaannnn. "; teriak fallix
fallix berlari secepat dan sekuatnya, fallix keluar dari rumah kemudian membungkukan badan sambil membuang nafasnya,
"aaaa.. "; teriak fallix terkejut.
"den kenapa aden teriak-teriak..?? "; tanya bapak-bapa didepannya.
"enggak pak enggak apa-apa. "; fallix menetralkan degup jantungnya dengan menarik nafas dalam-dalam.
"tapi kenapa aden lari-lari.??"; tanya_nya kembali.
kemudian fallix kembali kedalam mobilnya diikuti bapak-bapak tadi.
__ADS_1
"ada apa pak..?? "; tanya fallix ketika mendapati bapak itu mengikutinya.
"den mohon maaf bukannya saya ikut campur. "; bapak itu tampak meremas-remas jemarinya.
"masuk pak !!"; fallix membiarkan bapak itu bercerita didalam mobilnya.
"saya mendengar nak nilam dirawat apa itu benar. ??";
"ia betul pak. "; fallix mengangguki pertanyaannya.
"saya sarankan mereka segera pindah ..!!";
"loh kenapa pak.. ??"; tanya fallix heran.
"sekitar enam bulan yang lalu, pagi itu pasangan pengantin baru, pindah kerumah ini namun tiga hari kemudian kami menemukan pengantin lelaki mati mengenaskan dengan beberapa luka robekan dan memar dibagian lehernya, sedangka si pengantin perempuan ditemukan mengurung diri dikamarnya, ditangannya masih memegang pisau dapur, dan kemungkinan dialah pelakunya, ";
"apa dia sakit jiwa. ??";
"sebelumnya dia baik-baik saja namun tidak setelah mereka tinggal disini, menurut sang ibu putinya itu sering kerasukan, dan saat itulah dia sering tidak sadar dan melakukan hal diluar nalar."
"apa..?? "; fallix bebar-benar terkejut dengan ucapan itu.
__ADS_1