
Le Kong yang mendengar perkataan Bai Hao tertawa seperti orang gila, “ Hahaha… Bai Hao, ini adalah akhir hidupmu! Seluruh saudara sumpahmu telah ku bunuh, lebih baik kau menyusul mereka sekarang! “ ujar Le Kong tidak bisa menutupi kegembiraannya
“ Dan asal kau tahu, Su’er telah mengandung anakku “ lanjut Le Kong memeluk Su’er dan menyeringai seperti iblis
Emosi Bai Hao memuncak mendengar hal tersebut, karena selama ini dia telah di bodohi oleh dua orang terdekatnya. ‘ Terlambat untuk menyesali semua ini, aku akan membawa mereka mati bersamaku ‘ batin Bai Hao
“ Ternyata ****** sepertimu berani mendekati dan merayu Kaisar ini! Wei Su ingat ini baik - baik! Sekalipun aku mati, aku akan menghantui kalian semua walau harus menuju neraka terdalam! “ ucap Bai Hao dan aura di tubuhnya meledak - ledak
Su’er atau yang bernama lengkap Wei Su panik saat melihat aura Bai Hao yang meledak - ledak, tetapi dia mencoba untuk tenang. “ Heh.. orang yang akan matu tidak perlu banyak bicara! “ ledek Wei Su
“ Lagi pula, racun ular jahanam akan membunuhmu kurang dari 5 menit. Kau sendiri yang memberi racun itu kepadaku dan tidak ada penarwanya di dunia ini “ lanjut Wei Su dan menghamburkan dirinya memeluk Le Kong
Bai Hao tersenyum sinis mendengar ucapan Wei Su, sedangkan ke lima Dewa Bergelar hanya memperhatikan perdebatan mereka dari dekat. Sebab tujuan lima Dewa bergelar adalah menggulingkan tahta Bai Hao dari singgasana, karena mereka menilai bahwa Bai Hao tidak lebih dari sekedar anak kemarin sore dan tidak pantas menyandang gelar Kaisar untuk seluruh Dewa di Alam Dewa.
“ Apa benar yang kau ucapkan! “ kata Bai Hao sembari membuat segel tangan, tiba - tiba saja seluruh energi Qi di tempat itu tersedot ke arah Bai Hao dan masuk ke dalam Dantiannya.
Le Kong merasa bahwa sesuatu yang buruk akan menimpa mereka, “ Cepat kita harus segera membunuh bajingan ini! “ teriak Le Kong panik
Saat mereka ber tujuh akan menerjang Bai Hao, tiba - tiba waktu seakan berhenti bergerak, “ Hahaha…. Akan ku bawa kalian semua mati bersamaku ! Ugh “ Bai Hao tertawa dengan kencang dan darah menyembur keluar setelah tawa tersebut selesai karena seluruh energi dan Dantiannya hancur saat melakukan segel tekhnik terlarang tersebut.
“ Nikmati waktu kalian saat membusuk di neraka terdalam! “ Kata Bai Hao dengan tatapan sinis ke arah tujuh orang yang menyerang
Tekhnik Puncak Kekosongan - Reinkarnasi Kehancuran
Bomm….
Aura yang sangat dasyat segera menutupi planet yang menjadi tempat Bai Hao melakukan kultivasi tertutup, saat aura menutupi planet tersebut. Ke tujuh orang yang akan menyerang Bai Hao bisa bergerak dan mereka segera menjauh untuk menyelamatkan diri.
“ Terlambat!, cepat gunakan giok teleportasi! “ seru Le Kong panik
Wei Su segera mengeluarkan giok tersebut, tapi naasnya saat Wei Su akan memecahkan giok di tangannya. Jiwa Wei Su dan ke enam orang lainnya merasakan sakit yang luar biasa, seakan jiwa mereka ditarik paksa dan di potong menjadi bagian kecil oleh benda tajam.
Tidak berselang lama, planet yang menjadi tempat latihan tertutup Bai Hao meledak dan menghilang dari pusat tata surya Alam Dewa. Namun ledakan tersebut tidak berpengaruh ke planet utama, sebab di saat terakhirnya Bai Hao mengatur efek radiasi dari ledakan tersebut dan menyelamatkan banyak nyawa yang tidak bersalah.
