Ruler To Immortality

Ruler To Immortality
Dimensi Serigala II


__ADS_3

Setelah 3 minggu berlalu, sekarang penguasaan Bai Hao akan tekhnik dasar jurus Serigala Perak Nirwana hampir mencapai ke level sempurna.


“ Cukup! Setelah ini aku akan mengajarimu tekhik serangan dan tangkisan dari jurus itu “ ujar Long Hao Chen sembari menghentikan serangan yang dilancarkan oleh muridnya.


Bai Hao memberi hormat dan pergi untuk menyiapkan makanan bagi dirinya dan gurunya.


Setelah beberapa saat, makanan telah tersaji rapi di atas meja.


“ Guru, makanannya telah siap “ ujarnya sembari meghampiri Long Hao Chen yang tengah bermeditasi


Long Hao Chen lantas membuka mata setelah mendengar perkataan muridnya, “ Mari kita makan terlebih dahulu Hao’er “ jawabnya sembari melangkah menuju pondokan yang dia bangun beberapa minggu lalu.


“ Bagaimana perasaanmu setelah menguasai tekhnik dasar dari jurus Serigala Perak Nirwana..? “ tanya Long Hao Chen sembari mengambil daging di depannya


“Murid merasakan bahwa kecepatan dan ketangkasan Murid meningkat, selain itu indera dan insting serta kekuatan juga meningkat pesat “ jawab Bai Hao menjelaskan apa yang dia rasakan


“ Bagus, setelah makan kau boleh beristirahat. Esok hari kita akan lanjutkan ke pelatihan selanjutnya, dan jika ada hal yang mengganggu pikiranmu. Kau bisa menemuiku di tempat biasa “ tungkas Long Hao Chen mengakhiri makannya dan menghilang dari hadapan Bai Hao.


Selesai makan, Bai Hao segera membereskan makanan yang berada di atas meja dan pergi ke kamarnya untuk mengkonsumsi sisa pil yang di beli di Balai Surga Harta sebelum melakukan perjalanan.


Setelah meminum pil itu, Bai Hao mengambil posisi lotus dan mulai bermeditasi.


Bai Hao telah bermeditasi lebih dari 5 jam dan merasakan akan menembus batas kultivasinya, tetapi hal yang janggal terjadi.


“ kenapa aku belum bisa menembus tingkat puncak, padahal dari segi energi sudah menembus batasnya dan dantianku pun sudah melebar” gumam Bai Hao


Dia lekas berdiri dan menuju tempat Long Hao Chen berada, Long Hao Chen yang merasakan kehadiran Bai Hao pun membuka matanya.


“ Ada apa Hao’er..? “ tanya nya penasaran


Bai Hao menjelaskan kepada gurunya tersebut tentang duduk permasalahannya.


Long Hao Chen mengangguk, “ Maaf guru lupa menjelaskan, bahwa dimensi ini tidak dapat di pakai untuk menerobos tingkatan. Jadi selama disini maka tahap kultivasimu akan tetap berada di tingkat Penempaan Tulang menengah “ katanya


“ Tetapi kau tidak perlu khawatir akan hal tersebut, setelah keluar dari sini. Maka tahapan kultivasimu akan melejit ke tingkat yang seharusnya, juga disini ada tempat yang dapat membuat kandungan Qi dan energi di dalam jiwamu semakin kuat dan padat “ lanjutnya


Bai Hao yang mendengar hal tersebut sangat terkejut, dan sedikit merasa bersemangat saat mendengar ada tempat yang menurutnya sangat bagus.


“ Apa kita bisa kesana sekarang Guru..? “ tanya Bai Hao


“ Belum saatnya kau kesana, setelah berhasil menguasai tekhnik dasar dengan sempurna dan menguasai tekhnik serangan serta tangkisan minimal 80% maka Guru sendiri yang akan membawamu kesana “ jawab Long Hao Chen membuyarkan harapan muridnya itu.


“ Bersiaplah karena sebentar lagi kita akan memulai pelatihannya! “ lanjutnya semabari berdiri


“ Baik Guru “ jawab Bai Hao singkat.


Long Hao Chen memegang pundak Bai Hao dan mereka menghilang dari tempat tersebut, lalu tiba - tiba mereka muncul di atas sebuah gunung bersalju yang sangat tinggi.


“ Ini dimana Guru..? “ tanya Bai Hao heran karena setahunya Dimensi Serigala tidak memiliki iklim salju


“ Ini adalah bagian utara dimensi, jika dengan kekuatanmu sekarang. Maka akan memerlukan waktu 1,5 tahun untuk sampai di perbatasan “ jawab Ling Hao Chen menjelaskan sembari menyalurkan energinya ke Bai Hao agar muridnya itu tidak kedinginan


“ Baik, sekarang kita mulai dari awal! “


Long Hao Chen memeperagakan 3 bagian tekhnik menyerang dan 2 bagian tekhnik tangkisan dari Jurus Serigala Perak Nirwana.


