
Xiao Chujiu hendak berjalan keluar menuju Qin Tang, namun suara Qin Wujing menghentikan langkah kakinya.
"Chujiu."
Xiao Chujiu menoleh, bibir nya tersenyum,"ya Wangye?."
Qin Wujing yang sudah berpakaian rapih dan tinggal mengenakan topeng nya menjawab,"bantu saya memakai topeng."
Xiao Chujiu mengerutkan keningnya diam-diam, pria ini...tumben sekali?.
Namun Xiao Chujiu diam-diam merasa senang, dengan ringan dia berjalan kembali kedalam dan mendekat ke arah Qin Wujing.
Xiao Chujiu mengambil topeng hitam Qin Wujing dan memakaikan topeng itu di wajah Qin Wujing.
Xiao Chujiu sesekali melirik ke arah cermin, sesekali juga dia tersenyum.
"Wangye, sudah," ujar Xiao Chujiu.
Qin Wujing mengangguk, Xiao Chujiu setelah itu langsung berjalan lagi ke arah pintu, namun tangan Qin Wujing menahan tangan nya.
"Tunggu, Benwang belum memerintahkan anda untuk pergi."
Xiao Chujiu kembali menoleh, dengan wajah bingung dia bertanya,"ada lagi?."
Qin Wujing menarik tangan nya kembali dan menjawab,"Kaisar mengadakan makan malam bersama, kita di undang."
Xiao Chujiu mengangguk,"baiklah, apa kita menginap?."
Qin Wujing mengangguk,"ya, Kaisar memaksa saya."
Xiao Chujiu mengangguk lagi,"oh baiklah, qie akan menyiapkan pakaian yang akan di bawa nanti."
Qin Wujing mengangguk lalu membiarkan Xiao Chujiu pergi.
Xiao Chujiu dengan santai berjalan keluar dan menuju Qin Tang, saat sampai di sana dan menemui Huang Guifei, wanita Kaisar itu tersenyum lembut.
"Chujiu...."
Xiao Chujiu tersenyum dan memberi salam hormat, Huang Guifei mengangguk sebagai jawaban dan memerintahkan Xiao Chujiu untuk duduk di sampingnya.
"Apa Jing'er sudah mengatakan bahwa Kaisar mengundang kita makan malam bersama?," Tanya Huang Guifei.
Xiao Chujiu mengangguk,"sudah."
Huang Guifei menghela nafas,"kesehatan Kaisar akhir-akhir ini memang sedikit buruk, Mufei khawatir Kaisar akan pergi cepat."
Xiao Chujiu menggenggam tangan Huang Guifei,"apa yang Mufei katakan?, Kaisar akan selalu sehat!."
Huang Guifei mengangguk dan tersenyum, namun raut wajahnya kembali lesu,"kekhawatiran terbesar saya adalah jika Kaisar tiada. Saya takut jika takhta kosong, ketiga pangeran akan saling baku hantam."
Xiao Chujiu mengerutkan keningnya,"bukankah gelar Pangeran Mahkota saat ini sudah mempunyai pemilik?."
Huang Guifei menggeleng lesu,"walaupun iya, namun tidak sesederhana itu. Putra mahkota melihat Pangeran ketiga dan Jing'er sebagai musuh, walaupun saya tahu Jing'er tidak pernah punya niatan untuk mengisi bangku takhta, namun Putra Mahkota selalu menyerang nya, saya khawatir mereka akan terus bertarung. Untuk pangeran ketiga, pangeran ini memang mempunyai ambisi untuk mengisi takhta, kepulangan nya kembali setelah hilang selama dua tahun benar-benar membuat seluruh orang-orang Istana gempar."
Xiao Chujiu yang mendengar ini juga menghela nafas lesu diam-diam, masalah politik kerajaan seperti ini memang sangat rumit.
"Mufei, apa sejak pesta ulang tahun Gu Junzhu anda tidak di persulit oleh Huanghou dan Huangtaihou?," Tanya Xiao Chujiu, untuk yang satu ini dia memang benar-benar penasaran.
Pancaran mata Huang Guifei berubah dingin,"bagaimana bisa aku lolos dengan mudah setelah kejadian itu?, kedua orang itu benar-benar licik dan ganas, mereka tidak segan-segan menggunakan trik kotor untuk menjatuhkan orang."
