Ruler To Immortality

Ruler To Immortality
Sebuah Fakta


__ADS_3

Bai Hao menjelaskan bahwa sebenarnya dia ingin mencari banyak peluang.


Karena jika dia menjadi murid elite, maka dia akan dituntut untuk berlatih dan meningkatkan kekuatan.


Sebenarnya hal tersebut juga merupakan sesuatu yang baik, tetapi bagi Bai Hao itu adalah hal yang kurang tepat.


Sebab kekuatan tanpa pengalaman yang nyata antara hidup dan mati sama saja dengan harimau bergigi tumpul.


Setelah mendengar penjelasan Bai Hao dan beberapa alasan yang dapat di terima oleh Ling Di, akhirnya Bai Hao pamit undur diri untuk beristirahat sebelum keberangkatannya ke Sekte Surgawi Emas.


Sesampainya di dalam kediamannya, Bai Hao lekas masuk ke dalam Pagoda Obat untuk menyembuhkan jiwanya yang belum pulih total.


Selama satu bulan penuh Bai Hao berada di dalam Pagoda Obat, sedangkan di dunia nyata hanya berlalu beberapa hari saja.


Tok…


Tok…


Tok….


Seorang pelayan mengetok pintu kamar Bai Hao, tetapi tidak ada respon dari dalam.


Sehingga pelayan itu kembali dan melaporkannya kepada Bai Mubai.


2 hari berlalu di dunia nyata, dan Bai Hao telah keluar dari dimensi Pagoda Obat.


Selain kerusakan jiwanya sudah sembuh, kekuatan jiwa Bai Hao juga meningkat sedikit.


“ peningkatan yang lumayan, Setelah ini aku akan mencari sebuah artefak untuk menyamarkan kultivasiku karena dengan tekhnik yang ku miliki. Mustahil untuk menutupinya dari tingkat Surga di Tengah Benua “ gumam Bai Hao


Saat akan membersihkan diri, ada ketokan pintu terdengar dan Bai Hao segera membukanya.


“ Tuan Muda, Patriak meminta Anda untuk menemuinya “ kata pelayan itu dengan sopan


“ Sampaikan kepada Patriak bahwa aku akan menemuinya setelah ini, saat ini aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu “ ujar Bai Hao


Pelayan itu menangkupkan tinju sembari membungkuk, “ baik Tuan Muda, akan Saya sampaikan kepada Patriak “ jawabnya sembari pergi meninggalkan depan kamar Bai Hao


Setelah membersihkan diri, Bai Hao segera menuju ke ruangan Bai Mubai.


Tok….


Tok… tok….


“ Ayah, ini Hao’er “ kata Bai Hao dari luar ruangan

__ADS_1


“ Masuklah Hao’er! “ jawab Bai Mubai sembari meletakkan lembaran kertas yang baru dia baca beberapa saat


“ Ada apa Ayah menyuruh pelayan untuk menemui Hao’er..? “ tanya Bai Hao penasaran


Bai Mubai menghela nafas panjang, “ Apa tidak sebaiknya kau mengambil kelas murid elite..? “ katanya


“ Karena selain sumber daya, tunjangan untuk Klan juga sangat bermafaat “ ujar Bai Mubai


“ Hao’er ingin bebas dan merasakan petualangan serta mencari beberapa peluang yang dapat membawa Hao’er menuju puncak Ayah “ Bai Hao menjawab dengan tatapan tegas


“ Ayah paham apa yang Hao’er inginkan, tetapi situasi Kekaisaran Bulan saat ini sedang dalam krisis karena mendapatkan tekanan dari Kekaisaran Matahari “ kata Bai Mubai


“ lalu pihak Kekaisaran menuntut pajak lebih guna mendanai prajurit bayaran, dan Keluarga atau Klan yang menjadi Pilar Kekaisaran di minta mengirim beberapa anggotanya yang bukan murid elite Sekte di Wilayah Dewa “ lanjutnya


“ jadi Ayah khawatir bahwa nanti Hao’er akan celaka jika saat terjadi bentrokan antara 2 Kekaisaran..? “ tanya Bai Hao memastikan


“ Benar Hao’r, tidak ada yang tau pasti apa kartu As yang dimiliki musuh. Karena beberapa hari yang lalu, Ayah mendapatkan laporan dari tangan kanan Ayah bahwa ada satu desa yang sudah jatuh ke tangan musuh dan menjadi basis mereka! “ kata Bai Mubai menjelaskan


“ sedangkan pihak Kekaisaran sendiri enggan menyerang basis musuh tersebut dikarenakan medan dan sangat dekat dengan perbatasan “ lanjutnya


Bai Hao memegang keningnya, dan merasa pusing akibat beberapa hal yang tidak sesuai dengan kehidupan pertamanya.


“ Hao’er akan tetap pada rencana awal dan akan membuat kejutan kepada Ayah saat nanti Hao’er kembali kesini karena panggulan tugas dari Tanah Air! “ kata Bai Hao meyakinkan Bai Mubai


“ Apakah dengan kejutan itu kau yakin bahwa dapat selamat dari perang dengan kemungkinan hidup 80%..? “ tanya Bai Mubai memastikan, sebab dalam perang semua bisa terjadi dan peluang hidup 80% adalah hal yang sangat langka.


