
Suara tawa Kaisar tiba-tiba memenuhi ruangan.
"Kalian boleh pergi," ujar Kaisar memberi perintah kepada para penjaga.
Qin Wujing yang segera menyadari keisengan Kaisar segera menatap Kaisar tidak senang.
Xiao Chujiu masih bingung, dia berpikir apa Kaisar menjadi gila karena anak nya lebih membela dia tadi?.
...________________...
"Chujiu, terimakasih banyak," senyum di wajah Kaisar merekah, lalu dia kembali berbicara,"Chujiu, segera pergi ke gudang penyimpanan harta, anda boleh memilih satu di antara mereka."
Xiao Chujiu mengerutkan keningnya bingung,"ma-maksud anda?."
Kaisar turun dari singgasana nya dan berjalan mendekat ke arah Xiao Chujiu,"maaf, barusan Zhen hanya menguji Qin Wujing. Sebagai tanda maaf, ayo ikut Zhen ke ruang harta."
Xiao Chujiu tersenyum kaku, pria tua ini jika bukan Kaisar sudah Xiao Chujiu omeli balik, caranya menguji Qin Wujing dan melibatkan kepala cantik nya itu sangat berbahaya!.
Kaisar berjalan ke arah ruang harta dengan di buntuti Qin Wujing dan Xiao Chujiu.
Mereka masuk kedalam ruang bawah tanah, saat pintu tua terbuka, mata Xiao Chujiu menyipit silau.
Jiwa misqueen nya meronta, di sini banyak sekali emas dan perak, ribuan perhiasan langka, dan barang berharga lain nya tertata sangat rapih.
"Chujiu, pilih lah satu," ujar Kaisar.
Xiao Chujiu mengangguk senang, dengan ringan dia melangkahkan kaki nya masuk. Mata nya menyapu keseluruh ruangan untuk mencari benda paling berharga, namun dia berhenti di lencana pengampunan.
"Kaisar, bolehkah Chujiu mengambil lencana itu?," Xiao Chujiu menunjuk ke arah lencana pengampunan.
Kaisar menjawab dengan nada bertanya,"lencana pengampunan?."
Xiao Chujiu mengangguk ringan.
Kaisar mengangguk,"boleh saja, namun apa yang akan anda gunakan dengan itu?, mengapa tidak emas atau perhiasan langka?."
Xiao Chujiu menggeleng,"tidak terimakasih banyak."
Kaisar mengangguk dan mengambil lencana pengampunan lalu memberikan nya secara pribadi untuk Xiao Chujiu.
Xiao Chujiu tersenyum dan membungkuk,"terimakasih Kaisar."
Kaisar mengangguk lagi dan berjalan keluar,"ayo keluar, ini sudah cukup larut malam, jika kalian mau bermalam di sini Zhen akan memerintahkan pelayan untuk membersihkan Istana lama Qin Wujing."
Qin Wujing yang mendengar ini segera membalas,"tidak perlu yang mulia, saya dan Chujiu akan langsung kembali ke Qin Wangfu malam ini."
Kaisar mengangguk,"baik, kalau begitu."
Xiao Chujiu dan Qin Wujing mengucapkan salam pamit kepada Kaisar, lalu mereka berdua segera naik kedalam kereta kuda.
"Benwang pikir anda akan memilih emas," ujar Qin Wujing sambil memejamkan matanya santai.
Xiao Chujiu tertawa kecil,"saya memilih ini untuk melindungi hidup saya sendiri, jika kelak di masa depan saya terlibat masalah besar dan harus di hukum mati, maka saya bisa menggunakan lencana ini dengan bebas."
Qin Wujing menjawab dengan nada acuh,"siapa yang berani menyentuh orang-orang Qin Wangfu?."
Xiao Chujiu tersenyum,"yang benar adalah 'siapa yang berani menyentuh Istri dari Qin Wangye?'."
Qin Wujing tidak menjawab, namun Xiao Chujiu tetap menambahkan,"Wangye, apa yang anda katakan di aula istana tadi sungguhan?," senyum menggoda yang menyebalkan kembali muncul di wajah Xiao Chujiu.
Qin Wujing menjawab acuh,"tidak."
