
Xiao Meng mengepalkan tangan nya erat,lalu menatap Xiao He dan Su yiniang dengan mata penuh tekad,setelah itu dia berkata,"aku mau menikah dengan Qin Wangye!."
...____________________...
"Mengapa Wangye bisa kemari?,bukankah kamu mempunyai urusan dengan Kaisar?," Tanya Xiao Chujiu,mata nya tetap menatap lurus kedepan. Nada bicaranya juga masih acuh.
Qin Wujing tidak menjawab apapun, kebiasaan buruk nya ini membuat Xiao Chujiu kesal.
"Wangye,apa kedua bibir anda terkena lem sehingga tidak bisa bicara?."
Qin Wujing melirik Xiao Chujiu,lalu dengan nada acuh seperti Xiao Chujiu dia menjawab,"perintah Kaisar."
"Oh," anda secercah nada kecewa di dalam nada jawaban Xiao Chujiu. Berarti Qin Wujing menyusul nya kemari bukan dari kemauan hati nya,namun hanya menuruti perintah Kaisar.
Saat sampai di Han Luo Yan,tempat di mana Xiao Chujiu tinggal sebelum menikah. Qin Wujing segera masuk dan duduk di meja belajar yang dulu sering 'Xiao Chujiu' gunakan.
Qin Wujing bertingkah seolah ini adalah Qin Wangfu,dia sangat santai.
Qin Wujing kembali berdiri dan berjalan ke arah rak buku,dia melihat satu persatu judul buku yang Xiao Chujiu miliki. 'Xiao Chujiu' yang ini selalu membaca buku pengetahuan. Setiap hari 'Xiao Chujiu' terus membaca buku tanpa lelah dan menyerap ilmu pengetahuan seperti robot. Hal ini dia lakukan karena dulu dia adalah seorang tunangan Pangeran Mahkota,dia merasa seorang calon Permaisuri haruslah pintar dan sempurna. Sedangkan Wu Ruyi memang seorang Dosen,namun dia masih suka membaca novel dan berhalu tidak jelas. Saat masuk kedalam kamar 'Xiao Chujiu', Wu Ruyi yang suka berhalu merasa kagum. Dia bertanya-tanya,apa otak 'Xiao Chujiu' tidak lelah?.
"Seluruh koleksi buku anda hampir seratus persen adalah buku pengetahuan,namun sikap anda tidak mencerminkan pengetahuan yang anda tahu. Apa anda hanya membeli dan menyimpan buku ini tanpa di baca?," Cibir Qin Wujing,tangan nya sudah memegang satu buku. Bahu nya bersender di rak buku Xiao Chujiu.
Xiao Chujiu tersenyum,namun hati nya kesal. Pria ini selalu berkomentar tentang hidup nya.
"Aku cantik dan sangat berbakat,jika aku memiliki sifat yang bagus maka Negara Timur akan hancur karena memperebutkan qie. Jadi aku menutupi seluruh kelebihan ku dengan sifat yang menurut Wangye tidak bagus itu!," Balas Xiao Chujiu,senyum nya sangat sombong.
Qin Wujing menatap mata Xiao Chujiu sebentar,lalu tatapan nya kembali ke arah buku tanpa menjawab ucapan Xiao Chujiu.
Xiao Chujiu yang melihat Qin Wujing tidak membalas nya lagi merasa kesal dan lega. Kesal karena pria ini selalu mengacuhkan dia seperti hantu saat berbicara,dan lega karena pria ini tidak bicara,jika pria itu bicara,mulut tajam nya akan mengeluarkan ucapan yang pedas.
Saat Xiao Chujiu ingin berbaring di kasur, tiba-tiba suara anak kecil yang nyaring masuk kedalam kamar nya.
"Bibi!!!."
Xiao Chujiu segera bangkit kembali dan menatap ke arah pintu. Anak kecil perempuan berlari ke arah nya, Hanfu mini berwarna merah muda nya sangat manis. Rambut panjang nya tergerai bebas,ada beberapa jepit rambut di kepala nya. Setiap dia membuat gerakan,jepit rambut dan anting nya berguncang.
Saat melihat anak perempuan ini,nama 'Xiao Lin,' langsung terlintas di dalam otak Xiao Chujiu.
"Bibi,aku sudah berhasil membaca seratus buku!," Ujar Xiao Lin saat telah berdiri tepat di depan Xiao Chujiu.
Xiao Chujiu tersenyum,"ah... benarkah?,sangat hebat!."
Xiao Lin tersenyum bangga,lalu mata nya melirik ke arah Qin Wujing. Saat melihat Qin Wujing,anak perempuan kecil itu langsung membulatkan mata nya,bibir mungil nya terbuka dan membuat huruf 'o'.