Xiao Chujiu membulatkan matanya,"lalu, apa yang pernah mereka lakukan terhadap anda?."
Huang Guifei meremas Hanfu putih emas nya,"sepuluh tahun lalu saya pernah hamil anak kedua setelah Qin Wujing, Huanghou yang mendengar ini merasa tidak senang dan cemburu, wanita itu segera memberi obat di dalam makanan ku diam-diam. Kejahatan Huanghou tidak menyisakan bukti apapun, wanita itu sangat licik. Wanita di Harem hidup hanya dengan mengandalkan cinta Kaisar, namun jika mereka telah melahirkan anak Kaisar, maka mereka akan bergantung kepada anak mereka. Dan sekarang karena Qin Wujing memegang kendali penuh atas kekuatan militer, Huanghou merasa terancam, jadi tentu saja wanita itu sekarang menjadi lebih ganas."
__ADS_1
Xiao Chujiu menggenggam erat tangan Huang Guifei,"Mufei, anda pasti sudah banyak melalui masa sulit."
Huang Guifei tersenyum,"karena Kaisar mencintai saya dan juga latar belakang keluarga saya yang baik, tentu saja Mufei akan terus selamat, namun proses nya memang sangat panjang dan rumit, jika orang yang memiliki mental lemah berdiri di dalam Harem Kaisar, maka hanya dalam waktu satu Minggu dia akan lebih memilih gantung diri," mata bulat Huang Guifei yang cantik menatap Xiao Chujiu serius,"selanjutnya yang akan berperang adalah anda. Chujiu, kamu adalah seorang Qin Wangfei, kemanapun kamu pergi aura dari seorang Adipati Qin akan terus terasa, kamu sebagai Istri sah Jing'er juga akan mengalami masa sulit kelak, akan banyak orang yang menaruh perhatian besar pada setiap tingkah laku kamu. Jika Kaisar tiada dan Putra Mahkota naik takhta, maka mungkin jika kamu berkunjung ke istana Kekaisaran, kamu akan sedikit bermain percikan api dengan Putri Mahkota. Putri Mahkota ini memiliki sifat yang sama seperti Huanghou, walaupun cantik dan terlihat lembut, namun di dalam hatinya ada lebih dari seribu jenis racun."
Xiao Chujiu mengerutkan keningnya,"namun Mufei, Chujiu tidak pernah mempunyai masalah dengan Putri Mahkota, untuk apa dia mempersulit saya?."
Huang Guifei menepuk tangan Xiao Chujiu pelan,"karena anda Istri Jing'er yang memegang kendali tinggi di Militer, orang-orang Putra Mahkota tentu akan sangat waspada kepada kita, mereka memiliki pemikiran jika kelak Jing'er akan melakukan pemberontakan, jadi wajar jika Putri Mahkota merasa tidak senang saat melihat anda. Kamu adalah Istri Jing'er, dia akan melihat kamu sebagai benalu menyebalkan, dia tentu akan merasa terancam untuk takhta masa depan nya."
Xiao Chujiu menghela nafas, sekarang Xiao Chujiu akan terus berdoa agar Kaisar hidup lebih lama!.
Pelayan wanita tiba-tiba datang dan melaporkan jika sarapan sudah siap, Huang Guifei dan Xiao Chujiu berjalan bersama menuju halaman depan Qin Tang, pemandangan di situ sangat bagus untuk bersantai.
Qin Wujing dari arah berlawanan menghampiri mereka, Xiao Chujiu tersenyum,"Wangye, sarapan sudah siap, mari..."
Qin Wujing mengangguk santai dan berjalan ke arah meja, mereka makan bersama di meja yang sama.
Sesuai perkataan Xiao Chujiu kemarin, staf dapur benar-benar membuatkan bubur putih untuk Qin Wujing, hal ini membuat Xiao Chujiu menahan tawa.
Qin Wujing menatap datar ke arah Xiao Chujiu yang sedang menahan tawa, pria itu menghela nafas dan segera mengambil mangkuk bubur itu dan mulai makan.