Bai Mubai akhirnya hanya bisa pasrah dengan keputusan anaknya dan mencoba untuk mendukungnya.


“ dan satu hal lagi Hao’er. Kau tahu tentang Keluarga Zu..? “ tanya Bai Mubai memastikan


Bai Hao mengerutkan keningnya. “ Memang ada apa dengan Keluarga Zu ayah..? “ dengan rasa penasaran dia balik bertanya kepada Bai Mubai.


“ Dahulu, Kakek Buyutmu mempunyai seorang bawahan setia dan dia diberikan sebuah dimensi oleh Kakek Buyutmu. Dimensi itu berada di perbatasan wilayah tengah dan luar Hutan Neraka “ kata Bai Mubai


Bai Hao tetap diam dan mendengarkan cerita Ayahnya.


“ Bawahan Kakek Buyutmu itu bernama Zu Liyang dan dia telah bersumpah kepada Langit dan Bumi bahwa dia dan seluruh keturunannya akan setia kepada keturunan Kakek Buyutmu “ lanjut Bai Mubai sembari melihat respon Bai Hao


“ Jadi maksud Ayah adalah Keluarga Zu adalah bawahan dari Klan Bai..?” Bai Hao pun memastikan hal itu


“ Lebih tepatnya adalah bawahan dari keluarga kita! “ jawab Bai Mubai meluruskan perkataan Bai Hao sebelumnya


Bai Hao sekarang mulai paham kenapa Patriak Keluarga Zu sangat baik kepadanya.


“ Lantas apa maksud Ayah memberi tahu hal ini kepada Hao’er..? “ tanya Bai Hao penasaran

__ADS_1


Sebab sekarang yang menjadi Tuan dari Keluarga Zu adalah Ayahnya.


“ 2 hari lalu ada seorang pria paruh baya bernama Zu Huo datang menemui Ayah dengan membawa Token keturunan asli Patriak Keluarga Zu “ kata Bai Mubai


Bai Hao sedikit terkejut bahwa Zu Huo akan datang ke tempat ini, karena setahu Bai Hao.


Zu Huo memiliki sebuah Sekte Kecil di pinggiran Hutan Neraka.


“ Dia berkata bahwa dia akan mengambil tugas sebagai pengikut setiamu lebih cepat. Karena seharusnya hal itu baru terjadi saat kau menjadi Patriak atau paling cepat berumur 25 tahun sedangkan kau sekarang masih 17 tahun“ lanjut Bai Mubai


“ lalu apa keputusanmu Hao’er..? “ tanya Bai Mubai


Bai Hao berpikir bahwa memiliki bawahan setia lebih awal tidaklah hal buruk.


“ tetapi bagaimana jika suatu saat mereka berkhianat Ayah..? “ tanya Bai Hao memastikan.


Karena menurut Bai Hao, orang yang 100% setia adalah sebuah omong kosong.


Sebab, singa saja yang dirawat sedari bayi dapat menyerang pemiliknya. Apalagi manusia, yang dipenuhi dengan akal yang licik dan kecerdikan melebih seekor kancil.


“ kau tenang saja Hao’er. Sebab jika mereka memiliki niat itu sedikit saja, maka mereka akan disambar Petir Surgawi saat itu juga! “ jawab Bai Mubai menenangkan anaknya


“ Baiklah jika seperti itu adanya, Hao’ er tidak keberatan jika Zu Huo ingin menjadi pengikut Hao’er lebih awal. “ kata Bai Hao


“ Kau bisa keluar sekarang karena dia telah setuju! “ Bai Mubai berteriak sedikir kencang


Dan tiba - tiba di depan Bai Hao telah berlutut 4 Orang berpakaian Ninja.


“ Terimalah Hormat Kami Tuan! “ kata keempatnya serempak.


“ mana diantara kalian yang merupakan Zu Huo..? “ tanya Bai Hao penasaran sebab muka mereka ditutupi topeng


( topeng yang digunakan mirip sengan topeng Anbu di serial Anime Naruto )


Seorang dari sebelah kanan berdiri dan menangkupkan tinju dengan hormat ke arah Bai Hao, “ Saya adalah Zu Huo Tuan! “ katanya dengan tenang


“ jelaskan siapa ke 3 orang ini, karena dari cerita Ayahku. Hanya Keluarga Zu yang bersumpah setia dan itu pasti dirimh seorang! “ kata Bai Hao


“ Langit Menengah! Cukup memuskan “ lanjutnya sembari memuji kekuatan Zu Huo


Karena saat terakhir kali bertemu, Zu Huo berada di tingkat Bumi Puncak.


“ terimakasih atas pujian Tuan, sebenarnya saat itu saya telah berada di tingkat Langit Awal “ jawabnya agak canggung


“ jadi kau menggunakan Artefak untuk menutupi tingkat kultivasimu..? “ tanya Bai Hao sedikit malu

__ADS_1


“ hehehe…. Benar Tuan “ jawab Zu Huo menggaruk tengkuknya


“ Sekarang coba jelaskan tentang ke 3 orang itu “ perintah Bai Hao


__ADS_2