“ Apa kau sudah memiliki gambaran dari gerakan tadi..? “ tanya nya penasaran seberapa cepat muridnya menangkap gerakan dan memahaminya


Bai Hao mengangguk,” su….sudah Guru “ jawabnya menggigil karena dingin


“ Sekarang peragakan dan akan Guru nilai! “


Bai Hao mulai memperagakan yang dia lihat dan pahami dari gerakan gurunya tadi.

__ADS_1


“ Cukup! “ lata Long Hao Chen menghentikan Bai Hao


Lalu setelah itu dia kembali melatih Bai Hao dengan intens, Bai Hao melewati masa pelatihan itu selama setengah tahun.


Dan hampir 7 bulan dia berada di Dimensi Serigala.


Di sisi lain, Patriak Zu Long sangat gelisah.


“ Apakah Tuan Muda Bai Hao sudah siuman..? “ tanya Zu Long


Zu Huo menggelengkan kepala pelan, “ Belum ayah, terlebih semua luka yang dia alami telah sembuh total baik itu luka dalam atau pun luar “ jawabnya


Zu Long memijat keningnya karena pusing akibat ulah anggota Kelurga Zu nya.


“ Lalu apa ada pergerakan dari Klan Bai, terutama Patriak Klan Bai..? “ tanya Zu Long penasaran


“ Tidak ada sama sekali, dan situasi di luar dimensi masih tetap sama semenjak Tua Muda Bai tidak sadarkan diri “ jawab Zu Huo


“ Tetapi ini sudah hampir 7 bulan dia belum sadarkan diri! “ kata Zu Long sedikit heran


“ Apa ayah lupa bahwa waktu disini lebih cepat dari pada di luar sana..? “ Zu Huo memutar bola mata saat mendengar ucapan ayahnya


“ Aiiyyaaaa…. Kau benar nak! “ ujar Zu Long menepuk jidatnya karena lupa perbedaan waktu itu.


“ Tetapi kau harus tetap memantau Klan Bai, agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan! “ lanjutnya


“ Baik Ayah! “ jawab Zu Huo segera melesat pergi dan kembali ke sektenya yang berada di luar dimensi Zu Liyang


“ Meski giok kehidupannya tidak pecah, tetapi itu akan redup dengan kondisinya sekarang. Semoga saja orang itu tidak muncul dan cepatlah sadar Tuan Muda Bai, agar orang tua ini bisa tenang “ gumam Zu Long lalu memejamkan mata dan bermeditasi untuk menenangkan dirinya


* Dimensi Serigala


“ sekarang coba kau serang Guru! “ perintah Long Hao Chen


Bai Hao melesat maju menggunakan pedang kayu yang di beri gurunya.


Takkk…


Trakkk…..


Terdengar suara jual beli serangan saat kedua senjata kayu itu bertemu, Bai Hao melompat kebelakang dan mengambil tolakan lalu melesat ke depan.


Terlihat tangan Bai Hao yang memegang gagang pedang kayu.


Tebasan Malam


Wushhh….


Bilah angin disertai energi dingin melesat dengan cepat ke arah Long Hao Chen setelah Bai Hao melepaskan tebasan.


Long Hao Chen menghindari serangan itu dengan mudah, tetapi belum sempat dia berpijak terlihat siluet seseorang di atasnya.


Taring Salju


Wushhh…


Bai Hao mengayunkan pedang sekuat tenaganya, tetapi sangat di sayangkan bahwa Long Hao Chen bisa menangkisnya dengan mudah


Blarr….


Ledakan dasyat terdengar setelah serangan Bai Hao bertemu dengan tangkisan Long Hao Chen.


Bai Hao kembali melompat mundur sembari mengatur nafas.

__ADS_1


“Cukup Hao’er, mari kita pergi ke tempat yang ku janjikan! “ tanpa menunggu jawaban muridnya, Long Hao Chen melesat dan menyentuh pundak Bai Hao.


Mereka langsung lenyap dalam sekejap dan tiba di depan bangunan tinggi berlantai 7 sedangkan daerah sekitarnya sekarang masih dipenuhi salju.


