Rumor Istri Pangeran Ketujuh

Rumor Istri Pangeran Ketujuh
Rasa bersalah


__ADS_3

Saat hendak memasuki Qin Wangfu, Qin Wujing melihat Liu Pingle yang di seret keluar oleh Bu mama.


Mata dingin pria itu hanya memperhatikan dan tidak melakukan tindakan apapun. Saat Liu Pingle melihat Qin Wujing, wanita itu segera mendorong kencang Bu mama dan merangkak ke arah Qin Wujing.


"Wangye, saya mohon, selamatkan Putra Mahkota. Putra mahkota di jebak!," Tangis Liu Pingle.


Qin Wujing hanya diam dan menatap Liu Pingle dengan mata dingin nya, hal ini membuat Liu Pingle menggertakan gigi nya marah, namun jika dia menyinggung perasaan Qin Wujing hari ini, maka tidak ada lagi hari di mana gelar Putri Mahkota jatuh kepadanya.


Liu Pingle segera melakukan Kowtow, dahi nya memerah karena terbentur tanah.


Qin Wujing,"dengan penampilan anda sekarang ini sangat membuat pemandangan indah Qin Wangfu Benwang menjadi rusak."


Liu Pingle terus melakukan Kowtow, dia akan mengorbankan apapun demi gelar Putri Mahkota dan nyawa Putra Mahkota. Jika Putra Mahkota tamat, maka masa depan nya juga akan tamat.


Qin Wujing melanjutkan perjalanan nya yang hendak memasuki Qin Wangfu, dengan acuh dia berkata,"cepat pergi, anda tidak diterima di sini. Datang membuat keributan dan mengganggu Wangfei Benwang, anda sangat berani!."


Liu Pingle lemas, dia bingung harus berbuat apalagi. Masa depan nya yang cerah sudah menjadi suram, jika dia tahu akhirnya akan seperti ini, dia tidak akan pernah merebut Putra Mahkota dari Xiao Chujiu. Namun, dia juga tidak bisa mundur untuk sekarang.


Sementara Xiao Chujiu sedang berbaring dengan santai di atas kasur sambil membaca buku cerita bergambar nya, dia menutup telinga dan hati nya untuk peduli kepada Liu Pingle. Xiao Chujiu tidak seratus persen memiliki hati sebaik ibu peri, tidak ada darah ibu peri yang mengalir dari dalam tubuh nya.


"di depan gerbang Qin Wangfu ada keributan, namun sekarang nyonya dari Qin Wangfu sangat santai."


Xiao Chujiu menoleh dan melihat Qin Wujing, bibir nya segera tersenyum dan berlari ke arah pria itu.


"Wangye."


Qin Wujing,"apa Liu Pingle mengatakan sesuatu pada mu?."


Xiao Chujiu mengangguk, tatapan matanya berubah dingin,"dia meminta saya untuk membujuk anda menolong Putra Mahkota, saya tidak akan pernah mau!. Wanita itu telah mengkhianati qie, bahkan sampai membuat qie berniat bunuh diri. Biarkan kali ini semesta memberinya pelajaran."


Qin Wujing,"mengapa dulu anda berniat melakukan bunuh diri?."


Xiao Chujiu terdiam, dia memikirkan jawaban yang bagus. Jika dia berterus terang, dia takut Qin Wujing akan marah. Karena alasan sebenarnya adalah 'Xiao Chujiu' tidak mau menikah dengan Qin Wujing.


Xiao Chujiu tersenyum, dia memilih untuk jujur namun menaburkan sedikit bumbu kebohongan. Karena jika sepenuhnya berbohong, itu tidak akan berguna dan Qin Wujing akan mengetahui nya.


"Dulu saya pikir menikah dengan anda sangat buruk, saya takut dengan rumor yang beredar luas tentang anda. Anda membunuh setiap wanita yang menjadi Istri anda, ketika saya mendengar Dekrit kekaisaran itu, tubuh saya melemas dan otak saya kosong. Jadi saya memilih untuk melakukan bunuh diri, namun sayang bunuh diri saya gagal!. Saya memutuskan untuk kembali berpikir, jika saya bunuh diri, saya belum mempunyai pahala yang cukup untuk menghadap Tuhan, jadi saya memutuskan untuk memberanikan diri untuk menjadi nyonya besar Qin Wangfu, Qin Wangfei. Menantu sah Kekaisaran. Istri sah dari Adipati Qin, Pria kasar dan ketus!."


