Ruler To Immortality

Ruler To Immortality
Kompetisi Klan


__ADS_3

Saat malam menjelang. Sempat terjadi kehebohan atas ditemukannya anak Tetua ke 2 yang terluka parah dan basis Kultivasinya disegel.


Semua Tetua sangat bingung dengan segel yang di letakan kepada anak Tetua ke 2. Sebab mereka baru pertama kali melihat segel yang serumit itu.


Bai Hao tidak memusingkan kehebohan yang terjadi saat malam itu, dia lekas masuk ke kamarnya setelah selesai makan malam bersama keluarganya.


Ke esokan paginya, Bai Hao segera menuju ke Arena Pertarungan yang dimiliki Klan Bai.


Dia menuju ke Tetua yang mengurus bagian pendaftaran kompetisi Klan Bai, tetua itu sangat meremehkan Bai Hao.


Hal tersebut sangat terlihat jelas dari tatapan matanya, tetapi lagi - lagi Bai Hao tidak mau mengambil pusing dan menganggap serius masalah tersebut.


Sebab dia akan membuktikan siapa Bosnya di sini setelah pertandingan ini selesai.


Bai Hao sebenarnya tidak suka menindas anggota keluarga dan Klannya sendiri, tetapi jika anggota tersebut tidak dapat menghargai seseorang.


Maka jangan salahkan siapa pun jika Bai Hao bertindak kejam, karena bagi Bai Hao. Loyalitas dan kesetiaan adalah yang utama, dirinya tidak ingin di masa depan ada duri dalam daging dan menghambat semua jalan yang telah dia susun dengan rapi.


Seorang Tetua naik di atas arena pertarungan, lalu memandang ke arah pengunjung dan peserta.


“ Selamat Pagi! Ini adalah momen yang paling kita tunggu selama beberapa tahun ini, sesuai tradisi dari Klan Bai sendiri bahwa jika penerus kursi Patriak tidak berkompeten maka akan dilakukan Kompetisi Jenius Klan “ kata Tetua itu dan menekan kata tidak berkompeten


“ Sebelumnya Saya pribadi meminta maaf kepada Patriak, tetapi memang ini kenyataannya dan harus melakukan apa yang telah di titahkan oleh leluhur! “ lanjutnya membungkuk hormat menghadap panggung yang disana telah duduk Bai Mubai.


“ Lanjutkan! “ titah Bai Mubai tidak ingin mengambil hati perkataan Tetua itu, sebab dia lebih tahu tentang kondisi dan perkembangan dari anaknya dari pada orang luar.


“ Terimakasih atas kemurahan hati Patriak, Kompetisi akan dilaksanakan dengan sistem gugur dan total peserta ada 8 karena sangat disayangkan bahwa anak dari Tetua ke 2 yaitu


Bai Zo tidak dapat mengikuti kompetisi karena suatu masalah! “ ujar Tetua yang berada di atas panggung.


Seketika suara bisik - bisik para penonton mulai terdengar, apalagi dari gerombolan emak - emak yang sangat pandai mengumbar gosip miring dan kurang sedap untuk di dengar.


Tetua yang ada di atas panggung menghela nafas melihat sedikit kericuhan itu, “ Harap tenang! Saya akan melanjutkan penjelasannya. Di setiap pertandingan tidak di perkenanankan membunuh, menggunakan racun dan menggunakan tekhnik yang dimiliki Aliran Hitam. Saya rasa cukup untuk sambutannya, kepada Patriak Bai Mubai. Waktu dan tempat kami persilahkan! “ lanjutnya menutup pidato pembuka kompetisi


“ Terimakasih Tetua Bai Xi, untuk seluruh peserta yang mengikuti kompetisi ini. Saya rasa kalian semua telah mendengar peraturan dan jumlah peserta ada 8 orang “ kata Bai Mubai dengan suaranya yang di aliri Qi sehingga dapat terdengar di seluruh arena.


“ Dan ada tambahan lagi, yaitu kita telah kedatangan 2 Tetua dari Sekte besar yang ada di Wilayah Dewa! yang akan merekrut anggota dengan bakat menjanjikan“ lanjutnya

__ADS_1


Sekali lagi semua orang yang ada disana menjadi semakin heboh dan riuh saat mendengar kedatangan orang dari Wilayah Dewa yang terkenal kuat.


Sebab sepanjang sejarah hanya ada 2 orang dari Klan Bai yang dapat memasuki sekte disana.


Yaitu Leluhur Tua yang merupakan Kakek Bai Mubai dan yang ke dua adalah Bai Mubai sendiri.


“ Tanpa perlu menunda lagi, untuk seluruh peserta ujian di harap maju dan mengambil nomor undian pertarungan. Setiap nomor yang sama akan bertarung di atas arena! “ tutup Bai Mubai dan segera mundur lalu duduk di antara ke dua Tetua dari Wilayah Dewa tersebut.