Qin Wujing hanya menatap dingin ke arah Xiao Lin,hal ini membuat Xiao Chujiu kesal. Xiao Lin masih kecil,namun Qin Wujing malah melemparkan tatapan dingin seperti itu.
"Xiao Lin memberi salam kepada Adipati Qin!," Ujar Xiao Lin,nada suara nya berubah drastis. Dari manja dan langsung berubah ke serius.
"Hm," jawab Qin Wujing hanya dengan deheman pendek.
"Lin'er,kemari," Xiao Chujiu menepuk sisi tempat tidur nya yang kosong.
Xiao Lin dengan patuh mendekat ke arah Xiao Chujiu dan duduk di samping Xiao Chujiu.
"Sekarang sebutkan semua buku yang telah anda baca," bibir Xiao Chujiu sekarang tersenyum manis.
Xiao Lin tersenyum menatap ke arah Xiao Chujiu,lalu dia menjawab,"Bibi,aku tidak ingat semuanya."
Xiao Chujiu mengerutkan dahi nya,"apa kamu tidak merasa rugi?,Lin'er membaca seratus buku pengetahuan,namun tidak ada yang kamu ingat judul nya?. Bibi khawatir kamu juga tidak mengingat semua isi nya."
Xiao Lin tidak menjawab apapun tentang ucapan Xiao Chujiu, sebaliknya dia malah bertanya,"Bibi,apa dia Adipati Qin?."
Xiao Chujiu yang mendengar pertanyaan ini segera melirik ke arah Qin Wujing. Pria itu masih dengan acuh tak acuh membaca buku dengan santai,seolah di ruangan ini hanya ada dia dan buku.
"Coba kamu tanya langsung padanya," jawab Xiao Chujiu.
Xiao Lin menggeleng kencang,"Lin'er tidak berani!."
"Kenapa tidak?," Tanya Xiao Chujiu,alis nya menyatu namun bibir nya masih tersenyum.
Xiao Lin melirik ke arah Qin Wujing dengan takut,lalu berbisik di telinga Xiao Chujiu,"Lin'er dengar Qin Wangye sangat kejam dan suka membunuh para Istri nya. Saat Lin'er mendengar kabar Bibi menikah dengan Qin Wangye,Lin'er merasa sangat cemas!."
Walaupun Xiao Lin sudah berbisik ke volume suara yang paling kecil,namun tetap tidak bisa luput dari pendengaran tajam Qin Wujing.
__ADS_1
Qin Wujing yang mendengar ini langsung melirik ke arah Xiao Chujiu dan Xiao Lin,mata nya sekarang fokus pada ekspresi Xiao Chujiu. Seolah dia penasaran tentang reaksi dan jawaban Xiao Chujiu tentang rumor ini.
Apa Xiao Chujiu sangat takut padanya?,apa Xiao Chujiu mempercayai rumor itu?,apa Xiao Chujiu patuh padanya hanya karena takut pada rumor itu?. Berbagai macam pikiran langsung masuk kedalam otak Qin Wujing.
Xiao Chujiu yang mendengar bisikan Xiao Lin tertawa kecil,lalu mencubit hidung anak itu pelan.
"Lin'er,apa yang kamu katakan?. Qin Wangye sangat baik dan lembut!, walaupun terkadang dia sangat menyebalkan," tentu saja bohong. Qin Wujing adalah pria dingin, berwajah batu dan tidak tahu malu. Pria ini tidak pernah mengucapkan kata-kata baik sehingga setiap hari selalu membuat Xiao Chujiu darah tinggi.
Setelah mengucapkan ini,mata Xiao Chujiu beralih ke arah Qin Wujing yang tengah menatap nya juga. Xiao Chujiu tersenyum miring ke arah Qin Wujing,seolah memberi tahu bahwa dia sudah cukup baik membela nya.
Qin Wujing segera memutus tatapan nya dengan Xiao Chujiu yang saling bentrok,dan kembali menunduk untuk membaca buku.
Xiao Lin yang mendengar jawaban Xiao Chujiu termenung sejenak,seolah sedang berpikir tentang apa yang dikatakan Xiao Chujiu. Tak lama,bibir anak itu terbuka lagi untuk berkata,"namun bibi, teman-teman sekolah Lin'er selalu berkata seperti itu. Semenjak mereka tahu bahwa bibi adalah istri Adipati Qin,semua teman-teman merasa takut padaku."
Xiao Chujiu tersenyum kaku. Dia harus menjawab apa?,apa rumor tentang Qin Wujing semengerikan itu?.
Akhirnya Xiao Chujiu hanya bisa menjawab,"Lin'er,jangan pernah kamu langsung percaya dengan rumor. Rumor hanyalah rumor,belum tentu hal itu benar. Lihatlah bibi mu ini. Bibi dicap sebagai wanita yang angkuh dan sombong,namun sekarang apa kamu melihat ke angkuhan dan kesombongan itu di diri bibi?."