Qin Wujing,"lalu, bagaimana perasaan anda sekarang?."


Xiao Chujiu menatap mata Qin Wujing,"sangat senang!, sangat cinta!, ternyata Dekrit Kekaisaran itu adalah berkah!, saya bersyukur menjadi Wangfei anda."


Qin Wujing tersenyum tipis dan menyentil dahi Xiao Chujiu,"terlalu lebay."


Xiao Chujiu terkekeh,"tidak, itu bukan lebay, itu murni dari dalam lubuk hati ku."


Qin Wujing menggeleng pelan, menurutnya Xiao Chujiu semakin hari semakin terbuka padanya.

__ADS_1


Qin Wujing,"apa anda hari ini lelah?."


Xiao Chujiu menggeleng,"tidak."


Belum sempat Qin Wujing membalas, mata Xiao Chujiu sudah berbinar dan berkata dengan antusias,"kemana kita akan pergi?, pasar?, toko buku?, toko pakaian?, rumah makan?."


Qin Wujing menggeleng,"hanya halaman belakang Qin Wangfu."


Senyum Xiao Chujiu hilang, dia segera menatap datar Qin Wujing,"Wangye, saya sudah ratusan kali bahkan sampai bosan melihat pemandangan di situ."


Qin Wujing mengangkat alis kirinya,"benarkah?, namun Benwang sendiri justru malah lupa bagaimana pemandangan di sana."


Xiao Chujiu,"karena anda hanya menghabiskan waktu di ruang kerja tercinta mu itu."


Qin Wujing,"baiklah, apa anda mau menemani saya?."


Xiao Chujiu tersenyum,"tentu saja!, bahkan jika anda meminta saya menemani anda untuk melewati jembatan neraka saya akan terus bersedia!."


Qin Wujing tidak menjawab apapun, dia segera menarik tangan Xiao Chujiu menuju halaman belakang Qin Wangfu.


Saat sampai di sana, Qin Wujing sedikit merasa terkejut,"pohon bunga plum sudah sebesar ini?."


Xiao Chujiu menaikan alis kirinya,"memang dulu sebesar apa?."


Qin Wujing menatap pohon plum itu, seperti sedang memutar kembali kenangan di kepalanya,"saya menanam ini dulu bersama Mufei, bunga plum adalah kesukaan nya."


Qin Wujing melirik Xiao Chujiu, dia melihat wanita itu tengah tersenyum dan menatap lekat ke arah bunga plum. Tanpa sadar, bibir nya juga ikut tersenyum.


*


Di dalam kedai teh terkenal, tepatnya di lantai dua ruang VIP. Long Hang dan Di Fuyi duduk dan saling berhadapan.


Long Hang memakai jubah hitam dengan kepalanya yang di tutupi kupluk jubah, wajahnya juga di tutupi masker.


"Selanjutnya?," tanya Long Hang dengan nada dingin.


Di Fuyi menyeruput teh nya,"tinggal menghitung hari penobatan Putra Mahkota baru."


Long Hang tersenyum,"bagaimana jika Qin Wujing yang malah di pilih?, mengingat bahkan anda tidak memakai nama marga 'Qin' keluarga Kekaisaran."


Di Fuyi tersenyum, bola mata birunya terlihat sangat cantik,"tidak lama lagi akan saya dapatkan."


"Bagaimana jika Xiao Chujiu membenci anda?, wanita itu sangat mencintai Qin Wujing," ujar Long Hang, Di Fuyi yang mendengar ini melunturkan senyum nya.


Melihat Di Fuyi tidak menjawab, Long Hang menambahkan,"apa anda yakin dengan cara ini Xiao Chujiu akan bahagia?, mungkin anda iya, namun apa dia juga iya?."


Di Fuyi menjawab,"wanita itu sendiri, dia tidak mempunyai siapapun di sisinya, untuk apa dia mempermasalahkan pemberontakan ini?, dia tidak mengkhawatirkan apapun."

