Ruang Kegelapan,

Ruang Kegelapan,
hilang nafsu makan


__ADS_3

"nilam.. nilam.. "


suara lembut membangunkan ku dari mimpi yang ngeri, saat kubuka mata kulihat wanita paruh baya didepanku dengan cemas ia mengusap kening yang dibasahi keringat.


"ada apa nilam.?? " mamah memeluk ku erat.


tetapi aku enggan mengatakan apapun aku takut mamah khawatir,


"sekarang nilam mandi setelah itu temui kami dimeja makan, ya sayang.!!"


anggukanku tanda meng ia kan ucapan mama untuk menuruti permintaan wanita hebat itu.


selepas mandi aku segera menemui mereka yang telah sama² duduk diatas kursi masing² saling berhadapan menunggu ku melengkapi mereka.


suasana meja makan sangat hening tanpa ada yang memulai percakapan, aku sendiri masih bingung akan hal² yang baru saja menimpaku.


"nilam..??" tanya ayah kpd ku.


"kamu kenapa nak..??" pertanyaan itu muncul ketika ayah mendapatiku hanya terdiam.


"kenapa kamu tidak makan sayang, apa kamu tidak menyukai makanan ini..??"


tetapi mulutku tak bisa berucap sedikitpun untuk menanggapi pertanyaan ayah, apa yang kutemui dihalaman tadi membebeni fikiran dan merenggut nafsu makanku, karena merasa tak lapar aku memutuskan kembali kekemar tanpa menyentuh makanan yang telah ibu hidangkan.


"nilam. nilam. " ayah memanggil ku tapi tidak ku gubris


"ada apa dengan nilam.?" tatapan ayah mengarah pada ratih(istri)..

__ADS_1


"sudah lah mungkin nilam lelah, biarkn dia istirahat" ucap nenek..


"tak biasanya nilam seperti itu.;" heran ayah mendapati sikap nilam yang berubah jadi pendiam.


Surya membelai bumi, sinar hangat menyentuh dan mengetuk menerobos melewati setiap celah yang membiarkannya lari. Nilam, masih terduduk ditempat yang sama sejak 20 menit yang lalu kepalanya tertunduk tanpa tujuan pikirannya kosong dan tak bisa diterka.


"nilam kamu kenapa sayang kamu sakit.?;" tanya ratih dan kemudian menghampiri putri sulung kesayangan nya yang sejak tadi ia amati tampak melamun.


"bu, apa kita benar² akan tinggal disini.?;.


"kenapa sayang kamu gax betah..?";


ratih memggenggm tangan nilam penuh tanya.


"bu, nilam.. ti


belum sempat mengutarakan keinginannya ucapan nilam terhenti ketika ratih berkata


ratih memeluk nilam menguatkan.


"nilam.. ":


teriak kiki sambil melambaikan tangannya menyambut kedatangan nilam..


namun sikap nilam tetap datar sehingga mengundang tanya kiki.


nilam nyeloyor tanpa memperdulikan kiki disampingnya beserta kata² dan keributan seperti biasa mereka lakukan. .

__ADS_1


stelah mata kuliah usai nilam keluar dari kelas diikuti kiki yang menghujani nilam dengan pertanyaan.


"lam, gimana hari pertama tinggal dirumah barumu, ada cowok ganteng gax"


"lam aku boleh gax main kesana..??";


"lam kamu knp sih berantem sama falix..??;


namun nilam tetap diam tatapannya kosong tanpa tujuan membuat kiki geram dan kesal,,


"nilaaaammm..."; teriak kiki,


karena merasa di abaikan kiki memutuskan membiarkan nilam sendiri.


"apasih kesalahan gue hingga nilam ngediamin gue begini. "; gerutu nilam dan tanpa dia sengaja kata² itu sampe ketelinga falix yang tengah beristirahat dari bermain volly nya..


"kenapa dengan nilam ki..??"; tanya falix sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecil..


"kalian bertengkar..??"; tanya kiki menyelidik..


"siapa.. ??";


"kamu dan nilam..?;".


"nggax kami baik² saja.. ";


ucap falix menoleh kearah kiki dengan kerutan diantara kedua alisnya merasa heran...

__ADS_1


benar saja apa yang dikatakan kiki sikap nilam benar² aneh ia hanya diam bahkan ketika falix berdiri dihadapannya nilam seolah tidak melihat keberadaan dan mengabaikan falix begitu saja,


biasanya saat falix datang nilam akan berlari kearahnya dan bergelayut manja, namun hari ini nilam nampak berbeda 180°


__ADS_2