
mobil fallix sampai dipekarangan rumah nilam, setelah memarkirkan mobil fallix turun mengikuti nilam, awalanya fallix tidak mau mampir tetapi fallix tak bisa menolak permintaan kekasih yang amat ia cintai, dihati fallix nilam segala-galanya.
kedatangan fallix disambut zubaidah dan ratih, zubaidah menemani fallix duduk dan sedikit berbincang menunggu nilam keluar dari kamarnya.,
Di dalam kamar nilam tengah mengganti pakaian menghadap kecermin,
Di luar fallix tiba-tiba mendengar suara barang pecah dari dalam kamar nilam,
saat fallix sampai diambang pintu kamar, dia dikejutkan dengan mata nilam yang menatap nya penuh kebencian.
"pergi dari rumah ku..!!"
teriak nilam menghunuskan serpihan kaca ditangannya.
Ratih dan Zubaidah yang mendengar sura keributan mendatangi kamar nilam.
"nilaaam.,"
teriak zubaidah panik melihat lumuran darah ditangan Puteri sulung_nya yang tengah menghunuskan kaca mengancam fallix
"pergi kau pengkhianat.,"
teriak nilam mengancam fallix.
"sayang aku mohon jangan lakukan ini, mari kita bicara.,"
"pergi kau beren***k.,"
nilam mengikuti langkah mundur fallix menghindari kaca ditangan nilam.,"
"nilam,."
__ADS_1
teriak ayah yang baru saja pulang membeli makanan jadi.
Bachtiar mengunci tubuh nilam sedangkan yang lain sekuat tenaga melepaskan kaca yang dipegang nilam.
Nilam terus meronta hingga Bachtiar terlempar tak mampu menahan amukan nilam.
fallix kembali menjadi sasaran nilam,
nilam menatap fallix penuh kebencian nafasnya memburu menuntut kematian.
"kau harus mati., "
teriak nilam semakin mengencangkan cengkraman nya dileher fallix,
suasana semakin menegangkan nilam tak bisa dikendalikan orang-orang dalam rumah itu berteriak panik melihat fallix yang hampir kehabisan nafas sedangkan nilam sendiri tertawa terbahak-bahak melihat fallix tak berdaya dalam cengkramannya.
setelah berusaha sekuat tenaga menghentikan nilam dan tak membuahkan hasil, ratih berinisiatif menyiram nilam dan berteriak
"Allohuakbar.".
kepanikan fallix semakin menjadi, seger a fallik menggendong nilam kedalam kamarnya.
dengan pelan dan teratur fallix memutar kain kasa menutupi luka yang sudah ia bersihkan sesekali fallix memandangi nilam yang masih belum sadarkan diri.
pada hati fallix timbul tanya mengapa sikap nilam selalu berubah ketika didalam rumah, nilam seolah sangat membencinya dan menyimpan dendam mendalam sedangkan saat diluar rumah sikap nilam kembali seperti biasanya (baik dan lembut), tangan fallix tergerak membelai nilam
"sayang, cepat sadar jangan buat aku khawatir.,"
mencium kening nilam.
Rasa Cinta fallix terhadap nilam tak sedikit pun berubah meskipun akhir-akhir ini sikap nilam selalu berubah kasar padanya fallix berjanji akan mencari jalan keluar atas masalah yang tengah menerpa hubungan mereka.
__ADS_1
semilir angin berhembus melari awan ketepi barat menyapu dedaunan mengantar matahari ke paduan menyambut malam berirama hewan saling bersahutan.
didalam mobil fallix menunggu kabar sebelum pergi fallix ingin memestikan nilam baik-baik saja,
tak lama kemudian fallix melihat nilam berjalan keluar dan nampak baik-baik saja.
"fallix.,??"
ucap nilam ketika melihat mobil berwarna hitam menjauh dari pekarangan.
"bu, ibu.,"
teriak nilam pada wanita yang tengah memasak.
"apa fallix datang ke sini..??"
pertanyaan itu membuat ratih kembali bertanya.
"apa nilam tidak ingat kejadian tadi sore.,?? "
ratih.
"ke-ja-dian tadi sore? maksud ibu?.,"
nilam menatap ratih penuh tanya.
"bukannya tadi fallix yang mengantar kamu pulang.,"
"oOH aku ingat, apa fallix disini selama aku tidur.,??"
tanya nilam.
__ADS_1
"ia nilam tapi fallix memutuskan pulang sebelum kamu bangun.,"
ratih berupaya menyembunyikan kejadian tadi sore sesuai permintaan fallix.