
Saat matahari mulai terbit dari timur, Bai Hao mengakhiri meditasi dan pengolahan tekhnik yang baru dia modifikasi.
“ Lumayan, sebentar lagi aku akan menerobos ke lapisan menengah tingkat Penempaan Tulang“ gumam Bai Hao senang
“ Semoga di dalam dimensi nanti aku bisa menerobos dengan cepat “ lanjutnya dengan senyuman yang terlukis di wajah
“ Tuan Muda, apa bisa kita berangkat sekarang..? “ tanya Zu Huo menghampiri Bai Hao
“ Mari Senior, silahkan Senior pimpin jalannya karena aku tidak begitu hafal rute “ jawab Bai Hao berterus terang.
“ Mari ikuti saya Tuan Muda “ 2 orang tersebut segera melesat menerjang luasnya hutan belantara.
Sesekali mereka bertemu dengan hewan roh, tetapi hal itu dapat di atasi dengan mudah oleh ke duanya.
Setelah berlari selama setengah hari, terlihat 1 km di depan mereka terdapat sebuah gapura dengan beberapa tulisan kuno.
“ Klan Zu “ gumam Bai Hao melirik tulisan di tengah gapura tersebut
Setelah memasuki gapura itu, mereka melanjutkannya dengan jalan kaki.
“ Sebentar lagi kita akan sampai di pintu masuk dimensi “ kata Zu Huo menjelaskan sembari memecah keheningan mereka
Bai Hao hanya menanggapinya dengan anggukkan kepala.
Sesaat kemudian, mereka tiba di pinggiran telaha yang berair sejernih kristal hingga dasar dari telaga tersebut terlihat.
“ Mari Tuan Muda! “ ajak Zu Huo mengarah ke batu cadas yang besar dan terdapat lubang sebesar kelereng disana.
Crashh…
Zu Huo mengiris tangannya dan darahnya perlahan menetes lalu masuk kedalam lubang di batu cadas itu.
“ Harap Tuan Muda menahannya! “ serunya sembari memegang tangan Bai Hao
Zepp…
Seketika, keberadaan ke dua orang itu lenyap seperti di telan bumi dari depan batu cadas.
Bai Hao melihat sekitarnya bahwa dia telah berada di lorong dimensi, sekitar 10 menit berlalu dan akhirnya mereka telah muncul di dimensi yang dimaksud.
“ Ini adalah kediaman Keluarga Zu hamba, dan dimensi ini sendiri bernama Zu Liyang sesuai dengan nama leluhur keluarga yang menemukannya “ jelas singkat Zu Huo
“ Mari saya antar anda untuk bertemu dengan Patriak terlebih dahulu! “ lanjutnya sembari berjalan keluar dari sebuah bangunan bergaya cina kuno
Bai Hao melihat sekitarnya dan dia sangat terkagu - kagum dengan konsep dan penataan bangunan yang berada di dimensi Zu Liyang.
“ Laporkan pada Patriak bahwa aku telah kembali “ ujar Zu Huo kepada penjaga kediaman Patriak
Penjaga tersebut segera masuk kedalam bangunan, dan tidak lama setelah itu dia keluar dan mengajak Zu Huo beserta Bai Hao masuk ke dalam ruang pertemuan.
“ Zu Huo memberi hormat kepada Patriak “ ujarnya sembari membungkuk dan menangkupkan tinju
Bai Hao mengikuti gerakan Zu Huo dari belakang namun hanya diam tanpa berkata sepatah kata pun.
“ Selamat datang kembali putraku! Dan siapa gerangan yang ada di belakangmu..? “ jawab Patriak penasaran
“ Dia adalah Tuan Muda Bai Hao Patriak, dan kita bertemu di Hutan Neraka “ jawab Zu Huo lalu menceritakan garis besar pertemuannya dengan Bai Hao
Patriak Zu mengangguk, “ Tidak usah terlalu sopan, kita hanya bertiga di ruangan ini. “ kata Patriak Zu
“ Namaku adalah Zu Long, dan ada keperluan apa Tuan Muda ingin masuk ke dimensi ini..?” tanya nya sembari menatap tajam Bai Hao
Meskipun Zu Long tahu bahwa Bai Hao adalah orang dari Klan Bai, tetapi dia menduga bahwa Bai Hao adalah anak seorang Tetua Agung atau Tetua tingkat atas Klan Bai.
