Ruler To Immortality

Ruler To Immortality
Bai Hao Vs Li Tang


__ADS_3

Sebenarnya Bai Hao sanggup untuk menghadapi Tetua Sekte Bunga Bangkai jikalau kekuatannya telah stabil.


Sebab Bai Hao baru saja menerobos tingkat Bumi Menengah dan pondasi kultivasinya masih belum benar - benar kokoh.


“ Kenapa mereka tidak segera sampai! Bagaimanapun aku masih Tuan Muda mereka dan jika mereka tidak menghiraukannya maka tunggu saja saat aku bisa selamat dari situasi ini! “ geram Bai Hao kesal karena Tuan Kota Neraka tidak segera mengirimkan bantuan


Bai Hao menyeringai dan tidak menunjukkan rasa takut sama sekali, dulu dia adalah Kaisar para Dewa.


Tidak mungkin hanya dengan kematian di depan mata akan membuatnya takut.


“ Jika aku yang membunuh mereka, apa yang akan kau lakukan! “ tantang Bai Hao


Niat membunuh semakin pekat terpancar dari Tetua itu.


“ Bagus sekali ternyata kau mengakuinya, ingat ini! Namaku adalah Li Tang sang Penghancur dan sampaikan kepada anakku yang berada di alam sana bahwa yang membunuhmu adalah ayahnya “ ujarnya menyeringai dengan tatapan penuh dendam.


“ Hahaha…. Kau bicara seolah adalah sang pencipta yang menentukan hidup dan mati! “ tawa Bai Hao pecah dan Li Tang semakin kebakaran jenggot saat mendengar ejekan itu.


“ Mari kita mulai serius! “ lanjut Bai Hao dengan sorot mata setajam silet


Bai Hao melakukan segel tangan yang sangat rumit dan menancapkan pedangnya di depannya.


Segera kejadian aneh terjadi saat Bai Hao selesai melakukan segel tangan tersebut.


Li Tang menyadari bahwa ada sesuatu yang salah setelah segel tangan yang di lakukan pria bertopeng yang tak lain adalah Bai Hao.


Jurus Serigala Perak Nirwana - Jiwa Serigala !


Teriak Bai Hao dan seketika gagang pedang yang berbentuk kepala serigala memancarkan sinar putih dari bagian matanya.


Auuuuuu…..


Terdengar suara lolongan yang sangat nyaring di tempat itu, dan terbentuk proyeksi jiwa dari Serigala Perak Nirwana setinggi 3 meter lalu melesat ke dalam tubuh Bai Hao.


Long Hao Chen yang melihat itu dari dalam lautan dantian Bai Hao hanya menggeleng kepala karena tingkah muridnya yang terlalu gegabah mengambil keputusan.


Bai Hao segera mengalami perubahan wujud, gigi taringnya mulai agak memanjang dan rambutnya juga memanjang hingga ke punggung serta berubah menjadi putih keperakan.


“ Aku hanya bisa menggunakannya selama 3 menit, jika lebih dari itu maka jiwaku sendiri yang akan hancur “ batin Bai Hao


Bai Hao segera mencabut pedangnya, “ Mari kita mulai tua bangka! “ ujarnya lalu menghilang dari tempatnya berdiri


Li Tang yang merasakan krisis mengancam nyawa segera mengelak ke samping dan sebuah pedang mengiris tipis lehernya.


Jika sepersekian detik dia telat menghindar, bisa dipastikan bahwa kepalanya akan lepas dari tubuh.

__ADS_1


“ Sial! “ keluhnya sembari menjaga jarak dari Bai Hao dan langsung mengeluarkan pedang dari cincin dimensinya


Baru saja dia memegang pedang, Li Tang sudah merasakan krisis lagi dan mengayunkan pedangnya untuk menangkis.


Trang…


Terlihat bunga api akibat benturan tersebut.


Bai Hao menyadari bahwa insting Li Tang sangatlah tajam sebab semua serangannya dapat di tangkis dan di hindari.


Trang….


Trangg…..


Mereka melakukan jual beli serangan, dan sudah lebih dari 100 gerakan.


Bai Hao dan Li Tang sama - sama mengambil jarak aman denga nafas yang tersengal - sengal.


“ sial! Waktuku tinggal 45 detik lagi. Aku harus cepat mengakhiri ini “ umpat Bai Hao yang mulai merasakan efek samping dari penggunaan jurusnya, karena tubuh fisik Bai Hao belum kuat maka akan menimbulkan efek samping.


“ Mari kita akhiri! “ teriak Li Tang geram dengan posisinya yang hanya bisa menghindar dan menangkis lalu mendapatka beberapa sayatan di tubuh.


“ Aku pun berpikiran seperti itu! “ ujar Bai Hao tersenyum sinis


Li Tang segera menghimpun Qi dan memusatkannya untuk melakukan tebasan pamungkas.


