
Setelah beberapa waktu, Bai Hao lantas membuka mata dan merasakan perasaan nyaman serta kekuatan yang berada di dalam tubuhnya sangat meledak - ledak.
Tetapi kekuatan tersebut masih berada di dalam kontrol Bai Hao, “ Ternyata seperti ini kekuatan seseorang yang berada di Tingkat Bumi “ gumamnya tersenyum senang
“Salam Tuan Muda, apa Tuan Muda sudah mulai merasa baikan..? “ tanya orang yang tadi di lihat Bai Hao sebelum menerobos
“Sudah, lantas kau ini siapa dan apa tujuanmu..? “ tanya nya penasaran
“ Hamba adalah pasukan yang berada di bawah perintah langsung Patriak, hamba di tugaskan Patriak untuk membawa Tuan Muda kembali dan menghadap beliau “ jawab orang itu
Bai Hao mengangguk paham, “ Baiklah, jalan lah terlebih dahulu aku akan mengikutimu dari belakang “ ujar Bai Hao
Mereka segera melesat menuju kediaman Patriak Keluarga Zu, tidak butuh waktu lama untuk mencapai tempat tersebut.
Terlihat Zu Long sudah menunggu di depan kediaman sebelum Bai Hao mencapai kediamannya.
“ Selamat datang Tuan Muda! “ sambut Zu Long dengan senyum yang merekah
“ Terimakasih atas sambutan sederhana ini Senior “ jawab Bai Hao menangkupkan tinjunya
“ Lalu apa rencana Tuan Muda setelah ini..? “ tanya Zu Long penasaran
“ Apakah Senior bisa memberitahuku informasi mengenai keadaan dunia luar..? “ tanya balik Bai Hao
“ Ada sebuah dimensi yang menjadi warisan dari alkemis terkenal pada zamannya, dia di kenal sebagai Kaisar Surga Obat karena keahliannya dan berbagai pil yang tidak mungkin ada di alam ini “ kata Zu Long
“ Dan menurut isu yang tersebar, terdapat cacatan serta tekhnik alkemisnya yang berada di dalam sana “ lanjutnya
Bai Hao terdiam saat mendengar penjelasan Zu Long, dia teringat bahwa dahulu saat kekuatannya sudah mencapai tingkat Galaxy pernah ada seorang kultivator yang diburu oleh berbagai pihak.
Bukan tanpa sebab dia di buru, dia di buru karena terlalu sombong dengan ilmu alkemisnya yang tinggi dan enggan membantu orang yang membutuhkan.
Memang alkemis adalah keahlian yang langka, tetapi karena ke sombongan orang itu. Maka dia telah menggali kuburnya sendiri.
“ kapan dan dimana warisan itu akan muncul..? “ tanya Bai Hao penasaran
“ sekitar 1 minggu lagi dengan ukuruan waktu dunia luar, dan tempatnya ada di perbatasan antara Kekaisaran Bulan dan Kekaisaran Ming “ jawab Zu Long
“ Baiklah jika begitu aku akan pamit untuk keluar dimensi ini sekarang, maaf atas kelancanganku Senior “ kata Bai Hao
“ Tetapi untuk mencapai tempat tersebut, masih membutuhkan waktu 5 hari dengan kekuatanku saat ini “ lanjutnya
Zu Long memahami niatan Bai Hao, “ Bawa ini, dan biarkan salah seorang dari mereka mengantarmu! “ ujarnya sembari memberikan sebuah token emas
__ADS_1
“ Apa kegunaan dari token ini Senior..? “ tanya Bai Hao penasaran
“ yahh… mungkin saja Tuan Muda berkeingin berkunjung kembali suatu saat nanti “ jawab santai Zu Long
Bai Hao mengangguk dan menangkupkan tinju lalu mengikuti seorang anak buah Zu Long yang menuntunnya untuk keluar Dimensi Zu Liyang.
“ Saya hanya bisa mengantar sampai sini saja Tuan Muda! “ ujarnya setelah sampai di perbatasan antara wilayah luar dan tengah Hutan Neraka
“ Ini sudah lebih dari cukup, terimakasih sudah mau mengantarku! “ jawab Bai Hao menangkupkan tinjunya
“ Sudah kewajiban saya sebagai seorang anak buah, jika Tuan Muda ingin ke perbatasan. Maka ikuti arah matahari terbenam dan setelah keluar dari Hutan Neraka akan ada sebuah desa “ ujarnya menjelaskan
“ Sekali lagi terimakasih, aku akan melanjutkan perjalanan “ kata Bai Hao menangkupkan tinju dan melesat pergi menuju arah barat
Bai Hao melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, setelah melintasi hutan selama hampir 5 jam, Bai Hao memutuskan untuk berhenti.
