Rumor Istri Pangeran Ketujuh

Rumor Istri Pangeran Ketujuh
Saya akan menjadi obat anda sebagaimana anda menjadi obat saya


__ADS_3

Saat hendak berjalan keluar gerbang, Bai Shu menyadari sesuatu,"Wangye, dimana topeng anda?."


Qin Wujing menghentikan langkah nya, lalu menyentuh wajahnya yang tanpa topeng. Ekspresi nya menjadi dingin,"kembali ke Qin Lian dan ambil topeng Benwang!, segera!."


Bai Shu hanya mengangguk dan segera berlari menuju Qin Lian, dia tahu Qin Wujing belakangan ini banyak pikiran berat tentang perbatasan, di tambah Xiao Chujiu yang tengah hamil dan selalu cerewet. Hal ini membuat Qin Wujing sedikit linglung dan lengah, sampai topeng yang belasan tahun melekat di wajahnya saja dia lupakan. Namun Bai Shu tetap diam tentang masalah noda lipstik itu.


Qin Wujing menunggu selama tiga menit, Bai Shu kembali dan menyerahkan topeng kepada Qin Wujing. Wajah tampan itu segera tertutup setengah kembali. Karena topeng Qin Wujing yang hanya menutup setengah wajahnya pada bagian mata, hal ini tetap membuat noda lipstik terlihat. Bai Shu menahan tawa.


Qin Wujing yang melihat Bai Shu berekspresi aneh segera bertanya dengan dingin,"apa ada yang salah?."


Bai Shu menghela nafas, dia menjawab,"Wangye itu di-," omongan Bai Shu terpotong saat tiba-tiba Yang Li datang dan masuk kedalam gerbang Qin Wangfu,"Wangye, tolong cepat. Kaisar saat ini benar-benar marah karena perbatasan dalam bahaya."


Qin Wujing mengangguk singkat dan segera menaiki kuda nya, dengan kecepatan penuh Qin Wujing menunggangi kuda nya menuju Istana Kekaisaran.


Saat sampai dan memasuki Aula kerajaan, Kaisar segera berdiri dengan memegang secarik kertas di tangan nya.


"Ketujuh, mengapa anda terlambat?," nada bicara Kaisar sangat dingin.


Qin Wujing membungkuk,"maaf karena ketelatan dan keteledoran saya, saat ini Wangfei saya tengah mengandung dan kandungan nya sedikit lemah," Qin Wujing terpaksa menggagalkan rencana kejutan untuk Mufei nya, jika dia tidak menjelaskan alasan yang benar, maka Kaisar akan semakin marah.


Wajah Kaisar yang tadi menghitam mendung segera berubah menjadi lebih baik,"Chujiu tengah mengandung?."


Qin Wujing sedikit tersenyum dan kembali berdiri tegak, dengan santai dia menjawab,"ya."


Saat Kaisar melihat pipi Qin Wujing, kedua alis nya menyatu,"ketujuh, itu....," nada bicara Kaisar terdengar ragu-ragu untuk memberi tahu.


Para pejabat yang sedari tadi sudah mengamati Qin Wujing tentu telah mengetahui noda lipstik itu, mereka diam-diam tertawa di dalam hati karena kemesraan Qin Wujing dan Xiao Chujiu.


"Ay, sepertinya adik dan adik ipar sangat rukun dan mesra," Putra Mahkota melemparkan senyum tulus ke arah Qin Wujing.


Qin Wujing mengerutkan keningnya. Saat ini mereka seharusnya membahas masalah perbatasan, mengapa sekarang berubah menjadi hubungan nya dengan Xiao Chujiu?.


Kaisar yang melihat wajah bingung Qin Wujing tertawa, atmosfer yang tadinya sangat suram dan mencekam kini telah mencair menjadi lebih ringan,"ketujuh, ada noda lipstik di pipi kiri anda."


Qin Wujing memperdalam kerutan di kening nya dan menyentuh pipi kiri nya dengan beberapa jari milik nya, setelah itu dia melihat ada noda lipstik yang tertempel di jari tengah dan telunjuk nya setelah memegang pipi kiri nya. Ekspresi nya berubah menjadi dingin, kaku, dan menahan diri agar tidak meneriaki nama Xiao Chujiu. Belakangan hari ini Qin Wujing benar-benar mendapat ujian kesabaran yang spesial dari Xiao Chujiu.