__ADS_1
“ Maafkan Junior ini, Junior bernama Bai Hao dan tujuan Junior masuk kesini adalah… “ jawab Bai Hao memperkenalkan diri sekaligus menceritakan tujuannya
“ hahaha… apa kau percaya dengan hewan iblis itu nak..? “ Zu Long pun tertawa karena merasa Bai Hao terlalu polos dan naif
“ Tentu tidak Senior, Junior ini hanya memburu peluang untuk bertambah kuat karena sebentar lagi akan di ada kan pemilihan jenius Klan Bai sekaligus yang akan menjadi Patriak masa depan! “ jawab Bai Hao
Zu Long mengangguk sembari mengelus jenggotnya yang panjang, “ wajar jika kau tertarik sebab sekarang dirimu sangat membutuhkan kekuatan “ ujar Zu Long
“ Ngomong - ngomong, siapa yang menjadi Patriak Klan Bai sekarang..? “ lanjutnya bertanya
“ Saat ini yang menjadi Patriak adalah Ayah Junior, dia bernama Bai Mubai “ jawab Bai Hao sopan
Mata Zu Long sedikit terbelalak saat mendengar hal tersebut, “ jadi bocah tengil itu yang menjadi Patriak dan menggantikannya “ batinnya
“ Jadi sekarang kau akan mencari sumber daya untuk hewan tersebut..? “ tanya Zu Long penasaran
Bai Hao menggelengkan kepala, “ tidak Senior, jika Senior mengijinkan. Junior ini akan sedikit merepotkan Senior karena ingin berkultivasi di dimensi ini sampai sesaat sebelum pertandingan “ jawab Bai Hao dengan mata yang memancarkan tekad kuat
Zu Long melempar sebuah token ke arah Bai Hao dan dengan sigap di menangkapnya, “ Gunakan itu, Huo’er antar dia dan setelah itu kembali ke ruangan ini “ perintah Zu Long
Bai Hao dan Zu Huo menangkupkan tinju dan pamit undur diri, Zu Huo sedikit terkejut saat melihat ayahnya menyerahkan token berwana emas dengan hiasan matahari 9.
Setelah sampai di bangunan tinggi berlantai 10, Zu Huo segera mengajak masuk Bai Hao dan naik ke lantai tertinggi.
Bak Hao sedikit kaget saat menginjakkan kaki di lantai 10. Aura dan energi langit bumi sangat padat di tempat tersebut, hal itu membuatnya terkagum karena ini adalah pertama kalinya dia mendapati energi setebal ini.
“ Berkultivasilah hingga Tuan Muda rasa telah cukup dan jika Tuan Muda telah selesai, segera pergi ke kediaman di samping bangunan yang kita datangi di awal! “ tungkas Zu Huo
“ Terimakasih Senior! “ jawab Bai Hao menangkupkan tinju
Zu Huo mengangguk dan langsung pergi dari tempat tersebut.
“ Baiklah, saatnya memulai semua! “
Di sisi lain, Zu Huo memasuki ruang pertemuan.
“ kenapa ayah.. “ belum sempat Zu Huo menuntaskan rasa penasarannya, Zu Long mengangkat tangan kanannya agar Zu Huo tidak melanjutkan bicara.
“ Segera mulai misi yang dahulu aku ceritakan kepadamu! Keturunannya sudah muncul dan sekarang adalah waktunya generasi muda sepertimu untuk melanjutkan tugas ini! “ kata Zu Long sembari menatap langit - langit ruangan
“ Hahh… sepertinya aku harus segera pensiun, tidak terasa ternyata usiaku tidak lagi muda “ gumam Zu Long
Zu Huo tersenta kaget mendengar perkataan ayahnya, “ Baik, akan Huo’er jalankan walau nyawa taruhannya! “ jawabnya dan segera melesat denga cepat menuju arah tertentu.
Tempat Bai Hao*
Bai Hao mulai menguasai 1/2 bagian halaman pertama dari tekhnik 4 Elemen Pengguncang Surga, tetapi sekarang dia sudah memodifikasinya.
Selain menyerap aura dan partikel petir sesuai dengan panduaan kitab, Bai Hao di sisi lain mengikat pertikel tersebut dengan Dao kekosongan yang berhasil dia pahami.
“ Hufftt…. Lumayan melelahkan “ ujar Bai Hao mengusap keringat di dahinya.
Lalu dia mulai menelan pil Pengumpul Qi untuk menerobos ke tahapan yang lebih tinggi, setelah menelan pil tersebut, Bai Hao kembali bermeditasi.
Satu minggu berlalu dengan cepat, dan terlihat Bai Hao sedang susah payah menahan rasa sakit yang dia alami.
