Ruler To Immortality

Ruler To Immortality
Balai Surga Harta


__ADS_3

Empat orang anak maju menyerang ke arah Bai Hao dengan brutal, perlu diketahui bahwa kultivasi ke empat orang tersebut berada di tingkatan dasar menengah.


Sedangkan Bai Hao sendiri berada di tingkatan penempaan tulang awal, untuk perbedaan setiap tahapan bagaikan langit dan bumi.


Kecuali orang tersebut fondasi beladirinya sangat kokoh, jika fondasinya kokoh maka bukan tidak mungkin untuk melawan 2 tahap di atasnya atau 1 tingkatan penuh dengan usaha yang ekstra.


Jurus Pukulan Air Membelah Batu!


Teriak ke empat orang itu bersamaan, karena jurus tersebut adalah tekhnik dasar ilmu beladiri Keluarga Dong.


Bam!!!


Ledakan energi Qi yang lumayan keras terdengar saat jurus yang di eksekusi mereka berempat terhenti, sedangkan posisi Bai Hao sekarang berada di antara ke empat orang pengepung itu.


Bai Hao tidak mengeluarkan tekhnik atau pun jurus, karena semua yang ada di ingatannya adalah tekhnik dan jurus yang levelnya sudah melebihi tingkat surga!.


Tangan kanan dan kiri Bai Hao memegang ke dua pukulan orang yang berada di samping kanan dan kirinya yang sekarang terlihat bersentuhan antara tinju dengan tinju, dan kaki kiri Bai Hao di tekuk 90 derajat dengan badan yang di buat seperti posisi tidur sedangkan kaki kanannya menahan laju orang yang berada di depannya.


Musuh yang berada di belakang Bai Hao lolos tetapi pukulannya mengenai ke dua tinju rekannya yang menempel sehingga membuat pergelangan lengan ke dua rekannya patah.


Arggghh….


Teriak keras musuh yang berada di samping kanan dan kiri Bai Hao karena pergelangan lengan mereka patah, sedangkan musuh yang berada di depan Bai Hao mencoba untuk mematahkan kaki Bai Hao.


Sayang sekali orang tersebut telat seper sekian detik ketika Bai Hao melihat kebelakang ternyata musuh akan melancarkan tendangan, sehingga Bai Hao menarik tangan ke dua musuh yang telah dia pegang dan bersalto kebelakang.


Saat bersalto, kaki kanan Bai Hao menendang dagu orang yang berada di depannya hingga terlempar sedikit ke atas dan jatuh meringis.


Sedangkan kaki kiri Bai Hao langsung memutar ke atas dan dihantamkan keras ke bawah hingga mengenai kepala musuh, hal tersebut membuat musuh Bai Hao langsung tersungkur ke bawah dengan muka mencium tanah.


Setelah semua aksi epik Bai Hao, dia mendarat mulus ditanah. ( sebenarnya gerakan Bai Hao cepat, tetapi author jelasin agak detail agar pembaca bisa membayangkannya )


Di sisi Dong Qi, sesaat sebelum Bai Hao memulai aksi epiknya. Dong Qi menyeringai lebar, “ Kau akan menderita setelah ini anak cacat “ gumam Ding Qi senang, walau pun dia tahu akan konsekuensinya tetapi Ding Qi berpikir bahwa tidak mungkin Klan besar seperti Klan Bai akan membela Bai Hao.


Secara, Bai Hao terkenal sebagai orang yang tidak bisa berkultivasi. Dan tidak mungkin Klan Bai membela sampah, sekaliber dia adalah anak seorang Patriak Klan besar.


Jika hal tersebut sampai terjadi, maka nama dan reputasi Klan Bai akan turun sebab membelah sampah. Karena di dunia ini, kekuatan adalah nomor satu dan status keluarga adalah nomor dua.


Tidak sampai 2 menit Dong Qi merasakan kesenangan karena Bai Hao di hajar anak buahnya, sekarang yang di rasakan Dong Qi adalah ketakutan yang teramat dalam.

__ADS_1


Bagaimana tidak..?


Untuk melumpuhkan empat orang tingkat dasar menengah merupakan hal sulit, Dong Qi saja tidak yakin dapat melakukan seperti yang di lakukan Bai Hao.


Bai Hao berjalan perlahan ke arah Dong Qi yang gemetaran, saat baru berjalan dua langkah.


Bai Hao merasa ada serangan dari arah belakang, dengan segera Bai Hao mengumpulkan Qi nya ke kaki dan langsung melakukan tendangan keras ke srah perut musuh tersebut.


Sehingga musuh yang di tendang Bai Hao terpental hingga 10 meter dan memuntahkan seteguk darah lalu pingsan, “ Cih, sampah! “ cibir Bai Hao


Sesampainya di depan Dong Qi, Bai Hao segera menampar wajah Dong Qi hingga membuatnya tersungkur ke tanah.


“ Kurang ajar! Dasar sampah! Apa kau cari mati ha..!? “ Teriak Dong Qi dengan tatapan yang penuh dendam karena telah di permalukan di depan umum.


Saat ini sangat banyak orang berkumpul melihat perkelahian antara 6 orang pemuda tersebut.


“ hustt… bukannya dia adalah aib Klan Bai “ tanya pria ber baju lengan pendek


“ yang mana..? “ rekannya balik bertanya penasaran


“ yang itu, yang sedang menampar Tuan Muda ke 2 Keluarga Dong “ jawab pria ber baju lengan pendek


Sang pria ber baju lengan pendek hanya mengangkat bahu sebagai jawaban atas ketidak tahuannya.


