Ruler To Immortality

Ruler To Immortality
Kompetisi Klan II


__ADS_3

Semua orang sangat terkejut saat melihat siapa yang berdiri dan siapa timbang di atas arena, tetapi tidak sama halnya dengan Bai Mubai.


Dia telah tahu bahwa Bai Hao akan memenangkan kompetisi ini dengan mudah.


Secara, kekuatan Bai Hao telah melebihi semua pemuda di Klan Bai yang mengaku sebagai jenius dari Klan Bai.


Bai Hao menatap dingin ke arah lawannya, wasit yang tersadar dari rasa terkejut segera mengumumkan bahwa babak pertama dimenangakan oleh Bai Hao dan dia berhak maju ke babak berikutnya.


Setelah Bai Hao turun dari arena, peserta selanjutnya naik setelah wasit mengambil nomor undian untuk pertandingan berikutnya.


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, dan seluruh peserta telah melakukan pertarungan dengan lawan mereka masing - masing.


“ karena seluruh peserta telah bertarung, maka akan diberikan waktu jeda selama 1 jam oleh pihak panita. Harap seluruh peserta memasuki ruangan yang telah disediakan untuk memulihkan tenaga dan energi! “ kata wasit itu dengan lantang dan segera beberapa orang mengarahkan para peserta ke ruangan yang dimaksud.


“ sayang sekali saudara Bai Zo tidak dapat mengikuti pertarungan ini karena di serang oleh orang misterius! “ kata salah seorang peserta


“ benar, meskipun sekarang dia hanya murid dalam dari Sekte Cahaya Suci yang berada di Wilayah. Tetapi aku yakin dia sudah dapat bersaing dengan jenius Sekte kelas atas di Kekaisaran Bulan! “ kata temannya


“ cih, apanya yang diserang oleh orang misterius. Malahan dia yang ingin membunuhku! “ gumam Bai Hao saat mendegar perkataan ke dua orang itu.


Tanpa memikirkan percakapan ke dua orang itu, Bai Hao segera mengambil sudut pojok ruangan dan melakukan posisi lotus untu bermeditasi dan mengatur nafasnya agar lebih halus.


Hal itu diperlukan agar Bai Hao bisa mengeluarkan potensi maksimalnya, tetapi dia berpikir bahwa tidak perlu menunjukkan semua kartu Asnya jika memang tidak diperlukan.


Setelah beberapa menit bermeditasi, Bai Hao merasakan kehadiran seseorang yang mendekat lalu dia membuka matanya.


“ Ini aib Klan yang menjadi kuda hitam hahaha..!! “ teriak pemuda tersebut


“ Apa urusanmu dengan aku yang memenangkan pertandingan tadu Bai Zie “ kata Bai Hao dingin


Dia sangat tidak senang jika ada yang mengganggu meditasinya dengan hal yang tidak berguna, contohnya seperti saat ini.


“ Hooo… kau merasa kuat setelah memiliki sedikit kekuatan ya! Aku tidak tahu caramu sembuh atau bisa berkultivasi, tetapi jangan harap kau bisa mengalahkanku! “ kata Bai Zie dengan dada yang dibusungkan dan penuh percaya diri


2 peserta lainnya yang sedang memulihkan tenaga terlihat tertarik dengan perdebatan ke 2 orang itu.

__ADS_1


“ Asal kau tahu sampah! Jika kakakku Bai Zo tidak diserang oleh orang misterius. Dapat dipastikan bahwa dia yang akan menjadi Patriak masa depan Klan! “ kata Bai Zie dengan sorot mata tajam


Bai Hao memutar bola matanya dan malas meladeni omongan dari pemuda di depannya, dia merasa bahwa seluruh keluarga Bai Zo terlalu memandang tinggi dirinya.


Memang harus Bai Hao akui bahwa Tetua ke 2 memiliki kelayakan dengan sebutan yang terkuat ke 3.


Tetapi untuk anaknya, Bai Hao hanya bisa mengatakan bahwa bakat Bai Zo dan Bai Zie sangatlah biasa dan tidak seperti ayah mereka.


“ Tidak perlu banyak basa basi! Jika kau merasa hebat, maka lawanlah aku di atas arena nanti! “ kata Bai Hao malas untuk berdebat lebih panjang karena itu akan membuang - buang waktu.


