
Bai Hao menahan rasa sakit selama delapan jam dan setelah itu dia pingsan, ke esokkan paginya saat matahari mulai tinggi. Bai Hao membuka mata dan merasakan seluruh manfaat yang ada di dalam tubuhnya, rumput darah sendiri berfungsi untuk membersihkan aliran meredian akibat darah beku atau kotoran sewaktu menggunakan pil yang tingkat kemurniannya rendah.
Sedangkan daun sumsum tulang naga, seperti namanya. Daun tersebut berfungsi untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas tulang melalu perantara sumsum tulang itu sendiri.
“ hahh.. rasanya badanku semakin ringan dan semakin bertenaga setelah berendam semalaman, yah meskipun rasa sakit yang harus ditanggung juga melebihi ekspetasiku “ celoteh Bai Hao sembari keluar dari bak tempatnya berendam.
Bai Hao segera menggunakan kembali baju yang biasa dia pakai, selain ke dua manfaat tadi. Dua herbal tersebut juga memiliki fungsi meremajakan kulit, Bai Hao sebelumnya memang berwajah tampan dan memiliki sorot mata yang tajam serta tegas.
Setelah berendam dengan ke dua herbal tersebut, kulit Bai Hao semakin bersih dan wajahnya seakan memancarkan aura keagungan yang menambah ketampanannya.
“ Sebaiknya aku segera ke kediaman ayah dan ibunda, untuk membuat mereka terkejut “ gumam Bai Hao sambil berjalan menuju kediaman orang tuanya dan memikirkan seperti apa reaksi mereka setelah mengetahui hal ini.
Sebab di kehidupan pertama, saat Bai Hao mulai beranjak dewasa. Tepatnya beberapa tahun kedepan, akan ada perang besar antara kekaisaran yang di tempatu Klan Bai dan kekaisaran tetangga.
Sehingga hal tersebut membuat tewas ke dua orang tua Bai Hao saat mereka turun di medan pertempuran, setelah tragedi tersebut Bai Hao mulai mengembara hingga mencapai puncaknya saat dia menjadi Kaisar para Dewa.
Sesampainya di depan kediaman, terlihat seorang penjaga menghentikan langkah Bai Hao.
“ Maaf Tuan Muda, ada keperluan apa Anda datang kemari..? “ tanya penjaga tersebut
“ Aku ingin menemui Ayah dan Ibunda “ terang Bai Hao
“ Mohon Tuan Muda tunggu disini, saya akan memanggilkan Patriak! “ penjaga tersebut segera masuk ke dalam kediaman orang tua Bai Hao.
Setelah menunggu cukup lama, orang tua Bai Hao keluar dari kediaman mereka.
“ Ada apa nak, bukankah seharusnya kau tidak memiliki jadwal pelatihan..? “ tanya Bai Mubai sedangkan Mei Lin hanya mengekor dibelakang suaminya saja.
“ Benar Ayah, sebaiknya kita ke ruang pribadi Ayah saja “ jawab Bai Hao segera melengang masuk karena sudah hafal dengan seluk beluk kediaman orang tuanya.
Bai Mubai dan Mei Lin hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak semata wayang mereka, kemudian ke dua orang tersebut mengikuti Bai Hao dari belakang.
Setelah mereka bertiga sampai di dalam ruang pribadi Bai Mubai, Bai Hao segera membuka percakapan.
“ Maafkan ketidak sopanan Hao’er tadi karena lupa memberi salam kepada Ayah dan Ibunda “ kata Bai Hao sedikit menyesal
“ Ayah dan Ibundamu tidak mepermasalahkan hal tersebut, namun apa yang membuatmu hingga melupakan hal sepele seperti itu..? “ selidik Mei Lin penasaran
Bai Hao menggaruk tengkuk kepalanya, “ Karena tadi Hao’er terlalu bersemangat Ibunda. Coba sekarang Ibunda pegang pergelangan tangan Hao’er dan periksa dengan teliti “ jawab Bai Hao sembari menyodorkan tangannya
Mei Lin memegang tangan putranya dan merasakan dengan teliti seperti yang diminta oleh putranya tersebut, “ Tidak mungkin! “ pekik Mei Lin terkejut
Bai Mubai yang mendengar hal tersebut ikut terkejut karena pekikan Mei Lin, “ Ada apa sayang dengan anak kita..? “ tanya Bai Mubai penasaran
Mei Lin menghela nafas sembari menenangkan dirinya, “ Hahh… Coba kau rasakan apa yang ada di dalam diri Hao’er! “ jawab Mei Lin
Bai Mubai pun memegang pergelangan tangan Bai Hao dan menampilkan ekspresi terkejut seperti Mei Lin, “ Kau bisa berkultivasi nak..? “ tanya Bai Mubai senang karena anaknya tidak cacat lagi.