__ADS_1


"Namun anda akan membunuh Qin Wujing, bahkan sebelum membunuhnya anda akan merebut kekuatan militer nya, apa anda yakin Xiao Chujiu tidak membenci anda?," balas Long Hang.


Di Fuyi tersenyum tipis,"maka saya akan menggantikan Qin Wujing."


Long Hang ikut tersenyum tipis, dia menyeruput teh nya lebih dulu sebelum berkata,"anda terlalu yakin untuk berhasil, wanita itu sangat keras kepala."


"Anda tidak tahu apapun tentang dia, maka fokus saja pada rencana," ujar Di Fuyi.


Long Hang tidak membalas apapun, dia kembali menyeruput teh nya.


'anda lah yang tidak tahu apapun.'


*


"Yang mulia, apa anda yakin Putra Mahkota melakukan korupsi?," Tanya Kasim De.


Kaisar menggeleng,"tidak, Zhen tahu Putra Mahkota tidak akan berani melakukan hal busuk tepat di bawah hidung ku."


Kasim De mengangguk,"saya juga berpikiran yang sama, namun semua bukti di ruang takhta tadi mengarah kepada Putra Mahkota."


Kaisar menarik nafas dingin,"sepertinya ada yang mencoba menjebak anak itu."


Kasim De mengangguk,"namun siapa yang mulia?," Lalu mata Kasim De melotot kaget karena menyadari sesuatu,"apa anda berpikir...."


Kaisar mengangguk,"anak itu tiba-tiba kembali setelah hilang selama dua tahun, sejak kedatangan nya juga banyak masalah yang terjadi di pengadilan."


Kasim De,"namun yang mulia, apa anda yakin?, Pangeran ketiga tidak mempunyai dukungan dari pejabat manapun."


Kaisar,"kita lihat kedepan nya saja seperti apa."


Kasim De menunjukkan raut wajah khawatir,"namun yang mulia, jika kita berdiam diri saja saya takut Putra Mahkota," Kaisar memotong,"tidak akan, ketujuh akan menolongnya."


Kasim De mengerutkan keningnya,"bukankah hubungan Putra Mahkota dan Pangeran ketujuh tidak begitu baik?."


Kaisar tersenyum tipis,"saya tahu setiap jalan pikiran anak saya. Ketujuh tidak akan membiarkan Putra Mahkota turun takhta, jika itu terjadi maka diri nya lah yang berkemungkinan besar menjadi gantinya. Untuk ketiga, ibu nya adalah putri dari kaisar Dinasti sebelumnya, jika dia menaiki takhta, maka akan banyak yang menentang. Mengingat bahkan dia tidak di izinkan memakai nama marga 'Qin' oleh Mendiang ayah saya," ada siluet kesedihan dan ketidak mampuan di mata Kaisar pada akhir kalimat.


Kasim De menghela nafas,"Yang mulia, apa anda masih merasa sedih karena masalah ini?."


Kaisar tersenyum pahit,"jika saya tidak terlalu banyak minum dan melakukan dosa saat itu, maka ketiga tidak akan pernah lahir, dirinya juga tidak akan menjadi bahan cibiran dan makian orang-orang tanah Timur. Saat dia kecil, saya pernah melihatnya anak itu di hukum cambuk oleh Huanghou, hal ini terjadi karena anak itu hanya ingin mengambil dua buah kue bakpao dingin dari dapur. Huanghou membenci mendiang ibu ketiga karena saat itu saya sempat menjadikan dia salah satu wanita favorit saya, saat saya tahu cinta dan perhatian saya justru malah membuat mereka berdua hidup susah dan penuh bahaya di dalam Harem, maka saya memutuskan untuk memberikan punggung dingin kepada mereka."


Kasim De,"yang mulia, anda tidak perlu sedih lagi, mendiang Ji Guifei pasti sudah mengerti dan bahagia di alam sana."


Kaisar menghela nafas gusar, rasa bersalah yang sudah dia tutupi selama bertahun-tahun kini kembali terbuka.


_________


Maaf up nya hari ini sedikit, Author lagi gak enak badan soalnya 。:゚(;´∩`;)゚:。

__ADS_1


__ADS_2