Usut punya usut, setelah Bai Hao menelan pil Pengumpul Qi. Dia mengeksekusi tekhnik modifikasi miliknya dan sekarang dantian Bai Hao telah semakin lebar dan pertanda dia akan menerobos.
Di dalam dantiannya terlihat petir bewarna emas seperti badai yang menyambar ke mana - mana.
Boom…..
Ledakan kecil terdengar setelah Bai Hao menerobos, “ Sial! Kenapa sakit sekali, seingatku tidak sesakit ini “ umpat Bai Hao saat merasakan dampak dari terobosannya.
__ADS_1
“ Tetapi bukan hal buruk, aku mendapatkan elemen petir aneh ini “ lanjutnya sembari mengangkat tangan sejajar dengan dada.
Di tangan Bai Hak terlihat petir berwarna emas yang meliuk - liuk seperti ular.
“ aku akan menamaimu petir kehancuran, sebab daya hancurmu yang melebihi petir hukuman tingkat “ gumam Bai Hao tersenyum senang
Petir hukuman tingkat sendiri termasuk petir yang sangat ganas, itu terjadi saat seorang kultivator menembus di beberapa tingkat tertentu.
“Sekarang aku akan membaca bab selanjutnya! “
Setelah membaca beberapa menit, Bai Hao sadar kenapa sangat sulit untuk mempelajari tekhnik ini.
“ selain dantian kekosongan ternyata minimal harus mempunyai petir ungu setelah menguasai bab pertama “ gumam Bai Hao
“ jika tidak terpenuhi salah satunya, maka akan ada konsekuensin dan yang paling ringan adalah cacat di dantian “ lanjutnya
Bai Hao segera berdiri dan dia berniat menemui Zu Huo untuk meminta ijin keluar wilayah Keluarga Zu.
Saat di perjalanan menuju kediaman Zu Huo, Bai hao bertemu beberapa berandalan Keluarga Zu.
“ Siapa Kau! “ tanya berandalan itu sembari menghentikan langkah Bai Hao dengan berdiri di depannya
“ Kau tidak perlu tahu! Cepat minggir, aku ada urusan dengan senior Zu Huo! “ kata Bai Hao dingin
“ Kau pasti penyusup! Tidak mungkin kau anggota Keluarga Zu dan aku tidak pernah melihat Tetua Huo memiliki seorang murid! “ ujar berandalan itu dan menembakkan kembang api ke atas langit.
Bai Hao yang melihat hal tersebut hanya memasang ekspresi watados, karena dia tidak ingin mencari masalah di tempat asing.
Seketika itu juga, banyak penjaga berdatangan dan mengelilingi mereka berdua.
“ Tua Muda Ko! Apa yang terjadi..?” Tanya Komandan yang datang dengan tenang
“ Ada penyusup komandan, dan dia orangnya! “ jawab Zu Ko sekonyong - konyong mengatakan Bai Hao sebagai penyusup
“ Aku bukan penyusup! “ kata Bai Hao sembari menjelaskan kenapa dia bisa berada di situ dan menjelaskan pula kemana tujuannya.
“ Mana ada maling yang ngaku! “ teriak Zu Ko dan teriakan itu mengganggu psikologi para prajurit kota
Sebab yang dikatakan Zu Ko memang benar, karena tidak ada maling yang bodoh dan mengatakan bahwa dirinya maling setelah tertangkap basah.
Bai Hao hanya menggelengkan kepala karena ke tololan mereka, segera dia mengeluarkan pedang dari cincin ruangnya dan mengangkatnya tinggi sembari ujungnya menghadap langit.
“ jangan salahkan aku akan bertindak kasar jika kalian masih disini!! “ ancam Bai Hao
Seketika itu juga, dia menyalurkan Qi petir emasnya ke dalam pedang dan pedang tersebut langsung memunculkan petir yang terlihat sangat menakutkan dan penuh dominasi.
“ apa yang terjadi! Kenapa langit tiba - tiba gelap..? “ tanya para prajurit di sana heran sekaligus bingung
Blarr….
Blarrrr……
Drrtttt….
Beberapa kali terdengar sambaran petir dan sebuah petir emas pun mulai menggelegar di atas langit serta kesan kehancuran sangat terlihat saat Petir Emas itu menampakkan diri.
“ minggir atau mati! “ ujar Bai Hao dingin
“ cepat amankan penyusup itu!! “ kata Zu Ko untuk memanasi para prajurit
Seketika sepuluh orang dari mereka maju menyergap Bai Hao, tetapi saat berjarak 10 meter dari Bai Hao.
Blarrr….
__ADS_1
Duarrrr….