Ruang Kegelapan,

Ruang Kegelapan,
demi melindungi fallix nilam memilih putus


__ADS_3

sejak tadi makam fallix tak bisa berhenti mencemaskan nilam pasalnya nilam masih tak bisa dihubungi ditelpon tidak diangkat di chat tak dibalas fallix mondar mandir dilapangan volly membuat orang bingung melihat tingkah fallix


"fallix temui aku disini.,"


chat yang fallix tunggu-tunggu akhirnya datang, segera fallix mendatangi nilam Yang berdiri dikursi penonton paling ujung..


"sayang kamu kenapa gak bisa dihubungi sih.,"


nilam melepaskan kedua tangan fallix pada sisi wajahnya membuat fallix heran.


"fallix aku mau kita putus.,"..


"apa ...?? putus.??"


nilam menganggukan kepalanya.


"sayang ada apa kenapa tiba-tiba begini..??"


fallix


"aku mohon jangan ikuti aku lagi.,"


nilam hendak pergi namun ditahan fallix.


"beri aku alasan."


fallix.


"aku tak perlu memberimu alasan.,"


nilam.


"aku tidak setuju, kamu harus beri aku alasan.,"


fallix.


"apa dengan alasan kamu akan menjauhiku., "

__ADS_1


mata nilam mulai berkaca-kaca.


"ya, aku akan coba., "


fallix melepaskan tangannya.


"aku memiliki hubungan dengan yang lain.,"


"beri aku alasan lain."


fallix memalingkan tatapan nya.


"aku tak bisa hidup bersama kamu lix.,"


"aku mengharapkan alasan lain., "


"kenapa harus ada alasan sih lix pokonya kita putus dan kamu gak boleh campuri urusan ku.,"


nilam mulai menitikan air matanya,


"ucapkan aku tidak mencintai mu..;"


"apa., ??"


"lix itu hal yang tak mungkin aku ucapkan hanya aku yang tau seberapa besar cintaku, tetapi jika kamu terus berada didekatku nyawamu akan terancam"


gumam nilam dalam hati.


"katakan itu nilam., "


nilam menarik nafasnya dengan berat mengatakan.


"aku tidak mencintaimu lix.,"


nilam melangkah pergi namun fallix menarik nilam kedalam pelukan_nya.


"aku tak bisa melakukan ini.,"

__ADS_1


fallix menciumi pucuk ubun-ubun nilam dengan berat hati fallix meninggalkan nilam.


nilam terduduk diatas kursi tak percaya dirinya baru saja mengakhiri hubungan dengan fallix tetapi nilam tak boleh egois baginya keselamatan fallix lebih penting dibandingakn keinginan memiliki fallix seutuhnya.,


flash back


saat nilam tersadar dari pingsan nilam melihat kaca yang berserakan dikamar tidurnya nilam bingung dan bertanya-tanya, nilam melihat tangan kanannya yang terpantul pada sisa cermin yang masih menempel di lemari pakaian dibalut kain kasa, saat nilam masih bergelut dengan pertanyaan-pertanyaan di otaknya.


terdengar percakapan.


"apa nak fallix tidak apa-apa...??"


tanya ratih yang berdiri disamping bachtiar tatapan nya menuju mobil berwarna hitam milik fallix yang terparkir dipekarangan


"semoga saja nak fallix tidak kenapa-kenapa.,"


Bachtiar membuang nafas lelahnya.


"maafkan ayah karena ayah kalian menanggung akibatnya seharusnya ayah tidak tergiur untuk membeli rumah ini, sebenarnya sebelum membeli rumah ini orang lain memperingatkan ayah tentang hal-hal janggal yang sering terdengar dan berasal dari rumah ini, ayah malah menganggap itu semua pemikiran bodoh.,"


"lalu bagai mana dengan nilam?? farid juga tak mau pulang karena kejadian kemarin


ibu ngeri sekali melihat kejadian tadi yah bagai mana mungkin Putri kita mengancam orang lain terlebih orang lain itu fallix."


Ratih


"ayah tak pernah menemukan sikap ini pada nilam sebelumnya."


Bachtiar.


"apa kita perlu mengundang orang pintar.,??"


tanya ratih khawatir.


"nanti ayah fikirkan lagi.,"


merasa ada yang aneh pada pembicaraan Ratih dan Bachtiar lantas nilam bertanya kepada Zubaidah(nenek) apa maksud dari percakapan mereka, panjang lebar Zubaidah menceritakannya hingga membuat nilam menyadari satu hal (fallix)

__ADS_1


flash back off


__ADS_2