
Setelah mendengar cerita dari Jo secara gamblang, Bai Hao mulai bisa memahami sikap penduduk desa kepada para pendatang.
Ternyata desa yang dia singgahi tengah di intimidasi oleh sekte Alirah Hitam tingkat menengah.
“ Lalu kapan orang dari sekte tersebut datang..? “ tanya Bai Hao penasaran
Jo menghitung jangka dari kedatangan orang dari sekte tersebut, “ Kalau tidak terjadi perubahan rencana, seharusnya 3 hari dari sekarang Tuan Bai “ tungkasnya
“ Lalu dari sekte mana dan apa yang mereka ambil selain koin emas dan menjarah rumah..? “ selidik Bai Hao
Jo terlihat ragu - ragu, karena dia telah meminta beberapa kali bantuan kepada Keluarga Ming yang selaku pemangku kekuasaan di Provinsi Barat.
“ Tidak perlu ragu Kakek, katakan saja dan aku akan berusaha membantu semampu ku “ kata Bai Hao saat melihat keraguan Jo
Jo menghela nafas beberapa kali untuk menenangkan dirinya,
“ Selain beberapa hal tadi Tuan Bai, mereka meminta wanita yang masih gadis di desa kami. Dan jika kami menolak untuk yang ke 3 kalinya, mereka tidak akan segan untuk membunuh kami “ katanya panjang lebar.
Bai Hao mengangguk dan paham dengan kondisi tersebut.
“ Kakek sekarang perintahkan perangkat desa mengumpulkan warga baik yang muda atau pun yang tua, lalu mengungsilah ke Kota Neraka melalu jalur yang akan ku berikan “ kata Bai Hao
“ Lalu kakek serahkan lencana ini kepada Walikota Neraka, mereka akan paham dan mengirim pasukan bantuan kesini! “ lanjutnya
“ Tapi Tuan Bai, apakah tidak terlalu beresiko untuk Anda..? “ tanya Jo khawatir
“ Kakek tenanglah, lakukan apa yang aku minta. Kemungkinan komandan mereka hanya berada di tahap Penempaan Tubuh Puncak “ kata Bai Hao menenangkan Kakek Jo
“ Baiklah jika itu keputusan Tuan Bai, Hamba akan melakukan permintaan Tuan Bai “ jawab Jo dan pergi untuk menemui penjaga kediamannya.
“ Guru, apakah Murid masih bisa berlatih di tempat terakhir kemarin..? “ tanya Bai Hao melalui benak
“ Bisa saja Hao’er, tetapi dalam waktu 3 minggu di Dimensi Serigala. Kemungkinan hanya membawamu ke tingkat menengah tahap Bumi “ jawab Long Hao Chen
“ Itu lebih dari cukup Guru, seharusnya dengan kekuatan mereka yang masih sekte menengah. Paling kuat adalah tahap Bumi Puncak atau Langit Awal “ kata Bai Hao
“ Ya… Mau bagaimana, secara ini dunia tingkat rendah kalau di tempat Guru. Untuk menjadi Patriak sekte tingkat menengah setidaknya harus dapat menghancurkan 1/2 dari planet “ jawab Long Hao Chen
Bai Hao menelan kasar ludahnya, karena tidak dapat membayangkan bagaimana dasyatnya serangan tersebut.
“ Lapor Tuan Bai, Kepala desa sudah menunggh Anda di depan gapura Desa “ kata seorang penjaga membuyarkan lamunan Bai Hao
“ Mari antarkan aku kesana “ jawabnya sembari mengikuti langkah penjaga itu
Setelah sampai di depan gerbang desa, Bai Hao menghampiri Jo.
“ Kakek tidak perlu melawan dan aku akan mentransfer rute tercepat dan paling aman “ ujar Bai Hao tanpa basa basi lalu setitik cahaya keluar dari ujung jarinya dan masuk ke kepala Jo
Jo mendapatkan informasi tentang rute yang di maksud Bai Hao.
“ Terimakasih Tuan Bai, Hamba akan segera melaksanakan permintaan Tuan dan secepatnya memberi tahu Walikota Neraka “ kata Jo dengan gembira karena beban di pundaknya sedikit terangkat
“ Lekaslah pergi, sebelum terendus oleh mereka dan Kakek belum mengatakan nama Sekte itu “ ujar Bai Hao mengingatkan
Jo menggaruk tengkuknya karena lupa memberi tahu Bai Hao.