Kembali ke Bai Hao, sekarang dia telah menginjak dan menekan dada Dong Qi.


“ Kalau aku sampah, lalu kau disebut apa! Aku peringatkan untuk jangan pernah menampakkan diri di depanku lagi atau akan ku buat dirimu menjadi sampah sepertiku! “ ancam Bai Hao dengan tatapan tajam yang melebihi tajamnya pisau.


Ekspresi Dong Qi yang awalnya penuh dendam serta emosi segera menjadi ciut dan berubah menjadi takut bercampur menahan rasa sakit karena dadanya di tekan oleh kaki Bai Hao.


Melihat ekspresi Dong Qi, Bai Hao segera menendang leher Dong Qi dan membuatnya pingsan seketika lalu tanpa rasa bersalah dia pergi meninggalkan 1 orang anak dengan luka ringan, 2 orang anak patah pergelangan lengan, dan 2 orang lainnya pingsan.


Bai Hao berjalan dengan muka watadosnya saat banyak orang yang bergunjing tentang dirinya, Bai Hao tidak mau ambil pusing apa pendapat orang karena ini adalah hidupnya dan bukan hidup mereka.


Sesampainya di depan Balai Surga Harta, Bai Hao disambut oleh pelayan cantik. “ Selamat datang di Balai Surga Harta, apa yang Tuan Muda butuhkan..? “ tanya pelayan tersebut seramah mungkin


“ Aku ingin membeli Pil Penempa Tulang dan Pil Pengumpul Qi. Masing masing 10 butir dengan kualitas menengah “ ujar Bai Hao


Pelayan tersebut segeran mencatat semua pesanan Bai Hao, “ Mohin untuk menunggu sebentar atau anda bisa berkeiling terlebih dahulu sementara saya akan mengambilkan barang tersebut “ ujar perlayan sambil membungkuk.

__ADS_1


Bai Hao mengangguk sebagai jawaban dan pelayan tersebut segera meninggalkan Bai Hao.


Bai Hao lalu berkeliling Balai Surga Harta untuk melihat - lihat senjata, karena dia saat ini belum memiliki senjata sama sekali.


Saat Bai Hao melewati pedang yang berkarat, Bai Hao mulai merasakan ada sebuah daya tarik untuk membuatnya mendekat.


Dan saat Bai Hao mendekati pedang tersebut, dia sangat terkejut sebab pedang itu terdapat roh senjata.


Roh senjata sendiri sangat langka untuk ukuran dunia tingkat bawah yang miskin akan energi langit dan bumi.


Sebab, jika senjata tersebut memiliki roh, maka senjata tersebut dapat hidup setelah pemilik senjata mengikat kontrak.


“ Sungguh surga telah berpihak kepadaku, dengan pedang ini. Maka aku akan semakin cepat mencapai tujuanku” gumam Bai Hao sembari mengambil pedang tersebut dan menanyakan harganya di kasir Balai Surga Harta.


“ Untuk semua pesanan Tuan di tambah senjata ini, maka totalnya adalah 150 koin emas dan 345 perak “ ujar kasir tersebut


“ Apakah Tuan yakin akan mengambil senjata ini..? Karena barang yang telah dibeli tidak bisa di kembalikan atau di tukar dengan yang lain “ tanya sang kasir memastikan, sebab Bai Hao memilih pedang berkarat dan terlihat usang


“ Sangat yakin! Dan ambil saja kembaliannya “ jawab Bai Hao sangat gembira dan memberi sedikit bonus kepada kasir itu


Setelah semua urusan Bai Hao di Balai Surga Harta telah beres, dia lekas pergi untuk kembali ke rumahnya.


Tetapi saat melewati hutan kota, terdapat gerakan yang mencurigakan. Bai Hao dapat merasakan kehadiran 7 orang yang sedang mengikutinya, karena hawa membunuh mereka sama sekali tidak di sembunyikan dan seperti sengaja untuk menampakkannya.


“ Kalau aku menggunakan jurus dari kehidupanku sebelumnya, maka hal itu akan beresiko bagi tubuhku karena tidak mampu menanggung beban dari jurus tersebut “ gumam Bai Hao sedikit bimbang


Sedangkan jarak antara hutan kota dan rumah Patriak Klan Bai tinggal sekitar 150 meter, Bai Hao tanpa pikir panjang segera berlari dengan sekuat tenaga karena dia tidak tahu kekuatan musuh.


Tetapi jika dilihat dari hawa membunuh yang terpancar, kemungkinan musuh Bai Hao adalah pembunuh bayaran tingkat tinggi.


Itu terbukti dari hawa membunuh yang sangat pekat, dan pastinya karena sudah merengut ratusan hingga ribuan nyawa.


Saat berlari,Bai Hao merasakan adanya desiran angin mengarah ke punggungnya. Dengan reflek yang cepat, Bai Hao mengeluarkan pedang yang baru dia beli dan menangkis serangan tersebut hingga membuatnya terpental kebelakang dan menabrak pohon.


Brakk….


“ ughh sial! “ kesal Bai Hao sembari mengusap darah yang keluar karena guncangan organ dalamnya akibat menahan tebasan ganas tersebut.


“ Hahaha…. Apa kau tidak tahu sedang ber urusan dengan siapa! “ tanya musuh Bai Hao sembari mengacungkan pedang ke arah kepala Bai Hao

__ADS_1


“ Memang siapa yang menyuruh kalian! “ selidik Bai Hao,dan mulai menerka - nerka beberapa kemungkinan


__ADS_2