Ruler To Immortality

Ruler To Immortality
Orang Dalam


__ADS_3

Sesampainya di kediaman Patriak, Bai Hao segera menunjukkan token miliknya agar tidak terjadi masalah yang tidak di inginkan seperti di gerbang masuk wilayah Klan Bai.


Para penjaga yang melihat token tersebut memberi hormat dan membiarkan Bai Hao masuk.


Bai Hao segera menuju ke belakang kediaman, dimana disana adalah tempat kesukaan sang Ibunda.


Sesampainya di belakang kediaman, Bai Hao melihat Ibundanya di gazebo sedang memandangi kolam dengan memegang boneka berbentuk beruang yang terbuat dari kain.


Boneka itu adalah hadiah ulang tahun Bai Hao ketika berumur 4 tahun, karena dia semasa kecil tidak memiliki teman akibat dari banyak orang tua dari petinggi Klan yang melarang anak mereka bermain dengan Bai Hao.


Saat itu, Bai Mubai dan Mei Lin yang melihat kejadian tersebut sangat sedih.


Bai Mubai merasa telah gagal menjadi seorang Ayah karena tidak bisa memberikan kebahagiaan kepada anak lelakinya.


Dia yang saat itu belum menjadi seorang Patriak hanya bisa menahan kesedihan dan berharap anaknya menjadi lebih tegar dalam menghadapi cobaan.


4 tahun setelah kejadian tersebut, Bai Mubai diangkat menjadi Patriak Klan menggantikan Ayahnya yang mengundurkan diri untuk fokus pada jalan Kultivasi.


Naasnya, keadaan tidak berubah jauh. Dan kebanyakan yang mendekati atau berteman dengan anaknya, hanya karena ingin mendapat dukungan Bai Mubai sebagai Patriak Klan atau ingin mencari muka terhadap Bai Mubai.


Mengingat kejadian masa lalu itu, Bai Hao sedikit terbakar emosi. Meskipun keluarganya memiliki kedudukan.


Tetapi hal itu hanya seperti pajangan, karena pada akhirnya yang dipandang hanyalah generasi muda yang berbakat dan berkompeten yang akan menjadi penopang Klan dimasa depan.


Bai Hao menghela nafas panjang dan berjalan menuju gazebo tempat ibundanya melamun.


Bai Hao menutup mata Ibundanya dari belakang.


“ Sayanggg… “ kata Mei Lin agak manja


Tetapi dia merasakan keanehan karena tangan yang menutup matanya tidak sebesar tangan Suaminya.


Perlahan Bai Hao melepaskan tangannya, Mei Lin pin berbalik dan sangat terkejut ketika melihat putra semata wayangnya.


“ Salam Ibunda, maaf telah membuat Ibunda menunggu lama! “ ujar Bai Hao sembari bersujud sebagai rasa hormatnya.

__ADS_1


Mei Lin sedikit berkaca - kaca saat melihat kedatangan Putranya.


“ Bangun lah Hao’er, Ibunda senang kau baik - baik saja “ katanya sembari membantu Bai Hao berdiri.


“ Apakah kau makan dengan baik selama di berpetualang nak..? “ tanya Mei Lin dengan penuh kasih sayang


“ Semuanya baik - baik saja Bunda “ jawab Bai Hao tersenyum hangat


“ apakah tidak ada Sekte atau Klan yang bersinggungan denganmu Hao’er..? Jika ada, maka Ibunda akan turun tangan bersama dengan Ayahmu untuk meratakannya sekalipun mereka adalah Pilar Kekaisaran ini! “ kata Mei Lin dengan serius


Sebab Mei Lin sangat takut kehilangan anak tersayangnya itu, meski pun dia tahu bahwa anaknya sekarang telah memiliki kekuatan.


“ Ibunda harap tenang, karena semua masih baik - baik saja dan tidak ada satupun yang bersinggungan dengan Hao’er “ jawab Bai Hao setenang mungkin agar Ibundanya tidak memikirkan hal aneh lagi


“ Kalau begitu, mari kita temui Ayahmu. Sepertinya pertemuan untuk acara besok telah selesai “ ajak Mei Lin sembari menggandeng tangan Bai Hao meskipun sekarang penampilan Bai Hao sangat berantakan akibat kurang merawat diri


Sesampainya di ruang kerja Bai Mubai, Mei Lin langsung masuk tanpa permisi atau mengetok pintu.


“ Ada apa Say.. “ Bai Mubai sedikit terkejut saat melihat anaknya telah kembali dan langsung berdiri dari tempat duduknya


“ Kau telah kembali Hao’er “ ujarnya sembari menepuk pundak Bai Hao


Dia sangat paham bahwa Ayahnya tidak gila hormat, jadi Bai Hao melakukan penghormatan sewajarnya kecuali jika saat tertentu seperti hari - hari besar Klan.


