
Bai Hao mengangguk sebagai jawaban, sedangkan Hong menatap tajam ke para penguji lainnya karena tidak seger bersujud.
“ Cepat berlutut! “ teriak Hong dengan keras
4 orang lainnya segera gelagapan dan mengikuti perintah Hong.
“ Master Hong, sebenarnya aku tidak terlalu suka penghormatan yang berlebihan seperti ini! “ kata Bai Hao jujur,karena dia memang tidak gila hormat.
“ Cukup panggil Hong saja Senior “ jawab Hong dan segera berdiri setelah mendengar perkataan Bai Hao dan di ikuti 4 Penguji.
“ kalau seperti itu, kau cukup memanggilku Tuan Muda saja. Karena aku ingin apa yang terjadi saat tes tadi dirahasiakan! “ kata Bai Hao tegas
“ Sesuai perintah Tuan Muda. Tetapi bagaimana dengan Serikat Alkemis..? “ tanya Hong penasaran
“ sebaiknya jangan laporkan terlebih dahulu, aku akan mengunjunginya di tengah benua suatu saat!” Jawab Bai Hao sembari memikirkan rencana kedepannya
“ apakah bisa aku bekerja sama dengan rumah dagang ini..? “ tanya Bai Hao penasaran
“ sangat bisa Tuan muda, tapi bagaimana pembagian hasil dan lain - lainnya..? “ tanya balik Hong penasaran.
“ Aku akan mendapatkan 60% dari hasil penjualan, sedangkan bahan baku akan disediakan oleh pihak rumah dagang dan 40%nya adalah milik rumah dagang “ jawab Bai Hao sembari menimang keputusan itu
Hong berpikir tentang beberapa kerugian dan keuntungan, biarpun untungnya sedikit.
Tetapi menurut Hong itu adalah awal yang baik, karena saat suatu saat nanti nama pemuda di depannya menjadi besar.
Maka nama Rumah Surga Harta juga menjadi ikut terangkat sebab Bai Hao merupakan rekan bisnis Rumah Surga Harta.
“ baiklah jika seperti itu, aku setuju dengan usulan Tuan Muda! “ kata Hong bersemangat dan menjabat tangan Bai Hao sebagai tanda jadi
“ tetapi apa tidak masalah jika kau memutuskannya sendiri..? “ tanya Bai Hao heran, karena seharusnya manager Rumah Surga Harta ada di sinj untuk menjadi saksi
“ tidak perlu khawatir Tuan Muda, karena sebenarnya aku sendiri adalah pemilik dari Rumah Surga Harta, dan Anda harusnya tahu bahwa sudah ada beberapa cabang di Kekaisaran Bulan “ jawab Hong menenangkan Bai Hao
Bai Hao memang sedikit terkejut mengetahui tentang fakta ini, “ pantas saja, dulu sangat banyak pil tingkat tinggi di Rumah Surga Harta “ pikir Bai Hao saat membayangkan masa lalu kehidupannya.
“ Baiklah jika seperti itu adanya, tolong kau kirim kebutuhan dan pil yang ingin kau buat ke kediamanku. Ini adalah alamatnya! “ kata Bai Hao sembari menyerahkan kertas dan token berwarna perak.
Tanpa menunggu jawaban dari Hong, Bai Hao segera keluar dari ruangan ujian dan berjalan menuju Klan Bai.
“ Ternyata dai adalah benar - benar Tuan Muda itu! “ gumam Hong saat melihat lambang di token perak dan alamat yang tertulis di sebuah kertas.
Bai Hao berjalan menuju Klan Bai dengan santai, karena dia ingin menikmati waktu sebelum esok hari.
Setelah mencapai perbatasan hutan kota, Bai Hao melepas topengnya dan memasukkan topeng itu ke dalam cincin penyimpanan.
“ Apakah masa depan akan berubah akibat beberapa tindakanku? “ gumamnya sembari berjalan menyusuri jalan yang lumayan besar menuju ke arah Klan Bai.
“ Kau tidak perlu terlalu memikirkannya Hao’er, apapun yang terjadi dan selama kau mampu maka hadapilah dengan kekuatanmu! “ kata Long Hao Chen di benaknya
“ Baik Guru, mohon bimbingan dan arahan Guru! “ jawab Bai Hao
Tiba - tiba, ada 7 orang bertopeng datang menghadang Bai Hao.
“ Ternyata sampah dan aib Klan Bai telah datang setelah sekian lama bersembunyi! “ ujar orang paling tengah
__ADS_1
Bai Hao dengan santai memegang gagang pedangnya yang tidak dia masukkan ke dalam cincin ruang.
“ kau pikir aku akan takut setelah kau memegang gagang pedangmu! “ ejek orang itu
Hahaha….
Ke 6 orang lainnya tertawa melihat tindakan Bai Hao, sebab selama ini yang mereka tahu adalah Bai Hao merupakan orang cacat.
“ Pergi dan aku akan melupakan serta tidak mencari dari mana asalmu, atau tinggal disini dan kehilangan nyawa! “ ancam Bai Hao dengan tatapan tajam
“ Kau pikir aku takut dengan gertakan sampah sepertimu..? “ ujar orang di tengah dengan senyum mengejek
“ serang!! “ teriaknya
Dan segera ke 6 orang segera maju menerjang Bai Hao, Bai Hao pun mencabut pedangnya dan memasang kuda - kuda yang belum pernah mereka lihat tetapi sangat kokoh.
