Ruang Kegelapan,

Ruang Kegelapan,
Nilam kesurupan


__ADS_3

"nilam.. "


teriak Bachtiar panik ketika melihat apa yang dilakukan putrinya, Bachtiar lantas menarik nilam menjauhi fallix


"nilam..,"


teriak zubaidah dan ratih bersamaan..


"laki-laki ber****ek, penipu, pengkhianat,aku benci.,"


teriak nilam dengan sangat lantang,


"ukhu ukhu ukhu.,"


fallix yang baru saja terlepas dari cengkraman tangan nilam.


nilam terus merontas tenaga Bachtiar tak lagi mampu menahan tenaga nilam yang kali ini lebih kuat dari sapi yang mengamuk.


nilam kembali menyerang mencakar dan terus mencaci fallix,


Bachtiar sampai kewalahan memegangi nilam.


"nilaam.,"


teriak zubaidah juga ratih mereka bitu panik mendapati perilaku putrinya sangat tak wajar.


"mati kau penghianat.,"


teriak nilam dan menghujani fallix dengan berbagai serangan,


kemudian datanglah dua orang leleki dari tetangga Bachtiar.


"ada apa ini pak., "


teriak tetangga,


"tolong bantu saya menjauhkan nilam.,"

__ADS_1


Bachtiar masih berusaha menjauhkan nilam dari fallix.


segera kedua leleki tadi menjauhkan nilam .


Bachtiar akhirnya berhasil melepaskan cengkraman nilam kepada fallix dibantu kedua tetangganya.,


"aku hamil, dan aku rela melakukan apapun tapi dia penghianat,aku akan memb***hmu.,"


teriak nilam, dan sesekali nilam tertawa terbahak-bahak.


Bachtiar duduk lesu diatas kursi tenaganya tak bisa mengimbangi tenaga nilam meskipun ada dua leleki membantunya tetap saja mereka kewalahan.


"pak bagai mana keadaan perempuan tadi.,??"


tanya fallix pada salah seorang yang baru saja keluar dari rumah nilam.


"nilam dikunci dikamarnya, semoga tidak terjadi apa-apa.,"


"untuk sementara ini jangan dulu temui nilam.,"


tanya fallix penasaran.


"sepertinya nilam kesurupan, tapi... semoga saja tidak terjadi apa-apa pada nilam tetap awasi dia,."


laki-laki itu seolah menghawatirkan sesuatu,


setelah kedua lelaki itu pergi, ekor mata fallix seperti melihat bayangan perempuan keluar dari dalam rumah, karna mengira itu nilam fallix mengikutinya pelan-pelan sampai perempuan tersebut berhenti dan berbalik kepadanya.,


"aaaaaaa., "


teriak fallix, fallix terkejut setengah mati hingga ia terperanjat dan terbangun dari tidurnya.


"siapa dia.,"


batin fallix.


falik kembali dikejutkan oleh bayangan yang terpantul dari kaca mobil nya, tapi akhirnya dia lega setelah menyadari bayang itu berasal dari Bachtiar yang membawakan_nya kotak obat.

__ADS_1


"nak,.??"


ucap Bachtiar sambil mengoleskan alkohol pada luka dibeberapa bagian wajah fallix.


"ia., "


jawab fallix meringis menahan perih.


"apa kalian sedang bertengkar.,??"


tanya Bachtiar.


"kami tidak sedang bertengkar, malahan nilam tadi terlihat sangat bahagia ketika saya mengatakan akan menikahinya dalam waktu dekat.,"


"tapi ada apa dengan nilam,? bagai mana dia bisa semarah itu.??


Bachtiar menghentikan aktivitasnya.


"saya sendiri heran pak sebelum nilam tertidur dimobil saya dia masih terlihat sangat bahagia bahkan dia mengatakan tidak apa-apan pernikahan-nya digelar sederhana yang penting sah.. ".


"aku melihat orang lain pada jiwa anak ku bagaimana mungkin nilam anak yang baik da lembut melakukan hal seperti itu bahkan kepada seseorang yang sangat ia cintai. "


"pak bapak kenapa.,??"


tanya fallix ketika melihat Bachtiar melamun.


"oh. ia. maaf nak sebaiknya nak fallix pulang dulu sekarang sudah malam.,".


pinta Bachtiar..


"ia pak kalau terjadi apa-apa tolong hubungi saya.,"


Bachtiar menganggukan permintaan fallix dan kembali masuk kedalam rumahnya.


malam sekitar jam 23:30 farid adik nilam yanng ber usia sekitar 10 Tahun terbangun dari tidurnya karena tak bisa menahan diri untuk buang air.


setelah merasa lega farid segera kembali kekamarnya tapi.. sepertinya Farid melihat sosok perempuan menaiki tangga, rasa penasaran-nya mendorong farid mengikuti perempuan yang dia kira itu nilam

__ADS_1


__ADS_2