Rumor Istri Pangeran Ketujuh

Rumor Istri Pangeran Ketujuh
Tidak bisa bersama


__ADS_3

"Berhenti menyanyi, suara anda buruk."


Xiao Chujiu menoleh dan menatap datar Qin Wujing,"mengganggu!."


Qin Wujing tidak membalas dan kembali membaca buku yang tadi siang Xiao Chujiu beli.


Terkadang tanpa sadar bibir Qin Wujing tersenyum samar saat membaca buku, Xiao Chujiu yang melihat ini ikut tersenyum. Senyum milik Qin Wujing menular!.


Xiao Chujiu berjalan mendekat dan mengambil buku itu dari tangan Qin Wujing,"mengapa harus membaca diri sendiri ?, bukankah lebih baik kita membuat kisah yang sebenarnya?,atau paling tidak mempraktikkan nya?."


Qin Wujing mengangkat tatapan nya dan melihat wajah cantik Xiao Chujiu, lalu dia menjawab,"tidak bisa."


Xiao Chujiu mengerutkan alis nya,"mengapa?."


Qin Wujing berdiri dan mencondongkan tubuh nya ke arah Xiao Chujiu, kedua tangan nya di letakkan di belakang punggung dan berkata,"Benwang tidak bisa mencintai dengan cara umum seperti itu, itu bukan gaya Benwang. Merayu,melakukan hal manis, itu sudah sering di lakukan para pasangan, saya lebih suka untuk berbeda dengan yang lain. Orang yang saya cintai tentu orang yang spesial, dan anda spesial, berarti saya juga harus mencintai anda dengan cara yang spesial dan berbeda. Cara umum tidak cocok untuk orang spesial," lalu dia berjalan keluar, meninggalkan Xiao Chujiu yang membatu.


Xiao Chujiu menoleh dan menatap lama ke arah pintu, dia memejamkan mata nya dan berteriak di dalam hati.


'astaga!, apa barusan pria itu menyatakan perasaannya?!.'


Xiao Chujiu menggosok wajah nya dengan telapak tangan, lalu dia mengulangi gaya serta ucapan Qin Wujing yang tadi, setelah itu dia tertawa lagi.


"Qin Wujing...Qin Wujing, anda pria yang sangat sulit!."


Sementara Qin Wujing, dia segera menghembuskan nafas lega saat keluar dari Qin Lian. Dia tidak menyangka bahwa dirinya bisa mengatakan hal seperti itu!.


Yang Li tiba-tiba muncul,"anda bisa?."


Qin Wujing yang melihat Yang Li muncul tiba-tiba segera menormalkan detak jantung nya dan memasang ekspresi dan aura seperti biasa.


"Ya."


Yang Li yang mendengar jawaban Qin Wujing tersenyum, lalu dia menepuk pundak Qin Wujing sebelum pergi sambil berkata,"senior, saya menunggu 50 tael emas."


*


Sementara itu dari luar gerbang pintu Qin Wangfu, seorang pria berambut merah berdiri di atas pohon. Mata lentik nya menatap lekat ke arah Qin Wangfu.


"Jika saya mengenal anda lebih cepat apa jalan cerita nya akan berubah?," Gumam nya.


Pria bermata biru muncul,"Long Hang, anda mencintai Xiao Chujiu?, bukankah kita sepakat agar anda tidak mencintai perempuan itu?."


Pria berambut merah yang bernama Long Hang itu menoleh,"Di Fuyi, mengapa nada anda terdengar tidak senang?, apa anda menyukai perempuan itu juga?. Bukankah anda sendiri yang tidak mau mengungkit masalah Wu Mingxiang yang menjodohkan anda dengan anak nya Xiao Chujiu?."


Pria bermata biru yang memiliki identitas asli seorang Pangeran ketiga Di Fuyi itu menjawab,"bukan urusan anda."


Long Hang,"lihatlah, anda juga tertarik dengan nya. Namun pangeran, anda tidak bisa merebut yang satu itu."


Di Fuyi tersenyum miring,"anda adalah seorang pembunuh yang menemui dia menggunakan identitas palsu, anda juga telah membohongi dan bahkan berniat untuk memperalat nya. Jika dia tahu ini, apa dia masih bisa memaafkan mu?."


Ekspresi Long Hang menggelap,"bukan urusan anda, lagi pula selama ini saya sudah banyak membantu kamu, tolong jangan kurang ajar."


Mata biru Di Fuyi menatap Long Hang dingin,"saya sudah selesai dan siap untuk keluar kandang dan menyerang Putra Mahkota. Terimakasih atas bantuan nya, kita berpisah sekarang," Di Fuyi melemparkan kotak berukuran sedang ke arah Long Hang. Saat di buka, kotak itu berisi puluhan mutiara langka.