“ Tempat ini bernama Pagoda Es Abadi “ kata Long Hao Chen


“ Bawa ini dan tingkatkan kekuatanmu, setelah lima bulan aku akan menemuimu disini “ lanjutnya sembari menyerahkan cincin ruang kepada Bai Hao


“Baik Guru! Murid tidak akan mengecewakan Guru! “ jawabnya sembari masuk ke dalam Pagoda Es


Di dalam pagoda, Bai Hao merasakan energi aneh yang masuk ke dalam tubuhnya.


“Apa Guru bercanda! “ pekik Bai Hao saat melihat harta yang sangat banyak di dalam cincin ruang itu.


Baik pil, emas, batu energi, herbal, semua ada disana dan jumlahnya fantastis.


Setelah tenang dari keterkejutannya, Bai Hao mengambil beberapa pil yang dia ketahui dan langsung menelannya.


Bai Hao larut dalam meditasinya, dan tanpa dia sadari ternyata dia telah berada di tempat seperti ruang angkasa.


“ Dimana aku..? “ tanya nya heran


Di kejauhan terlihat sebuah batu yang tidak asing bagi dirinya, Bai Hao pun mendekat dan mulai mempelajari Dao Kekosongan itu.


Waktu pun berlalu dengan cepat dan Bai Hao sudah keluar dari dalam Pagoda Es.


“ Salam Guru! “ ucapnya memberi hormat saat melihat Long Hao Chen tengah berdiri menunggunya keluar


“ Bagus, Dao kekosonganmu hampir naik ke tingkat selanjutnya dan Qi serta jiwamu sudah naik ke tahap Bumi awal. Pasti kau bingung Qi apa yang ada disana..? “ ujar Long Hao chen


“Benar Guru, Murid sangat bingung dengan Qi aneh itu “ jawab Bai Hao membenarkan ucapan Gurunya


Long Hao Chen tersenyum, “ itu adalah Qi yang disebut Qi Surgawi, meski kau menyerapnya. Itu tidak akan merubah aliran Qi dalam meredian dan dantianmu, sebab kau belum memiliki beberapa syarat yang harus terpenuhi jika ingin menyimpan Qi tersebut “ kata Long Hao Chen


“ lantas apa saja syaratnya Guru..? “ desak Bai Hao penasaran


“ Saat kekuatanmu sudah cukup, kau akan mengetahuinya sendiri. Sekarang aku akan mengirimmu keluar dan kembali ke ragamu yang berada di dimensi Zu Liyang “ kata Long Hao Chen


Bai Hao sangat terkejut mendengar perkataan itu,” Berarti Guru akan kembali ke tempat asal Guru..? “ tanya nya sedih


“ Ayolahh, jangan menjadi pemuda cengeng. Ada pertemuan pasti juga ada perpisahan “ jawab Long Hao Chen


Mata Bai Hao berkaca - kaca karena pengalaman dan semua bimbingan Long Hao Chen sangat membekas di hati.


Long Hao Chen melihat mata Bai Hao yang berkaca - kaca segera tertawa lepas.


“ hahaha…. Murid bodoh, aku akan tinggal disini, jika kau membutuhkan saran dan ingin latihan disini. Tinggal gunakan benakmu dan masukkan jiwamu kedalam Pedang Taring Serigala “ katanya sembari memegang perutnya yang agak keram karena tertawa.


“ Sudahlah, aku akan mengirimmu sekarang “ lanjut Long Hao Chen dan mengibaskan lengannya


“ hufffttt…. Akhirnya dimensi ini menjadi sunyi lagi setelah bocah itu pergi “ gumamnya dan melesat ke tempat dia biasa bermeditasi.


Di sisi lain, Bai Hao perlahan membuka mata dan pandangannya masih kabur akibat terlalu lama matanya terpejam.


Dia melihat sekelilingnya dan mengerutkan kening, karena ingatan terakhirnya adalah dia berada di tengah bangunan yang hancur.


“ Cepat beritahu Patriak bahwa dia telah sadar, aku akan membantunya pulih ! “ kata seseorang terdengar di telinga Bai Hao


Lantas tersengar suara sesorang melesat pergi dan Bai Hao menoleh ke belakang, dirinya mendapati seorang pria paruh baya berpakaian seperti ninja.


“ Salam Tuan Muda, Saya… “ belum sempat pria tersebut melanjutkan perkataannya, Bai Hao mengangkat tangan kanan sebagai isyarat.


Dia segera mengambil posisi lotus, setelah paham bahwa orang di depannya bukanlah musuh.

__ADS_1


Pria tersebut berhenti dan sedikit heran dengan sikap Bai Hao, tiba - tiba dia merasakan fluktuasi energi dan Qi dari dalam diri Bai Hao lalu pria tersebut segera mengambil jarak aman.


“ Monster ! “ gumamnya


__ADS_2