Xiao Lin menggeleng pelan dan menjawab,"tidak."
Xiao Chujiu tersenyum simpul,"kalau begitu mulai sekarang jangan pernah kamu percaya dengan rumor yang belum jelas kepastian nya."
Xiao Lin mengangguk pelan lalu berkata,"bibi,Lin'er harus pergi. Ibu hanya mengizinkan Lin'er keluar sebentar."
Xiao Chujiu mengerutkan keningnya,"kamu kemari tidak bersama ayah dan ibu mu?."
Lin'er menggeleng pelan,"ayah masih sibuk dengan urusan pengadilan,ibu sekarang sedang sakit. Lin'er langsung bergegas kemari saat mendengar bibi mengunjungi Xiao Fu!."
"Hais,baiklah,cepat kembali. Jangan membuat Ibu kamu menjadi khawatir," ujar Xiao Chujiu,tangan nya membelai lembut kepala Xiao Lin.
Xiao Lin mengangguk,"baik!. Kalau begitu, bibi, Adipati Qin. Lin'er pamit undur diri."
Xiao Chujiu mengangguk ringan sebagai jawaban, sedangkan Qin Wujing tidak menjawab apapun dan hanya membaca buku.
Setelah kepergian Xiao Lin. Xiao Chujiu menatap Qin Wujing dan berbicara dengan nada meledek,"apa anda lihat?,bahkan keponakan saya yang masih kecil sangat takut dengan mu."
Qin Wujing menutup buku nya dan menatap Xiao Chujiu,"lalu apa?,anda menginginkan saya untuk membunuh anak itu?."
Xiao Chujiu berdecak,"ck!,sebelum anda membunuh Lin'er,saya akan membunuh anda terlebih dahulu!."
Xiao Chujiu tersenyum simpul dan menjawab,"setelah membunuh anda saya akan bergabung dengan Di Fuyi."
Ekspresi Qin Wujing berubah menjadi lebih dingin,mulut nya yang tadi tersenyum tipis mulai memudar.
Sedangkan Xiao Chujiu,saat dia mengucapkan nama Di Fuyi,dia teringat tentang surat dan cincin itu. Xiao Chujiu segera berdiri dan berkata,"Wangye, qie mau berkeliling sebentar."
Qin Wujing tidak menjawab,dia hanya menatap Xiao Chujiu yang sekarang telah berjalan keluar.
"Bai Shu," saat Xiao Chujiu keluar,Qin Wujing segera memanggil Bai Shu.
"Saya Wangye!," Jawab Bai Shu yang tiba-tiba turun dari atap dan sekarang telah membungkuk hormat pada Qin Wujing.
"Buntuti Xiao Chujiu. Wanita itu pintar,jangan sampai dia menyadari kehadiran anda," ujar Qin Wujing.
Bai Shu mengangguk,"baik."
*
Xiao Chujiu berjalan ke arah tempat tinggal para pelayan wanita. Saat mereka melihat Xiao Chujiu,mereka segera membungkuk hormat.
"Salam Wangfei!."
Xiao Chujiu mengangguk ringan dan berkata,"dimana Mi mama?."
Salah satu pelayan wanita muda maju dan berkata,"Wangfei,saya akan pergi memanggil Mi mama."
Xiao Chujiu mengangguk pelan dan mengizinkan pelayan itu pergi.
"Jangan katakan pada siapapun bahwa hari ini saya menginjakan kaki di sini. Jika berita ini bocor,saya akan membersihkan kalian dengan tangan Wangye," nada bicara Xiao Chujiu tenang namun mereka masih merasakan nada mengancam.
"Baik," jawab mereka.
Tak lama kemudian,pelayan wanita muda tadi datang bersama pelayan wanita yang sudah terlihat tua. Namun mata nya masih terlihat tegas dan jelas.
__ADS_1
"Pelayan rendah ini menyapa Qin Wangfei," ujar pelayan wanita tua itu,dia adalah Mi mama.
Xiao Chujiu tersenyum,"Mi mana terlalu sopan. Mi mama,saya mempunyai beberapa hal yang harus saya tanyakan kepada anda."
Mi mama terdiam sejenak,lalu dia menjawab,"baik. Wangfei,mari kita masuk kedalam ruangan yang lebih tertutup."
Xiao Chujiu hanya mengangguk dan mengikuti Mi mama dari belakang. Saat mereka telah masuk kedalam ruangan,Xiao Chujiu segera duduk. Mi mama menuangkan teh kedalam gelas Xiao Chujiu.