Long Hang menggertakan gigi nya, tangan kiri nya mengepal erat.


"Chujiu," gumam Long Hang.


*


Pagi ini Xiao Chujiu merasa lebih baik, sakit di punggung nya juga perlahan berkurang.


Xiao Chujiu memanggil Bu mama, tak lama Bu mama masuk.


"Ya Wangfei?."


"Apa anda sudah menyiapkan semuanya?," Tanya Xiao Chujiu.


Bu mama mengangguk,"sudah Wangfei, orang itu menunggu di pintu masuk belakang Qin Wangfu."


Xiao Chujiu mengangguk dan berdiri,"bantu aku mandi dan berganti pakaian."


"Baik."


Setelah satu jam, Xiao Chujiu sudah rapih dengan Hanfu biru muda nya. Rambutnya di sanggul sederhana dan memiliki beberapa jepit rambut bunga persik dan tusuk rambut selaras.


Bu mama dan Xiao Chujiu berjalan keluar kamar, sekarang mereka berada di halaman depan Qin Lian.


Pelayan wanita datang dan berbisik,"Wangfei, Wangye sudah mendekat!."


Xiao Chujiu tersenyum samar,"bagus, kamu boleh pergi."


"Bu mama, pemanah sudah siap?," Xiao Chujiu melirik ke arah pohon besar.


Bu mama mengangguk,"sudah Wangfei."


Xiao Chujiu semakin bersemangat, lalu tak lama Qin Wujing muncul dan berjalan mendekat.


Xiao Chujiu tersenyum,"Wangye," kaki nya berjalan ke arah Qin Wujing.


Namun tiba-tiba anak panah muncul dari atas pohon, Xiao Chujiu segera berlari ke arah Qin Wujing sekencang mungkin. Saat Qin Wujing ingin menangkap anak panas itu, Xiao Chujiu tiba-tiba mendorongnya dan menggantikan posisi nya.

__ADS_1


Tak!


Anak panah menancap di dada Xiao Chujiu, hal ini membuat Qin Wujing membelalakkan mata nya.


Chujiu jatuh ke tanah, mulut nya menyemburkan darah segar.


"Chujiu!!!," Qin Wujing mendekat dan memeluk tubuh Xiao Chujiu.


Mata Xiao Chujiu melirik tajam ke arah anak panah berasal, "Bai Shu!!."


"Saya Wangye!," Jantung Bai Shu berdegup kencang.


"Tangkap pembunuh itu!, jangan sampai dia berhasil keluar dari Qin Wangfu!."


"Baik."


Qin Wujing kembali memfokuskan tatapan nya ke Chujiu,"mengapa anda sangat bodoh sekali?!. Kamu tidak perlu repot-repot melindungi Benwang, saya bisa menangkap anak panah itu tadi!."


Chujiu tersenyum,"sa-saya-," Qin Wujing memotong omongan nya dan segera menggendong tubuh Xiao Chujiu ke kamar, ekspresi wajah nya buruk.


"Bu mama, panggil tabib. Dan anda, jangan banyak bicara," ujar Qin Wujing.


Bu mama segera berlari keluar memanggil tabib.


Qin Wujing dengan pelan merebahkan tubuh Xiao Chujiu di atas kasur.


"Bertahanlah," kata Qin Wujing pelan.


Xiao Chujiu menggeleng,"ti-tidak bisa, panah ini tepat di jantung," lalu seteguk darah kembali keluar dari mulut.


Qin Wujing menggelengkan kepalanya dan menatap Xiao Chujiu tajam,"hidup anda milik Benwang, jika Benwang belum mengatakan mati, maka jangan mati!."


Xiao Chujiu meringis kesakitan, tak lama tabib perempuan datang.


"Wangye, saya mendapatkan tabib ini di luar," ujar Bu mama.


Qin Wujing mengangguk,"cepat obati!, jangan sampai Qin Wangfei mati, jika hal itu terjadi, hati-hati dengan kepala anda!," Lalu dia berjalan keluar.


Setelah Qin Wujing keluar dan pintu telah tertutup, Xiao Chujiu duduk dan tersenyum,"ck, lihatlah ekspresi nya."


Bu mama mengangguk dan tersenyum,"benar, sepertinya Wangye benar-benar mengkhawatirkan anda."


Xiao Chujiu tersenyum puas,"setelah itu saya akan membuatnya lebih dramatis."


Xiao Chujiu membuka Hanfu nya lalu mengeluarkan anak panah yang menancap di busa. Ya, saat keluar Xiao Chujiu sudah memakai busa tebal di bagian kedua dada nya, jadi saat anak panah datang, itu tidak benar-benar menancap di jantung nya.


Dan soal darah segar yang dia muntahkan, itu ada beberapa trik kecil yang muncul dari otak nya.


