
Bai Hao perlahan membuka mata, dan pertama yang dia lihat adalah langit - langit ruangan yang seperti gubuk tua.
“ Ughh… tubuhku rasanya sakit semua, tapi tidak masalah. Setelah aku pulih aku akan mengejar puncak kekuatan agar bisa segera membalaskan dendam kepada dua orang itu “ gumam Bai Hao
“ Yah biarpun mereka berdua telah mati, tetapi aku tidak akan memberikan kematian mudah untuk yang ke dua kalinya “ lanjutnya sembari melirik ke pintu kamar
Tidak lama setelah itu, ada seorang pria paruh baya masuk membawa beberapa herbal penyembuhan. “ Tuan muda Bai! “ teriak pria paruh baya tersebut
“ Untunglah Tuan Muda segera sadar, jika lebih lama lagi. Makan hamba tidak tahu apa yang harus hamba lakukan “ kata orang tersebut menghela nafas lega
“ Paman Guan tidak perlu se khawatir itu, aku tidak mengalami luka serius. Hanya saja kita harus segera kembali ke Klan Bai setelah keadaanku sedikit pulih, takutnya ayah dan ibu mencariku karena khawatir “ kata Bai Hao tersenyum lembut untuk menenangkan Guan Yu
“ Sesuai instruksi Tuan Muda, hamba akan mencarikan makanan terlebih dahulu “ jawab Guan Yu dan pergi keluar gubuk kecil untuk mencari makanan agar kondisi Bai Hao segera pulih
“ Dengan kondisiku sekarang, mungkin akan sulit untuk bertarung dan memperebutkan gelar calon Patriak Klan Bai yang akan dilakukan 3 bulan kedepan. Dantian Kekosongan ya “ gumam Bai Hao tersenyum
Perlu diketahui bahwa Bai Hao memiliki Dantian yang dinamakan Dantian Kekosongan, seolah Bai Hao terlahir tanpa Dantian. Bahkan seorang sampah masih memiliki Dantian, sedangkan Bai Hao seorang Tuan Muda dari Klan Bai yang notabenya Klan besar tidak memilikinya atau bisa di bilang pengetahuan Alam Rendah terhadap Dantian masih terbatas.
Keistimewaan dari Dantian Kekosongan sendiri adalah dapat menampung semua jenis Qi dan dapat mempelajari segela jenis elemen, Setiap orang mempunyai elemen bawaan lahir dan orang yang bisa menguasai 2 elemen atau lebih dengan mahir. Maka orang tersebut akan di sebut sebagai jenius, biasanya orang yang memiliki 2 elemen ini berasal dari Klan besar atau keturunan dari Sekte Besar.
Anggota Klan Bai sendiri kebanyakan memiliki elemen angin dan petir, salah satu anggota yahg terkuat adalah ayah Bai Hao sekaligus Patriak ke 29 Klan Bai.
Satu minggu berlalu dengan cepat, Bai Hao telah pulih dari luka yang dia alami dan melakukan perjalanan pulang bersama dengan Guan Yu.
“ Tuan Muda, sebentar lagi kita akan sampai di depan pintu masuk Klan “ ujar Guan Yu dari balik bilik kereta kuda
“ Baiklah paman, aku akan bersiap “ jawab singkat Bai Hao
Setelah melewati gerbang Klan dengan mudah, kereta yang mereka tumpangi segera melaju ke kediaman Patriak. Disana terlihat dua orang paruh baya yang sedang menunggu kedatangan Bai Hao.
__ADS_1
Bai Hao turun dari kereta dan segera memeluk ke dua orang tersebut, yang tidak lain adalah orang tua Bai Hao.
“ Hao’er kemana saja kau selama 10 hari ini..? “ tanya ibu Bai Hao yang bernama Mei Lin dengan khawatir
“ Maafkan Hao’er bunda, Hao’er mencari sebuah peluang di pinggiran hutan neraka ditemani dengan paman Guang. Tapi siapa yang menyangka bahwa akan ada hewan roh tingkat 4 disana “ jelas Bai Hao
“ Jadi Hao’er dan paman Guang berpencar untuk menyelamatkan diri, tapi naasnya Hao’er yang belum memiliki kultivasi ini dan mengandalkan kekuatan fisik tercebur ke dalam sungai. Sesaat sebelum Hao’er pingsan, Hao,er melihat ular tersebut pergi seperti ketakutan dan Hao’er merasakan kehangatan di dalam Dantian Hao’er “ lanjut Bai Hao
Mendengar cerita singkat dari Bai Hao, ayah Bai Hao yang bernama Bai Mubai melirik tajam ke arah Guang Yu yang menunduk. Bai Hao melihat lirikan tajam ayahnya, dan segera memberi penjelasan kepada ayahnya.
“ Ayah tidak perlu menghukum paman Guang, jika tidak di selamatkan dan di rawat oleh paman Guang. Mungkin Hao’er sudah tidak ada lagi di dunia ini “ kata Bai Hao untuk membela Guang Yu
“ Sudah lah sayang, yang penting anak kita selamat. Aku akan memeriksa Dantian Hao’er, karena dia tadi mengatakan bahwa ada sesuatu yang hangat di Dantiannya “ kata Mei Lin sembari memegang tangan Bai Hao untuk mengecek kondisi Dantian anaknya itu.