Xiao Chujiu berdecak,"ck, anda selalu seperti ini!," dia diam sebentar lalu menambahkan,"sungguhan bukan?," Bahu nya menyenggol tangan Qin Wujing.
Qin Wujing yang di goda membuka matanya dan menatap dingin Xiao Chujiu,"diam, jika anda tidak bisa tenang maka percaya atau tidak, Benwang akan menurunkan kamu di jalan!."
Xiao Chujiu tertawa kecil,"astaga, aku takut."
Qin Wujing mendengus kecil dan kembali terpejam, membiarkan Xiao Chujiu menatap nya terus menerus.
Saat sampai ke Qin Wangfu, Xiao Chujiu dengan perasaan hati yang baik turun dari kereta. Sebelum berjalan pergi menuju Qin Lian dia berkata,"Wangye, qie pamit."
Qin Wujing hendak menghentikan Xiao Chujiu untuk memperingati wanita itu bahwa dia sedang berada di masa hukuman, seharusnya Xiao Chujiu memijat nya malam ini. Namun karena wanita itu memasang ekspresi gembira dan segera berlari pergi setelah pamit, Qin Wujing menelan kembali kata-katanya yang belum sempat terlontarkan.
Sementara di Istana Kekaisaran, Huang Guifei sedang termenung. Dong mama yang melihat majikan nya hanya diam segera bertanya,"Nyonya, ada apa?."
Huang Guifei menghela nafas,"Chujiu dan Jing'er sudah lama menikah, namun saya belum mendengar kabar bahwa Chujiu hamil. Saya ingin sekali mempunyai cucu, di Harem ini, hanya saya yang belum mempunyai cucu!. Entah Jing'er atau Chujiu yang bermasalah, namun saya yakin Chujiu adalah wanita sehat!."
Dong mama mengangguk,"saya setuju nyonya, mungkin memang karena mereka belum memulai....?."
Huang Guifei mendengus,"sepertinya begitu!, dilihat dari kepribadian Jing'er yang kaku, mereka pasti belum melakukan apapun selama menikah!."
Dong mama mempunyai solusi dan membisikan nya ke telinga Huang Guifei,"nyonya, bagaimana jika anda berkunjung kesana dan mengawasi mereka secara langsung?."
Huang Guifei menggeleng,"saya adalah wanita Harem, sangat sulit untuk mendapat izin keluar."
Dong mama mengerutkan keningnya,"mengapa tidak?, anda adalah selir terkasih Kaisar."
Huang Guifei menghela nafas,"namun saya tidak bisa menggunakan masalah pribadi untuk bebas keluar, jika Huangtaihou mengetahui ini, wanita tua itu akan menyulitkan saya!."
"Namun apa anda akan diam saja dan menahan rasa penasaran sendiri?," Tanya Dong mama lagi.
__ADS_1
Huang Guifei terdiam sejenak, lalu dia menjawab,"baiklah, saya harus kesana!."
*
Pagi-pagi sekali di Qin Wangfu, Xiao Chujiu sudah bangun dan rapih seperti remaja yang hendak berangkat sekolah.
Xiao Chujiu dengan santai memakan sarapan di meja nya, namun tiba-tiba Qin Wujing masuk.
Xiao Chujiu berdiri dan memberi salam singkat,"Wangye."
Qin Wujing mengangguk dan segera duduk di seberang meja.
"Nanti siang Mufei akan berkunjung kesini," ujar Qin Wujing.
Xiao Chujiu yang sedang menelan makanan nya hampir tersedak,"un-untuk apa?."
Qin Wujing,"tidak tahu, namun sebaiknya anda menjaga sikap."
Xiao Chujiu memutar bola matanya malas, lalu dia tersenyum,"baik Wangye, qie akan berperilaku baik dan anggun seperti seorang Wangfei sejati."
Qin Wujing memperhatikan wajah Xiao Chujiu sebentar lalu kembali berdiri dan pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Xiao Chujiu yang melihat ini segera mencibir Qin Wujing di dalam hati secara diam-diam.
Setelah selesai sarapan, Xiao Chujiu menghabiskan waktunya sambil menunggu Huang Guifei datang dengan bermalas-malasan di atas kasur.
Novel baru berada di telapak tangan nya, namun aktivitas nya terhenti saat Dong mama masuk,"Wangfei."