“ Saatnya aku menggunakanmu! “ gumamnya sembari mengeluarkan topeng yang dia beli waktu itu
Topeng tersebut dibuat dari bahan khusus biarpun bukan barang bagus, tetapi sangat berguna untuk menutupi identitas karena dapat menutupi tingkat kultivasi.
“ Lumayan, kecuali seseorang tingkat Galaxy maka semua kegunaan dari topeng ini tidak akan berguna “ gumam Bai Hao
Bai Hao kembali melesat dan tiba di jalan setapak, dia berjalan santai karena waktu masih belum sore hari.
“ Desa Kemangi “ gumam Bai Hao membaca tulisan yang tertera di gapura
Setelah memasuki desa yang tanpa penjagaan, Bai Hao sempat heran akan kelonggaran desa ini.
Tidak mau berpikir yang aneh - aneh, Bai Hao memasuki sebuah kedai yang lumayan ramai dan duduk di sudut pojok ruangan.
Seorang pelayan datang menghampiri dirinya.
“ Tu…tuan ingin memesan apa..? “ tanya pelayan itu gugup
“ Air putih dan beberapa daging panggang “ jawabnya singkat
Pelayan tersebut segera pergi menuju dapur dan membuat pesanan Bai Hao.
“ Sepertinya ada yang salah dengan desa ini “ gumam Bai Hao
Dia lalu memejamkan mata dan memasukkan kesadarannya ke dalam Pedang Taring Serigala dan langsung melesat menuju tempat Gurunya.
“ Salam Guru! “ ujar Bai Hao menangkupkan tinjunya
__ADS_1
“ kenapa kau kembali secepat ini..? “ tanya Long Hao Chen heran
“ Apakah Murid sudah bisa melepaskan ini..? “ tanya Bai Hao sembari menunjukkan gelang yang dia pakai
“ Belum saatnya, kembalilah ke ragamu. Guru akan berada di lautan dantian agar kau bisa berkomunikasi dengan mudah “ ujarnya dan mengirim Bai Hao kembali
Sesaat setelah itu, Bai Hao membuka mata dan tidak lama pelayan tadi membawa pesanan Bai Hao.
Saat pelayan itu akan kembali, Bai Hao memegang tangannya.
“ Maaf nona, jika boleh tahu. Dimana letak rumah kepala desa..? “ tanya Bai Hao
Pelayan tersebut terlihat ketakutan saat Bai Hao memegang tangannya, “ Da…dari depan sini Tuan tinggal berjalan lurus dan saat melihat pertigaan, belok ke kiri lalu saat ada tikungan di depan sana Tuan bisa melihat tulisan rumah Kepala Desa “ jawabnya sambil gemetar
Bai Hao mengangguk dan memberinya dua koin perak, pelayan itu terkejut karena 2 koin perak lebih dari gajinya selama 4 bulan sebagai pelayan di desa kecil.
Setelah menyelesaikan makannya dan tidak ada informasi berguna, Bai Hao melanjutkan perjalanan menuju rumah Kepala Desa.
“ Ada apa keperluan apa kau kesini..? “ tanya seorang penjaga
“ Aku ingin bertemu Kepala Desa “ jawab Bai Hao sembari mengeluarkan token Klan Bai
Bagaimana pun desa ini masih masuk di dalam wilayah Kekaisaran Bulan.
Penjaga itu segera berlari masuk dan memberitahu bahwa ada orang dari Klan Bai.
Kepala Desa yang mendapat laporan segera berlari tergopoh - gopoh menuju depan rumahnya.
“ Maaf bahwa yang rendah ini tidak menyambut Tuan dengan baik “ katanya sambil berlutut
“ Bangunlah kakek, aku tidak ingin penghormatan yang berlebihan “ jawab Bai Hao membantu Kepala Desa berdiri.
“ Terimakasih atas kemurahan Tuan “ kata Kepala Desa membungkuk
“ Perkenalkan, nama hamba adalah Jo dan hamba adalah Kepala Desa di Desa Kemangi “ lanjutnya
“ Kakek Jo, tidak enak berbicara di luar. Akan kah lebih baik jika kita masuk, kau bisa memanggilku Tuan Bai atau apalah terserah “ jawab Bai Hao
Dan Jo segera membawa Bai Hao masuk kedalam ruang tamu rumahnya.
“ Maaf jika hanya ini yang bisa hamba sajikan Tuan Bai “ kata Jo tidak enak hati hanya menyajikan sesuatu yang menurutnya kurang layak untuk seorang dari pilar Kekaisaran
“ Tidak masalah, langsung saja Kakek Jo. Apakah desa ini mengalami musibah atau gangguan dari seseorang, karena aku merasa hal janggal saat memasuki desa dan melihatnya pertama kali “ kata Bai Hao tanpa basa basi
__ADS_1
“ Sebenarnya… “ Jo mulai bercerita kepada Bai Hao tentang masalah yang menimpa desanya