“ Maafkan Hamba Tuan Bai, faktor usia. Nama Sektenya adalah Sekte Bunga Bangkai, hanya itu yang hamba ketahui dan untuk kekuatan mereka. Hamba tidak tahu menahu “ jawab Jo sedikit menyesal karena keterbatasan informasi yang dia berikan
“ Tidak masalah, aku bisa memakluminya. Sekarang segera pimpin mereka untuk mengungsi terlebih dahulu “ kata Bai Hao
Jo mengangguk dan memberi hormat kepada Bai Hao, lalu memimpin warga desanya untuk mengungsi sebelum keadaan desa mereka kondusif.
Setelah kepergian Jo, Bai Hao mencari rumah yang tidak mencolok dan jauh dari jalan utama desa.
__ADS_1
Dia lantas masuk tanpa permisi, sebab jika permisi juga akan percuma karena seluruh penduduk desa kecil itu telah mungungsi.
Sesampainya di dalam rumah, Bai Hao masuk ke Dimensi Serigala dan Long Hao Chen pun segera menemui Muridnya.
“ Kita berangkat sekarang! “ ujar Long Hak Chen lantas memegang pundak Bai Hao dan menghilang dadi tempag itu
Bai Hao muncul di depan Pagoda Es Abadi dan segera memasukinya untuk berlatih.
Tidak terasa 3 minggu telah berlalu di Dimensi Serigala, sedangkan di luar hanya 3 hari saja.
Terlihat fluktuasi Qi di sekitar Bai Hao. Dia pun segera membuka mata dan keluar dari Pagoda Es Abadi, mengingat hari ini ada kunjungan dari tamu.
“ Guru! “ ujar Bai Hao membungkuk hormat
“ Guru akan langsung mengirimmu keluar, karena Guru merasa mereka hanya berjarak 2 km dari desa itu “ jawab Long Hao Chen lalu mengibaskan tangannya
Kesadaran Bai Hao telah kembali, tidak lama setelah itu terdengar bunyi ledakan kecil
Boommm….
“ Tahap Bumi tingkat Menengah “ gumamnya sambil tersenyum senang
Setelah Naik tingkat, Bai Hao berjalan ke arah gapura desa untuk menyambut para tamunya itu.
“ Komandan, di depan sana ada seseorang yang menghalangi jalan! “ lapor seorang anggota Sekte.
“ Terus bergerak sampai di depan desa itu! “ perintah Komandan tersebut
Semua anggota yang terdiri dari 10 orang bergerak secara teroganisir dengan menunggang kuda masing - masing.
Sesampainya di depan gapura desa, Komandan pasukan yang memimpin turun dari kudanya dan menghampiri Bai Hao yang terlihat bermeditasi di tengah jalan.
“ Hei kau..!! Bisa menyingkir dari sana atau aku yang menyingkirkanmu dan langsung mengirimmu ke neraka! “ teriak Komandan itu
“ Memang ini jalan Moyangmu! Seenak jidat meminta orang untuk pergi! “ kata Bai Hao sinis
“Bajingan! Lebih baik kau menyingkir atau mati! “ teriak salah seorang yang masih di atas kuda
“ Kalian bisa mencoba jika merasa mampu “ jawab Bai Hao memprovokasi mereka
“ Sungguh orang yang cari mati! “ kata Wakil Komandan sembari memberi kode kepada anak buahnya untuk maju.
3 orang dari mereka segera melesat ke arah Bai Hao dengan pedang terhunus.
Mati!!!!
Teriak ke tiganya bersamaan dan sang Komandan sendiri telah melompat mundur saat melihat anggotanya menyerang.
Tetapi tanpa mereka sadari kepala mereka telah lepas dari badan, “ Ternyata hanya sekumpulan semut “ ejek Bai Hao
Komandan kelompok yang mendengar itu terlihat emosi.
“ Serang dia bersama - sama! “ teriak Komandan tersebut
Sang Komandan mengira bahwa Bai Hao memiliki kekuatan dan tingkat kultivasi yang sama dengan dirinya.
Tetapi jika dia tahu kekuatan Bai Hao yang sebenarnya, mungkin dia akan muntah darah karena syok.