Teriak Li Tang melesat menuju Bai Hao, Bai Hao pun tidak tinggal diam.


Tebasan Bulan Purnama!


Srettt….


Crasshhh….


Mereka sama - sama saling melewati dan berada di posisi saling memunggungi dengan jarak 3 meter.


Bai Hao menancapkan pedangnya di tanah dan membalikkan badan lalu melihat ke tempat Li Tang.


“ Lepas! “ gumam Bai Hao membentuk segel sederhana dan kondisi tubuhnya kembali seperti semula, tetapi seluruh tubuh Bai Hao merasakan sakit yang luar biasa.


Bai Hao menggenggam pegangan pedang yang berbentuk kepala serigala sebagai tumpuannya.


Dia bisa melihat bahwa tubuh Li Tang mengalami luka yang parah, dari bahu sebelah kanan hingga pinggang terlihat bekas tebasan yang lebar dan dalam.


Tetapi tanpa Bai Hao sadari, Li Tang tiba - tiba melesat dan mengayunkan pedang dengan sisa tenaganya ke leher Bai Hao.

__ADS_1


Bai Hao yang terkejut tidak bisa menghindar sebab sekarang tubuhnya sangat lelah dan terasa sakit jika di gerakkan.


Sebelum tebasan itu menempel di leher Bai Hao, muncul seseorang yang menangkisnya dan langsung memenggal kepala Li Tang.


Orang tersebut segera memasukkan pil pemulihan dan pengumpul Qi ke mulut Bai Hao lalu membantu proses penyerapan manfaat sebab dia melihat Bai Hao kesulitan bergerak.


Setelah rasa sakit Bai Hao mereda, dia segera mencabut pedangnya dan memasukkan pedang itu ke cincin dimensi.


Orang yang menolong Bai Hao segera memberi hormat dengan kaki kanan di tekuk dan menyentuh tanah, dia tidak sendirian tetapi dibelakangnya ada 30 orang dan melakukan hal yang sama.


“ Hormat Kami Tuan Muda!! “ teriak mereka serempak


“ Maafkan keterlambatan saya Tuan Muda! “ ujar pria yang menolong Bai Hao tadi


Bai Hao menghela nafas “ Baiklah, aku akan memaafkan kalian “ ujarnya pasrah toh yang terpenting nyawa masih menempel di tubuh pikir Bai Hao.


“ Saya adalah Komandan Peleton 3 dari Divisi Sergap yang berada di Batalyon Elang “ katanya menjelaskan


“ Lalu namamu..? “ tanya Bai Hao malas


“ Nama saya Coi, kami terlambat karena… “ Coi menjelaskan semua dari awal hingga akhir kenapa mereka terlambat.


Bai Hak sebenarnya agak malas mendengarkan cerita itu, tetapi demi menghargai mereka maka Bai Hao dengan berat hati harus mendengarkan.


“ Baiklah Komandan Coi, kalian semua bisa mendirikan tenda dan kembali besok sekaligus mengantar penduduk desa untuk kembali lagi ke sini sebab saat inisituasi sudah aman menurutku “ jawab Bai Hao panjang lebar dan berjalan agak tertatih - tatih karena masih merasakan sakit


“ Maaf jika Saya lancang, tetapi Tuan Muda ingin kemana..? “ tanya Coi memberanikan diri


“ Aku ingin kembali ke kamar penginapan yang aku tempati, dan ingin memulihkan diri “ jawabnya sembari melambaikan tangan dan meninggalkan mereka semua


“ hussttt…apakah dia Tuan Muda sampah yang sering dibicarakan itu..? “ bisik seorang prajurit setelah Bai Hao cukup jauh


“ jikalau iya, seharusnya dia tidak bisa berkultivasi tetapi lihatlah ini. Setidaknya dia berada di tingkat Bumi Awal untuk bisa melakukan ini “ sahut rekannya


“ Benar…” belum sempat dirinya menjawab, dia mendapatkan lirikan tajam dari Coi


“ Bagaimanapun dia adalah Tuan Muda kalian, rumor hanyalah rumor dan di depan kalian bukti nyatanya. Jika aku mendengar kalian membicarakan Tuan Muda lagi, maka jangan salahkan aku kalau menggunakan hukum militer! “ tegur Coi


“ Siap Komandan! “ jawab mereka serempak


“ Segera bubar dan dirikan tenda! “ perintah Coi


Pasukan Peleton 3 membubarkan diri dan segera mendirikan tenda untuk mereka tidur.


Di sisi lain, setelah Bai Hao memasuki kamar penginapan, dia melakukan meditasi dan menstabilkan pondasinya.

__ADS_1


“ Besok setelah matahari terbit aku akan pergi menuju lokasi yang diberi tahu Patriak Zu Long “ gumamnya dalam keadaan mata terpejam dan berada di posisi lotus


__ADS_2