Rumor Istri Pangeran Ketujuh

Rumor Istri Pangeran Ketujuh
Saya Wangfei anda


__ADS_3

Xiao Chujiu terus berada di gendongan Qin Wujing bahkan sampai mereka kembali ke Qin Wangfu.


Qin Wujing juga secara pribadi mengantarnya menuju Qin Lian.


Xiao Chujiu tertidur, dada bidang Qin Wujing benar-benar nyaman. Xiao Chujiu akhirnya bisa beristirahat setelah berlari kesana kemari kemari.


Qin Wujing merebahkan tubuh Xiao Chujiu secara hati-hati di kasur dan berkata,"lepaskan baju anda, semuanya."


Xiao Chujiu yang tadi merasa tenang sekarang melotot ke arah Qin Wujing,"Wangye, apa anda berubah menjadi pria cabul!?. Qie tidak perlu merepotkan anda, qie bisa memanggil Bu mama!."


Qin Wujing kali ini tidak pergi meninggalkan nya seperti di Xiao Fu dulu, pria ini tanpa tak tahu malu membuka Hanfu Xiao Chujiu.


Sekarang hanya tersisa lapisan dalam, Xiao Chujiu menyilangkan kedua tangan nya di dada.


"Wangye, saya benar-benar tidak per-," omongan Xiao Chujiu terpotong.


"Tubuh anda sangat tidak menarik."


Kalimat Qin Wujing benar-benar menjatuhkan pesona wanita nya!. Tidak menarik!?, kurang ajar!.


Xiao Chujiu menatap sinis Qin Wujing,"begitu pula anda!. Apa Wangye menganggap diri sendiri telah bagus?, cih."


Qin Wujing yang mendengar ini menaikan alis kiri nya dari balik topeng, lalu dia tersenyum. Senyum nya membuat Xiao Chujiu merinding!.


Jantung Xiao Chujiu semakin tidak karuan saat pria itu mencondongkan tubuhnya ke arah Xiao Chujiu.


"Apa anda mau mencoba?."


Xiao Chujiu yang mendengar ini menelan liur nya dengan susah payah.


Xiao Chujiu meneriaki diri nya sendiri di dalam hati lalu berkata,"qie sedang sakit. Wangye, anda waras?."


Qin Wujing yang malah di balas seperti ini mengerutkan keningnya, ini tidak sesuai dengan apa yang di tulis di buku milik Yang Li!.


Xiao Chujiu yang melihat Qin Wujing terdiam menatap nya dengan kedua alis menyatu menghela nafas. Kembali dia merasakan perih dan nyeri di punggung nya, segera dia berbalik dan membuka atasan Hanfu nya. Kali ini dia tidak mau berdebat lagi, luka nya yang paling penting.


Qin Wujing semakin mengerenyit saat melihat kulit mulus Xiao Chujiu yang banyak luka cambuk, namun di hati kecil nya dia diam-diam merasa gugup.


Xiao Chujiu menoleh dan melihat Qin Wujing dengan aneh,"Wangye, apa yang sedang anda pikirkan sehingga membuat dahi anda mengkerut?. Tolong cepat oleskan salep nya, ini benar-benar sakit anda tahu?."


Qin Wujing kembali tersadar dan mengembalikan ekspresi kaku nya lagi, segera dia dengan pelan mengoleskan salep ke punggung Xiao Chujiu.


Xiao Chujiu meringis dan hampir menangis, kali ini rasa sakit dan perih nya berlipat ganda!.


Qin Wujing yang melihat Xiao Chujiu menahan sakit sampai mengeluarkan air mata segera menghentikan aktivitas jari nya yang sedang asik mengoles salep.


Dia menyerahkan tangan kiri nya ke depan wajah Xiao Chujiu dan berkata,"gigit jika anda merasa sakit."


Xiao Chujiu membuka mata nya yang tadi terpejam karena menahan rasa sakit, dia menoleh dan menatap Qin Wujing bingung.


Sejak kapan pria ini menjadi sangat baik?.


Xiao Chujiu tersenyum tipis, dia tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk membuat pria itu menderita.


Xiao Chujiu mengangguk senang,"baik, terimakasih."


Xiao Chujiu menarik tangan Qin Wujing, saat lengan baju Qin Wujing di angkat, kulit berwarna putih itu terlihat. Sejenak Xiao Chujiu merasa iri, pria ini sering berada di Medan perang dan panas-panasan di lapangan, namun kulit nya masih seputih ini?.


Dia spontan menggigit tangan Qin Wujing saat pria itu kembali mengoleskan salep tanpa memberi pemberitahuan.


"Shh, Wangye. Apa anda sedang menggosok kulit sapi?, lembut sedikit!," Protes Xiao Chujiu.


