Ruler To Immortality

Ruler To Immortality
Zu Huo


__ADS_3

Bai Hao sangat terkejut ketika mendapati yang bertarung adalah Patriak Sekte Bulan Sabit dengan beberapa orang pengeroyok.


Bomm…


“ hahaha…. Menyerah saja pak tua! Dan cepat katakan dimana arah menuju ke dimensi milik leluhur sekte kecilmu itu! “ ujar lawannya


“ Aku Zu Huo tidak akan mengatakan dimana tempat tersebut sekalipun kalian ber 3 membunuh bahkan menyiksaku! “ bentak Zu Huo dengan nafas tersengal dan badannya sakit semua sebab dia telah melakukan pertarungan dengan hewan roh yang kuat dan sekarang di keroyok oleh 3 orang pendekar.


“ Baiklah jika itu mau mu! Maka jangan salahkan kami jika bertindak kejam! “ ujar pemimpin kelompok tersebut


“ Serang!!!!! “ lanjutnya berseru dengan lantang


Pertarungan pun kembali terjadi, Zu Huo menghindari beberapa tebasan pedang dan golok yang hampir mengenai organ vitalnya.


Nafas Api!, teriak Zu Huo


Wusshhhhhh…..


Zu Huo menyemburkan api dari mulutnya dan mengarah ke kelompok tersebut, tetapi sayang sekali bahwa mereka bertiga melindungi tubuh dengan Qi dan serangan jarak jauh Zu Huo hanya menyisakan ampas saja.


Di sisi lain, Bai Hao sangat ingin menbantu Zu Huo dan perlahan dia mencari kesempatan serta celah untuk membunuh salah seorang dari mereka.


Bamm….


Uhukkhh…


Tiba - tiba Zu Huo terkena tendangan keras di dadanya saat dirinya mulai kelelahan dan menabrak pohon besar yang berada di belakangnya.


“ Cepat katakan dimana letak dimensi tersebut! “ bentak pemimpin kelompok itu sembari mengacungkan pedang ke arah wajah Zu Huo.


Zu Huo yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum mengejek.


“ Kurang ajar! Sepertinya kau benar - benar ingin musnah. Dan ingat, setelah kau mati maka selanjutnya adalah sekte kecilmu! “ kata pemimpin kelompok jengkel saat melihat senyuman menghina dari Zu Huo


“ Andai aku tidak bertemu dengan hewan jelek itu, mengalahkan mereka bertiga akan sangat mudah karena tingkatan mereka ada di Bumi Awal sedangkan aku lebih tinggi 2 tahap “ gumam Zu Huo dan melakukan segel tangan untuk mengunci dimensi itu selama - lamanya setelah dia tewas


Namun Zu Huo tidak akan membiarkan kematiaannya sia - sia. Dia berencana untuk membawa mereka semua atau salah satu dari pengeroyok tersebut untuk ikut ke dunia bawah bersamanya.


Saat pemimpin kelompok pengeroyok akan menebas leher Zu Huo, tiba - tiba instingnya mengatakan untuk menghindar.


Srakk…


Leher pemimpin kelompok pengeroyok tersebut tertebas dengan rapi oleh sebuah pedang karatan yang berada di tangan Bai Hao.


Ke dua rekan mereka sangat terkejut dengan kejadian yang begitu cepat tersebut. Mereka bahkan tidak mengira bahwa ada musuh di atas pohon tempat Zu Huo bersandar.


“ Cari mati!! “ bentak ke dua orang itu bersamaan


Trang…!!


Bai Hao berhasil menangkis tebasan golok ke dua orang tersebut.


“ Siapa kau..? Dan apa alasanmu ikut campur bocah! “ tanya seorang diantara mereka

__ADS_1


“ Bukan urusan kalian! “ jawab Bai Hao dengan dingin


“ Jika begitu, lebih baik kau mati saja! “ ujar seorang pengeroyok sembari mengumpulkan energi Qi dan di salurkan ke goloknya


Zu Huo yang melihat kesempatan untuk memulihkan diri, segera menelan Pil Penyembuh dan Pil Pengembali Qi.