Trang…
Bai Hao menangkis salah satu serangan yang mengincar bagian lehernya.
“ ternyata kau memiliki sedikit kemampuan juga! “ kata orang tersebut.
“ tidak perlu banyak bicara, mari kita selesaikan karena kalian memilih untuk mati! “ jawab Bai Hao sinis
Bai Hao segera menghindari semua serangan yang mengincar baguan vitalnya.
“ mari kita sudahi pemanasan ini! “ kata Bai Hao melompat mundur dan memusatkan Qi petir yang dia miliki.
Derak petir emas yang sangat ganas keluar dari pedangnya.
Bai Hao langsung melesat dan terlihat seperti bayangan, karena jurus itu sendiri adalah percabangan dari Jurus Serigala Perak Nirwana.
Jurus Serigala Perak Nirwana sendiri terdiri dari gabungan beberapa jurus dan tekhnik kuat yang memadukan antara kecepatan, ketangkasan dan kekuatan.
4 orang segera tergeletak di tanah dengan leher yang hampir putus.
“ Sial, dari mana sampah ini mendapatkan kekuatan! “ gumam orang yang menjadi pemimpin, dia gemetar melihat keganasan dari jurus Bai Hao.
“ Sekarang adalah waktunya bagi kalian merasakan neraka yang sebenarnya! “ ujar Bai Hao mengacungkan pedang ke arah musunya.
Taring Salju!
Seketika itu, butiran lembut salju turun dan memenuhi lingkup ruang sejauh 40 meter.
Dengan gerakan gesit dan cepat, Bai Hao telah sampai di depan salah seorang yang masih tertegun melihat eksekusi jurus Bai Hao.
Tanpa menunggu lama, Bai Hao menyayat otot lutut musuhnya dan menendang dadanya.
Aargghhh….
Musuhnya berteriak kesakitan saat telat menyadari serangan Bai Hao, meski tidak mengeluarkan darah akibat pembekuan dari jurus.
Tetapi rasa dingin yang dia terima hingga mencapai otak, seakan pembuluh darahnya akan pecah.
“ Mari kita serang bersama, tidak mungkin tahap Penempaan Tubuh Puncak seperti kita dapat di hadapinya dengan mudah! “ ajak pemimpin kelompok kepada rekannya yang tersisa.
__ADS_1
Badai Api!
Guntur Penggetar Jiwa!
Teriak dua orang bersama - sama dan melancarkan serangan yang ganas.
Satu orang dengan Qi Api yang ganas, sedangkan satu lagi dengan kekuatan jiwa yang terlihat menakutkan.
Untum orang biasa akan sulit menghadapi dua serangan itu, meski dia berada di Tingkat Bumi Awal.
Tetapi lain cerita untuk Bai Hao.
Bai Hao menyunggingkan senyumnya.
“ Bodoh! “ gumam Bai Hao
Bai Hao mengangkat pedangnya dan menghadapkan ujung pedangnya ke langit.
Jurus Serigala Perak Nirwana - Jiwa Serigala!
Seketika itu juga sosok Serigala Perak dengan aura mendominasi keluar dari dalam pedang dan merasuki tubuh Bai Hao.
Penampilan Bai Hao berubah, dengan rambutnya yang berwarna putih.
Tebasan Bulan Sabit!
Sebuah energi pedang berbentuk bulan sabit melesat dengan cepat dan bertabrakan dengan dua jurus yang di keluarkan musuh.
Duarrr….
Ledakan besar terjadi dan membuat Bai Hao beserta musuhnya terpental, tetapi Bai Hao tidak mengalami luka serius karena sebelum ledakan terjadi. Dia sempat melapisi tubuhnya dengan Qi.
Bai Hao melirik ke musuh yang di lumpuhkan ternyata orang tersebut telah tewas akibat ledakan, dan saat melihat dua orang tersisa.
Bai Hao tau bahwa mereka pingsan dan mengalami luka parah, ia segera mendekati ke dua orang itu dan membuka topeng.
Alangkah terkejutnya Bai Hao saat mendapati bahwa penyerangnya adalah anggota Klan Bai sendiri, dan parahnya salah seorang dari mereka adalah anak dari Tetua ke 2 yang merupakan tetua paling kuat ke 3.
Tanpa menunggu mereka sadar, Bai Hao menyegel kultivasi mereka dan menanamkan segel jiwa.
Lalu Bai Hao melanjutkan perjalanan dengan pakaian yang lusuh dan compang camping.
Sesampainya di pintu Klan Bai, dia diberhentikan oleh penjaga gerbang.
“ Tunggu! Ada urusan apa kau memasuki wilayah Klan Bai? “ tanya penjaga itu
“ Wilayah Klan kami tidak menerima pengungsi dari desa kecil atau kota lain! “ lanjutnya
“ Aku ingin masuk! “ kata Bai Hao malas berdebat dan berniat mengeluarkan tokennya.
“ Tidak bisa, kau harus melapor dan memenuhi standart prosedur Klan! “ ujar penjaga itu dengan tenang.
Bai Hao langsung melempar tokennya dan secara langsung ditangkap oleh penjaga.
Tangan penjaga itu bergetar hebat setelah tahu siapa yang dia berhentikan.
__ADS_1
Tanpa peduli apa yang dipikirkan penjaga, Bai Hao mengambil kembali tokennya dan melangkah masuk ke dalam wilayah Klan Bai.