Xiao Chujiu menutup buku nya dan menatap Dong mama malas,"ada apa?."
"Huang Guifei telah datang!," jawab Bu mama.
Xiao Chujiu segera bangkit dari kasur dan menjawab,"aih?, datang lebih awal?!."
Xiao Chujiu segera berjalan keluar dan berlari ke pintu gerbang Qin Wangfu.
Saat melihat Huang Guifei sedang mengobrol bersama Zhang mama, dia menghela nafas lega, untungnya Zhang mama mengulur waktu untuknya.
"Chujiu memberi salam kepada Mufei."
Kepala Huang Guifei menoleh, kedua sudut bibirnya terangkat,"Chujiu."
"Dimana Jing'er?," Tanya Huang Guifei.
"Wangye masih berada di ruangan kerja nya. Mufei, ayo kita masuk dulu," jawab Xiao Chujiu.
Huang Guifei mengangguk,"baiklah, ayo."
Mereka berjalan keruang keluarga yang lama atau bahkan tidak pernah di pakai, namun saat masuk, ruangan itu sangat bersih, mungkin Qin Wujing sudah memerintahkan pelayan untuk segera membersihkan ruangan keluarga.
Huang Guifei mengangguk,"boleh."
Xiao Chujiu tersenyum,"baik. Mufei tolong tunggu di sini sebentar, Chujiu hendak keruangan Wangye sebentar."
Huang Guifei tersenyum dan mengangguk ringan, lalu wanita saingan berat Huanghou itu segera duduk di kursi.
Xiao Chujiu segera berjalan keluar, saat sampai di luar dia menghela nafas lega. Tadi selama perjalanan menuju kemari Huang Guifei terus menerus menatap pergelangan tangan nya, mungkin wanita itu sedang mencari tanda keperawanan wanita.
Xiao Chujiu sengaja terus menutup pergelangan tangan nya dan langsung berlari menuju ruang kerja Qin Wujing, namun sebelum itu dia sudah memerintahkan Bu mama untuk menyiapkan camilan.
Saat Xiao Chujiu masuk keruang kerja, dia segera berlari ke arah Qin Wujing.
"Mufei datang lebih awal!," ujar nya.
Qin Wujing menjawab santai,"tahu."
Xiao Chujiu berdecak,"ck Wangye, Mufei sepertinya mau mengawasi kita, sepanjang jalan menuju ruang keluarga tadi, Mufei selalu melirik ke arah pergelangan tangan ku," lalu Xiao Chujiu mengangkat lengan Hanfu nya dan muncul lah tanda titik merah di pergelangan tangan nya.
Qin Wujing yang mendengar ini terdiam sejenak, lalu dia mengadahkan kepalanya,"anda harus menutupi tanda itu."
Xiao Chujiu mengangkat alis kirinya,"dengan cara?."
Qin Wujing mengambil perban dari laci kerja nya dan segera menarik tangan Xiao Chujiu.
Xiao Chujiu yang mengerti jalan pikir Qin Wujing segera bertanya,"apa anda yakin?, jika saya tiba-tiba keluar menggunakan perban ini tidak kah Mufei curiga?. Karena sebelumnya tangan saya baik-baik saja."
Qin Wujing diam, lalu dia menjawab,"tidak masalah, Benwang akan memikirkan nya sendiri saat Mufei bertanya."
Lalu Qin Wujing segera melilitkan perban itu di pergelangan tangan Xiao Chujiu, agar tanda itu tidak terlihat.
Setelah selesai, mereka segera berjalan beriringan ke ruang keluarga. Di jalan Xiao Chujiu terus cerewet,"anda harus berakting lebih lembut padaku nanti agar Mufei tidak curiga," dan masih banyak lagi.
Saat sampai di ruang keluarga, Qin Wujing dan Xiao Chujiu segera membungkuk,"salam Mufei."
Huang Guifei tersenyum,"Aiya, ayo cepat duduk!."
Xiao Chujiu dan Qin Wujing segera berjalan ke arah kursi dan duduk berhadapan dengan Huang Guifei.
Tak lama camilan sedap datang dan segera di sajikan di atas meja.
Huang Guifei yang melihat tangan Xiao Chujiu di perban segera bertanya,"Chujiu, ada apa dengan tangan anda?."