Xiao Chujiu memakai Hanfu nya lagi, lalu dia membuat kapas dan kain kasa di nodai darah buatan, seolah proses penyabutan panah tadi sangat sulit dan membuat banyak darah muncul.


Tabib wanita itu tersenyum,"baik Wangfei, terimakasih banyak!."


Xiao Chujiu tersenyum puas lalu kembali berbaring dan memasang wajah kesakitan.


Tabib wanita itu keluar dan mengatakan sudah selesai, Qin Wujing tanpa berpikir panjang segera masuk dan melihat Xiao Chujiu berwajah pucat.


"Wangye....," lirih Xiao Chujiu.


"Bagaimana?,apa sudah lebih baik?," Tanya Qin Wujing, kedua alis pria itu menyatu.


Xiao Chujiu mengangguk lemah,"ya, namun...., namun sepertinya qie tidak dapat bertahan lama," nafas nya tersengal-sengal.


Qin Wujing melotot garang, lalu membentak," hati-hati dengan mulut anda!. Bai Shu!, tangkap tabib wanita tadi dan penggal kepalanya!."


Xiao Chujiu yang mendengar ini melotot kaget dan segera menarik tangan Qin Wujing,"Wangye, tidak perlu, ini bukan kesalahan tabib wanita itu, dia sudah berusaha dengan sangat keras tadi."


Xiao Chujiu memegang dada nya,"shh, Wangye, ini sangat menyakitkan!," Mata Xiao Chujiu berkaca-kaca.


Qin Wujing spontan menggenggam tangan Xiao Chujiu dan berkata,"jika anda mau mati, maka matilah."


Xiao Chujiu yang mendengar ini membatu,"a-apa?."


Qin Wujing melepaskan genggaman nya dan menjawab,"anda pikir Benwang orang bodoh?, jelas-jelas jantung berada di kiri, namun sekarang anda sedang memegang dada kanan anda. Chujiu, jangan pernah bermain-main dengan hal seperti ini, jika rencana anda gagal dan yang menembakkan panah adalah pembunuh sungguhan, apa anda pikir besok anda dapat melihat matahari?."


Xiao Chujiu segera bangkit dari tidur nya dan duduk,"a-anda sudah menyadari nya?."


Qin Wujing menaikan alis kirinya,"anda pikir apa yang tidak bisa Benwang ketahui di Qin Wangfu ini?. Pagi ini saya melihat dada anda membesar, namun sekarang setelah panah di cabut ukuran dada anda berkurang?. Apa dada mu mempunyai waktu tersendiri untuk membesar dan mengecil?."


Xiao Chujiu yang mendengar ini membelalakkan mata nya,"ka-kamu memperhatikan hal seperti itu!?, dasar mesum!!."


Qin Wujing menatap Xiao Chujiu,"apa niat anda melakukan hal bodoh itu?."


Bu mama yang mengerti situasi telah merepotkan, dia segera keluar dan menutup pintu.


Xiao Chujiu mengalihkan tatapan nya ke arah jendela dan berkata,"sa-saya hanya ingin kamu mengakui cinta anda, saya hanya ingin kamu mengatakan cinta pada saya. Qie sangat tidak suka saat anda terus menerus diam dan berlaku seolah tidak ada apa-apa, jika saya hanya diam, maka kita tidak akan pernah bisa maju," kedua alis Xiao Chujiu menyatu, dan wajah nya memerah.


"Saya cinta kamu."


Xiao Chujiu yang mendengar ini segera menoleh dan menatap Qin Wujing dengan terkejut.


"A-apa?," Tanya Xiao Chujiu lagi, bibir nya tersenyum, lalu tiba-tiba kedua mata nya berkaca-kaca.

__ADS_1


"Tidak ada pengulangan," Qin Wujing berjalan keluar.


Xiao Chujiu mengerutkan alis nya dan mengikuti Qin Wujing,"Wangye, tolong sekali lagi!."


Qin Wujing tidak menjawab dan terus berjalan maju, Xiao Chujiu menarik-narik tangan nya dan terus meminta Qin Wujing mengulangi tiga kata itu.


"Aish lihat-lihat, ada pasangan bahagia," Yang Li dan Xie Rong tiba-tiba muncul.


Xiao Chujiu segera bersikap formal dan berdiri tegak.


Xie Rong terkekeh,"Qin Wangfei, anda tidak perlu sekaku itu pada kami. Anggap kami keluarga kamu."


Xiao Chujiu hanya tersenyum ramah dan mengangguk, Qin Wujing seperti biasa hanya memasang satu ekspresi dan tidak pernah berubah.


"Rong-rong, ayo cepat pergi, kita mengganggu waktu mereka," ujar Yang Li dengan nada berbisik namun masih dapat di dengar semua orang.