“ semoga kau dapat bertahan sebentar nak, budi baik ini akan ku balas setimpal! “ gumam Zu Huo sembari fokus mengawasi Bai Hao dan memulihkan energinya secara perlahan.


Di sisi lain, Bai Hao terlihat sangat tenang meski pun lawannya adalah orang yang kuat.


“ Dengan situasi malam dan bulan sekarang tertutup awan, makan akan memudahkanku bergerak lebih lincah “ gumam Bai Hao sembari menyalurkan energi petir yang dia pelajari di ke dua kakinya dan pedang yang dia pegang.


Sekilas terlihat percikan listrik di pedang yang Bai Hao pegang, tetapi penampakan sedikit percikan listrik tersebut tidak terlalu di pedulikan oleh dua orang pengeroyoknya.


“ Heh hanya main anak kecil kau berani pamerkan di depan pendekar ini! “ ejek lawan Bai Hao


“ Mati!!! “ lanjutnya sembari melesat bersama rekannya.


Dengan reflek yang lumayan cepat Bai Hao mengelak ke samping kanan dan secepat mungkin menebaskan pedangnya.


Srakk…


“ Sial! ternyata dia sempat menghindar! “ umpat Bai Hao karena pedang yang dia tebaskan hanya mengenai punggung lawan dan memberikan luka yang tidak begitu parah.


Bai Hao mengambil jarak aman dengan mundur beberapa langkah ke belakang dan mencoba melirik sekilas ke arah Zu Huo.


“ Ternyata kau memiliki sedikit kemampuan juga, sehingga dapat melukai punggungku “ kata pengeroyok tersebut


“ Kau saja yang terlalu lemah! “ ejek Bai Hao sambil tersenyum sinis


Bai Hao sontak melakukan gerakan menangkis.


Trangg…..


Wusshhhh….


Brak….


“ ughhh…. Uhukk “ Bai Hao terpental sangat jauh dan mengeluarkan seteguk darah.


Organ dalam Bai Hao terasa terguncang hebat dan ke dua tangannya menjadi kebas akibat menangkis tebasan golok lawan.


Tetapi sisi baiknya, Bai Hao masih bisa selamat meskipun terluka parah.


“ Sekarang aku akan menyiksamu! Dan akan ku potong dagingmu lalu ku lempar ke arah hewan roh. Agar menjadi nutrsi bagi mereka! Hahahah… “ kata pengeroyok yang menyerang Bai Hao dan tertawa bagaikan orang gila.


Sayangnya, pengeroyok tersebut tidak menyadari bahwa rekannya telah tewas di tangan Zu Huo yang sudah memulihkan 1/2 energinya.


Pengeroyok tersebut hanya fokus kepada Bai Hao, sebab Bai Hao beberapa kali menghina serta merendahkannya.


“ Baiklah, setelah kau mati. Baru aku akan mengurus pak tua itu! “ ujar pengeroyok tersebut sembari mengayunkan goloknya untuk menebas kepala Bai Hao


15 cm sebelum golok menyentuh kepala Bai Hao, pengeroyok tersebut merasakan dingin dan perlahan tenaga serta cahaya matanya mulai redup.

__ADS_1


“ Aku beritahu, pastikan musuh terkuatmu mati baru kau bisa berbuat seenaknya. Dan renungi semua kesalahanmu “ itu adalah kata - kata terakhir yang di dengar pengeroyok tersebut.


Bai Hao melihat bahwa Zu Huo menolongnya, “ Terimakasih Senior sudah sudi menolong Junior yang lemah ini! “ ujar Bai Hao dengan suara lemas


“ Tidak perlu bersikap formal anak muda, aku adalah Zu Huo. Seorang Patriak Sekte Bulan Sabit “ jawab Zu Huo sembari menyerahkan pil penyembuh.


Bai Hao hanya mengangguk dan memakan pil tersebut, lalu dia mencoba untuk memulihkan diri.


Setelah 4 jam berlalu, akhirnya energi dan kekuatan Bai Hao kembali sepertis semula.