Jalur Reinkarnasi *
Bai Hao terombang ambing di tempat antah berantah yang gelap, “ Apa seperti ini rasanya mati! “ gumam Bai Hao, tetapi sesaat kemudian dia melihat sebuah cahaya dan jiwanya terbang ke arah cahaya tersebut
__ADS_1
Bai Hao mendapati dirinya berada di sebuah barisan panjang dan endingnya adalah gerbang yang bertuliskan rune kuno, “ Mungkin ini yang di sebut jalur reinkarnasi, beruntung di saat terakhir aku mengurangi radiasi dari ledakan energiku dan selama 100 tahun terakhir memperkuat jiwaku. Jika tidak memperkuat jiwaku, maka aku tidak akan sampai di tempat ini “ gumam Bai Hao merasa beruntung karena tekhnik yang dia gunakan tadi hanya mengikis sedikit kekuatan jiwanya dan tidak berdampak buruk pada jiwa Bai Hao, tetapi sebagai bayarannya adalah kultivasimya hilang dan Dantiannya hancur.
Bai Hao terus berjalan mengikuti antrian di depannya, tetapi setelah lama dia berjalan tidak menunjukkan tanda akan mencapai gerbang yang pertama kali dia lihat.
“ Berapa lama lagi aku harus mengatri di tempat ini “ gumam Bai Hao mulai bosan dengan keadaannya saat ini
“ Mungkin sudah lebih dari 50 tahun aku berjalan, untungnya saat ini aku berupa jiwa. Jika tubuh asli maka bisa patah kakiku “ lanjut Bai Hao
Bai Hao melamun dan mulai menyesali kehidupannya, karena dia meninggalkan keluarga besarnya di dunia bawah dan tidak sempat menunjukkan bakti kepada orang tuanya sebelum naik ke Alam Dewa. Lamunan Bai Hao buyar saat ada orang yang membentak dirinya.
“ Hei kau! Jika tidak ingin melintasi jembatan ini maka jangan ikut mengantri dan mengganggu jiwa yang lain “ bentak penjaga jembatan sembari mengacungkan pedang menunjuk Bai Hao
Bai Hao yang sadar segera membungkuk dan minta maaf, sebelum kaki Bai Hao menyentuh jembatan. Terlihat orang tua di depannya berlari ke belakang dan menabrak Bai Hao, sehingga membuat mereka keluar dari barisan dan langsung di teleport ke ujung paling belakang.
“ Hahh… “ hela nafas Bai Hao saat mengetahui fakta bahwa sedikit keluar dari barisan maka akan kembali di titik awal
Bai Hao menolong pria tua tersebut berdiri, “ Maaf senior, apa yang membuat senior berlari hingga menabrakku..? “ tanya Bai Hao sopan
“ Tidak ada, aku hanya ingin saja anak muda hehe “ jawab pria tersebut dan tertawa canggung
Bai Hao yang mendengar alasan tidak masuk akal tersbut sebenarnya sangat geram, tetapi dia tidak ingin membuat keributan dan memancing penjaga jalur reinkarnasi. Jika hal tersebut sampai terjadi, maka peluang Bai Hao untuk berinkarnasi adalah 0% atau mustahil.
Bai Hao tersentak saat di panggil, karena sebelumnya dia merenungi nasib sialnya saat ini.
“ Ahh… maafkan junior ini karena lupa memperkenalkan diri, anda bisa memanggil junior dengan nama Bai Hao “ jawab Bai Hao agar pria tua itu tidak kesulitan saat memanggilnya.
Tiba - tiba jari tengah dan jempol pria tua itu di satukan dan di hadapkan ke wajah Bai Hao, “ Ada apa Sen..” belum sempat Bai Hao menuntaskan rasa penasarannya terdengar bunyi yang lumayan nyaring di telinganya
Tek…
Seketika, seluruh tempat di sekitar Bai Hao berubah menjadi putih. Dan pria tua di hadapannya menghilang, Bai Hao bingung dengan keadaannya saat ini.
“ Halooo… apakah ada orang disini!!! “ teriak Bai Hao kencang
Tetapi tidak terdengar jawaban sama sekali, akhirnya Bai Hao memutuskan berjalan ke depan. Tetapi yang dia lihat hanya warna putih dan tidak ada tanda kehidupan sama sekali.