Xiao He yang melihat ini juga tersenyum dan tertawa ringan, walaupun hati nya masih merasakan sakit untuk Xiao Meng, namun sekarang sudah berlalu. Apalagi saat Qin Wujing mengatakan bahwa kondisi kehamilan Xiao Chujiu melemah, jika Xiao He tebak itu pasti karena satu Minggu lalu Xiao Chujiu jatuh kedalam danau karena ulah Xiao Meng. Beruntung Xiao Chujiu dan kandungan nya tidak mati, jika iya, maka dia khawatir bukan hanya Xiao Meng yang di hukum mati. Namun seluruh keluarga Xiao dari sembilan generasi juga akan di penggal!. Walaupun Xiao Chujiu berasal dari keluarga Xiao, namun tidak menutup kemungkinan bahwa seluruh keluarga Xiao akan mati.


Qin Wujing terbatuk pelan lalu menatap Kaisar dengan serius,"saya mendengar ada kabar yang sangat gawat dari perbatasan, apa itu?."


Senyum di wajah Kaisar tiba-tiba menghilang saat mendengar ini, atmosfer sekitar juga kembali sesak dan mencekam.


"Kekaisaran Barat sudah menyerang markas besar di perbatasan, banyak prajurit Jenderal Lang yang terluka. Saya meminta anda datang kemari untuk memerintahkan anda bersama pasukan anda menuju perbatasan. Namun karena Zhen mendengar Wangfei anda tengah hamil, maka Zhen akan memberi waktu satu Minggu untuk menemani Wangfei anda dan meyakinkan dia agar tidak terlalu cemas," ujar Kaisar, ekspresi nya sangat serius.


Putra mahkota yang mendengar ini segera maju,"ayah, anak ini izin berbicara."


Kaisar mengangguk,"katakan."


Putra mahkota menatap mata Kaisar serius,"karena Qin Wangfei saat ini tengah mengandung, dia tidak bisa di landa kekhawatiran untuk adik ketujuh. Jika kekhawatiran itu terus menerus akan adik ipar rasakan, saya takut kandungan nya juga akan bermasalah. Jadi, saya meminta izin untuk yang mulia agar mengizinkan saya menggantikan adik ketujuh ke perbatasan!."


Suara putra mahkota jelas dan tegas, hal ini membuat beberapa menteri terkejut saat melihat Putra Mahkota angkat bicara untuk Qin Wujing.


Qin Wujing segera menggeleng tidak setuju, walaupun dia juga merasa enggan untuk meninggalkan Xiao Chujiu sendiri di ibu kota, namun jika Putra Mahkota yang pergi ke perbatasan, Qin Wujing takut akan membahayakan nyawa nya. Jika putra mahkota meninggal, maka yang akan mengisi bangku takhta adalah diri nya. Qin Wujing tidak akan membiarkan hal ini.

__ADS_1


"Putra mahkota tidak perlu khawatir, saya dan Wangfei saya tidak bisa mengedepankan masalah perasaan pribadi dengan urusan negara. Rasanya sangat tidak pantas," lalu mata dingin Qin Wujing bergeser ke arah Kaisar,"yang mulia, saya akan berangkat menuju perbatasan Minggu depan. Karena tadi yang mulia memberikan waktu untuk saya menenangkan dan menjelaskan semua ini kepada Wangfei saya selama satu Minggu, maka Benwang akan merepotkan Jenderal Fu sedikit untuk menggantikan saya sebentar."


Jenderal Fu yang mendengar ini segera maju dan membungkuk hormat,"Wangye tidak perlu merasa sungkan, ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai Jenderal untuk melindungi Kekaisaran Timur!. Wangye, saya akan membantu anda!."


Kaisar yang melihat ini mengangguk puas,"baik, sudah di putuskan!. Qin Wangye akan berangkat menuju perbatasan Minggu depan!, dan Jenderal Fu berangkat besok pagi menuju perbatasan untuk menggantikan Qin Wangye sementara!."


Semua menteri menghela nafas lega saat melihat ekspresi Kaisar yang menjadi sedikit lebih baik.


Kaisar berdiri dan memerintahkan Kasim De untuk membubarkan para menteri.