Saat Bai Hao membuka mata, dia melihat Zu Huo sedang mebakar ayam di atas perapian.


“ Maaf Senior Zu, jika boleh tahu. Apakah anda adalah pemilik dimensi kecil yang ada di peta ini..? “ tanya Bai Hao sembari memperlihatkan bagian peta yang dia miliki


Sontak hal tersebut menbuat Zu Huo terkejut dan langsung waspada.


“ Apa tujuanmu anak muda!? “ tanya nya sembari menatap tajam Bai Hao dan mengeluarkan aura kultivasinya untuk menekan Bai Hao.


Bai Hao segera tersungkur ke tanah karena penindasan aura tersebut.


“ Se…senior, aku akan menjelaskannya! “ ujar Bai Hao bersusah payah karena dia harus fokus menahan tekanan itu agar tidak tersungkur ke tanah


Zu Huo segera mengurangi tekanan auranya, “ Jelaskan!” Katanya tegas dan tetap melihat Bai Hao dengan tajam.


“ sebenarnya…” Bai Hao mulai bercerita garis besar kenapa dia mencari dimensi itu.


Setelah Zu Huo paham dengan tujuan Bai Hao, dia segera menghilangkan rasa waspadanya.


“ Jadi Tuan Muda Bai ingin pergi ke dimensi Zu Liyang untuk menolong hewan brengsek itu..? “ tanya Zu Huo dan panggilan serta sifatnya berubah.


Di Kekaisaran Bulan ini, siapa yang tidak mengetahui Klan Bai.


“ benar Senior, jika Senior berkenan. Maka Junior ini tidak akan melupakan budi baik Senior! “ jawab Bai Hao


“ Bukannya saya tidak mau, tetapi… “ Zu Huo menjelaskan bahwa Serigala Bulan Darah adalah Hewan Roh setengah Iblis dan seperti halnya Iblis sendiri, mereka sangat penuh tipu muslihat.


“Terimakasih atas informasi dari Senior “ujar Bai Hao menangkupkan tinju, sebenarnyaBai Hao sudah mengetahui hal tersebut dan mempunyai rencana tersendiri terhadap hewan itu.


“ tetapi jika Tuan Muda ingin berlatih disana hingga pemilihan Jenius Klan Bai, maka hamba tidak keberatan asal Tuan Muda tidak nekad menjelajah ke daerah terlarang yang ada sebelum kekuatan Tuan Muda mencukupi “ kata Zu Huo


“ Karena saya tidak ingin bencana besar menghampiri Sekte Bulan Sabit “ lanjut Zu Huo dan menatap ke arah Bai Hao


“ Baik Senior, aku akan menaati pengaturan Senior selama berada disana. Tetapi tolong tutupi identitasku! “ jawab Bai Hao, karena dia paham bahwa sampai dia celaka dan berita bocor ke dunia luar.


Maka Ayah dan Ibundanya akan mengamuk dan menghancurkan Sekte Bulan Sabit yang hanya sebuah sekte kecil.


“ Sebaiknya kita beristirahat dan melanjutkannya besok, karena jaraknya sudah lumayan dekat dan untuk menghindari serangan Hewan Roh tingkat tinggi “ usul Zu Huo


Bai Hao mengangguk sebagai tanda setuju, dan segera melompat ke atas pucuk pohon paling tinggi di sekitar api unggun.


Bai Hao mulai mengolah tekhnik 4 Elemen Pengguncang Surga dan mulai menyerap partikel petir yang ada di sekitarnya.


Bai Hao memadukan tekhnik 4 Elemen Pengguncang Surga dengan tekhnik misterius yang dia latih sebelumnya ( ada di eps 3 ).

__ADS_1


Sehingga terciptalah tekhnik kolaborasi baru, “ Ini sangat bagus! Aku akan menamainya 4 Elemen Surga Kekosongan! “ gumam Bai Hao senang


Tekhnik yang coba Bai Hao modifikasi ternyata memiliki efek yang sangat menentang Surga. Penyerapan dan penguatan fondasi beladirinya menjadi 2x lipat lebih cepat dari pada manusia umumnya.


__ADS_2