“ Hahh… kenapa akhir - akhir ini selalu sial “ gumam Bai Hao
__ADS_1
“ Tidak perlu mengeluh anak muda! “ terdengar suara yang menggema tetapi tidak terdapat wujud orang yang berbicara
Bai Hao menoleh ke kiri dan kanan, tetap tidak bisa menemukan wujud dari sosok yang memiliki suara tersebut.
“ Maaf jika junior ini lancang, apakah senior yang berbicara sekarang adalah pria tua yang ada di jalan reinkarnasi..? “ tanya Bai Hao penasaran
“ Bukan, tadi hanyalah salah seorang anak buahku! “ jawab suara tersebut
“ Lantas apa tujuan Senior mengirim saya ke dunia putih ini..? “ tanya Bai Hao
“ Aku akan memberikan kesempatan ke dua untukmu dan mengembalikanmu ke masa remaja dulu “ jawab suara tersebut
Bai Hao mengerutkan kening, “ Maaf Senior, jika Junior ini boleh tahu. Apakah ada jurus atau tekhnik seperti itu..? “ ujar Bai Hao
“ Hahaha…. Ini bukan tekhnik atau jurus, tetapi ini adalah kehendakku sendiri, jika kau masih ragu aku membuktikan sebuah hal kecil untukmu! “ jawab suara itu setelah tawanya menggema di ruang putih
Tiba - tiba, jiwa Bai Hao merasa ditusuk oleh jutaan jarum panas.
Arrghhh…..
“ Cu…cukup Senior, Junior ini percaya “ minta Bai Hao sembari menahan sakit yang teramat di jiwanya
“ Baiklah jika kau sudah percaya, aku harap kesempatan ke dua ini bisa membuatmu memperbaiki segela kesalahan di masa lalu. Aku memberikan ini tidak gratis, di masa depan kau akan mengetahui apa yang harus kau bayar untuk ini “ kata suara itu dan kali ini terdengar sangat agung dan menindas
“ Tapi satu hal yang perlu kau ingat, aku meminta bayaran tidak untuk kesenanganku. Tetapi aku membuat garis takdir baru untukmu dan ku harap kau bisa mencapainya dengan kerja kerasmu “ lanjut suara tersebut
“ Jika Junior boleh tahu, bayaran yang Senior minta untuk apa..? Jika bukan untuk kesenangan Senior “ tanya Bai Hao penasaran
“ Suatu saat kau akan mengerti, teruslah tumbuh menjadi kuat dan capai puncak jalan beladiri! “ kata suara tanpa wujud tersebut
Tiba - tiba di kaki Bai Hao muncul cahaya putih terang dan jiwanya mulai pudar, “ Kalau Junior ini boleh tau, dengan siapa sekarang Junior berbicara..? Agar kelak saat ditakdirkan bertemu maka Junior bisa membalas budi baik ini “ tanya Bai Hao dan jiwanya mulai lenyap tinggal menyisakan pinggang hingga kepala
Saat jiwa Bai Hao tersisa leher dan kepala, terdengar suara tanpa wujud menjawab pertanyaan Bai Hao.
“ Banyak Makhluk yang menyebutku sebagai Sang Pencipta, untuk pertanyaanmu yang lain sampai disini saja. Kau akan mengetahui kebenaran suatu saat nanti “ setelah selesai berbicara, Jiwa Bai Hao segera lenyap dan hilang dari ruangan putih itu.
Jiwa Bai Hao melesat sangat cepat melintasi lorong dimensi, setelah 200 tahun berlalu di lorong dimensi. Jiwa Bai Hao mendapati dunia tingkat rendah sewaktu dia masih belum menyandang gelar Kaisar para Dewa, jiwa itu terus melesat dan masuk ke dalam tubuh Bai Hao muda yang tenggelam ke dasar sungai.
__ADS_1
“ Sial, kenapa malah kejadian buruk saat di kejar hewan roh. Berati sekarang usiaku masih 13 tahun “ gumam jiwa Bai Hao yang perlahan mulai menyatu dengan tubuh fisiknya sewaktu remaja, perlahan kesadarannya hilang karena terlalu banyak menelan air