“ Benar Ayah, tetapi Hao’er masih kurang paham dengan tingkatan dan beberapa jenis artifak atau senjata dan pil di dunia ini. Ayah tahu sendiri bahwa selama ini Hao’er hanya melatih fisik “ jawab Bai Hao mencari alasan meskipun dia sebenarnya tahu, hal tersebut untuk menghindari kecurigaan ke sua orang tuanya.
Saking semangatnya, Bai Mubai langsung mengajak Bai Hao duduk dan dia mulai menjelaskan hal dasar tentang dunia kultivasi atau martial dao.
“ Dengarkan dan ingat ini baik - baik, sebab ini akan menjadi langkah awalmu untuk menjelajah dan mencapai puncak! “ ujar Bai Mubai serius
__ADS_1
Bai Hao hanya mengangguk sebagai jawaban atas perkataan ayahnya.
“ Tahap kutivasi, sendiri terbagi menjadi 8 tahap dan setiap tahap terdapat 3 tingkatan yaitu awal, menengah, puncak “ ujar Bai Mubai
“ Sedangkan untuk pil dan artifak terbagi menjadi 8 tingkat dan terdapat 4 kualitas yaitu rendah, sedang, tinggi, sempurna. Sedangkan untuk jurus atau tekhnik terbagi menjadi 6 tingkat dan ada 4 kualitas yaitu normal atau yang biasa, bumi, langit, dan surga “ lanjut Bai Mubai
“ Baiklah, kita mulai dari awal yaitu tahap kultivasi dan tingkatannya hingga jurus/tekhnik sebagai berikut…”
Tahap Kultivasi :
- Tingkat Dasar : Awal, Menengah, Puncak
- Tingkat Penempaan Tulang : Awal, Menengah, Puncak
- Tingkat Penempaan Tubuh : Awal, Menengah, Puncak
- Tingkat Bumi : Awal, Menengah, Puncak
- Tingkat Langit : Awal, Menengah, Puncak
- Tingkat Galaxy : Awal, Menengah, Puncak
- Tingkat Surga : Awal, Menengah, Puncak
- Tingkat Immortal : Awal, Menengah, Puncak
Tingkatan Pil dan Artifak:
- Pil & Artifak Tingkat Penempaan Tulang : Rendah, Sedang, Tinggi, Sempurna
- Pil & Artifak Tingkat Penempaan Tubuh : Rendah, Sedang, Tinggi, Sempurna
- Pil & Artifak Tingkat Bumi : Rendah, Sedang, Tinggi, Sempurna
- Pil & Artifak Tingkat Langit : Rendah, Sedang, Tinggi, Sempurna
- Pil & Artifak Tingkat Galaxy : Rendah, Sedang, Tinggi, Sempurna
- Pil & Artifak Tingkat Surga : Rendah, Sedang, Tinggi, Sempurna
- Pil & Artifak Tingkat Immortal : Rendah, Sedang, Tinggi, Sempurna
Tingkatan Jurus/Tekhnik :
- Jurus/Tekhnik Tingkat Rendah : Normal, Bumi, Langit, Surga
- Jurus/Tekhnik Tingkat Menengah : Normal, Bumi, Langit, Surga
- Jurus/Tekhnik Tingkat Tinggi : Normal, Bumi, Langit, Surga
- Jurus/Tekhnik Tingkat Rare : Normal, Bumi, Langit, Surga
- Jurus/Tekhnik Tingkat Alam : Normal, Bumi, Langit, Surga
__ADS_1
- Jurus/Tekhnik Tingkat Dunia : Normal, Bumi, Langit, Surga
“ Iyu adalah penjelasan mengenai hal yang umum di dunia kultivator “ ujar Bai Mubai menutup pembicaraan dan menunggu respon dari Bai Hao
Bai Hao memasang ekspresi pura - pura senang untuk menghargai Ayahnya yang rela menjelaskan panjang x lebar x tinggi tersebut, Meskipun Bai Hao telah mengetahui hingga tingkatan di atas Immortal sewaktu di kehidupan pertamanya dahulu.
