
Bai Hao mengayunkan pedang yang dia pegang dan membuat ke 4 orang penjaga yang menyerangnya terpental lalu menabrak sebuah bangunan yang ada di sana.
“ Sekali lagi aku peringatkan untuk tidak menghalangi jalanku, atau aku tidak akan segan lagi! “ ancam Bai Hao sembari menatap tajam ke arah komandan penjaga dan Zu Ko
“ Maju, tunggu apa lagi! Dia hanya sendiri! “ teriak Zu Ko berapi - api dan membuat komandan penjaga segera melirik ke arah bawahannya yang lain.
Kediaman Patriak*
“ Lapor Patriak! “ ujar salah seorang prajurit memasuki ruang kerja Zu Long sambil membungkuk
“ Katakan, apa yang terjadi! “ kata Zu Long masih fokus dengan berkas di depannya.
“ Tuan Muda Zu Ko dan Komandan Penjaga tengah mengepung seorang penyusup! Dan sekarang mereka sedang bertarung di tengah kota! “ kata prajurit tersebut
“ Apa fenomena aneh ini merupakan dampak atau kekuatan dari musuh..? “ tanya Zu Long memastikan
“ Benar Patriak, apa yang harus saya lakukan..? “ tanya prajurit tersebut
Zu Long menghela nafas panjang, karena dia tidak habis pikir. Bagaimana dan siapa orang yang berhasil menembus pertahanan daerah kekuasaannya tanpa terdeteksi oleh sensor kesadarannya.
“ Huffftt… kau lanjutkan tugasmu, aku akan langsung menuju lokasi kejadian! “ perintahnya dan lekas berdiri lalu keluar dari ruang kerjanya.
Kembali ke Bai Hao, dia saat ini sedang berusaha menangkis serangan dari 6 orang termasuk sang Komandan.
Dan sialnya mereka memiliki kultivasi Penempaan Tubuh awal untuk yang terendah dan sang Komandan sendiri berada di tingkat Akhir Penempaan Tubuh.
“ Menyerahlah! Agar hukuman yang kau dapat di sidang nanti tidak terlalu berat! “ kata Komandan sembari menangkis santai tebasan yang mengarah ke perutnya.
“ Dalam mimpimu! “ bentak Bai Hao lalu mengumpulkan semua Qi yang dimilikinya pada serangan yang akan di lancarkannya
Drttt….
Drtttt…..
Pedang Bai Hao di selimuti aliran petir emas yang sangat ganas, hingga tangan Bai Hao sendiri merasa sedikit kesemutan.
Hyaaa….
Teriak Bai Hao menebaskan pedang ke arah 6 orang tersebut, di sisi lain. Zu Ko hanya tersenyum sinis melihat hal tersebut, sebenarnya Zu Ko hanya kesal karena tidak mendapatkan uang jajan dari ayahnya dan saat melihat Bai Hao, tiba - tiba dia memiliki rencana untuk melampiaskan rasa kesalnya.
“ Buat formasi pelindung! “ teriak Komandan
Biarpun dia tidak mengetahui tingkat kultivasi Bai Hao, tetapi dia merasa serangan yang di lepaskan Bai Hao sangat berbahaya.
Setelah mendengar teriakan Komandan mereka, ke 5 orang segera membentuk sudut segi 5 dan melakukan segel tangan.
Formasi Pentagram!
Teriak ke lima orang tersebut secara bersamaan.
Blarrr……
Energi petir emas meledak dengan dasyat saat menabrak formasi tersebut.
__ADS_1
Ughhhkk….
Setelah melepaskan serangan yang menguras kering Qi di dantiannya, Bai Hao memuntahkan darah segar.
Tidak jauh beda dengan Bai Hao, ke lima penjaga yang membuat formasi juga memuntahkan darah segar dan mengalami luka dalam yang lumayan parah.
Sehingga hal tersebut membuat ke lima penjaga jatuh pingsan, Bai Hao menancapkan pedangnya di tanah.