Qin Wujing berjalan keluar aula bersama Putra Mahkota. Putra mahkota dengan serius berkata,"saat di perbatasan nanti, adik tidak perlu merasa khawatir dengan Mufei dan Wangfei anda. Saya akan menjaga mereka selagi anda tidak ada."


Qin Wujing menyadari sepertinya Putra Mahkota mulai menghormati Mufei nya, mengingat tadi Putra Mahkota menyebut Huang Guifei dengan kalimat Mufei.


Qin Wujing tersenyum tipis,"kalau begitu saya akan merepotkan Putra Mahkota."


Putra mahkota hanya mengangguk ringan dan tersenyum tulus, sebelum dia mengambil jalan yang berbeda untuk kembali ke Istana nya.


Qin Wujing segera menaiki kuda nya dan kembali ke Qin Wangfu. Perasaan di hati nya terasa sangat campur aduk.


Sementara Xiao Chujiu yang sudah mendengar kabar ini diam-diam merasa sedikit cemas, berbagai macam pikiran negatif ketika Minggu depan Qin Wujing berangkat menuju perbatasan mulai melintas di otak nya.


Saat pintu kamar nya terbuka dan menampilkan sosok Qin Wujing, Xiao Chujiu segera berlari ke arah Qin Wujing dan menatap pria itu dengan tatapan sulit.


Qin Wujing yang mengerti menghela nafas dan mengangkat tangan kanan nya untuk mengelus kepala Xiao Chujiu,"semua akan baik-baik saja."


Xiao Chujiu,"anda selalu berkata seperti itu, waktu penyerang di gerbang pintu masuk ibu kota beberapa bulan lalu juga anda mengatakan hal yang sama. Wangye, kali ini qie tahu jelas masalah nya adalah seribu kali lipat lebih sulit."


Qin Wujing,"sebaiknya anda berhenti memikirkan hal ini dan fokus untuk merawat janin kembar, jika anda stres maka itu akan mempengaruhi kesehatan kandungan."


"Umur hanya di ketahui oleh tuhan, saya khawatir anak kita bahkan tidak akan tahu seperti apa rupa ayah nya," lanjut Xiao Chujiu.


Xiao Chujiu akui dia saat ini sangat emosional dan terlalu bawa perasaan, namun dia tidak bisa berhenti khawatir untuk masalah Qin Wujing.


Qin Wujing yang melihat emosi kekhawatiran yang mendalam dari mata Xiao Chujiu tersenyum tipis,"Kaisar memberi Benwang waktu selama seminggu untuk terus bersama anda sebelum berangkat ke perbatasan, seharusnya kita menggunakan waktu ini dengan baik."


Xiao Chujiu mengerutkan keningnya,"anda berbicara seperti ini seolah-olah akan gugur di perbatasan nanti!."


Qin Wujing menaikan alis kiri nya dari balik topeng nya,"gugur apa?, anda tentu sudah mendengar apa julukan saya bukan?."


Xiao Chujiu memutar bola matanya malas dan berjalan ke arah kasur untuk merebahkan diri bersama buku cerita bergambar.


Qin Wujing membuntuti nya dan ikut berbaring di samping Xiao Chujiu, pria itu memeluk Xiao Chujiu, wajahnya dia tempalkan di perut Xiao Chujiu.


Tangan kanan Xiao Chujiu mengelus kepala Qin Wujing dan tangan kiri nya memegang buku cerita bergambar.


"Lihat, Benwang merasa ada sesuatu yang menendang," ujar Qin Wujing.


Xiao Chujiu mencibir,"menendang apa?, mereka bahkan belum genap satu bulan!."


Qin Wujing tertawa ringan,"hanya menghibur diri."


Xiao Chujiu tersenyum tipis dan mengelus kepala Qin Wujing.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, besok kita akan mengunjungi Mufei. Mufei pasti sudah tahu tentang kehamilan anda."


Xiao Chujiu yang mendengar ini mengangguk,"iya."


*


"Tolong Wangye dan Wangye lebih dekat," pelukis senior istana meminta.


Sore menjelang malam ini Xiao Chujiu meminta pelukis yang sangat terkemuka untuk melukis diri nya dan Qin Wujing, entah kapan ide ini muncul dari otak nya.


Xiao Chujiu menghela nafas saat merasakan kesal di hati nya, ternyata di lukis itu sangat sulit. Jika begini lebih baik dia mencari penemu kamera pertama di dunia. Sekali pencet jadi.