“ Jangan salahkan aku jika kaki dan tanganmu patah serta dantianmu rusak sehingga tidak bisa melakukan kultivasi! “ ancam Bai Zie, dia sangat yakin bahwa dapat mengalahkan Bai Hao dengan mudah karena dia berada di tingkatan Penempaan Tubuh Menengah.


Bai Zie meyakini bahwa lawan Bai Hao sebelumnya kalah karena dia terlalu meremehkan Bai Hao dan membuatnya tidak waspada.


“ yayaya…. Terserah apa katamu! “ jawab Bai Hao sekenanya dan memejamkan mata kembali.


Bai Zie terus menerus memprovokasi Bai Hao, tetapi hal itu berakhir dengan kegagalan sebab Bai Hao tidak menanggapinya dan malah membuat Bai Zie kesal sendiri.


Waktu 1 jam berlalu dengan cepat, seluruh peserta yang hanya berjumlah 4 orang dipersilahkan untuk memasuki ruang tunggu sebelum di panggil naik ke atas panggung.


Saat wasit akan mengambil nomor undian, Bai Zie berdiri dari tempat duduknya dan mengangkat tangan kanannya.


“ Senior, bisakah Saya memilih lawan untuk pertarungan ini..? “ tanga Bai Zie


Wasit itu menoleh ke arah Bai Mubai dan dijawab dengan anggukan oleh Bai Mubai.


“ baiklah, pilih lawan yang kau inginkan! “ kata wasit tersebut, dia segera menuju ke tengah arena pertarungan dan tidak jadi mengambil nomor undian peserta.


“ terimakasih Senior! Saya ingin melawan Bai Hao! “ kata Bai Zie lantang dengan niat bertarung yang besar


“ Apakah peserta menerima tantangan..? “ tanya wasit


Bai Hao langsung berjalan ke tengah arena tanpa memberi jawaban, dan wasit menganggap bahwa Bai Hao menerimanya.


“ peraturan tetap sama, jika ada yang melanggar maka akan di diskualifikasi! “ kata wasit

__ADS_1


Bai Hao dan Bai Zie mengangguk lalu mengambil jarak.


“ Siap! Mulai! “ teria wasit dan dia segera melompat mundur.


Bai Zie mengeluarkan pedang ganda dan melesat menyerang Bai Hao.


Trang…


Terdengar bunyi dengtingan saat Bai Hao menarik pedangnya.


Semua penonton bahkan Tetua Klan Bai, Bai Mubai dan 2 Tetua Sekte Wilayah Dewa terkejut dengan reflek Bai Hao serta keindahan dari pedang yang dia gunakan.


Pedang Taring Serigala bersinar dengan warna keperakan dan memiliki kesan elegan sekaligus memiliki aura intimidasi.


Mereka tidak tahu apa tingkatan pedang yang di pakai Bai Hao, Bai Mubai juga heran.


Dari mana anaknya mendapatkan pedang seperti itu.


Kembali ke Bai Hao, dia segera melompat mundur setelah menangkis serangan Bai Zie.


Bai Zie juga tidak memberikan jeda kepda Bai Hao, dia kembali menerjang dengan mengayunkan pedang yang ada di tangan kanannya.


Pedang itu tekah diselimuti oleh Qi yang kuat, sehingga terdapat hembusan dari angin yang memiliki ketajaman seperti pisau.


Bai Hao kembali menghindar dengan cara melantingkan tubuhnya ke atas dan melewati Bai Zie.


Bai Zie geram karena Bai Hao hanya menghindar secara terus menerus.


“ Apa hanya itu yang bisa kau lakukan! “ teriak Bai Zie kesal


“ jika kau ingin aku menyerang, maka jangan salahkan aku jika kau akan babak belur! “ kata Bai Hao dengan tatapan dingin


Segera Bai Hao melesat mengandalkan kelincahan dan kecepatannya, dia bergerak sangat cepat dan menebas kesana kemari.


Gerakan Bai Hao yang cepat tidak dapat di ikuti oleh mata Bai zie dan membuatnya mendapatkan banyak luka di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Meski tidak dalam, tetapi luka tersebut membuat emosinya naik.


Para penonton yang melihat juga terkejut dengan kelincahan Bai Hao, Bai Mubai pun tidak kalah terkejut saat melihat perkembangan anak semata wayangnya itu.


__ADS_2