
Ke esokan paginya, Bai Hao membuka mata setelah bermeditasi.
“ jika perkiraanku tidak salah, maka tempat peninggalan itu akan terbuka sekitar 2 hari lagi dan pasti banyak sekte serta keluarga dan klan yang mengincar peninggalan tersebut “ gumamnya
Bai Hao segera keluar dari penginapan dan pergi ke tenda Komandan Li Tang.
Sesampainya dia disana, nampak dua orang prajurit yang menjaga tenda. Ketika mereka melihat Bai Hao, ke dua prajurit segera memberikan hormat.
“ Salam Tuan Muda” ujar mereka bersamaan sembari menangkupkan tinju
“ Apakah Komandan Li ada di dalam..? “ tanya Bai Hao
“ Ada Tuan Muda, harap Tuan Muda menunggu sebentar. Hamba akan memanggilkan beliau! “ ujar salah seorang prajurit dan segera masuk ke dalam tenda Komandan Li Tang.
Tidak lama setelah itu, Komandan Li Tang dan prajurit tadi keluar dari dalam tenda.
“ Salam Tuan Muda, apakah ada yang perlu saya bantu..? “ tanya Li Tang setelah memberi hormat
“ Aku hanya akan menyampaikan bahwa akan melanjutkan perjalanan, dan ku harap kau beserta peletonmu tidak menceritakan apa yang terjadi di sini! “ kata Bai Hao sedikit mengancam karena dia tidak ingin kekuatannya terekspos di Klan Bai saat ini.
“ Dan segeralah kembali ke Kota Neraka, jika Walikota bertanya tentang situasi terkini atau hal yang terjadi kepadaku. Jawab bahwa aku baik - baik saja dan sehat, karena pasukanmu datang tepat waktu sebelum orang dari Sekte Bunga Bangkai menyerang “ lanjutnya
“ Baik Tuan Muda, akan Hamba jaga rahasia ini dan menyampaikan pesan Tuan Muda jikalau Walikota bertanya sesuatu! “ jawab Li Tang patuh sembari menyerahkan lencana emas Bai Hao yang beberapa waktu lalu dibawa Jo
“ Bagus, aku akan berangkat sekarang karena waktu semakin tipis. Suatu saat aku akan membalas jasamu beserta pasukanmu! “ ujar Bai Hao tersenyum puas
“ Hamba tidak berani meminta, harap Tuan Muda hati - hati di perjalanan “ kata Li Tang menangkupkan tinju di ikuti dua prajurit di belakangnya
Bai Hao mengangguk tanpa berkata sepatah kata pun dan melesat melanjutkan perjalanan menuju barat.
“ Cepat kumpulkan semua prajurit, aku akan menyampaikan pesan dan permintaan Tuan Muda Bai Hao tadi! “ perintah Li Tang bergerak cepat dan segera seorang prajurit yang menjaga tenda memberi kode kepada para rekannya.
Di sisi lain, Bai Hao berlari dengan kecepatan penuh yang dimilikinya.
“ Guru, apakah tidak ada ilmu meringankan tubuh yang cocok untuk saat ini..? “ tanya Bai Hao lewat benaknya karena merasa bahwa dengan berlari biasa seperti ini akan memakan banyak waktu
“ Sebenarnya tidak perlu memakai ilmu meringankan tubuh, ada 3 tahapan di Jurus Serigala Perak Nirwana. “ kata Long Hao Chen
“ Harusnya kau tidak lupa bahwa tahapan pertama untuk melatih apa, dan ada pola serangan di tahapan ke 2 yang mengacu dan menitiberatkan kecepatan “ lanjutnya memberi tahu Bai Hao
Bai Hao tentu tahu bahwa tahapan pertama untuk melatih kecepatan, ketangkasan, insting dan kekuatan, sedangkan tahap ke 2 untuk melatih serangan dan pertahanan.
Lalu Bai Hao mulai mengingat - ingat tentang pola serangan yang ada di tahap ke 2.
“ Aiya…jadi maksud guru aku mengeksekusi gerakan dari pola Petir Nirwana tetapi bedanya hanya berfokus pada kaki..? “ tanya Bai Hao memastikan
“ yap… betul, maka dengan itu tidak akan ada orang di tingkat yang sama dapat menyaingimu! “ ujar Long Hao Chen bangga dengan jurus yang dia wariskan.
__ADS_1
Bai Hao mencoba apa yang dikatan oleh Gurunya, tiba - tiba derak petir emas nampak terlihat di sekitar kaki Bai Hao dan laju kecepatannya semakin bertambah.
Sekarang kecepatan Bai Hao setara dengan kultivator tingkat Langit Puncak.
Bai Hao hanya singgah untuk mengisi perut di desa yang dilewatinya saat siang haru tadi, dan sekarang matahari mulai terbenam.
“Sebaiknya aku berhenti dan mencari goa atau tanah lapang yang nyaman “gumam Bai Hao
Jaraknya sekarang dengan tempat tujuan hanya berkisar 7 jam perjalanan. Jika Bai Hao menggunakan kecepatan awalnya, maka lama perjalanan yang harus di tempuh memakan waktu hampir 16 jam.
Bai Hao menemukan sebuah goa yang sepi dan aman, dia lantas masuk dan memakan pil penambah Qi.
Ke esokan paginya, sebelum matahari terbit. Bai Hao langsung melanjutkan perjalanan dengan cara kemarin.
Tidak terasa 7 jam berlalu dan perjalanan Bai Hao sangat mulus tanpa ada gangguan, entah karena hoki satu bulan sekali dia pakai tanpa sengaja sehingga perjalanan aman atau mang daerah yang dia lewati sepi dadi bandit atau pun hewan roh.
Sesampainya di depan gerbang kota, Bai Hao ikut mengantri seperti para orang yang ingin memasuki kota.