“Emmm… lalu yang terkuat di Klan Bai atau Kekaisaran ini apa Ayah..?” tanya Bai Hao penasaran
“ Untuk di Klan Bai sendiri berada di tingkat Galaxy Awal dan untuk pihak Kekaisaran berada di tingkat Gakaxy Puncak “ jawab Singkat Bai Mubai
“ Sayang, tolong ambilkan kami berdua air minum. Aku sangat haus setelah menjelaskan kepada Hao’er “ kata Bai Mubai menoleh ke Mei Lin sambil tersenyum canggung
Mei Lin hanya mendengus sebagai jawaban atas permintaan suaminya tersebut, dan dia segera pergi untuk mengambilkan air minum untuk ayah dan anak yang sedang asik dengan dunia mereka.
“ Lalu siapa orang dari Klan Bai ayah..? “ Bai Hao kembali bertanya karena sangat penasaran, sebab di masa lalu dia tidak mengetahui hal ini.
“ Untuk Klan Bai, orang tersebut adalah Kakek Buyutmu. Beliau bernama Bai Bao, sedangkan untuk pihak Kekaisaran juga satu generasi dengan Kakek Buyutmu “ jelas Bai Mubai
Perlu di ketahui bahwa Klan Bai sendiri merupakan salah satu Klan pilar Kekaisaran dan berada di urutan ke 2 dari 5 Klan.
Setelah Mei Lin datang membawa air minum, tidak berlangsung lama Bai Mubai berdiri diikuti Bai Hao . “ Di dalam sini ada 300 koin emas, belanjakan untuk keperluan peningkatan kultivasimu! “ perintah Bai Mubai sembari menyerahkan cincin ruang kepada Bai Hao
“ Baik Ayah, Hao’er akan segera berangkat untuk membeli pil dan herbal “ kawab Bai Hao dan kemudian pamit untuk menuju ke Balai Surga Harta
Balai Surga Harta hanya berjarak 500m dari Klan Bai hanya, tetapi di pertengahan jalan. Bai Hao mendengar suara yang tidak sedap di dengar.
“ Hei orang cacat, ternyata kau masih memiliki keberanian untuk melewati jalan ini! “ teriak kencang anak tersebut, sehingga membuat beberapa orang menoleh ke arahnya termasuk Bai Hao.
Bai Hao menoleh ke arah asal suara, dan mendapati 5 orang anak seusia dengannya.
“ Aku cacat atau bukan itu tidak menjadi urusanmu Dong Qi! “ jawabBai Hao sinis, dan melengang pergi meninggalkan lima anak tersebut.
Seingat Bai Hao, Dong Qi adalah Tuan Muda ke 2 keluarga Dong. Memang status Klan Bai lebih tinggi dari keluarga Dong, tetapi dulu di saat Bai Hao belum memiliki kekuatan dan dipukuli oleh berandalan tersebut lalu melapor ke ayahnya, hal tersebut malah menjadi boomerang bagi Bai Hao.
Karena setelah Bai Hao melapor, ke esokan harinya Dong Qi menyewa seorang premannyang memiliki kultivasi rendah dan menyuruhnya membuat Bai Hao babak belur.
Tetapi untuk saat ini, Bai Hao tidak memiliki rasa takut kepada Dong Qi. Secara di kehidupan pertamanya dia adalah Kaisar para Dewa.
Dong Qi yang tudak terima dengan sikap Bai Hao yang mulai berani kepadanya segera menyuruh anak buahnya untuk menghadang jalan Bai Hao.
“ Mau kemana kau bocah tengik! “ kata salah satu bawahan Dong Qi
“ Cepat minggir atau akan ku buat kalian menyesal! “ ancam Bai Hao
Dong Qi yang mulai geram segera menyuruh anak buahnya untuk mengepung Bai Hao, “ Cepat patahkan kakinya dan buat di bersujud di hadapanku! “ perintah Dong Qi dingin!
“ Baik Boss! “ jawab serempak 4 orang anak buah Dong Qi
Hyaaaa……..
Teriak mereka berempat maju bersama - sama menyerang Bai Hao
NB : 100 koin perunggu sama dengan 1koin perak, 100 koin perak sama dengan 1 koin emas, dan 1 koin emas sama dengan 1000 koin perunggu
__ADS_1