Qin Wujing berhenti, lalu dia menjawab,"sudah selesai."


Xiao Chujiu menoleh dan melihat leher pria itu berkeringat. Apa gigitan nya sangat kencang tadi?, Xiao Chujiu mengangkat bahu nya acuh.


Namun saat kepala nya kembali menoleh ke depan dan mata nya menunduk untuk melihat tangan Qin Wujing, dia melihat bekas gigitan yang tercetak jelas dan darah merah menodai warna putih dari kulit Qin Wujing.


Xiao Chujiu sesaat merasa bersalah, namun dia tersenyum puas setelah itu.


Qin Wujing menaruh salep obat di meja dan kembali duduk di tepi kasur.


"Tidur, Benwang akan bermalam di sini."

__ADS_1


Xiao Chujiu yang tadi hendak merebahkan diri segera kembali duduk dengan cepat, hal ini membuat nyeri di punggung nya kembali terasa.


"A-apa?!. Wangye, saya tahu anda lelah, anda bisa kembali ke Qin Liyun, atau jika anda-," omongan nya terhenti saat Qin Wujing dengan santai sudah naik ke atas tempat tidur nya dan merebahkan diri di kasur yang sama!.


Xiao Chujiu mengerutkan keningnya ke arah Qin Wujing, ada apa dengan pria ini?.


Xiao Chujiu menggelengkan kepalanya dan merebahkan diri di kasur. Beruntung kasur ini luas, jika tidak itu akan membuatnya tidak akan tidur nyenyak.


Saat mata Xiao Chujiu melirik ke arah Qin Wujing yang tengah terpejam, dia berpikir,'pria itu selalu memakai topeng nya bahkan saat tertidur?.'


Xiao Chujiu menatap wajah Qin Wujing. Apa hubungan nya dengan Qin Wujing akan berjalan baik mulai saat ini?, mengingat nada khawatir yang Qin Wujing lemparkan pada saat siang tadi.


Apa Qin Wujing mencintai nya?, Apa dia mencintai Qin Wujing?.


Cinta adalah perasaan terkutuk.


Xiao Chujiu memejamkan mata nya dan mulai tertidur, namun setelah itu Qin Wujing bangun dan duduk, dia menoleh ke arah Xiao Chujiu sebentar lalu memanggil Bai Shu.


"Bai Shu."


Bai Shu segera masuk dan berhenti di balik tirai,"saya Wangye."


"Kali ini perketat keamanan, Benwang tidak mau Di Fuyi sampai bisa menerobos masuk lagi!. Jangan sampai dia menemui Xiao Chujiu lagi, baik di sengaja maupun tidak, jangan biarkan pria itu menemui Xiao Chujiu!. Pria itu sangat berbahaya untuk dia," di akhir kalimat Qin Wujing melirik Xiao Chujiu.


Bai Shu mengangguk,"baik. Ah, Wangye, saya menemui fakta baru."


"Katakan."


"Nama Di Fuyi adalah nama kecil Pangeran ketiga yang telah lama hilang, namun Di Fuyi yang muncul ini berambut merah, sedangkan menurut berita, Pangeran ketiga memiliki warna rambut hitam," jawab Bai Shu.


Qin Wujing tersenyum miring,"sudah jelas faktanya, dia mencuri identitas Pangeran ketiga. Mengingat di dalam surat ada kalimat "Pangeran ketiga Di Fuyi" ."


Bai Shu mengangguk,"berarti saat itu saat Pangeran ketiga Di Fuyi hilang, pria berambut merah ini yang menculiknya dan mencuri identitas nya."


Qin Wujing ikut mengangguk,"sebelum menginjakan kaki di Qin Wangfu, Xiao Chujiu sudah berumur 18 tahun bukan?, Wanita ini juga sudah bertunangan dengan Putra Mahkota sebelum nya. Jika "Di Fuyi" memang ingin menikahi nya, seharusnya dia sudah dari lama menemui Xiao Chujiu. Namun pria berambut merah itu datang dan menunjukan surat kepada Xiao Chujiu pada saat setelah Xiao Chujiu menginjakan kaki di Qin Wangfu. Dengan kata lain, pria itu mencoba mendekati Xiao Chujiu dan mengorek informasi dari Xiao Chujiu tentang kita, dia menggunakan Xiao Chujiu sebagai sumber informasi."


Jika kalian penasaran dari mana Qin Wujing tahu Xiao Chujiu dan Di Fuyi baru saling mengenal, itu karena pada saat Xiao Chujiu ketahuan membantu "Di Fuyi" mengobati luka, ekspresi Xiao Chujiu memang menunjukan bahwa dia baru mengenal pria berambut merah.