Ughhh…
Rintih Bai Hao karena tiba - tiba tangan Komandan Penjaga telah mencekik lehernya.
“ Karena kau sudah membunuh beberapa anak buahku dan membuat mereka mengalami cidera parah, maka kau harus menebusnya dengan kematian yang menyakitkan! “ ujar geram sang Komandan sembari memukul wajah mulus Bai Hao dan membuatnya terlempar hingga menabrak bangunan
Blarr…
Bangunan yang di tabrak Bai Hao seketika hancur bagian temboknya.
Saat Bai Hao berusaha bangun, tiba - tiba sang komandan berada di depannya dan menginjak dadanya.
“ Ughh…. Kau akan menyesal setelah mempercayai orang bodoh itu! “ rintih Bai Hao dengan tatapan yang tajam
“ Tidak perlu banyak bicara untuk seorang yang akan menjadi mayat! “ jawab Komandan Penjaga sembari mengeluarkan pedang dari cincin ruangnya.
“ Apa ada kata terakhir..? “ tanya Komandan penjaga sembari mendekatkan muka ke wajah Bai Hao
Tanpa dia sadari, Bai Hao meludahkan darah yang berada di mulutnya ke wajah Komandan Penjaga.
“ Bajingan! “ murka sang Komandan dan langsung mengayunkan pedang dengan cepat.
Belum sempat pedangnya menyentuh leher Bai Hao, dia telah terpental jauh dan menabrak bangunan di seberang jalan serta kepulan debu yang tebal menutupi tempat Bai Hao.
“ Bajingan! Siapa yang berani menggangguku! “ teriak Komandan Penjaga kesal sembari mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
Sesaat kepulan debu di sekitar tempat Bai Hao mulai menghilang dan mulai memperlihatkan sosok dewasa yang berdiri di depan Bai Hao yang telah pingsan, semakin lama semakin jelas sosok tersebut.
“ Patriak! “ pekik Komandan Penjaga terkejut dan segera berlutut sembari melirik tajam ke arah Zu Ko
“ Apa maksudnya ini Komandan Zu Fan..? “ tanya dingin Zu Long sembari mengeluarkan tekanan yang kuat dan langsung membuat Zu Fan dan Zu Ko tersungkur di tanah
Tangan Zu Long di arahkan ke Zu Fan dengan telapak tangan terbuka. Secara mengejutkan, Zu Fan melayang dengan cepat dan lehernya telah di cengkram Zu Long.
“ Sekarang jelaskan! “ bentak Zu Long dengan tatapan membunuh
Zu Fan mulai menjelaskan duduk perkara dari awal hingga akhir, setelah mendengar penjelasan tersebut. Zu Long melempar Zu Fan dengan keras dan tubuh Zu Fan menabrak beberapa bangunan hingga membuatnya tida sadarkan diri.
“ Bawa Zu Ko ke kediamanku dan panggil ayahnya yang tidak tahu diri! “ kata Zu Long dan seketika muncul sosok berpakaian hitam di sebelah Zu Ko
Zu Ko yang melihat hal tersebut hanya bergetar ketakutan serta merutuki nasib sialnya, dia segera di buat tidak sadarkan diri lalu dibawa oleh sosok berpakaian hitam tersebut.
Sementara Zu Long membawa tubuh Bai Hao ke Lembah Liyang dan menuju ke telaga pemulihan, dia merendam tubuh Bai Hao disana dan memanggil Pelindung Keluarga.
Suittt….
__ADS_1
“ Jaga pemuda itu! Jangan biarkan ada yang mengganggu pemulihannya atau kau akan tahu akibat dari hal tersebut “ tungkas Zu Long singkat dan langsung menghilang tanpa mendengar jawaban dari Pelindung Keluarga.
Kediaman Patriak*
Zu Long telah sampai di kediamannya dan melihat bahwa Zu Ko telah babak belur akibat di pukul oleh algojo Keluarga Zu.