Xiao Chujiu sedikit terkejut saat pria itu tidak mencibir, hal ini membuatnya merasa bersalah karena telah iseng kepada menu makan Qin Wujing.
Namun Xiao Chujiu mengeraskan hatinya, sesekali dia harus jahat kepada Qin Wujing!.
Xiao Chujiu dan Huang Guifei memakan daging sapi yang lembut dan gurih, berbagai menu makanan tersedia di meja ini, namun Qin Wujing hanya dapat memakan bubur putih itu.
Setelah selesai sarapan, Huang Guifei memilih untuk kembali ke dalam kamarnya, Qin Wujing juga berjalan kembali ke arah ruang kerjanya. Xiao Chujiu yang ingat masih dalam masa hukuman segera membuntuti pria itu.
Setelah di dalam ruang kerja, Xiao Chujiu terkejut saat melihat wanita berpakaian biru yang waktu itu dia lihat di rumah bordil. Wajah nya penuh bekas luka cambuk.
Xiao Chujiu penasaran, namun dia hanya diam.
Setelah Qin Wujing duduk di kursi nya, dia bertanya dengan nada dingin,"katakan siapa tuan anda?."
Qin Wujing menggebrak meja, hal ini membuat Xiao Chujiu tersentak kaget dan menatap pria itu penuh keterkejutan.
"Benwang memberi anda dua pilihan, jawab atau mati!."
Xiao Chujiu merasakan jantung nya berdegup kencang, aura tekanan dari Qin Wujing sangat menyeramkan.
Wanita itu membuka mulutnya untuk berbicara,"Qin Wujing, kamu adalah iblis!."
Xiao Chujiu melotot kaget saat mendengar ini, lalu dia segera menoleh ke arah Qin Wujing untuk melihat reaksi pria itu.
Qin Wujing menyunggingkan bibir nya dingin,"jika iya, kenapa?."
Wanita itu menggertakan gigi nya marah,"saya tidak akan mengungkapkan fakta apapun kepada anda!."
Qin Wujing menatap wanita itu lebih dingin, tangan kanan nya terangkat memberi kode kepada Bai Shu, Yang Li, dan Xie Rong.
Bai Shu dan Yang Li segera menarik kedua tangan wanita itu dengan kencang bersamaan, sedangkan Xie Rong menarik rambut panjang wanita itu kencang ke belakang.
Xiao Chujiu menutup matanya saat melihat ini, sangat mengerikan.
Coba kamu bayangkan kedua tangan kamu di tarik bersamaan kesamping dengan kencang tanpa ampun, lalu ada seseorang menarik kencang rambut kamu kebelakang, silahkan bayangkan sakit nya. Memang siksaan ini tidak menyebabkan luka luar apapun, namun rasa sakit di dalam tubuh akan ada dan sangat menyiksa.
"Berhenti," ujar Qin Wujing.
Xie Rong, Bai Shu, dan Yang Li segera berhenti menarik. Wanita itu segera jatuh kelantai dengan lemas.
"Benwang beri satu kesempatan lagi, jika tidak mau menjawab, anda akan terus di siksa seperti ini sampai mati," suara Qin Wujing dingin dan datar tanpa emosi.
Wanita itu tak kunjung mengangkat kepala untuk berbicara, karena itu Bai Shu maju dan menarik kepala wanita itu hingga wajah nya berhadapan dengan Qin Wujing.
__ADS_1
Wanita itu menatap tajam ke arah Xiao Chujiu dengan tiba-tiba, hal ini membuat Xiao Chujiu terkejut dan menatap wanita itu dengan ngeri dan bingung.
"Tuan saya menginginkan kamu," nada bicara wanita itu dingin dan lelah.
Qin Wujing yang mendengar ini segera menoleh ke arah Xiao Chujiu, dia melihat Xiao Chujiu sedang berdiri tegang memasang ekspresi berani, namun tangan nya sudah mengepal erat menahan takut.
Qin Wujing menarik Xiao Chujiu ke arah nya untuk duduk di samping nya,"siapa tuan anda?," mata Qin Wujing kembali menatap dingin wanita berbaju biru.
Wanita itu tidak menjawab, ekspresi nya masih dingin dan keras, namun tiba-tiba darah segar mengalir dari mulut nya.