Qin Wujing tidak akan membiarkan Di Fuyi menggunakan Xiao Chujiu dalam urusan mereka.


Bai Shu menggeleng,"jika iya, pria berambut merah itu tidak akan memiliki surat lusuh itu."


Bai Shu seakan tersadar oleh sesuatu,"tunggu, jika pria berambut merah itu bisa mendapatkan surat itu dari tangan Pangeran ketiga, berarti seharusnya mereka mempunyai hubungan bukan?."


"Mereka bersekutu," Yang Li tiba-tiba masuk.


Bai Shu menoleh,"tetapi kenapa?, pria berambut merah itu bukan hanya musuh Wangye, namun juga musuh Kekaisaran Timur!. Pangeran ketiga bersekutu dengan musuh?, untuk apa?."


Qin Wujing yang melihat Xiao Chujiu menggeliat segera berdiri dan berjalan ke arah Bai Shu dan Yang Li,"kita bicarakan di ruangan sebelah."


Yang Li dan Bai Shu mengangguk dan segera mengikuti Qin Wujing ke ruangan sebelah.


Mereka bertiga sekarang sedang duduk di meja yang sama. Suasana kembali serius.


"Pangeran ketiga dan Putra Mahkota adalah saingan, mereka memperebutkan takhta. Pangeran ketiga hilang dua tahun lalu dan sampai sekarang tidak pernah berhasil di temukan, seluruh orang mulai menganggap Pangeran ketiga telah tiada. Karena Pangeran ketiga tak kunjung di temukan, Putra Mahkota beralih melirik ke arah Benwang dan mulai menganggap Benwang adalah batu kerikil nya menuju takhta," ujar Qin Wujing.


Yang Li mengerutkan keningnya,"jika Pangeran ketiga bersekutu dengan pria berambut merah itu untuk memperebutkan takhta, berarti dia hilang dan tidak kembali hanya untuk membuat Putra Mahkota lengah?."


Bai Shu mengangguk setuju,"menurut saya begitu. Jika putra mahkota lengah karena terlalu fokus dengan Wangye, pangeran ketiga bisa kembali muncul dan menyerang Putra Mahkota secara tiba-tiba dan tidak membiarkan Putra Mahkota memiliki cara untuk menangkis."


Yang Li menggeleng,"perebutan takhta benar-benar menyeramkan, mereka mau melakukan apa saja bahkan jika harus bersekutu dengan musuh lain untuk menjatuhkan musuh satu nya."


Qin Wujing tersenyum samar,"wajar jika Pangeran ketiga begitu berambisi. Ibu nya adalah mendiang Ji Guifei, wanita ini adalah putri kekaisaran dari dinasti sebelum nya. Karena hal ini, terkadang Pangeran ketiga dan mendiang Ji Guifei sering di rendahkan. Tekad nya semakin bulat untuk merebut takhta karena Ibu nya mati di tangan Huanghou secara diam-diam. Tidak ada yang berani menunjuk ke arah Huanghou atas kematian Ji Guifei, hal ini karena perbuatan wanita itu yang sangat bersih."


Yang Li menaikan alis kiri nya,"dari mana anda tahu?."


"Mufei saya saksinya," jawab Qin Wujing acuh.


Bai Shu menggeleng,"Istana benar-benar kacau."


"Senior, apa anda tahu rupa pangeran ketujuh?," Tanya Yang Li di penuhi rasa penasaran.


"Tidak begitu jelas, yang Benwang ingat adalah mata biru nya," jawab Qin Wujing.

__ADS_1


_____


Xiao Chujiu membuka mata nya, dan perlahan bangkit untuk duduk. Rasa perih masih menggerayangi punggung nya. Dia tidak bisa memberi Qin Wujing pelajaran sampai punggung ini sembuh, saat memikirkan kapan punggung nya akan sembuh, dia sangat bersemangat.


"Wanwan," Xiao Chujiu memanggil nama Wanwan, hal ini seperti sudah kebiasaan nya saat bangun tidur, sampai-sampai dia lupa Wanwan sudah tidak ada.


Xiao Chujiu terdiam, dia kembali teringat saat Wanwan di penggal. Hati Xiao Chujiu merasakan rasa sakit kembali.


"Wangfei, anda sudah bangun?."


Xiao Chujiu menoleh dan melihat Bu mama masuk.


Xiao Chujiu mengangguk dan berusaha berdiri, Bu mama dengan hati-hati dan penuh kesabaran membantu Xiao Chujiu berjalan ke arah kolam pemandian.


"Wangfei hati-hati."


Setelah selesai melepas seluruh pakaian, Xiao Chujiu masuk kedalam air, dia meringis dan menggigit bibir dalam nya saat air mulai mengenai luka nya.