“ Cukup! Aku tidak mau dia mati dan menyebabkan pergolakan di keluarga! “ tahan Zu Long
Sang algojo segera menghentikan kegemaran menyiksanya dan pamit undur diri.
“ Lapor Patriak, Tetua Zu Lay meminta ijin untuk menghadap “kata penjaga kediaman dengan membungkuk hormat
“ Suruh bajingan itu masuk! “ kata Zu Long dingin
Penjaga gang mendengar nada dingin Zu Long segera bergetar ngeri, “ Ba…baik Patriak “ dia segera meninggalkan Zu Long dan memberi tahu Zu Lay.
Penjaga tersebut tahu jika semua ini akan berakhir tidak baik.
Zu Lay pun berjalan menuju ruang pertemuan setelah mendengar bahwa Patriak mengijinkannya masuk.
Tok….tok….tok…
“ Masuk! “ jawab Zu Long dingin
Saat Zu Lay masuk, dia sangat terkejut melihat anaknya telah babak belur hingga bermuka seperti B4B1.
“ Salam Patriak, apa yang sebenarnya telah dia lakukan! “ tanya Zu Lay sembari membungkuk memberi salam
“ Tidak seharusnya Anda menghukum generasi muda hingga seperti itu “ lanjut Zu Lay terdengar sopan namun tersirat ke tidak puasan atas tindakan yang diambil Zu Long
Tiba - tiba Zu Long berada di depan Zu Lay dan langsung menamparnya dengan keras hingga membentur tembok.
“ Patriak! Apa yang Anda… “ belum sempat Zu Lay bertanya, Zu Long mencekik lehernya
“ Kau tidak perlu banyak tahu! Kau tahu spa yang dilakukan anakmu dapat membuat Keluarga Zu hancur dalam 1 malam meski kita berada di dimensi leluhur Zu Liyang! “ kata Zu Long geram sembari agak mengeraskan cengkramannya
“ Masih untung aku tidak membunuhnya, karena jika orang tersebut sampai cacat atau bahkan mati akibat perbuatan anakmu. Maka saat itu juga adalah akhir dari Keluarga Zu, dan berharaplah agar orang tersebut masih bisa selamat dan tidak ada kecacatan! “ lanjut Zu Long mulai mengendurkan cengkramannya
“ Si….siapa orang itu Patriak..? “ tanya Zu Lay penasaran karena anaknya menyinggung orang yang Patriak pun takut menghadapi buntut dari kejadian itu.
“ Kau tidak perlu tahu! Itu hanya layak di ketahui oleh keluarga inti serta beberapa pelindung Keluarga Zu yang telah di sumpah! “ jawab Zu Long sinis
“ Dan mulai sekarang, jabatanmu sebagai Tetua ke 5 aku turunkan. Sekarang pergilah ke tempat hukuman bersama anakmu untuk merenungi kesalahanmu! “ lanjutnya sembari melepas cengkraman tersebut dan menghilang dari ruang pertemuan.
Di sisi lain, Bai Hao mendapati bahwa dirinya berada di sebuah padang rumput yang luas.
“ Apa aku mati dan memasuki surga..? “ gumam Bai Hao karena di sekelilingnya hanya hamparan padang rumput dan langit cerah berwarna biru.
“ Belum anak muda! “ jawab seseorang dari belakangnya
Bai Hao lantas membalikkan badan dan memasang kuda - kuda bertarung, “ Siapa Senior ini…? “ tanya nya curiga
“ Kau akan mengetahuinya sebentar lagi! “ ujar pria paruh baya itu sembari menembakkan cahaya berwarna biru dan langsung melesat masuk ke dalam kepala Bai Hao.
__ADS_1
Arrrghhhh…….
Bai Hao berteriak kesakitan, sedangkan pria paruh baya itu hanya tersenyum misterius.