6 orang segera melompat dari kuda mereka dan mengepung Bai Hao dalam bentuk formasi menyerang.
“ Guru, apakah Boleh murid melepaskan gelang ini..? “ tanya Bai Hao melalui benaknya
“ Baiklah,Guru ijinkan. Tetapi suatu saat akan ada waktunya kau memakainya kembali! “ jawab Long Hao Chen
__ADS_1
“ Hahaha…. Lihat dia ketakutan hingga melamun saat kita telah mengepungnya! “ ujar salah seorang dari mereka
Bai Hao segera menekan Qi yang dia miliki dan Gelang semesta yang melekat pada pergelangan tangan dan kakinya melonggar lalu terlepas.
Bam…
Bam…
Suara benda jatuh terdengar lumayan nyaring, benda itu tidak lain adalah Gelang Semesta.
Bai Hao merentangkan tangannya.
Kretek….
Kretekk….
“ Baiklah, mari kita mulai! “ ujarnya tersenyum iblis
Anggota kelompom Sekte Bunga Bangkai segera menyerang Bai Hao dengan Formasi yang telah siap.
Formasi Penyerang - Lalat Hijau!
Teriak 6 orang secara bersamaan, dan gas beracun kelur dari tubuh mereka lalu mengarah ke Bai Hao yang tepat berada di tengah.
“ Apakah menurut Senior dia akan mati? “ tanya Wakil Komandan
“ Pasti! Kau tahu sendiri kehebatan dari formasi ini. Bahkan untuk tingkat Penempaan Tubuh Puncak masih harus waspada, tetapi jika dia berada ditingkat Bumi maka semua akan sia - sia “ jawab sang Komandan
Bai Hao hanya berdiam diri saat gas hijau mendekat, setelah berjarak 1 meter dari Bai Hao.
Dia segera menghilang, dan tiba - tiba ke 6 orang yang membentuk formasi tadi terpenggal kepalanya.
“ Apa yang ter….! “ belum sempat Wakil Komandan mengutarakan keterkejutannya, tiba - tiba dia melihat seonggok tubuh tanpa kepala berdiri dengan posisi terbalik.
Dan saat pandangannya mulai buram, barulah dia sadar bahwa itu adalah tubuhnya.
“ Ja…jangan mendekat!!! “ pekik ketakutan Komandan dari kelompok itu
Bai Hao berjalan ke arahnya sembari menyeret pedangnya yang ujungnya menyentuh tanah.
“ Aku akan memberimu harta, wanita, dan jabatan! Asal kau tahu, aku adalah anak dari Tetua Penegak Hukum Sekte Bunga Bangkai! “ kata Komandan itu ketakutan saat Bai Hao semakin mendekat
“ Lalu apa peduliku jika kau anak seorang Tetua! “ jawab Bai Hao sinis
“ Jika kau membunuhku disini, maka ayahku dan kelompoknya yang berada di hutan sana akan membunuhmu! “ katanya mengancam Bai Hao karena dia sadar bahwa Bai Ha adalah seorang yang tidak mempan untuk di suap oleh Harta, Tahta dan Wanita.
“ Jika begitu sampaikan salamku pada penjaga neraka, dan selamat menyusul rekanmu! “ kata Bai Hao dalam sekejap mata telah sampai di depan Komandan itu.
“ Tungg….” Belum sempat dia memohon untuk hidupnya, tahu - tahu kepalanya telah terlepas
“ cih, sungguh terlalu mengandalkan nama besar “ ujar Bai Hao tidak senang dan mengibaskan pedangnya yang berlumuran darah
Saat akan menyarungkan pedangnya, Bai Hao merasakan seseorang mendekat dengan cepat dan dia segera membuat posisi bertahan.
Brakk…..
Bomm….
Setelah menangkis serangan mendadak itu, Bai Hao terpental hingga menabrak gapura desa.
“ Apakah kau yang menbunuh anakku! Dan anggota Sekte Bunga Bangkai! “ tanya seorang pria paruh baya dengan mata penuh emosi dan niat membunuh yang pekat
Bai Hao mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya, “ Sial, tingkat Bumi Puncak! “ batin Bai Hao
__ADS_1
“ Jawab!! “ bentak pria tersebut