“ Bisa saja, dan tidak perlu memaksa agar menjadi juara 1 untuk memperebutkan kursi Patriak! “ kata Bai Mubai dengan serius


“ Yang terpenting kau mendapatkan pengalaman bertarung dan keselamatanmu masih terjamin! “ lanjutnya


“ Hao’er akan berusaha agar tidak mempermalukan keluarga kita Ayah! “ jawab Bai Hao tegas dan penuh tekad


“ Tetapi yang terkuat adalah tahap Bumi Awal nak, Ayah tidak ingin kau terlalu memak.. “ belum selesai menyampaikan perkataannya, Bai Mubai terkejut akibat merasakan aura kekuatan dari Bai Hao


Mei Lin tidak kalah terkejut ketika merasakan aura anaknya.


“ Kau sudah berada di tingkat Bumi Menengah! “ pekik Bai Mubai terkejut

__ADS_1


Mei Lin terdiam seribu bahasa saat merasakan kekuatan anaknya yang hampir mengejar dirinya.


“ Yahhhh… begitulah “ jawab Bai Hao serampangan dan menggaruk belakang kepalanya karena malu.


“ Baiklah, Ayah tidak akan melarangmu untuk memperebutkan posisi juara! “ kata Bai Mubai


“ Lawan terkuatmu bernama Bai Zo, dia berusia 25 tahun dan merupakan Murid Dalam dari Sekte Cahaya Suci yang ada di tengah benua! “ lanjutnya


“ Sekte dan semua kekuatan yang ada di tengah benua sangatlah kuat! Bahkan tingkat Surga mejadi pondasi yang melindungi bagian Tengah Benua, sehingga wilayah itu kadang disebut sebagai wilayah Dewa! “ kata Bai Mubai menutup penjelasannya dan ingin mengetahui respon anaknya.


Bai Hao sedikit mengerutkan keningnya karena baru kali ini mendengar julukan itu, semasa hidupnya yang pertama. Dia tidak pernah mendengar tentang julukan khusus untuk wilayah tengah.


“ Kenapa disebut sebagai Wilayah Dewa..? “ tanya Bai Hao penasaran


“ Karena kekuatan para Kultivator Tingkat Surga yang menjadi Ketua atau Patriak Sekte dan Klan/Keluarga sangatlah tidak masuk akal! “ jawab Bai Mubai


Bai Hao mulai paham, tetapi bagi dirinya sendiri. Sebutan tersebut terdengar konyol dan terlalu dibuat - buat hanya untuk tingkat Surga.


“ Dan kita mendapat kehormatan karena 2 orang Tetua Sekte Benua Tengah akan merekrut murid berbakat lewat kompetisi ini! “ kata Bai Mubai


“ Ayah hanya berharap yang terbaik untukmu, dan tidak perlu memaksakan diri! “ lanjutnya


“ Baik Ayah, Hao’er akan mendengarkan perkataan Ayah “ jawab Bai Hao sembari membungkuk hormat


“ Mari duduk dan ceritakan pengalamanmu selama berpetualang! “ ajak Bai Mubai dan langsung duduk di kursi yang berada di tengah ruang kerja.


Bai Hao menceritakan semua pengalamannya kecuali Gurunya, Long Hao Chen. Sebab eksistensi seperti Gurunya belum dapat di terima nalar oleh kedua Orang Tuanya.


Bahkan jika Bai Hao menceritakan tentang Alam Dewa, maka mereka pasti menganggap Bai Hao sedang membuat cerita penghibur agar memacu semangat kultivasi seseorang.


Hal itu disebabkan karena telah lama tidak muncul Kultivator yang memiliki tingkat Immortal, dan hanya dari catatan kuno Klan saja.


Karena tidak adanya kemunculan tingkat Immortal, maka lambat laun seluruh orang di benua ini menganggap tingkat Immortal dan Alam Dewa hanya mitos atau dongeng yang dibuat orang terdahulu agar memacu semangat generasi muda.


“ Setelah Kompetisi, Ayah akan memberi tahu sesuatu kepadamu! Dan lekaslah istirahat untuk besok! “ kata Bai Mubai

__ADS_1


Bai Hao memberi salam dan keluar dari ruang kerja Bai Mubai.


“ Enaknya memiliki orang dalam, jadi mengetahui kekuatan lawan meski tidak secara keseluruhan! “ gumam Bai Hao tersenyum bahagia sembari berjalan menuju kediamannya yang tidak jauh dari kediaman Patriak


__ADS_2