Kota itu sendiri bernama Kota Lao Tze karena dekat dengan sungai Lao Tze.
“ 2 keping emas! “ kata penjaga gerbang dengan watadosnya.
“ Yang benar saja! Tadi orang di depanku hanya membayar 30 perak “ kata orang itu merasa dibodohi
“ jika tidak mampu bayar maka jangan halangi orang dibelakangmu! “ bentak penjaga merasa geram karena orang di depannya tidak menuruti perkataannya.
“ Jika begitu, lihat ini! “ kata orang tersebut memberikan lencana ke penjaga gerbang.
Penjaga gerbang yang acuh tak acuh melihat lencana yang diberikan oleh orang di depannya. Saat dia melihat lebih teliti, gemetar seluruh tubuhnya.
“ Tu…. Tuan Bai, silahkan masuk. Maaf mengganggu perjalanan Anda “ ujarnya ketakutan setelah melihat dengan teliti siapa pemilik lencana itu.
“ Antarkan aku ke Komandanmu! “ perintah orang tersebut yang tidak lain adala Bai Hao
“ Ba….baik “ jawab penjaga itu lemas, dan dia tahu bahwa ini adalah akhir karirnya di ke prajuritan.
Sesampainya di tempat Komandan penjaga gerbang, Bai Hao masuk dan menemui Komandan Penjaga Gerbang yang tengah asik minum arak.
“ Apa kau Komandan di sini!? “ tanya Bai Hao dingin
Orang itu menatap seorang pria bertopeng dengan tatapan tidak suka karena mengganggu waktu santainya.
“ Benar, memang apa urusanmu! “ tanya nya sinis
Bai Hao melempar lencana emasnya ke atas meja dan berhentu tepat di samping guci arak.
“ Lain kali ajarkan kepada anak buahmu agar tidak melakukan pungli, dan lakukan tugasmu dengan benar! “ kata Bai Hao dingin karena dia tidak senang dengan cara yang dilakukan para penjaga yang ada di kota Lao Tze.
__ADS_1
“ Memang ini bukan daerah Klan Bai, tetapi sekali aku mengatakan A maka kota ini akan berada dalam pengawasan ketat dari pihak Kekaisaran Bulan! “ lanjut Bai Hao
“ Mungkin kota ini dibawah perlindungan Klan Ci yang berada di urutan terendah Pilar Kekaisaran. Tapi yakinlah, mereka akan tutup mata jika pihak Kekaisaran turun tangan sendiri! “ ancamnya dan kembali mengambil lencana miliknya lalu lekas pergi mencari Bar untuk mendapatkan informasi.
Karena Bar adalah tempat yang paling tepat untuk mendapatkan informasi terupdate.
“Dasar bodoh! Hentikan tindakan itu selama 3 bulan kedepan atau aku akan mendapatkan masalah serius! “ geram Komandan Penjaga setelah menampar anak buahnya dengan keras hingga tersungkur ke tanah.
“ Ba…baik Komandan! “ jawabnya pilu dan lekas beridiri untuk kembali ke gerbang.
Bai Hao memilih untuk masuk ke dalam Rumah Makan Sederhana yang merangkap juga sebagai penginapan.
“ yahh… kadang nama tidak sesuai dengan tampilan “ gumamnya sebab saat dia masuk adalah ke dalam Rumah Makan Sederhana yang nampak adalah kemewahan bukan kesederhanaan.
Bai Hao mengambil tempat di pojok ruangan dan memesan makanan.
“ Apa kau sudah tahu mengenai informasi terpanas dan terbaru beberapa saat lalu..? “ tanya seorang pria paruh baya
Segera Bai Hao menajamkan pendengaran untuk mengetahui apa yang mereka bicarakan.
“ Belum, memang apa saudaraku..? “ tanya teman di depan pria paruh baya tadi dengan penasaran
“ Itu…. Anu…. “ jawab pria paruh baya itu gugup sembari melirik kiri kanan
“ Cepat apa..?! “ desak temannya penasaran dan agak geram dengan jawaban temannya tersebut.
“ Mbak Yuyun sudah menjadi janda! Setelah di tinggal mati suaminya! “ jawab pria paruh baya itu bersemangat
Mata teman di depannya melotot seperti ingin keluar, “ benarkah!! Wahhh, kesempatan saudaraku!! “ katanya bersemangat
“ cih, ternyata pembahasan janda desa “ gumam Bai Hao menyesal setelah mendengarkan obrolan tidak penting itu
Tidak lama pesanannya telah tiba, dan terlihat dari pintu masuk tiga orang memasuki rumah makan.
“ Sepertinya mereka kultivator dari sekte atau klan “ gumam Bai Hao
“ apa kau sudah mendapatkan informasi..? “ tanya seorang perempuan berambut jagung dengan pelan, tetapi tetap tidak bisa luput dari pendengaran Bai Hao
“ sudah Saudari, menurut informasi. Makam kuno peninggalan Alkemis terkenal jaman dulu akan di buka besok saat matahari berada di atas kepala! “ jawab rekannya
“ Apakah itu sudah pasti..? “ tanya seorang pria kurus yang juga rekan si perempuan rambut jagung
“ Aku dapat memastikan bahwa informasi itu akurat 1000% “ jawab si rambut ekor kuda
Ke dua rekanya yang mendengar jawaban itu mengangguk puas, “ lalu dimana letaknya..? “ tanya si kurus
“ Menurut informasi ada di dekat sungai Lao Tze “ jawab si rambut ekor kuda semakin berbisik pelan
__ADS_1
Tetapi untungnya Bai Hao masih bisa mendengar dengan samar informasi itu dan dia melanjutkan makan dengan nyaman karena sudah mengantongi hal penting