Qin Wujing memperdekat jarak Xiao Chujiu kepadanya, Qin Wujing merangkul bahu Xiao Chujiu dengan wanita itu meletakkan kepalanya di bahu Qin Wujing. Tangan Xiao Chujiu memegang perut nya untuk menandakan bahwa dia hamil.


Xiao Chujiu berkali-kali menghela nafas karena di lukis sedikit memakan waktu, walaupun bersender di bahu Qin Wujing itu nyaman, namun jika tidak merubah posisi selama setengah jam lebih itu sangat membuat leher dan punggung pegal.


Saat ini Qin Wujing melepas topeng nya, ini adalah perintah Xiao Chujiu. Pelukis yang melihat wajah Qin Wujing untuk pertama kali sangat tertegun, dia diam-diam merasa terhormat karena melihat wajah Qin Wujing yang tersembunyi. Dari sekian banyak pelukis di tanah timur, hanya diri nya yang berkesempatan melihat wajah Qin Wujing.


"Tuan Rui, apa masih lama?," Tanya Xiao Chujiu dengan nada bosan.


Pelukis istana itu tersenyum,"sedikit lagi Wangfei."


Xiao Chujiu memutar bola matanya malas dan kembali diam. Setelah lima menit berlalu, pelukis Istana itu berkata,"Wangfei, Wangye, lukisan kalian sudah selesai."


Xiao Chujiu adalah orang pertama yang bereaksi dan segera berdiri berjalan ke arah Pelukis Istana.


Pelukis istana segera memberikan hasil lukisan nya kepada Xiao Chujiu dengan hormat.


Xiao Chujiu dengan senang hati dan penasaran menatap ke arah lukisan yang baru matang itu. Xiao Chujiu tersenyum,"Tuan Rui, ini sangat mengagumkan. Lukisan anda benar-benar tidak mengecewakan."


Pelukis istana yang di puji seperti itu tersenyum,"sebuah kehormatan saya dapat melukis Wangye dan Wangfei."


Xiao Chujiu mengangguk dan segera melirik Bu mama untuk memberi kode, Bu mama yang mengerti mengangguk ringan dan berjalan maju ke arah pelukis istana. Tangan nya memegang satu kantong perak dan dia berikan kepada pelukis istana dengan sopan.


Pelukis istana itu menolak halus,"Wangye dan Wangfei tidak perlu membayar, saya sudah menerima gaji dari Kaisar setiap bulan."


Xiao Chujiu tersenyum,"anggap saja ini sebagai bonus kerja anda, tidak perlu sungkan."


Pelukis istana itu mengangguk lalu membungkuk,"Wangye dan Wangfei sangat murah hati, kalau begitu saya yang tua ini akan menerima nya dengan senang hati."


Qin Wujing mengangguk ringan,"kalau begitu anda boleh pergi."


Pelukis istana mengangguk sopan sebelum membungkuk dan mengucapkan kata pamit lalu berjalan keluar.


"Wangye lihat, ini sangat bagus!," Xiao Chujiu berjalan ke arah Qin Wujing dan menunjukkan hasil lukisan itu kepada Qin Wujing.


Qin Wujing menatap lukisan itu sekilas lalu beralih ke Xiao Chujiu yang tengah menatap dengan penuh kekaguman ke arah lukisan. Dengan santai Qin Wujing membalas,"namun tetap lebih menarik yang asli."


Xiao Chujiu yang mendengar ini segera menoleh ke arah Qin Wujing, dia tiba-tiba tertawa ringan,"tentu saja."


Qin Wujing menatap mata Xiao Chujiu dengan dalam sebentar lalu berdiri dan menoleh ke arah Xiao Chujiu, tangan nya terulur ke arah Xiao Chujiu,"sudah hampir larut malam, tidak baik jika anda tidur terlalu larut."


Xiao Chujiu tersenyum,"anda tahu bahwa saya penderita Insomnia, di jam segini mata saya masih sangat segar. Seharusnya Wangye yang juga mempunyai masalah yang sama paham."

__ADS_1


Qin Wujing tersenyum tipis,"maka saya akan menjadi obat insomnia anda sebagaimana anda menjadi obat insomnia saya," lalu Qin Wujing meraih tangan Xiao Chujiu dan menarik nya menuju Qin Lian.


__ADS_2