__ADS_1
Xiao Chujiu tersenyum sejenak, lalu dia berpikir keras, namun Qin Wujing menyelak,"tadi saat sedang menuju ruangan kerja saya dia terjatuh, lalu tangan nya tergores beberapa benda tajam di aspal."
Xiao Chujiu tersenyum kaku. Alasan macam apa itu!?, jelas sekali jika mengarang!.
Huang Guifei memasang wajah curiga, namun pada akhirnya dia hanya mengangguk dan ber-oh ria.
Xiao Chujiu menuangkan teh ke gelas mereka masing-masing, lalu dia membuka tutup tempat camilan dan menyodorkan ke arah Huang Guifei,"Mufei, makanlah."
Huang Guifei tersenyum, dan segera mengambil beberapa kue di sana. Qin Wujing dan Xiao Chujiu juga turut makan.
Mereka bertiga mengobrol bersama, namun tiba-tiba Qin Wujing mengelap beberapa sisa rimah kue yang menempel di sudut bibir Xiao Chujiu.
Xiao Chujiu tersentak kaget, namun dia masih memasang wajah santai agar terlihat seperti sudah biasa.
"Anda akan menjadi seorang ibu, namun makan saja masih tidak benar," ujar Qin Wujing.
Xiao Chujiu menangkap tangan Qin Wujing dan berkata,"qie memang payah, harap Wangye memaklumi!," senyum Xiao Chujiu merekah manis.
Huang Guifei diam dan memperhatikan interaksi mereka secara teliti.
'sangat natural, entah ini akting atau bukan,' batin Huang Guifei.
Xiao Chujiu tersenyum, hati nya merasa gelisah, takut jika Huang Guifei menyadari akting nya.
"Mufei, jika anda menginginkan istirahat, saya akan mengatur pelayan untuk menyediakan tempat untuk anda," ujar Xiao Chujiu.
Huang Guifei mengangguk setuju dan tersenyum sebagai jawaban, Xiao Chujiu segera memerintahkan Bu mama untuk membersihkan halaman Qin Tang. Halaman ini tidak terlalu jauh dari Qin Liyun milik Qin Wujing.
Tiba-tiba suara batuk Qin Wujing terdengar, Huang Guifei segera menoleh ke arah anak nya dan bertanya,"Jing'er, apa anda baik-baik saja?."
Xiao Chujiu tahu bahwa pria itu hanya tersedak kue, namun dia memiliki ide jahil di otak nya,"Wangye, qie sudah sering mengatakan untuk tidak terlalu lelah bekerja," Xiao Chujiu menempelkan tangan nya di bahu Qin Wujing.
"Sepertinya anda mulai batuk, untuk itu mulai saat ini berhenti memakan makanan yang berminyak dan terlalu manis. Qie akan memerintahkan staf dapur untuk membuatkan bubur nasi untuk anda setiap hari nya," sambung Xiao Chujiu.
Qin Wujing melirik Xiao Chujiu dingin, ada nada tidak setuju di wajah nya, maka dari itu Xiao Chujiu segera berkata,"Wangye, sepertinya teh ini terlalu manis untuk anda yang sedang sakit, untuk sekarang anda harus perbanyak minum air putih biasa saja, qie akan melarang para pelayan untuk menyiapkan teh untuk anda."
Senyum di wajah Xiao Chujiu manis, Huang Guifei merasa puas di dalam hatinya saat melihat Xiao Chujiu sangat perhatian kepada anak nya, sedangkan Qin Wujing, dia menatap Xiao Chujiu dingin.
Qin Wujing tersenyum tipis, dia menekan rasa kesal di hatinya,"baik, karena Wangfei Benwang sangat perhatian sekali, Benwang merasa sangat tersentuh."
Xiao Chujiu tersenyum penuh kemenangan,"ini sudah menjadi tugas qie, Wangye tidak perlu merasa tersentuh."
Qin Wujing mengangguk,"baiklah," kepalanya menoleh ke arah pintu dan memanggil Bai Shu,"Bai Shu, tolong ambilkan kue kering yang ada di meja kerja Benwang!."
Bai Shu mengangguk dari luar,"baik Wangye."
Tak lama Bai Shu datang dan masuk membawa sekotak kue kering, Qin Wujing mengambil kotak kue itu dan memerintahkan Bai Shu pergi.