Qin Wujing yang melihat ini segera berdiri dan menatap marah ke arah wanita berbaju biru saat wanita itu telah jatuh kesamping dengan lemas dan mata tertutup.
"Wangye, dia melakukan bunuh diri dengan menggigit lidah nya sendiri !," Ujar Bai Shu.
"Sial!," umpat Yang Li.
Qin Wujing menatap dingin ke arah mayat wanita itu,"buang mayat nya kehutan."
Bai Shu mengangguk mengerti, dan segera menyeret mayat wanita itu keluar.
Saat ini pikiran Qin Wujing sedang tertuju kepada dua orang, Di Fuyi dan Long Hang. Untuk putra mahkota itu tidak mungkin, pria tengik itu tidak mungkin melakukan pemberontakan.
Di Fuyi, pria itu memang memiliki ambisi besar, namun tidak mungkin dia melakukan pemberontakan kepada ayah mereka sendiri. Jika iya, Qin Wujing masih meragukan hal ini.
Long Hang, pria itu memang tidak memiliki hubungan apapun dengan kursi takhta, namun mengingat dia juga musuh besar Qin Wujing dan keluarga kerajaan, hal ini membuatnya menjadi salah satu tersangka.
Xiao Chujiu yang melihat Qin Wujing melamun segera menepuk pundak Qin Wujing pelan,"Wangye, ada apa?."
Qin Wujing tersadar dan menoleh ke arah Xiao Chujiu,"jika apa yang anda lihat pagi ini membuat kamu takut lebih baik besok berhenti menjadi pelayan Benwang."
Xiao Chujiu mengerutkan keningnya,"lalu hukuman nya?."
"Anda bisa datang setiap malam ke Qin Liyun," jawab Qin Wujing.
Xiao Chujiu mengangguk senang,"baiklah!," walaupun hatinya masih merasa tidak enak karena ucapan wanita berpakaian biru tadi, dia berusaha untuk melupakan nya.
Qin Wujing sengaja melakukan ini agar Xiao Chujiu tidak terlalu dalam mengerti masalahnya, di tambah wanita tadi mengatakan bahwa tuan nya menginginkan Wangfei nya, hal ini tentu membuat Qin Wujing tidak senang.
Qin Wujing merasa bahwa kedepannya akan lebih banyak masalah yang melibatkan Xiao Chujiu, hal ini membuatnya lebih waspada dan lebih mengawasi keamanan Qin Wangfu khususnya di Qin Lian.
*
"Pangeran, wanita itu sudah mati."
Pria yang di panggil Pangeran itu tersenyum dingin,"anda sudah pastikan dia tidak mengatakan apapun sebelum mati?."
Bawahan nya mengangguk,"sudah."
Pangeran yang memiliki mata biru itu mengangguk puas dan memejamkan matanya untuk menikmati angin sejuk yang membuat rambut panjang nya berkibar.
"Pangeran ketiga, apa tidak masalah jika kita melakukan pemberontakan sekarang?, ini berbeda dengan rencana anda sebelumnya."
Di Fuyi membuka matanya, bola mata biru itu segera memancarkan tatapan dingin ke langit,"lebih cepat lebih baik, saya harus mengambil barang saya yang telah lama hilang."
"Namun, Kaisar adalah-," ucapan bawahan itu terpotong.
"Siapa dia?, dia bukan ayah saya!. Dimana dia saat Mufei saya meninggal!?, dimana dia saat Mufei saya di hina!?," emosi Di Fuyi segera naik.
Bawahan itu segera berlutut,"saya telah mengatakan sesuatu yang bodoh!, Pangeran, tolong hukum saya!."
Di Fuyi menghela nafas,"lupakan, anda harus fokus pada tugas yang saya berikan. Sekarang cepat pergi dan urus yang lain."
Bawahan itu berdiri dan mengangguk mengerti, segera dia menghilang secepat cahaya.
__ADS_1
Mata Di Fuyi kembali ke atas langit,"saya akan mengambil yang seharusnya milik saya, baik takhta atau wanita. Chujiu, surat itu asli dan sah, Wu Mingxiang telah memberikan anda kepada saya, anda adalah Istri saya," lalu mata Di Fuyi yang dingin tertutup lagi.