"Mi mama,anda boleh duduk di depan saya," ujar Xiao Chujiu,tangan nya memegang gelas teh.
Namun Mi mama merasa ragu,"namun Wangfei..."
Xiao Chujiu,"tidak ada penolakan, cepat. Waktu Wangfei ini terbatas."
Mi mama dengan canggung duduk di depan Xiao Chujiu,lalu dia bertanya dengan nada ragu,"Wangfei,apa yang ingin anda ketahui?."
Xiao Chujiu mengeluarkan cincin dan kertas yang Di Fuyi berikan padanya dari balik lengan Hanfu nya.
Mata Mi mama melebar saat melihat cincin Giok itu.
Ekspresi Xiao Chujiu semakin serius,lalu dia segera buru-buru bertanya,"Mi mama,apa anda mengetahui sesuatu tentang Cincin ini?."
Mi mama mengangguk,air mata nya segera keluar. Dengan lirih dia menjawab,"Cincin ini adalah milik Wu Furen."
Deg!
Jantung Xiao Chujiu langsung berdegup kencang, perasaan nya semakin tegang.
"Lalu apa anda mengetahui ini tulisan siapa?," Xiao Chujiu membuka kertas nya dan menunjukan tulisan itu pada Mi mama.
Mi mama menutup mulut nya dan menangis,"itu adalah tulisan tangan mendiang Wu Furen. Saya sangat menghafal bentuk tulisan nya,Wu Furen lah yang mengajarkan saya menulis dan membaca."
Xiao Chujiu mengepalkan tangan nya erat. Benar-benar sial,tidak mungkin dia akan mempunyai dua suami.
"Mi mama,apa anda benar-benar yakin?," Tanya Xiao Chujiu sekali lagi untuk memastikan.
Mi mama mengangguk yakin,"sangat yakin Wangfei!."
Mi mama adalah salah satu pelayan yang dulu bekerja pada Wu Mingxiang,hanya Mi mama yang berhasil berdiri dan bertahan di Xiao Fu ini dari serangan Su yiniang yang terus menerus menendang pelayan dekat Wu Mingxiang.
Xiao Chujiu memijit pelipis nya,dia merasa pusing sekarang.
Apa yang harus dia katakan pada Qin Wujing?,pria itu akan menjadikan nya ayam potong ketika dia tahu ini.
Xiao Chujiu melipat kertas tua itu dan mengambil Cincin Giok,lalu dia simpan kembali kedalam lengan Hanfu nya.
"Mi mama,apa anda bisa menjaga rahasia?. Wangfei ini meminta pada Mi mama untuk merahasiakan apa yang Wangfei tunjukan hari ini," ujar Xiao Chujiu dengan nada dingin.
Mi mama mengangguk,"pasti Wangfei!,pelayan tua ini akan melindungi rahasia ini dengan nyawa saya!."
Xiao Chujiu mengangguk puas dan segera berjalan keluar. Saat hendak masuk ke halaman Han Luo Yan miliknya, burung merpati tiba-tiba mendekat ke arah nya.
Mata Xiao Chujiu langsung tertuju pada kaki burung merpati yang di ikat tali,di sana terdapat gulungan kertas kecil yang di ikat.
Xiao Chujiu segera melepas ikatan nya dan membiarkan burung itu pergi. Xiao Chujiu membuka gulungan kertas kecil itu dan membaca nya.
"Sudah saya katakan sebelumnya,surat dan Cincin ini adalah asli. Saya menunggu keputusan anda. Salam cinta Di Fuyi ^_^."
Xiao Chujiu meremas kertas kecil itu dengan kesal. Di Fuyi benar-benar gila. Qin Wujing dan Di Fuyi,dua pria itu selalu membuatnya marah terus menerus.
*
"Wangye," Bai Shu muncul di depan Qin Wujing.
"Apa yang anda dapatkan?," Tanya Qin Wujing,tangan nya sedang memegang kuas.
"Surat dan Cincin itu adalah asli," jawab Bai Shu dengan nada takut-takut.
Qin Wujing terdiam sejenak,lalu dia berkata,"oh,anda boleh pergi."
Bai Shu yang melihat respon cuek Qin Wujing merasa tidak puas,namun dia juga tidak bisa berbuat apapun. Sesuai dengan perintah Qin Wujing,Bai Shu segera pergi sebelum Xiao Chujiu datang. Mengingat Xiao Chujiu sudah berdiri di pintu masuk Han Luo Yan tadi.
Setelah kepergian Bai Shu,mata Qin Wujing berubah menjadi dingin dan ganas. Rahang nya mengeras,tanpa sadar dia mematahkan kuas yang sedang dia pegang.
__ADS_1
...Jangan lupa untuk meninggalkan...
...Jejak!πΎπ....