"Chujiu, ini adalah kue yang sangat spesial, hanya ada satu di dunia. Di tanah timur ini hanya Benwang yang memiliki kue ini, karena tadi anda sangat baik dan perhatian, anda bisa mencicipi nya satu," ujar Qin Wujing menyodorkan kotak kue ke arah Xiao Chujiu.
Xiao Chujiu mengangguk, walaupun ada rasa ragu di hatinya, dia tetap mengambil kue itu.
Saat kue kering itu pecah di dalam mulut nya, mata Xiao Chujiu melebar dan melirik Qin Wujing tajam.
Qin Wujing tersenyum,"enak bukan?."
Xiao Chujiu mengangguk,"sangat enak, rasanya sangat unik dan sedikit ekstrem."
's*alan Qin Wujing, kue pedas seperti ini dia berikan kepada ku!?,' protes Xiao Chujiu di dalam hati.
Huang Guifei tersenyum saat melihat kasih sayang Xiao Chujiu dan Qin Wujing, untuk sesaat dia merasa lega di hati.
Sekarang Qin Wujing lah yang tersenyum kemenangan, kue kering itu memiliki rasa pedas yang luar biasa. Qin Wujing sengaja memerintahkan koki dapur Qin Wangfu untuk membuat kue seperti ini agar saat dia mengantuk ketika bekerja itu terhindar.
Huang Guifei berdiri, hal ini membuat Xiao Chujiu dan Qin Wujing ikut berdiri.
"Saya akan beristirahat sekarang," Huang Guifei hendak berjalan ke arah pintu, namun tiba-tiba dia teringat sesuatu dan segera merogoh lengan Hanfu nya.
Huang Guifei berbalik dan menarik tangan Xiao Chujiu, dia memberikan benda kecil seperti kantung pengharum namun ini terasa lebih kecil lagi saat di letakkan di telapak tangan Xiao Chujiu.
"Saat malam nanti, taruh ini di bawah bantal anda," ujar Huang Guifei, mata nya bersinar penuh harapan dan keyakinan.
Xiao Chujiu mengerutkan keningnya,"a-apa?."
Huang Guifei berdecak,"ck, ini adalah jimat agar nanti anak pertama kamu menjadi laki-laki yang kuat dan tangguh seperti ayah nya," Huang Guifei melirik ke arah Qin Wujing di akhir kalimat.
Xiao Chujiu membelalakkan matanya,"Mufei, kami tidak-," omongan Xiao Chujiu di potong Huang Guifei.
"Eits, ambil saja," lalu Huang Guifei berbalik dan berjalan ke arah pintu, namun saat setelah di ambang pintu dia berhenti dan menoleh lagi,"ingat, jangan sampai lupa gunakan itu nanti malam!."
Xiao Chujiu tersenyum kaku, dia membungkuk,"baik, terimakasih Mufei."
Setelah Huang Guifei pergi, Xiao Chujiu segera membuka telapak tangan nya, dia mendesah lesu saat mengetahui ini barang yang hampir sama yang di tawarkan oleh pedagang waktu lalu saat dia berjalan-jalan di pasar dengan Qin Wujing.
"Apa yang akan anda lakukan dengan barang itu?," Tanya Qin Wujing tiba-tiba.
Xiao Chujiu menjawab sambil menuangkan teh ke gelas nya, rasa pedas kue kering tadi masih sedikit terasa.
"Tentu saja di simpan, aku tidak mungkin berani membuang barang pemberian Mufei," jawab Xiao Chujiu.
Qin Wujing hanya memasang ekspresi mengerti dari balik topeng nya tanpa mengangguk, lalu dia berjalan keluar, namun sebelum itu,"malam ini anda akan tidur di Qin Liyun, Mufei pasti akan mengawasi kita. Apalagi dia sudah memberikan barang aneh itu kepada anda, berarti dia berharap kita melakukan sesuatu nanti malam."
__ADS_1
Xiao Chujiu memutar bola matanya malas,"ya, jangan lupa perintahkan pelayan untuk mengganti bangku yang lebih nyaman!."
Qin Wujing tidak menjawab dan segera berjalan keluar meninggalkan Xiao Chujiu di ruang keluarga.