Xie Rong tertawa kecil,"benar-benar, ayo cepat kita pergi."


Setelah kepergian kedua makhluk itu, Qin Wujing menghadapkan tubuh nya ke Xiao Chujiu,"mengapa kamu mengikuti terus?."


Xiao Chujiu tersenyum,"ada masalah?."


Qin Wujing tidak menjawab, dia menatap mata Xiao Chujiu.


Xiao Chujiu yang terus di tatap Qin Wujing semakin tersenyum dalam,"ada apa?, terpesona?."


Qin Wujing menaikan alis kiri nya dan berbalik,"ada kotoran di mata anda," lalu dia berjalan pergi.


Xiao Chujiu melotot marah dan menunjuk Qin Wujing menggunakan jari telunjuk nya,"anda tidak bisa romantis!, cara spesial apanya!?."


Qin Wujing terus berjalan tanpa menoleh, kedua sudut bibir nya terangkat samar.


Dahi Xiao Chujiu yang tadi berkerut, kini perlahan mulai menghilang, lalu kedua sudut bibir nya terangkat,'cara yang berbeda namun arti yang sama.'


Xiao Chujiu berbalik dan berjalan kembali ke arah kamar nya, senyum di kedua bibir nya tak kunjung hilang.


*


"Wangye, pangeran ketiga telah kembali!," Lapor Bai Shu saat Qin Wujing telah memasuki ruang kerja nya.


Ekspresi Qin Wujing berubah sinis,"Istana pasti sedang kacau."


"Benwang penasaran seperti apa raut wajah Putra Mahkota saat ini?," lanjut nya.


"Senior, apa anda tidak khawatir jika Pangeran ketiga tiba-tiba juga akan merebut Wangfei anda?. Mengingat surat itu asli dan pemiliknya adalah Pangeran ketiga," ujar Yang Li.


Qin Wujing diam sejenak, lalu menjawab,"dia hanya akan bisa mengagumi, bukan memiliki. Merebut barang Benwang?, hanya akan memperpendek usia."


Yang Li mengangguk, dan menghela nafas,"ya semoga saja."


Qin Wujing menggeser tatapan nya ke arah Bai Shu dan bertanya,"lalu siapa nama asli pria berambut merah itu?."


"Long Hang," jawab Bai Shu.


Qin Wujing mengangguk ringan,"belakangan ini dia belum menerobos masuk?," Tanya Qin Wujing lagi.


Yang Li mengangguk,"tentu saja!, Saya dan tuan muda Bai sudah benar-benar memperketat keamanan."


Qin Wujing mengangguk puas.


*


Xiao Chujiu sedang bermalas-malasan di atas kasur sambil membaca buku, namun tiba-tiba ada yang mengetuk jendela nya.


Xiao Chujiu bangkit dan dengan penasaran berjalan ke arah Jendela kamar nya.


Saat di buka, dia tidak melihat apapun dan hanya melihat secarik kertas.


Xiao Chujiu mengambil kertas itu dan membaca nya.


"Maaf, saya tidak bermaksud?," Xiao Chujiu membaca tulisan di kertas itu dengan nada bertanya.


"Siapa yang mengirimkan kertas ini?," Tanya Xiao Chujiu sendiri.


Namun tiba-tiba burung bangau lipat yang terbuat dari kertas muncul, hal ini membuat Xiao Chujiu terkejut namun kemudian dia tersenyum.


"Siapa yang melakukan hal seperti ini?," Kedua sudut bibir nya terangkat, menurutnya ini terlalu manis.


Qin Wujing?, tidak mungkin pria itu melakukan hal ini.


Xiao Chujiu tiba-tiba mengingat rambut merah,"Di Fuyi?," ucap nya dengan nada pelan.


Kedua sudut bibir nya terangkat,"pria bodoh, bagaimanapun anda berbuat, pada akhirnya hati saya hanya untuk Qin Wujing."


Xiao Chujiu merasa tersentuh sekaligus kasihan dengan "Di Fuyi."


Long Hang diam-diam berdiri di atas atap kamar Xiao Chujiu, bibir nya tersenyum, namun senyum yang ada di wajahnya sekarang ini adalah senyum kesedihan.


"Long Hang, bukan Di Fuyi," gumam nya.


Xiao Chujiu menutup jendela kamar nya dan berjalan ke arah kasur, tangan kiri nya memegang bangau kertas dan tangan kanan nya memegang selembar kertas.

__ADS_1


"Tidak bisa bersama," Xiao Chujiu bergumam, lalu di atas atap Di Fuyi juga mengatakan hal yang sama,"tidak bisa bersama."


"Maaf," lanjut Xiao Chujiu.


__ADS_2