"Wangfei, apa tidak seharusnya saya mengelap tubuh anda saja untuk melindungi luka anda dari air?," Tanya Bu mama.


Xiao Chujiu menggeleng,"tidak perlu, ini harus di biasakan."


Bu mama menghela nafas dan mau tidak mau menuruti perkataan Xiao Chujiu. Bu mama menggosok pelan sabun di kulit mulus Xiao Chujiu, hal ini memakan waktu hingga setengah jam.


Setelah setengah jam, Xiao Chujiu kembali keluar dari kolam dengan bantuan Bu mama. Bu mama juga membantunya memakai Hanfu dan berhias seperti biasa.


Setelah semuanya selesai, Xiao Chujiu segera berjalan ke arah meja makan dan mulai sarapan. Di tengah-tengah asik nya sarapan, Xiao Chujiu bertanya,"dimana Wangye?."


"Wangye pagi ini sudah berangkat ke Istana, Kaisar memanggil nya," jawab Bu mama.


Xiao Chujiu mengangguk ringan, dan kembali bertanya,"Bu mama, setelah saya sembuh, carikan tabib untuk saya."


Bu mama mengerutkan keningnya,"tabib?, bukankah seharusnya Wangfei membutuhkan tabib sekarang?."


"Ck, aku tahu itu. Pokoknya Carikan saja satu untuk ku nanti. Tabib nya tidak perlu tabib yang terkenal, kalo perlu tidak perlu terkenal," ujar Xiao Chujiu.


Bu mama mengangguk dengan perasaan bingung. Xiao Chujiu tersenyum jahil, dia akan membalas Qin Wujing setelah sembuh!.


Tiba-tiba Qin Wujing datang dan langsung duduk di depan Xiao Chujiu.


"Bagaimana luka anda?."


Xiao Chujiu mengangguk,"lebih baik."


Qin Wujing mengangguk, lalu dia memberi kode pada Bu mama agar pergi. Bu mama yang melihat ini segera mengangguk dan berjalan keluar.


Xiao Chujiu memakan makanan nya dengan sunyi, Qin Wujing hanya menatap nya, dan itu membuatnya risih.


"Wangye, apa anda tidak sibuk?," Tanya Xiao Chujiu.


Qin Wujing menggeleng,"tidak."


Xiao Chujiu menghela nafas, jika pria ini mempunyai waktu kosong itu akan sangat merepotkan nya.


Berbeda dengan Qin Wujing. Pria itu sekarang sedang mengalami dilema. Dia tidak tahu harus bertanya atau tidak.


"Wangye, di masa depan jika ada masalah, bicarakan dengan qie. Jangan seperti kemarin, rencana anda hampir membuat kita benar-benar bercerai," Xiao Chujiu membuka suara. Kali ini dia bermurah hati untuk membuka pembicaraan inti lebih dulu. Menunggu Qin Wujing membahas ini hanya akan membuat kepala botak.


Qin Wujing diam, mata nya hanya menatap Xiao Chujiu.


Xiao Chujiu yang melihat Qin Wujing tidak menjawab nya segera berkata,"apa anda mendengar?, pasti iya."


"Apa kamu takut Benwang menceraikan kamu?," Tanya Qin Wujing.


Xiao Chujiu yang hendak memasukan makanan ke mulut nya berhenti, dia...tidak berharap Qin Wujing menanyakan hal seperti ini.


"Benwang beri tiga detik untuk menjawab," lalu pria itu menghitung mundur.


Xiao Chujiu menatap kesal ke arah Qin Wujing dan menjawab,"ya, anda puas?. Aku adalah Istri mu, jika kamu mau kamu bisa berbagi masalah dengan qie. Walaupun Wangye sering membuat otak qie tidak karuan, namun kembali ke awal, qie tetap Istri Wangye. Qin Wangfei!."


Qin Wujing yang mendengar ini tertegun, lalu dia membalas,"sangat percaya diri. Bukankah pertama kali saya memberi status pada anda, saya hanya mengatakan anda hanya mendapatkan status dan tidak lebih?."


Xiao Chujiu tersenyum,"saya adalah orang yang rakus, setelah di pikir-pikir, hati anda tidak buruk, saya berpikir bisa merubah sifat anda yang benar-benar buruk itu."

__ADS_1


Qin Wujing mengalihkan tatapan nya ke arah lain dan menjawab,"cepat habiskan sarapan, punggung anda harus segera di beri salep lagi."


Xiao Chujiu mencibir Qin Wujing di dalam hati. Pria ini terlalu enggan untuk berbicara kebenaran tentang perasaan, bahkan setelah kejadian kemarin, pria ini masih berperilaku sama. Xiao Chujiu benar-benar akan membuatnya mengaku beberapa hari lagi.


__ADS_2