Seluruh peserta maju mengambil nomor undian, setelah semua kembali ke tempat masing - masing. Seorang wasit yang memiliki timgkatan Langit Awal naik ke atas arena.


“ Perkenalkan, Saya adalah Bai Du yang akan bertindak sebagai wasit di kompetisi kali ini! “ ujarnya sembari mengambil sesuatu dari kotak nomor undian.


“ Nomor 3, untuk seluruh peserta yang memiliki nomor undian 3 diharap segera naik ke atas arena. Jika dalam hitungan ke 10 kalian tidak naik, maka akan di diskualifikasi dan dinyatakan kalah! “


Seorang pemuda berusia 19 tahun naik ke atas arena, dan Bai Hao melihat nomor yang ada di plat kayu miliknya.


Segera dia juga ikut naik ke atas arena pertarungan.


“ Bukankah itu sang aib Klan Bai! “ bisik seorang penonton


“ kau benar, kenapa dia ikut di dalam pertandingan ini..? “ tanya orang di sebelahnya heran


“ Deal! Aku menduga bahwa dia akan kalah “ kata temannya tidak kalah bersemangat


“ semua orang juga tahu akan hal itu bodoh! “ jawab temannya sembari memutar bola mata


Sedangkan di tengah arena, wasit pertandingan menatap ke arah ke dua belah peserta yang berada di sudut kiri dan kanan.


“ Perkenalkan diri dan kalian pasti sudah tau akan peraturannya! “ kata wasit itu


“ Bai Hao! “ katanya singkat jelas padat


“ Tidak perlu banyak bicara sampah! Kau akan kalah di tangan Tuan Muda ini! Dan ingatlah namaku adalah Bai Zhu! “ katanya dengan angkuh dan tatapan merendahkan


“ Bai Zhu! “ gumam Bai Hao menahan tawa, sebab arti belakang nama musuhnya adalah b4bi


“ Apakah kalian berdua siap! “ teriak lantang wasit

__ADS_1


Ke dua orang yang ada di atas arena hanya menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa mereka telah siap.


“ Mulai! “ teriak wasit dan dia segera menuju ke sudut arena agar peserta bisa bertarung dengan maksimal.


“ Cabut pedang yang ada di punggungmu! Apa kau meremehkan Tuan Muda ini! “ kata Bai Zhu geram dengan tindakan Bai Hao


“ untuk melawanmu, aku tidak perlu menggunakan pedang! “ jawab Bai Hao tidak kalah angkuh untuk membalas tindakan Bai Zhu sebelumnya.


“ Baiklah jika itu kemauanmu! Maka jangan salahkan aku jika kau semakin cacat! “ teruak Bai Zhu dan menerjang Bai Hao


Setelah jarak mereka terpaut 1,5 meter, Bai Zhu mengeluarkan tombak dari cincin ruangnya dan mengarahkan tombak tersebut dengan posisi terhunus tepat di jantung Bai Hao.


Bai Hao merasa serangan Bai Zhu sangat lambat, dan dengan mudah dia menghindari hujaman tombak itu.


“ apa itu yang kau sebut serangan, bahkan menyerang sampah saja kau tidak mampu! “ ejek Bai Hao memprovokasi Bai Zhu


“ kau hanya beruntung dapat menghindarinya sampah! “ teriak Bai Zhu mulai terbakar emosi


Bai Zhu seketika meledakkan aura kultivasinya yang berada di tingkat Penempaan Tubuh Menengah.


“ Apa kau takut sekarang! “ kata Bai Zhu tersenyum sinis karena setelah dia mengeluarkan aura kultivasinya, Bai Hao hanya diam tanpa berbicara


“ Matilah aib itu, jika beruntung dia akan lumpuh seumur hidup “ kata salah seorang penonton berkomentar


“ kau benar, dengan tingkatan Penempaan Tubuh Menengah maka tidak ada harapan lagi bagi anak semata wayang Patriak. Meski dia aib, tetapi dia sangat baik terhadap keluarga cabang dan keluarga kecil seperti kita! “ jawab rekan disampingnya dan hanya di jawab anggukan oleh rekannya yang berkomentar tadi.


“ Mati kau!!! “ teriak Bai Zhu memutar tombaknya dangat kencang dan melompat ke atas


Tombak Pembelah Samudra!


Teriak Bai Zhu dan menghujamkan tombaknya kebawah tepat menyasar kepala Bai Hao, wasit arena melirik ke arah Patriak.


Tetapi Bai Mubai memberi kode untuk jangan menghentikannya, karena dia sendiri tahu bahwa anaknya sanggup untuk berhadapan dengan hal itu.


Bomm….


Debu berterbangan dan menutupi arena, akibat dari benturan jurus dengan lantai arena.

__ADS_1


Kabut tebal dari debu yang menutupi arena perlahan memudar karena tertiup angin dan memperlihatkan sesosok yang berdiri dengan tombak di depannya sedangkan ada sosok yang tengkurap tidak bergerak yang berada tepat di bawah kaki sosok yang berdiri itu.


__ADS_2