Setelah mengecek beberapa kali, Mei Lin hanya menggelengkan kepala. “ Bagaimana sayang..? “ tanya Bai Mubai penasaran
“ Tidak ada yang berubah “ jawab Mei Lin sedih
Orang tua Bai Hao hanya mengangguk untuk menyenangkan anak mereka, meskipun mereka tahu bahwa hal tersebut sangatlah mustahil.
“ Sebaiknya kau segera istirahat di kamarmu, dan besok ayah sarankan untuk libur berlatih dahulu “ kata Bai Mubai dan pergi meninggalkan halaman depan kediaman Patriak bersama dengan Mei Lin
Bai Hao menoleh ke arah Guang Yu, “ Paman Guang, tolong carikan aku rumput darah dan daun sumsum naga, masing - masing berjumlah 10 setelah itu tolong antar ke kamarku “ ujar Bai Hao sembari menyerahkan uang sebanyak 1 kantong
“ Baik Tuan Muda, hamba akan melaksanakannya segera “ jawab Guang Yu dan segera pergi menuju balai obat terdekat
Setelah Guang Yu pergi ke balai obat terdekat untuk membeli apa yang di perintahkan Bai Hao, Bai Hao berjalan menuju ke arah kamarnya dan mengunci pintu kamar tersebut rapat - rapat.
Bai Hao mengambil posisi lotus, dan memejamkan mata untuk mengingat semua tekhnik kultivasi yang dia gunakan di kehidupan sebelumnya, ada satu tekhnik yang sangat hebat dan itu Bai Hao temukan saat menjelajah ke dimensi misterius saat dia belum menjadi seorang Kaisar para Dewa.
__ADS_1
Tetapi persyaratannya adalah usia minimal untuk mempelajari tekhnik itu adalah 12 tahun, dan bila sudah memiliki tingkat kultivasi. Maka tingkat kultivasi kultivator tersebut akan kembali ke tingkat dasar, dan saat itu Bai Hao tidak ingin mengambil resiko besar.
Bai Hao sendiri tidak mengetahui tingkatan tekhnik tersebut sebab tekhnik itu terletak di atas batu yang memiliki aura kuno kuat dan terdapat tulisan kuno, Bai Hao saat itu hanya dapat mengartikan tulisan Nirwana sebab pengetahuannya tentang tulisan kuno sangat minim.
Tetapi sisi baiknya adalah setiap tulisan di buku tekhnik tersebut langsung terserap ke benak Bai Hao dan dia dapat memahaminya, Bai Hao segera mengeksekusi tekhnik yang tidak di ketahui nama dan tingkatannya itu.
Bai Hao larut dalam meditasi dan secara tidak sadar, jiwa Bai Hao seperti di tarik menuju dimensi yang berbeda. Disana Bai Hao hanya melihat kekosongan dan perlahan tapi pasti, pemahaman Dao Kekosongan tingkat tinggi mulai meresap ke bentuk jiwa Bai Hao yang melayang.
Di dalam kamar, tingkat kultivasi Bai Hao meningkat secara drastis dan Dantiannya mulai membesar seiring meningkatnya kultivasi Bai Hao.
Setelah satu hari berlalu di dunia nyata, Bai Hao membuka matanya dan merasakan perasaan hangat serta kultivasinya meningkat dengan drastis.
“ Sungguh tekhnik yang menentang surga, tetapi untuk menembus setiap level tekhniknya diperlukan pemahaman yang tinggi akan Dao ke kosongan dan kultivasi yang memadai agar tidak terjadi efek samping yang buruk akibat penggunaan tekhnik “ gumam Bai Hao mengagumi tekhnik yang baru saja di eksekusinya
Tok… tokk… tok
“ Tuan muda, hamba telah membawa apa yang anda minta “ kata Guang Yu dari luar kamar Bai Hao
“ Paman taruh saja di depan pintu, untuk kembalian uangnya. Paman bisa pakai untuk keperluan paman “ jawab Bai Hao
“ Terimakasih Tuan Muda, hamba mohon undur diri “ kata Guang Yu dan tidak ada jawaban dari Bai Hao
Guang Yu segera meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumahnya yang berjarak lumayan dekat dengan kediaman Klan Bai. Setelah kepergian Guang Yu, Bai Hao keluar dan mengambil kotak yang lumayan besar berisi herbal yang dia pesan.
“ Baiklah, sekarang saatnya membuktikan pada dunia bahwa Kaisar ini akan kembali menduduki bahkan melebihi puncak kejayaannya dulu “ gumam Bai Hao sambil tersenyum senang
Bai Hao menyiapkan bak mandi dan mulai memasukkan semua herbal yang dia beli, “ Aku harus menahan semua rasa sakit ini agar cepat menjadi kuat! “ gumam Bai Hao dengan mata yang memancarkan tekad berapi - api.
Bai Hao segera melepaskan pakaiannya dan memasuki bak yang telah di isi oleh herbal tersebut.
__ADS_1
Arrrghhhh….
Bai Hao menjerit, dan dengan cepat dia menahan jeritannya agar tidak terdengar sampai luar dan di ketahui orang tuanya, sebab Bai Hao ingin memberi kejutan kepada orang tuanya yang di kehidupan pertama belum sempat dia bahagiakan.